<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thewomynpreneur talk &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/thewomynpreneur-talk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2023 01:44:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>thewomynpreneur talk &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Kenal Lelah Michelle Starla Anak Muda Yang Berani Melakoni Dua Pekerjaan &#038; Dua Bisnis Sekaligus</title>
		<link>https://thewomyn.com/2023/01/30/tak-kenal-lelah-michelle-starla-anak-muda-yang-berani-melakoni-dua-pekerjaan-dua-bisnis-sekaligus/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2023/01/30/tak-kenal-lelah-michelle-starla-anak-muda-yang-berani-melakoni-dua-pekerjaan-dua-bisnis-sekaligus/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 01:44:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2107</guid>

					<description><![CDATA[Menjalankan bidang pekerjaan yang berbeda sekaligus berbisnis mungkin tidak semua orang bisa melakoninya. Kebanyakan orang tentu akan memilih salah satu, entah bekerja kantoran atau menjalankan &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Menjalankan bidang pekerjaan yang berbeda sekaligus berbisnis mungkin tidak semua orang bisa melakoninya. Kebanyakan orang tentu akan memilih salah satu, entah bekerja kantoran atau menjalankan bisnis. </p>



<p>Namun berbeda dengan Michelle yang memilih produktif di masa mudanya. Michelle bukan saja seorang karyawan kantoran tapi juga menjadi pengusaha. Tak tanggung-tanggung, Michelle bekerja di dua tempat pula dengan bidang pekerjaan yang berbeda. Sementara untuk bisnisnya, ia memiliki dua bidang usaha yaitu minuman sehat dan alas kaki.</p>



<p>Masih muda, memiliki motivasi tinggi, dan ingin selalu produktif, itulah Michelle yang tak kenal lelah dengan aktivitas yang ia jalankan hingga sukses seperti sekarang ini.</p>



<p>Lantas bagaimanakah Michelle bisa berbisnis sambil bekerja kantoran? Seperti apa Michelle mempertahankan kedua hal tersebut agar tetap berjalan? Mari kita contek&nbsp;</p>



<p>ilmunya dari Michelle yang membagikan pengalamannya untuk para womyn di edisi TheWomynpreneur Talk kali ini.</p>



<p><strong>Bermula Dari Mengikuti Kemauan Orang Tua</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221218-WA0001-1.jpg" alt="" class="wp-image-2109" width="445" height="546" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221218-WA0001-1.jpg 835w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221218-WA0001-1-245x300.jpg 245w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221218-WA0001-1-768x942.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221218-WA0001-1-49x60.jpg 49w" sizes="(max-width: 445px) 100vw, 445px" /></figure></div>


<p>Michelle Starla Ongko, begitu nama lengkapnya. Antara dunia kerja yang ia lakoni sekarang ini bertolak belakang dengan latar belakang pendidikannya. Michelle adalah lulusan sarjana hukum di Universitas Tarumanegara, Jakarta.</p>



<p>Ada kisah tersendiri bagi Michelle di balik kuliah hukum yang diambilnya tersebut. Ia mengaku sebenarnya sekolah di bidang hukum bukanlah kemauannya, melainkan untuk memenuhi keinginan orang tuanya.</p>



<p>Meski begitu, wanita energik ini tidak merasa terpaksa menjalani pilihan orang tuanya. Ia tidak menyia-nyiakan harapan orang tuanya tapi menjadikannya sebagai sebuah kesempatan. Hingga akhirnya pun ia berhasil mendapatkan gelar sarjana hukum sesuai harapan orang tuanya dengan tepat waktu.&nbsp;</p>



<p>“<em>First thinking </em>zaman itu yang penting senangi orang tua aja dulu. Dan aku percaya sama pandangan orang tua, masa sih mereka mau bohong, toh mereka lebih banyak makan asam garam duluan daripada kita,” Imbuh Michelle.</p>



<p>Bagi Michelle berkat pilihan orang tuanya itulah yang telah membawa dirinya mengenal banyak hal. Kini ia bekerja menjadi <em>accounting </em>sebagai internal audit di perusahaan FMCG.&nbsp;</p>



<p>Meskipun bidang pekerjaan yang ia jalani saat ini jelas jauh berbeda dengan pendidikan yang ia tempuh selama kuliah tapi tidak membuat semangatnya luntur.</p>



<p>Baginya, menjadi seorang <em>accounting </em>justru menambah <em>skillnya. </em>“Terus terang aja harus belajar ekstra lagi kalau perlu 100 kali lipat supaya ilmu aku bisa setara dengan orang yang <em>basic-nya accounting</em>,” ungkapnya.&nbsp;</p>



<p>Tak cukup satu profesi saja, Michelle&nbsp; juga menjalani profesi sebagai seorang sekretaris di perusahaan milik temannya. Pekerjaan ini pun tidak sama seperti <em>background </em>pendidikan Michelle. Namun, baginya profesi berbeda dengan latar belakang pendidikan tidak menjadi masalah.&nbsp;</p>



<p>“Menurutku, itu sebagai kesempatan aku untuk mengupgrade diri ya, terus jadi punya pengalaman baru,” tambahnya.</p>



<p><strong>Mulai Membangun Bisnis</strong></p>



<p>Karier Michelle tak cukup sebatas bekerja di kantoran saja. Mantan finalis Koko-Cici Jakarta 2017 ini, mencoba peruntungannya di dunia bisnis.&nbsp;</p>



<p>Michelle termasuk sosok anak muda yang tidak hanya produktif tapi juga suka mempelajari hal-hal baru. Meski menyadari butuh perjuangan untuk menjalankan dua profesi berbeda, ditambah lagi harus berbisnis, tapi hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk tetap berjuang.</p>



<p>“Awalnya sih, aku coba mulai aja dulu karena kalau enggak mulai kita enggak akan pernah tahu hasilnya, dan soal hasilnya juga belakangan aja dipikirin lagi gitu,” ucapnya.</p>



<p>Toss Drink adalah bisnis pertama yang dibuat Michelle pada masa pandemi. Ide bisnis minuman muncul dari kebutuhan Michelle sebagai penderita intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa merupakan kondisi tubuh kekurangan enzim laktase  sehingga tubuh tidak mampu mencernanya menjadi laktosa yang dikonsumsi. Intoleransi laktosa biasanya disamakan dengan alergi susu.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CBvJLAHglZj/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBvJLAHglZj/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CBvJLAHglZj/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by TOSSDRINK (@tossdrink_id)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p>Dari kondisi inilah ia berusaha mencari cara lain agar tubuhnya tetap mendapatkan asupan kalsium. Tercetuslah ide membuat sendiri minuman susu kacang kedelai.</p>



<p>“Aku pernah coba-coba beli diluar sana, rasanya kemanisan dan kalau beli di supermarket biasanya ada pengawetnya sedangkan diminum terus-menerus jadi enggak bagus. Akhirnya, mama aku bilang coba bikin sendiri aja,” tuturnya.</p>



<p>Ia mengklaim susu kacang kedelai buatannya tanpa pengawet dan bisa bertahan seharian di luar suhu ruangan bahkan bisa bertahan lebih dari sebulan jika menyimpannya di kulkas.</p>



<p>Hingga suatu hari terbesit dalam pikiran Michelle untuk mulai menjual susu kacangnya. “Kalau banyak lebihnya biasa aku selalu kasih ke temen-temen susu kacang buatan aku. Mulanya dari situ deh dan ternyata respon mereka bagus. Rupanya diluar sana banyak juga penderita intoleran laktosa kayak aku. Dari situ aku mulai coba bisnis minuman sehat ini,” imbuhnya.</p>



<p>Ada lagi usaha sepatu buatan Michelle yang dilabeli dengan merek sendiri. Membangun bisnis alas kaki tercetus dari ide yang tidak jauh berbeda dengan Toss Drink. Kata Michelle, berbisnis sepatu bermula dari kegemarannya mengoleksi sepatu. Meski hobi mengoleksi sepatu tapi ia selalu kesulitan mencari sepatu yang nyaman di kakinya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CPADWTbt5lZ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CPADWTbt5lZ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CPADWTbt5lZ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Nus Pieds (@nuspieds.id)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p>“Aku tuh pengen punya sepatu yang cantik, <em>affordable, </em>dan juga nyaman dipakai sehari-hari. Selama ini kalau beli sepatu ada aja sakitnya, karena kaki aku agak miring sebelah telapak kakinya, jadi susah cari sepatu. Sampai akhirnya, kenapa aku enggak coba bikin sepatu sendiri ya, toh aku butuh,” jelas Starla.</p>



<p>Michelle pun mendirikan usaha sepatu yang dinamainya Nus Pieds pada pertengahan tahun 2021. Ia juga tidak sendiri melainkan bersama rekannya menjalankan bisnis alas kaki ini. Mulanya, ia menawarkan usaha sepatunya kepada orang-orang terdekat. Seiring berjalan waktu Nus Pieds mendapat respon positif di masyarakat.</p>



<p>Michelle pun mulai memasarkan kedua lini usahanya tersebut lewat media sosial serta platform jualan lainnya seperti TikTok Shop, Shopee, dan Tokopedia.&nbsp;</p>



<p>Boleh dibilang kedua bisnis yang ia jalankan sekarang terbilang sukses bersamaan dengan pekerjaan kantornya.&nbsp;</p>



<p><strong>Tips Menjalankan Bisnis Sambil Kerja Kantoran</strong></p>



<p>Memang seakan terlihat berat untuk menjalankan dua profesi dan dua bisnis yang berbeda pula. Tapi, dimana ada kemauan disitulah ada jalan dan dimana ada kerja keras disitulah ada kesuksesan. Begitulah yang dialami Michelle Starla.</p>



<p>Michelle tidak memungkiri bahwa menjalankan bisnis dan pekerjaan secara bersamaan butuh ekstra perjuangan.</p>



<p>“Bagi waktu sebagai <em>entrepreneur </em>dengan pekerjaan tuh pasti <em>struggling </em>ya. Jadi, satu hari kali dua pulu empat jam enggak ada berhentinya. Tetap harus mikirin besok gimana, apa yang mau dibuat,” ungkap Michelle.&nbsp;</p>



<p>Meskipun berat tapi Michelle tidak mudah menyerah. Berbagai tantangan dalam berbisnis maupun dalam pekerjaan tetap ia hadapi.&nbsp;</p>



<p>Menurut lulusan magister kenotariatan ini, agar berhasil menjalankan bisnis sambil bekerja diperlukan kelihaian dalam mengatur waktu. Bagi Michelle memanfaatkan setiap waktu itu sangat berharga.&nbsp;</p>



<p>“Pinter-pinter curi waktu aja sih. Aku juga masih bisa sisihkan waktu untuk healing dan bersama keluarga. Kalau kerja terus kan juga bisa stress,” tambah nya.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2023/01/02/nethanya-eleanor-market-analyst-yang-terjun-membangun-brand-bisnisnya-sendiri/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Nethanya Eleanor Market Analyst Yang Terjun Membangun Brand Bisnisnya Sendiri</a></p>



<p>Selain waktu, kata dia, kemauan untuk terus belajar juga sangat perlu bagi kamu yang ingin bekerja sambil berbisnis. Sebab, dalam dunia usaha ada berbagai tantangan yang harus dihadapi supaya bisnis tetap bertahan lama. Perempuan lulusan S2 di Universitas Pelita Harapan ini menyarankan agar tidak mudah putus asa.</p>



<p>Michelle sendiri punya strategi dalam mempertahankan bisnis Toss Drink dan Nus Pieds miliknya.&nbsp;</p>



<p>“Jujur aja aku sampai saat ini masih <em>struggle. </em>Jadi, terus kembangkan lagi, tingkatkan lagi apa yang bisa kamu tingkatkan,” ucapnya.</p>



<p>Ia kerap membuat inovasi-inovasi agar pelanggan tidak bosan dengan produk yang ditawarkannya. Misalnya saja pada bisnis minuman sehat Toss Drink. Kini Toss Drink tidak hanya menjual susu kacang kedelai saja, tapi juga menjual minuman sehat berbahan <em>aloe vera. </em>Minuman sehat <em>aloe vera </em>ini pun dibuat Michelle sendiri.</p>



<p>Sementara untuk usaha sepatunya, Michelle sering kali menawarkan diskon ataupun <em>Giveaway </em>kepada para <em>customer.&nbsp;</em></p>



<p>Kata dia, cara lain agar sebuah bisnis dapat bertahan dengan meningkatkan pelayanan <em>after sales </em>kepada <em>customer. </em>Menurutnya, cara ini efektif membuat pelanggan tetap setia.</p>



<p>Lain lagi dengan urusan pekerjaan. Bagi Michelle menjalankan bisnis sambil bekerja perlu memiliki sikap ambisius.</p>



<p>“Menurutku dengan kita punya ambisi justru akan membantu diri kita lebih kuat dan menjadi lebih berpikiran positif untuk selangkah lebih maju daripada orang lain. Asal jangan sampai ambisius ini lebih menguasai diri kamu sendiri dan mengubah jati diri,” jelas Michelle.</p>



<p>Jika sudah bertekad ingin berbisnis sambil menjalankan pekerjaan lain maka pastikan bahwa diri anda mampu. Pasalnya, dengan pola kebiasaan yang sudah terbentuk maka tubuh kita akan mengetahui hal-hal yang perlu diprioritaskan.&nbsp;</p>



<p>“Kalau aku sih jalanin apa adanya dengan skala prioritas yang kita udah tahu mana yang harus kita duluin nih. Apa pekerjaan dulu atau bisnis dulu, jadi enggak dikejar-kejar atau lari-larian,” Imbuhnya.</p>



<p>Michelle berpesan agar jangan takut memulai, sebab rasa takut membuat kita tidak melangkah. “Kalau kita enggak pernah mulai duluan maka kita enggak akan tahu gimana hasilnya. Semua bisnis pasti ada resikonya. Jadi, berusahalah sebaik-baiknya sampai kamu merasa sudah mentok di limit kamu,” tutupnya.</p>



<p>Michelle Starla Ongko adalah satu dari sekian banyak perempuan di dunia yang berani melangkah dan mau bekerja keras menjadi perempuan mandiri.&nbsp;</p>



<p>Jadi, bagi Womyn jangan lagi ragu-ragu! Mulailah bangkitkan semangat perjuangan kamu untuk menjadi wanita mandiri yang sukses berbisnis, sukses juga dalam berkarier. Jangan pernah takut mencoba ya seperti Michelle Starla.</p>



<p>Sampai jumpa di edisi TheWomynpreneur Talk berikutnya ya dan nantikan topik-topik menarik lainnya.&nbsp;</p>



<p>(Evilin Falanta)</p>



<p></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Dua Side Job? Bisnis di Tengah Pandemi? Burnout?! Semua Pasti Ada Jalan! | Michelle Starla" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/YuMcwW73R6s?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2023/01/30/tak-kenal-lelah-michelle-starla-anak-muda-yang-berani-melakoni-dua-pekerjaan-dua-bisnis-sekaligus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nethanya Eleanor Market Analyst Yang Terjun Membangun Brand Bisnisnya Sendiri</title>
		<link>https://thewomyn.com/2023/01/02/nethanya-eleanor-market-analyst-yang-terjun-membangun-brand-bisnisnya-sendiri/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2023/01/02/nethanya-eleanor-market-analyst-yang-terjun-membangun-brand-bisnisnya-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 00:10:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2086</guid>

					<description><![CDATA[Membangun sebuah bisnis tentu tidak bisa asal-asalan. Untuk memulainya butuh berbagai persiapan bukan hanya sekedar butuh modal dana saja. Salah satu langkah utama yang perlu &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Membangun sebuah bisnis tentu tidak bisa asal-asalan. Untuk memulainya butuh berbagai persiapan bukan hanya sekedar butuh modal dana saja. Salah satu langkah utama yang perlu dilakukan adalah <em>market research. </em>Melakukan riset pasar menjadi bagian penting yang tidak boleh dilewati sebelum anda memutuskan membangun bisnis.</p>



<p><em>Market research </em>merupakan kegiatan survei untuk mengumpulkan informasi seputar peluang bisnis yang akan anda bangun. Dengan <em>market research </em>akan membantu para <em>entrepreneur </em>menghadirkan produk yang cocok untuk konsumen sesuai tren dan kebutuhan pasar.</p>



<p>Biasanya kegiatan riset pasar ini mencakup siapa saja yang akan menjadi target konsumen, harga, produk, distribusi, hingga alat pemasarannya.</p>



<p>Mau tahu bagaimana cara melakukan <em>market research </em>untuk memulai berbisnis ? Simak pengalaman yang dibagikan oleh Nethanya Eleanor sebagai <em>Market Analyst. </em>Womyns bisa belajar langkah-langkah dalam memulai bisnis dari Nethanya yang juga <em>Owner brand </em>Koveswim.</p>



<p><strong>Berkenalan Dengan Nethanya <em>Market Analyst </em>Muda</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221209-WA0001.jpg" alt="" class="wp-image-2088" width="297" height="396" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221209-WA0001.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221209-WA0001-225x300.jpg 225w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221209-WA0001-45x60.jpg 45w" sizes="(max-width: 297px) 100vw, 297px" /></figure></div>


<p>Nethanya Eleanor, perempuan pemberani yang mencoba hidup mandiri sejak usia belia di negeri orang. Selama 18 tahun tinggal bersama orang tua di Indonesia, Nethanya memutuskan mengambil tantangan terbesar dalam hidupnya untuk menimba ilmu di Inggris. Tanpa keluarga maupun kerabat ia kuliah selama tiga tahun di University Of Birmingham, London. Setelah lulus ia tidak mau hanya berdiam diri saja. Lulusan ekonomi ini, langsung mempraktikkan ilmunya dengan terjun ke dunia bisnis.</p>



<p>Namun sebelum memulai bisnis pertamanya, Nethanya lebih dulu terjun dalam dunia kerja sebagai seorang <em>Market Analyst.&nbsp;</em></p>



<p>“Tujuh bulan aku nunggu pekerjaan setelah lulus. Awalnya, ingin bisa terjun ke dunia <em>investment banking </em>atau <em>business consultant </em>di London,” ungkap Eleanor.</p>



<p>Ternyata pekerjaan yang ia harapkan tersebut bukanlah jodohnya. Ia mengaku sempat mengalami <em>insecure </em>atau tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki dirinya.&nbsp;</p>



<p>“Jadi, aku merasa enggak puas sama diri aku sendiri dan pastinya merasa kecewa juga. Aku sempat berpikir aku gagal, aku enggak beruntung, oh aku enggak pinter disini ya,” kata Eleanor mengungkapkan perasaannya saat itu.</p>



<p>Perempuan yang akrab disapa Thanya ini, akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mencoba peruntungannya di tanah air. </p>



<p>Dari rasa <em>insecure </em>itu ia belajar mengubah <em>mindsetnya. </em>Pelan-pelan ia membangkitkan kembali semangatnya. Benar saja, tak perlu waktu lama bagi Nethanya untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia. Baru dua bulan di tanah air ia langsung mendapatkan pekerjaan sebagai <em>Market Analyst.</em></p>



<p>“Harus benar-benar percaya diri sih, memotivasi diri kita sendiri dan taruh di pikiran kita bahwa aku pasti bisa. Tapi, kalau kita sendiri pesimis maka hasilnya juga seperti yang kita pikirkan itu,” jelas perempuan yang pernah mewakili Indonesia menjadi Presiden di University of Birmingham Indonesian Society.</p>



<p>Melewati berbagai penolakan saat melamar pekerjaan di Inggris, namun hal itulah yang menjadikan dirinya tangguh dan mandiri. Nethanya pun tidak menyangkal bahwa kesuksesannya sekarang dibentuk dari perjalanan karirnya yang berliku serta penuh penantian.&nbsp;</p>



<p>Kesuksesan Nethanya menjadi <em>market Analyst </em>telah mengantarkan dirinya menjadi seorang <em>womenpreneur. </em>Saat ini Nethanya masih akitf bekerja di Kantar, yaitu sebuah perusahaan konsultasi merek dan analisis data terkemuka di dunia.</p>



<p><strong>Mulai Berbisnis Pakaian Renang Dengan </strong><strong><em>Market Research</em></strong><strong>&nbsp;</strong></p>



<p>Meski berkecimpung dalam dunia <em>market research </em>secara tidak sengaja namun hal ini dianggap sebagai sebuah kesempatan bagi Nethanya untuk menambah <em>skill.</em></p>



<p>Perempuan yang suka tantangan ini merasa <em>market research </em>adalah suatu esensi penting bila ingin terjerumus dalam sebuah bisnis.</p>



<p>“Apalagi aku emang punya keinginan merintis usaha sendiri, <em>on my on business. </em>Jadi, riset pasar itu bagian dari <em>economic studies </em>aku,” imbuhnya.</p>



<p>Menyadari riset pasar merupakan bagian penting dari sebuah bisnis, Nethanya pun melakukan survei kecil-kecilan untuk memulai bisnisnya.</p>



<p>Baru-baru ini Thanya mewujudkan keinginan berbisnisnya. Ia memulai usaha dengan membangun <em>brand </em>miliknya sendiri. Perempuan yang kuliah jurusan ekonomi di Inggris selama tiga tahun ini telah membuat usaha pakaian renang (<em>swimwear) </em>dengan brand Koveswim (<em>Swimwear and Resortwear)</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/ClP9P9_pacy/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/reel/ClP9P9_pacy/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/reel/ClP9P9_pacy/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Calista Cherrie (@calistacherrie)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p>Koveswim dibuat oleh Nethanya bersama teman dekatnya. Mulanya beranjak dari kebutuhan mencari <em>swimwear </em>di Indonesia yang masih terbatas.</p>



<p>“Aku merasa selama di Jakarta kok cari pakaian renang yang nyaman dipakai terbatas banget ya. Biasanya kalau aku mau cari pakaian renang ya opsinya brand-brand luar negeri yang ada di mall, dan kalau ada brand lokal pun cuma ada dua sampai tiga brand aja,” jelas Thanya.</p>



<p>Ia pun melihat hal ini sebagai sebuah peluang bisnis yang bagus. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat bisnis pakaian renang dengan brand sendiri.</p>



<p>“Dari situ aku mulai riset pasar tentang para kompetitor aku. <em>I think, </em>kompetitornya belum banyak ya, jadi masih banyak peluang yang bisa kita eksplor,” imbuhnya.</p>



<p>Kata Thanya, awal memulai riset dengan mencari tahu harga <em>swimwear </em>yang beredar di pasaran, serta bagaimana kualitasnya, hingga siapa saja target pasarnya.&nbsp;</p>



<p>Menurut hasil risetnya, merek-merek lokal yang bermain di bisnis pakaian renang ini memiliki kualitas jauh lebih bagus serta harga yang ramah di kantong, bila dibandingkan brand-brand internasional yang beredar di Indonesia.</p>



<p>Saat membangun Koveswim, Thanya mengaku mencari sendiri kualitas bahan yang akan dipakai untuk bisnisnya tersebut. Bahkan, ia rela terbang ke Bali demi mendapatkan <em>supplier </em>bahan pakaian renang terbaik.</p>



<p>Koveswim memiliki target pasar<em> </em>di wilayah Jabodetabek dan Bali. Thanya mengaku produk yang ia jual ke pasaran tidak memasang harga tinggi. Koveswim&nbsp; memasarkan produknya mulai harga Rp 300.000 hingga Rp 600.000. Meski dari segi harga tergolong <em>middle price, </em>tapi soal kualitas Kove menjamin kenyamanan bahan serta desain-desain <em>up to date, </em>yang tidak kalah dengan merek-merek internasional.</p>



<p><strong>Langkah Melakukan </strong><strong><em>Market Research</em></strong></p>



<p>Bagi para <em>entrepreneur </em>pemula mungkin akan merasa bingung dan bertanya-tanya darimana harus memulai riset pasar. Menurut <em>Market Analyst, </em>Nethanya Eleanor, para pebisnis pemula bisa memulai riset pasar dari hal-hal yang paling mudah. Misalnya, melalui media sosial seperti Instagram Polling atau Question Box.&nbsp;</p>



<p>“Ya, <em>quick survey </em>aja sih sebenarnya. Kalau di bisnis aku sendiri, biasanya sih aku tanya ke teman-teman cewek. Aku tanya ke mereka, kalau cari pakaian renang suka model seperti apa, sukanya yang <em>high waist or low waist, </em>atau model <em>one piece </em>bikini,” jelasnya.</p>



<p>Setelah mengidentifikasi hal-hal yang dibutuhkan konsumen, selanjutnya buatlah riset terhadap para kompetitor, bahkan agar bisnis yang kelak kita bangun bisa semakin berkembang diperlukan pula analisa tren pasar.</p>



<p>Nethanya mengatakan sebagai <em>entrepreneur </em>mengikuti tren sangatlah penting. Sebab, lewat tren yang sedang <em>booming </em>dapat membantu seorang pengusaha untuk mengerti kesukaan konsumen.</p>



<p>“Contohnya sepuluh tahun yang lalu orang pakai Facebook, tapi sekarang orang banyak beralih ke Instagram atau Tiktok. Jadi, trend <em>tools </em>inilah yang penting dalam <em>digital marketing. </em>Makanya, orang harus bisa cepat beradaptasi mengikuti trend,” imbuh Thanya.</p>



<p>Selain <em>market research </em>hal utama yang harus dipersiapkan tentulah <em>budget. </em>Berdasarkan pengalamannya memulai Kove Swim, Nethanya sudah menyiapkan anggaran sesuai pos masing-masing. “Aku udah atur berapa persen untuk produksi, berapa persen aku alokasikan ke <em>marketing</em>, dan alokasi ke hal-hal lain,” tambahnya.</p>



<p><strong>Tantangan Membangun Sebuah Brand</strong></p>



<p>Tentu sebuah kebanggaan tersendiri ketika kita menjual produk dengan <em>brand</em> milik sendiri. Namun, menciptakan <em>image brand</em> yang baik di tengah persaingan pasar memang bukan perkara mudah.&nbsp;</p>



<p>Ada berbagai tantangan yang seringkali harus dihadapi para <em>entrepreneur</em>. Seperti yang dihadapi Nethanya saat membangun bisnis Kove Swim. Diakuinya, bisnis tersebut tak selalu berjalan mulus. Kata dia, tantangan yang harus dilewati adalah bersaing dengan kompetitor merek-merek luar negeri.&nbsp;</p>



<p>Menurut Thanya, disinilah kekuatan membangun persepsi konsumen terhadap sebuah produk sangatlah penting. <em>The power of marketing </em>menjadi kunci untuk bersaing dengan <em>brand </em>luar negeri.</p>



<p>“Stigma di masyarakat kita tuh beranggapannya <em>local brand </em>itu enggak sebagus dengan <em>brand </em>luar punya. Mereka memandang bahwa harga lebih murah pasti kualitas juga rendah. <em>It’s just a cased, </em>padahal ada <em>brand-brand </em>lokal yang harganya murah tapi kualitasnya sebagus <em>brand </em>internasional,” Kata Thanya menjelaskan.</p>



<p>Persepsi itulah yang harus dirubah oleh para pengusaha lokal dengan memberikan kualitas produk terbaik bagi konsumennya. Bukan hanya itu, agar bisnis tetap bertahan ditengah persaingan pasar, Nethanya selalu melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya.&nbsp;</p>



<p>“Jadi, awalnya Kove hanya menjual <em>swimwear, </em>sekarang kita produksi <em>resort wear. </em>Soalnya, fokus pasar kita banyak di Jabodetabek sedangkan di daerah ini pantai enggak banyak, jadi kita juga pikirkan siapa yang mau beli setiap hari. Karena itu, Kove buat juga pakaian-pakaian kasual yang bisa dipakai untuk <em>vacation </em>atau ke mall,” jelas Thanya.</p>



<p>Ia pun sempat merasa takut dan ragu ketika ingin membangun <em>brandnya </em>sendiri, namun akhirnya Thanya berhasil melawan rasa takut tersebut.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://thewomyn.com/2022/09/19/chrisvania-nyssa-berbagi-ilmu-membangun-startup-lewat-thinkloud-id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Chrisvania Nyssa Berbagi Ilmu Membangun Startup Lewat ThinkLoud.id</a></p>



<p><strong>Pesan Untuk Womyns Yang Mau Membangun Bisnis</strong></p>



<p>Berbisnis memang butuh keberanian serta tekad yang kuat. Nethanya, perempuan mandiri yang mengakui bahwa dirinya masih terus belajar setiap hari tentang dunia bisnis.&nbsp;</p>



<p>“Apa yang kita takuti justru harus kita lakukan supaya hal itu bikin kita enggak takut lagi kedepannya,” ungkapnya.</p>



<p>Menurut perempuan yang pernah bekerja sebagai <em>Summer Analyst</em> <em>Central Bank of Indonesia </em>ini, saat memulai suatu bisnis jangan terlalu banyak membuat perencanaan apalagi banyak berpikir. Karena hal itu membuat kita tidak akan pernah memulai bisnis.&nbsp;</p>



<p>“Kuncinya ya<em> stop over thinking and just do it</em>. Kalau gagal ya enggak apa-apa dibandingkan kita enggak pernah mencoba,” tambahnya.</p>



<p>Jadi, buat Womyns jangan pernah takut untuk memulai ya. Tetaplah berpikir optimis agar semangat kamu dalam berbisnis ataupun berkarir tidak mudah patah.</p>



<p>Semoga pelajaran berbisnis yang dibagikan oleh Nethanya Eleanor bisa menjadi panduan kamu menjadi perempuan yang mandiri serta berani melangkah menjadi <em>womenpreneur.</em></p>



<p><em>See you next time only on </em>TheWomynpreneur Talk<em>..</em></p>



<p>Nantikan terus pelajaran-pelajaran berbisnis lainnya dari para perempuan Indonesia yang penuh inspiratif.</p>



<p>(Evilin Falanta)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2023/01/02/nethanya-eleanor-market-analyst-yang-terjun-membangun-brand-bisnisnya-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pianis Tasha Agatya&#160;Temukan Passion Bisnis Dari Tekun Bermusik</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/12/17/pianis-tasha-agatya-temukan-passion-bisnis-dari-tekun-bermusik/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/12/17/pianis-tasha-agatya-temukan-passion-bisnis-dari-tekun-bermusik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2022 11:33:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2082</guid>

					<description><![CDATA[Sadarkah anda bahwa ide membuka peluang usaha bisa datang dari kegiatan yang sering kita lakukan atau sesuatu yang kita senangi ? Apalagi di era informasi &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sadarkah anda bahwa ide membuka peluang usaha bisa datang dari kegiatan yang sering kita lakukan atau sesuatu yang kita senangi ?</p>



<p>Apalagi di era informasi digital seperti sekarang ini, semakin memudahkan kita untuk mendapatkan ide-ide berbisnis. Di zaman sekarang berbisnis jelas tidak lagi memandang <em>gender. </em>Jika dulu dunia wirausaha hanya dicocokkan untuk pria yang tangguh dan pejuang keras, kini tidak lagi.</p>



<p>Di zaman sekarang bisnis tidak lagi memandang <em>gender</em>. Justru dengan adanya kesetaraan <em>gender </em>menjadi peluang terbuka bagi perempuan untuk berwirausaha lebih mudah. Sejumlah bisnis yang dijalankan oleh para perempuan pun tak jarang berangkat dari hal-hal yang mereka gemari.</p>



<p>Seperti yang dilakukan oleh pianis ternama Tasha Agatya Kusumawati yang membuka bisnis jasa kursus musik. Tasha Agatya Kusumawati adalah pemilik usaha kursus musik En Harmonie dengan basis kurikulum musik Eropa atau lebih dikenal <em>European Music Curriculum </em>(EMC)<em>.</em></p>



<p>Lantas bagaimana Pianis Tasha bisa memilih membuka usaha kursus musik meski masih pandemi ? Dan bagaimana ia bisa sukses membagi waktu dan perannya sebagai ibu rumah tangga sekaligus <em>mompreneur</em> ?&nbsp;</p>



<p>Mari simak TheWomynpreneur Talk edisi kali ini bersama Tasha Agatya Kusumawati. Siapa tahu pengalaman yang dibagikan Tasha bisa menambah pengetahuan ide berbisnis para Womyns!&nbsp;</p>



<p><strong>Ide Memulai Usaha Kursus Musik</strong></p>



<p>Melirik bisnis jasa bimbingan belajar atau kursus musik belakangan ini memang banyak digandrungi orang.</p>



<p>Peluang bisnis ini pun sebenarnya tak lepas dari keinginan para orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Bahkan banyak orang tua yang rela merogoh kocek lebih, demi menambah keahlian anak-anak mereka sebagai modal masa depan si anak.</p>



<p>Tasha Agatya Kusumawati atau biasa dipanggil Tasha termasuk salah satu pemain di bisnis kursus <em>private </em>musik. Meski usaha yang ia jalankan terbilang baru tapi kemahirannya dalam bermusik tak bisa dianggap enteng.</p>



<p><em>Mompreneur </em>yang satu ini berkecimpung dalam dunia musik sudah berjalan 20 tahun sebagai pemain piano bergenre klasik.</p>



<p>Pada awal tahun 2022 ia mendirikan wadah bermusik bernama En Harmonie <em>by</em> EMC yaitu sebuah kursus <em>private</em> piano dan vokal (Instagram: enharmonie.emc). Tenaga pengajarnya pun langsung ditangani oleh Tasha sendiri. Ide membuat usaha ini pun tanpa sengaja tercetus dari kegiatan yang biasa Tasha jalankan yaitu mengajar.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/CjPN7dShdTN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/reel/CjPN7dShdTN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/reel/CjPN7dShdTN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by En Harmonie by EMC (@enharmonie.emc)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p>“Sejak kecil dunia saya sudah di piano karena ibu saya juga guru piano. Setiap hari saya dengar piano, ibu saya lagi mengajar piano pun saya ikuti sampai akhirnya saya pun tertarik dan bisa seperti sekarang ini,” ungkap Tasha.</p>



<p>Bukan itu saja, alasan ia terjun dalam bisnis musik karena banyaknya permintaan dari orang tua murid yang datang menghampiri Tasha. Para orang tua ini ingin anak-anaknya bisa mendalami musik langsung secara <em>private </em>dari ahlinya. Hal inilah yang semakin<em> </em>membulatkan tekad Tasha untuk berbagi ilmu bermusiknya lewat wadah En Harmonie.</p>



<p>“Bisa dibilang sih saya nekat ya membuat usaha ini, karena kondisi masih pandemi. Tapi, saya belajar menyesuaikan juga dengan mengikuti prokes yang ada dan saya juga&nbsp; membuka kelas online,” tuturnya.</p>



<p>Tasha yang juga seorang ibu rumah tangga mengaku awalnya ingin rehat sejenak dari dunia mengajar, tapi niat itu ia urungkan.</p>



<p>“Ketika melihat anak-anak yang ingin belajar musik terus saya tolak, kok hati saya jadi enggak enak. Saya jadi semakin sadar kalau <em>passion </em>saya disini, mengajar musik untuk anak-anak,” tambahnya.</p>



<p>Murid-murid yang datang kursus piano dan vokal di En Harmonie kebanyakan adalah anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar. Awalnya Tasha baru memiliki dua orang murid, namun seiring waktu berjalan kursus yang ia dirikan makin banyak dikenal orang hingga jumlah muridnya kian bertambah.</p>



<p>Meski demikian, bagi Tasha mendirikan kursus musik ini bukan sekedar untuk mencari keuntungan bisnis semata. Meski awalnya hanya memiliki sedikit murid, Tasha mengaku tidak berkecil hati, sebab tujuannya bukan untuk mengejar keuntungan melainkan untuk berbagi pengetahuan kepada anak-anak.</p>



<p>Menurutnya, mengajarkan anak-anak bermusik bukanlah sebuah beban melainkan kesenangan. Meski bisnisnya baru berjalan di tahun ini tapi anak-anak didik Tasha terbukti sukses mengikuti berbagai ajang kompetisi musik maupun konser musik.</p>



<p><strong>Belajar Menemukan </strong><strong><em>Passion</em></strong><strong> Bisnis</strong></p>



<p>Mencari bisnis yang cocok dengan diri kita memang gampang-gampang susah. Namun jangan patah semangat dulu, karena membuka sebuah usaha bisa dimulai dari hal kecil seperti hobi atau hal rutin yang sering kita lakukan.</p>



<p>Misalnya saja seperti pengalaman Tasha Agatya. Perempuan yang sejak kecil gemar bermain piano ini, baru menyadari <em>passionnya </em>sebagai pengajar musik setelah beranjak dewasa.&nbsp;</p>



<p>“Dari kecil saya malah enggak ada kepikiran jadi guru musik. Jadi, selama saya belajar piano pun masih terus mencari-cari juga. Benar enggak ya ini jalan hidup saya, sampai akhirnya saya senang mengajarkan musik ke anak-anak, dan itu membuat hati saya tenang. Hingga saya ketemu sendiri dan yakin <em>passion </em>saya disini,” ungkap Tasha.</p>



<p>Beranjak dari kesukaannya bermain piano membuat Tasha menekuni dunia musik yang satu ini. Peranan orang tua dalam mengarahkan hal yang ia sukai pun tak lepas dari dirinya.&nbsp;</p>



<p>Menurut Tasha, berbisnis tidak cukup hanya sekedar menentukan <em>passion. </em>“Jangan cuma <em>passion </em>yang satu-dua bulan ganti lagi, terus suka yang lain. <em>Passion </em>tanpa komitmen yang kuat saya rasa enggak akan jadi sebuah bisnis,” ungkapnya.</p>



<p>Selain komitmen yang kuat kata dia, berbisnis juga memerlukan ketekunan. Dari ketekunan itulah akan membawa kita untuk fokus menjalankan sebuah bisnis. “Mau ada rintangan apapun kalau kita tekun pasti bisa dilalui. Kalau enggak begitu kita enggak akan bisa menghargai hasil kerja keras diri sendiri, kan <em>passion </em>yang kita mau enggak selalu menyenangkan,” tambahnya.</p>



<p>Selama menjalankan suatu bisnis tentunya akan banyak pula tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah persaingan. Menyadari hal ini tak menciutkan nyali <em>mompreuner </em>Tasha Agatya. Terbukti dengan keberadaan En Harmonie yang masih eksis dan bertahan ditengah maraknya platform bisnis musik yang semakin memudahkan orang untuk belajar.</p>



<p>“Jadi, kalau sekarang banyak <em>music course </em>atau platform di internet untuk belajar musik itu semuanya adalah bentuk <em>support. </em>Saya enggak melihatnya sebagai persaingan bisnis.<em> </em>Justru dengan platform-platform itu semakin memudahkan saya dalam mengajar. Dan sebagai guru musik saya sangat terbantu,” katanya.</p>



<p>Tasha meyakini meskipun maraknya aplikasi untuk belajar musik di dunia maya, namun hubungan langsung antar manusia (guru dan murid) jauh lebih baik dibandingkan manusia dengan <em>gadget.&nbsp;</em></p>



<p><strong>Membagi Peran Antara Berbisnis dan Ibu Rumah Tangga</strong></p>



<p>Pernahkah anda mendengar ungkapan bahwa “perempuan bisa menjalankan beberapa pekerjaan dalam satu hari sementara laki-laki hanya mampu fokus mengerjakan satu hal ?”</p>



<p>Rupanya, ungkapan tersebut bukan sekedar isapan jempol saja. Seringkali perempuan di cap hanya bisa mengurus dapur, padahal jika berbisnis dan mengurus rumah tangga bisa dijalankan bersama, mengapa tidak ?</p>



<p>Hal ini dibuktikan oleh Tasha Agatya. Menjadi <em>womenpreuner </em>serta <em>seorang </em>pianis tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai ibu dan juga istri dalam keluarga. Perempuan harus cerdas membagi waktunya antara bisnis dan keluarga.</p>



<p>“Saya sendiri komitmen dengan waktu yang sudah saya tentukan sendiri, karena saya enggak mau melepas tanggung jawab saya di rumah. Jadi, kalau dari siang sampai sore waktu saya untuk mengajar di En Harmonie. Selebihnya saya menjalankan peran sebagai istri dan ibu mulai dari membuat sarapan, makan malam, mengantar anak sekolah, hingga menemani anak saya belajar,” Kata Tasha menceritakan caranya mengatur waktu.</p>



<p>Menurutnya, perempuan bisa menjalankan kedua hal tersebut bila bisa mengatur waktunya dengan baik. Tak dipungkiri rasa lelah tentu ada. Namun, bagi Tasha ketika merasa lelah menjalankan perannya sehari-hari, maka ia akan mengambil waktu untuk rehat sejenak.</p>



<p>“Kalau capek ya aku lihat lagi anak-anakku, pasti <em>recharge </em>lagi tenaganya. Sedangkan untuk <em>Me time </em>aku sendiri biasanya cukup dengan menyetrika saja,” ungkapnya.</p>



<p>Tasha mengatakan perempuan harus bisa menempatkan diri sebagai ibu, istri, maupun <em>business women. </em>Oleh karena itu, agar tetap berjalan seimbang antara bisnis dan keluarga maka perempuan harus tetap mawas diri dan menyadari porsi dirinya sendiri.</p>



<p><strong>Tips Sukses Berbisnis Untuk Ibu Rumah Tangga</strong></p>



<p>Walaupun sudah berumah tangga perempuan harus tetap produktif. Bukan berarti setelah menikah dan mengurus rumah tangga, segala cita-citanya harus terhenti. Pemikiran inilah yang harus dipatahkan, sebab perempuan yang sudah berkeluarga pun tetap memiliki hak untuk mengejar impiannya.</p>



<p>Menurut Tasha, setiap perempuan tetap memiliki hak untuk menentukan pilihannya sekalipun sudah berumah tangga. Untuk terjun berbisnis, kata Tasha, diperlukan komunikasi yang baik antara istri dengan pasangan serta keluarganya.</p>



<p>Tasha pun mengaku sebelum mendirikan <em>music course </em>En Harmonie, ia membahasnya bersama keluarga. Menurutnya, dukungan dari keluarga sangat membantu Tasha hingga bisa sukses seperti sekarang.</p>



<p>Dengan berbisnis maka perempuan bisa lebih mandiri. “Perempuan mandiri itu, perempuan yang bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, apapun situasinya ya,” tambah Tasha.</p>



<p>Bagi Tasha ada tiga kunci yang bisa perempuan lakukan saat memulai usaha yaitu :</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Temukan <em>passion </em>dari hal yang disukai</li>



<li>Selalu mengevaluasi diri&nbsp;</li>



<li>Pegang komitmen dan tetap jalan terus apapun yang terjadi. Jangan diam saja!</li>
</ul>



<p>“Jadi apapun bidang yang dipilih, itu harus kamu nikmati dan kamu harus senang dulu. Karena ketika kamu senang maka otomatis kamu akan melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang tulus,” tutupnya.</p>



<p>Nah, TheWomyn semoga pengalaman Tasha Agatya sebagai <em>mompreneur </em>bisa menginspirasi kalian ya, terutama bagi para ibu rumah tangga yang masih galau mencari <em>passion </em>untuk memulai berbisnis. Kisah<em> </em>Tasha hanyalah satu dari sekian banyak perempuan mandiri yang telah berhasil membangun sebuah bisnis. Kalau pianis Tasha Agatya saja bisa, maka kamu juga pasti bisa!</p>



<p>Nantikan kisah-kisah perempuan penuh inspiratif lainnya di TheWomynpreneur Talk berikutnya.</p>



<p>(Evilin Falanta)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Pintar Bagi Waktu dan Komunikasi Adalah Kunci Utama untuk Mencapai Work-Life Balance | Tasha Agatya" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/3z5iabbDRAA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/12/17/pianis-tasha-agatya-temukan-passion-bisnis-dari-tekun-bermusik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Insipratif Nirmala Sukses Berkarir Hingga Meraih Beasiswa LPDP Ke Amerika</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/10/06/kisah-insipratif-nirmala-sukses-berkarir-hingga-meraih-beasiswa-lpdp-ke-amerika/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/10/06/kisah-insipratif-nirmala-sukses-berkarir-hingga-meraih-beasiswa-lpdp-ke-amerika/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2022 02:37:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2065</guid>

					<description><![CDATA[Banyak orang yang berharap bisa sekolah dengan mendapatkan beasiswa. Seiring kemajuan teknologi peluang tersebut semakin terbuka lebar bagi setiap orang, tak terkecuali bagi perempuan. Jika &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Banyak orang yang berharap bisa sekolah dengan mendapatkan beasiswa. Seiring kemajuan teknologi peluang tersebut semakin terbuka lebar bagi setiap orang, tak terkecuali bagi perempuan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jika di zaman dahulu stereotip <em>gender </em>tentang perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi, kini stigma tersebut sirna ditelan kemajuan zaman. Tak sedikit di zaman sekarang perempuan sukses menjadi pemimpin hingga memiliki gelar pendidikan tinggi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kemajuan teknologi juga telah membuka peluang bagi kaum perempuan untuk berkarya. Akses untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi juga semakin mudah dijangkau.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Pasalnya, pendidikan menjadi faktor penting penunjang seorang perempuan bisa sukses. Hal ini juga menjadi bekal bagi perempuan ketika memasuki rumah tangga. Perempuan berpendidikan akan mampu berpikir kritis ketika menghadapi masalah dalam hidupnya. Perempuan juga memiliki peran penting dalam mencetak generasi bangsa yang berkualitas.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kita bisa belajar dari berbagai kisah sukses para perempuan yang kini makin banyak. Misalnya, perempuan muda yang satu ini. Meskipun sudah sukses dalam karirnya, tapi tak mengurungkan niatnya untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Dia adalah Nirmala Rizka Suryani, perempuan muda yang jatuh bangun mengejar impiannya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ia baru saja berhasil mendapatkan beasiswa S2 dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Nirmala Rizka Suryani juga memiliki bisnis sepatu <em>homemade </em>bermerek Liyamse.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BFV8U53Jjul/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BFV8U53Jjul/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BFV8U53Jjul/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by L I Y A M S É (@liyamse)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Kisah sukses Nirmala dalam pekerjaan, berwirausaha serta sukses meraih beasiswa LPDP mungkin bisa menjadi sumber inspiratif para Womyn. Seperti apa Nirmala menggapai itu semua ? Bagaimana kerja kerasnya bisa berhasil meraih beasiswa ? Yuk kita contoh usaha Nirmala lewat edisi The Womynpreneur kali ini.</p>



<p><strong>Dari Kompetisi Hingga Berbisnis <em>Startup</em></strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Nirmala Rizka Suryani atau akrab disapa Lala menjadi salah satu contoh perempuan generasi milenial yang sukses dalam berkarir, berbisnis, maupun bersekolah. Perjalanan yang Lala tempuh tentu penuh batu kerikil, tidak mulus. Ia harus mengalami jatuh bangun dalam menggapai impiannya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah lulus kuliah jurusan <em>Business, Management, Marketing, and Related Support Services </em>di ITB, ia langsung bekerja. Lala pun mengaplikasikan ilmu yang ia peroleh di bangku kuliah dengan bergabung di beberapa perusahaan. Kemudahannya mendapatkan pekerjaan tak lepas dari berbagai pengalaman yang telah ia kantongi lewat mengikuti berbagai perlombaan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebut saja lomba StartUpWeekend Fashion Bandung di tahun 2015, lomba Mahasiswa Wirausaha 2016, perlombaan BFC Marketing Plan Competition, ASTRA Virtual Challenge, kompetisi A Taste of L’Oreal, dan masih banyak lagi perlombaan yang berhasil Lala juarai.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Saya ikut lomba enggak selalu mulus jalannya. Pertama kali ikut lomba kalah kok, tapi dari kalah itu bikin aku pede (percaya diri) untuk kedepannya harus menang. Jadi, menghargai proses itu sih yang penting banget,” tuturnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lala termasuk anak muda yang aktif dan menyukai tantangan demi mengembangkan kemampuannya. Ia mengaku dengan mengikuti banyak perlombaan, bisa mengasah <em>skill </em>serta mengubah karakternya menjadi lebih menerima pendapat orang lain.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Ketika aku ikut-ikut lomba jadi lebih banyak belajar dari orang lain. Disitu aku jadi tahu bahwa sesuatu yang berbeda itu bisa menghasilkan inovasi,” tambah perempuan yang pernah menjuarai lomba LeanStartUpMachine Indonesia ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari berbagai perlombaan yang ia ikuti, rupanya memunculkan ide di kepala Lala untuk mendirikan sebuah bisnis <em>startup. </em>Kata dia, sebelum membuat suatu usaha diperlukan riset dan mencari tahu masalah yang terjadi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ia mencontohkan dirinya kala pertama kali mendirikan bisnis. Saat itu Lala melihat ada masalah di kalangan pengrajin sepatu Cibaduyut, Bandung. Para pengrajin ini mendapatkan upah rendah yang tidak sebanding dengan beban pekerjaan.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Nah, aku berupaya cari <em>problem solving </em>tersebut. Akhirnya, aku membuat usaha sepatu dengan memberdayakan para pengrajin ini. Aku juga pikirin gimana membangun bisnis selain <em>profit </em>tapi juga <em>sustainable, </em>dan gimana dampaknya ke lingkungan. Sekarang para pengrajin ini sudah bisa membiayai anak-anaknya sekolah,” ungkap Lala.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kini Lala memiliki bisnis sepatu bermerek Liyamse yang ia bangun bersama dua orang temannya. Mereka pernah menjadi satu tim dalam sebuah perlombaan. Membangun bisnis diperlukan konsistensi untuk menjadi bisnis besar. Karena itu, kata Lala, memilih partner bisnis yang tepat sesuai bidang kemampuannya sangat penting supaya dapat bekerja sama.</p>



<p><strong>Pendidikan Mengubah Nasib Perempuan</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0002-682x1024.jpg" alt="" class="wp-image-2066" width="417" height="626" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0002-682x1024.jpg 682w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0002-200x300.jpg 200w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0002-768x1152.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0002-40x60.jpg 40w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0002.jpg 853w" sizes="(max-width: 417px) 100vw, 417px" /></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Zaman sekarang perempuan juga perlu mengecap pendidikan tinggi. Menurut Lala pendidikan dapat mengubah nasib seseorang. Bahkan, jika perempuan memiliki latar pendidikan yang tinggi maka bisa menjadi modal dalam mendidik anak-anak serta mampu memecahkan masalahnya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Perempuan yang pernah menjadi <em>Marketing Executive</em> di Grab ini pun mengaku, kesuksesan yang ia capai berkat peranan sang ibu yang begitu besar dalam mendidiknya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Ibuku yang selama aku sekolah antar-jemput aku. Dia selalu tanya gimana aku hari ini, ibu ku tuh jadi <em>short of problem solving </em>aku. Ibuku yang memberitahu aku apa yang harus aku lakukan,” ungkapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tak dipungkiri lewat pendidikan pula perempuan bisa merubah nasib bahkan mampu menopang rumah tangganya. “Contoh nih, asisten rumah tangga aku yang berhasil sekolahkan anaknya sampai kuliah. Setelah lulus S1, anaknya sekarang bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya,” imbuh Lala.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagi Lala pendidikan adalah hal penting bagi perempuan, tak peduli bila kelak perempuan itu tetap memilih menjadi seorang ibu rumah tangga, sebab dengan mengecap pendidikan perempuan bisa mandiri.</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski begitu, menurut Lala, perempuan yang mandiri bukanlah perempuan yang melakukan segala sesuatu sendiri, tetapi perempuan yang bisa menguatkan dirinya serta berani memilih jalan hidupnya untuk meraih <em>goals.</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Selain pendidikan tinggi, hal lain yang perlu perempuan miliki agar bisa sukses adalah <em>soft skill. </em>“perempuan juga harus punya kecerdasan emosional, tahu cara mengelola emosi dan menjaga kesehatan mentalnya. Enggak sibuk sendiri tapi bisa memberikan kontribusi bagi sekitarnya,” kata wanita yang pernah bekerja sebagai <em>Business Development</em> di Shopee ini.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/08/13/lipstick-finance-mengajak-perempuan-melek-financial-literacy-demi-mencapai-financial-freedom/">Lipstick Finance: Mengajak Perempuan Melek Financial Literacy Demi Mencapai Financial Freedom!</a></p>



<p><strong>Mengejar Impian Sekolah ke Luar Negeri</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0001.jpg" alt="" class="wp-image-2067" width="396" height="594" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0001.jpg 640w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0001-200x300.jpg 200w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20220914-WA0001-40x60.jpg 40w" sizes="(max-width: 396px) 100vw, 396px" /></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">“Kejarlah cita-citamu setinggi langit”. Kalimat ini cocok dialamatkan untuk Nirmala. Walaupun telah sukses berkarir, tapi bagi Co-Founder Liyamse Shoes ini tak cukup sampai disitu. Anak muda yang satu ini masih ingin mengejar impiannya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lala sudah lama ingin melanjutkan sekolah magister lewat jalur beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia termotivasi untuk melanjutkan sekolah magister lantaran melihat teman-teman sekelilingnya yang berhasil mendapatkan beasiswa LPDP.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“<em>Its my dream. </em>Bisa kuliah di luar negeri dengan kampus incaranku, terus punya teman-teman dari berbagai negara, menurutku sih itu sesuatu yang perlu dikejar ya mumpung masih muda,”ungkap Lala.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagi Nirmala menanamkan pikiran positif bisa menimbulkan rasa optimisme serta keyakinan dalam dirinya untuk mencapai cita-citanya. Ia tahu impian untuk mendapatkan beasiswa LPDP dan bersekolah S2 di luar negeri bukan perkara mudah.</p>



<p class="has-text-align-justify">“<em>But i always try!</em> Aku tuh percaya energi yang kita pancarin itu akan balik lagi ke kita. Kayak, apa yang kita omongin dan kita rasakan tuh termanifestasi di alam,” katanya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Ia mengaku meluangkan waktu untuk belajar disela-sela kesibukannya bekerja dan berwirausaha. Untuk memantapkan tekadnya, bahkan ia sampai menulis di kertas tentang keinginannya tersebut. “Aku tuh sampai membayangkan bisa pegang gedung kampus incaranku. Buat aku itu termasuk cara positif yang bisa meyakinkan diriku. Dan ketika momennya datang, Alhamdulillah,” ungkap Lala.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dalam segala usahanya, perjalanan Lala juga tak selalu berjalan mulus seperti keinginannya. Cita-cita Lala untuk kuliah S2 di luar negeri sempat terbenam. Semangat Lala patah lantaran ditinggal pergi sang papa untuk selamanya. Ia mengaku hal tersebut menjadi titik terendah dalam hidupnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Tahun lalu aku kehilangan ayahku dan itu bikin aku <em>down</em>, bikin aku mempertanyakan banyak hal. Tapi, bersyukur aku dikelilingi orang-orang selalu memberikanku <em>support. </em>Empat bulan aku tenggelam rasa sedih, tapi akhirnya bangkit lagi,” tutur Lala sambil mengingat masa-masa itu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pelan-pelan Lala meninggalkan kesedihannya lalu mulai kembali belajar dan membuat esai sebagai salah satu bahan pengajuan beasiswa S2 LPDP. Ia mencicil membuat esai tersebut setiap pulang kerja.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ketika peluang itu datang menghampirinya, ia langsung bergerak cepat memanfaatkan momen tersebut. Benar saja, kerja keras Lala membuahkan hasil.&nbsp; Perempuan muda yang gigih ini, akhirnya berhasil meraih cita-cita melanjutkan pendidikan magister dengan beasiswa LPDP ke negeri paman sam.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Tahun depan Lala siap berangkat menimba ilmu ke New York. “Kerja kerasku terbayarkan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Tips Sukses Mendapatkan Beasiswa LPDP</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Ada tiga hal utama yang harus dipersiapkan para perempuan yang ingin mendapatkan beasiswa LPDP. Lala mengatakan mempersiapkan mental dan waktu, selalu berpikiran optimis, serta lakukan yang terbaik tanpa memaksakan kehendak menjadi modal awal untuk meraih beasiswa ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebelum mendaftarkan diri sebaiknya Womyn mempersiapkan diri dengan matang. “Kalau kalian masih kuliah S1 dan ingin lanjut S2 dengan beasiswa LPDP, saran aku sih banyakin ikut kegiatan mahasiswa ataupun kegiatan di luar kampus seperti lomba-lomba yang bisa mengukur kemampuan intelektual kamu karena itu akan berguna banget untuk esai kamu nanti,” jelas Lala.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sedangkan bagi para perempuan yang sudah berumah tangga bahkan memiliki anak, jika ingin melanjutkan ke jenjang magister dengan beasiswa LPDP pun tetap bisa mengajukan. Jadi, tidak perlu khawatir bagi para perempuan yang sudah berumah tangga bakal terbatas mendapatkan pendidikan. Sebab, asal ada kemauan janganlah membatasi diri tapi teruslah menggali kemampuan dalam diri.</p>



<p class="has-text-align-justify">Saat mulai melangkah ke pendaftaran beasiswa LPDP, Womyn akan mengikuti tahap demi tahap. Di mulai dari seleksi berkas, salah satunya adalah membuat esai.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Isi esainya tuh kalau bisa <em>relate </em>sama diri kita sendiri. Cari tahu kenapa sih mau S2, terus ceritakan visi besar yang ingin kamu kerjakan, kontribusi apa yang sudah kamu berikan selama kuliah, sampai kamu sampaikan deh kenapa memilih kampus di negara itu,” kata Lala menjelaskan secara rinci.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, berkas lain yang perlu dipersiapkan adalah ijazah, transkrip nilai, serta hasil tes IELTS dengan rata-rata skor 6. Setelah seleksi berkas lulus, Womyn akan mengikuti tes substansi akademis. Dan terakhir yang tak kalah penting adalah tahap wawancara.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Di tahap ini ada dua orang yang akan wawancara kamu yaitu seorang psikolog dan <em>interviewer </em>yang berkecimpung di bidang kamu. Saran aku, ketika tes wawancara itu pastikan esai yang kamu buat sesuai dengan diri kamu dan jangan melenceng. Saat <em>interview </em>harus percaya diri, senyum, santai aja dan kasih yang terbaik aja,” tutupnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah Womyn selesai mengikuti setiap tahapan tersebut, kalian tinggal menunggu hasil pengumumannya. Bila diterima, maka kamu patut bersyukur namun bila ditolak gagal jangan sampai berlarut-larut dalam kekecewaan, tapi bangkitlah kembali dan berusaha sampai kamu berhasil mendapatkan impian itu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Itulah kisah penuh inspiratif dari Nirmala Rizka Suryani. Perjalanan untuk menggapai cita-cita memang tidaklah gampang ya, Myns! Tapi, semoga cerita Nirmala ini bisa menjadi motivasi bagi para Womyn yang ingin sukses berbisnis ataupun sukses dalam bidang pendidikan. Nikmatilah setiap proses demi proses itu! Sampai berjumpa di TheWomynpreneur Talk selanjutnya ya.&nbsp;</p>



<p>(Evilin Falanta)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Kekalahan dan Kesalahan Adalah Proses Pembelajaran untuk Jadi Lebih Baik! |  Nirmala Rizka Suryani" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/ffL7duHSbmQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/10/06/kisah-insipratif-nirmala-sukses-berkarir-hingga-meraih-beasiswa-lpdp-ke-amerika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chrisvania Nyssa Berbagi Ilmu Membangun Startup Lewat ThinkLoud.id</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/09/19/chrisvania-nyssa-berbagi-ilmu-membangun-startup-lewat-thinkloud-id/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/09/19/chrisvania-nyssa-berbagi-ilmu-membangun-startup-lewat-thinkloud-id/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2022 00:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2058</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa tahun terakhir perusahaan startup kian kencang berdiri di Indonesia. Bahkan, perusahaan rintisan ini dipelopori oleh kalangan anak-anak muda. Apa itu Startup ? Startup artinya &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Beberapa tahun terakhir perusahaan <em>startup </em>kian kencang berdiri di Indonesia. Bahkan, perusahaan rintisan ini dipelopori oleh kalangan anak-anak muda. Apa itu <em>Startup </em>?</p>



<p class="has-text-align-justify"><em>Startup </em>artinya bisnis rintisan yang belum lama beroperasi dan masih pada tahap pengembangan. Biasanya, perusahaan <em>startup </em>mencari investor sebagai modal untuk mengembangkan usahanya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tak sedikit loh para pendiri <em>startup </em>dipelopori oleh kalangan perempuan. Jika Womyns tertarik mau membangun perusahaan rintisan tentu perlu banyak belajar. Nah, Womyns bisa belajar seputar <em>Startup </em>dari Thinkloud.id.</p>



<p class="has-text-align-justify">Thinkloud.id sendiri adalah content yang membahas seputar <em>Startup </em>dan investasi. Content ini dibuat oleh Christvania Handita Nyssa, wanita yang bekerja sebagai <em>Investment &amp; Portofolio Manager </em>di Merah Putih Inc, di bawah GPD Venture.</p>



<p class="has-text-align-justify">Ingin tahu bagaimana cara membangun bisnis <em>startup </em>? Bagaimana pula cara mendapatkan suntikan dana dari investor ? Yuk kita kulik informasinya dari Chrisvania Handita Nyssa dalam edisi The Womynpreuneur Talk kali ini.</p>



<p><strong>Tentang ThinkLoud.Id</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Di zaman<em> digital content </em>seperti sekarang ini, kita bisa mudah menemukan berbagai macam <em>content </em>sesuai kebutuhan mulai dari <em>entertainmen</em>t, <em>lifestyle</em>,<em> finance</em>, sampai s<em>hopping.&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, Thinkloud.Id sendiri merupakan <em>content </em>yang berisi pengetahuan seputar investasi dan bisnis <em>startup </em>yang baru tahun ini rilis lewat media Tiktok dan Instagram.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/tv/ChWQz-qBX2H/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/tv/ChWQz-qBX2H/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/tv/ChWQz-qBX2H/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Think Loud (@thinkloud.id)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Chrisvania Handita Nyssa, pemilik <em>content </em>Thinkloud.id, ide membuat content tersebut dari lingkungan sekelilingnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Karena sering banyak yang tanya, gimana sih cara bikin bisnis pertama kali, terus gimana sih dapatin investor ? Nah, menyadari aku punya <em>knowledge </em>dan pengalaman di bidang itu, kenapa nggak aku <em>share </em>supaya banyak orang dapatin informasi baru,” jelas Vania menceritakan asal mula Thinkloud.id berdiri.</p>



<p class="has-text-align-justify">Diakuinya untuk membuat <em>content </em>tersebut, ia perlu mengumpulkan semangat, motivasi tinggi, dan komitmen. Konsistensinya pun membuahkan hasil yang positif. Baru beberapa bulan <em>launching, </em>Thinkloud.id sudah banyak meraup <em>followernya </em>dan mendapat respon positif.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jujur sih aku jadi banyak belajar dari bikin <em>content </em>ini, karena semua aku kerjain sendiri. Aku harus bagi waktu ngejadwalin kapan <em>take video, </em>mikirin ide <em>content</em> apa yang mau dibuat, sampai ngedit sendiri,” ungkapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Chrisvania boleh dibilang sosok <em>Alpha Women </em>di balik <em>content </em>yang membahas seputar bisnis investasi tersebut.</p>



<p><strong>Perempuan Membangun Bisnis </strong><strong><em>Startup</em></strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Apa sih yang tak bisa dilakukan perempuan di jaman sekarang ? Hampir semua bidang perempuan bisa melakukannya, termasuk menjadi pendiri perusahaan <em>startup.&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Kesetaraan <em>gender </em>dalam lingkungan bisnis pun kini sudah semakin maju. Stigma tentang laki-laki yang harus menjadi pemimpin perlahan terkikis di masyarakat masa kini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Vania mengatakan saat ini makin banyak perempuan menjadi pemimpin dibandingkan pada zjaman dulu. “Buktinya apa? ya, saya sendiri melihat semakin banyak wanita yang punya bisnis, bahkan punya posisi tinggi (CEO),” imbuhnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari pengalaman bekerja sebagai Investment &amp; Portofolio Manager<em> </em>di sebuah perusahaan Venture Capital, Vania sering menemukan para <em>founder </em>perempuan. Kata dia, para investor memberikan bantuan dana tidak melihat berdasarkan <em>gendernya. </em>Jadi, perempuan tak perlu ragu apalagi takut bila ingin membangun sebuah bisnis <em>startup </em>tapi minim modal<em>.</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Sementara itu, terlepas dari persoalan <em>gender </em>ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan jika ingin mendirikan perusahaan rintisan. Memang membangun perusahaan <em>startup </em>bukanlah hal yang gampang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Vania, untuk mendirikan sebuah bisnis <em>startup, </em>Womyn perlu lebih dulu melakukan riset pasar. Hal ini akan membantu menentukan ide bisnis yang akan dibuat. Setelah itu, <em>founder </em>juga harus memperhatikan <em>market fitnya.</em></p>



<p class="has-text-align-justify">“Analoginya begini. Misal, ada perusahaan yang bikin gelas tapi ditengahnya bolong. Maka, air yang ditaruh ke gelas itu akan mengalir terus dan nggak bisa diminum, padahal tujuan gelas dibuat supaya orang bisa minum. Artinya, perusahaan jadi nggak bisa menjual gelas itu. Jadi, kalau kita mau mulai bisnis lihat dulu permasalahannya apa, lalu bisa menawarkan solusinya seperti apa, dan pastikan produk kita ada yang pakai,” tuturnya.</p>



<p class="has-text-align-justify"><em>Market fit </em>menjadi bagian penting, sebab hal ini akan mempengaruhi penjualan produk dari suatu bisnis. Maka harus tervalidasi bahwa produk yang akan dijual bisa diterima pasar.</p>



<p class="has-text-align-justify">Perusahaan <em>startup </em>awalnya dibangun dengan jumlah sumber daya kurang dari 30 orang saja. Namun, setiap pekerja rata-rata memiliki keahlian yang <em>multitasking.</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Karena itu, kata Vania, agar bisnis <em>startup </em>dapat berkembang diperlukan tim yang bisa saling melengkapi serta memiliki <em>skill </em>yang sesuai dengan <em>background </em>perusahaan.<em>&nbsp;</em></p>



<p><strong><em>Startup </em></strong><strong>Dilirik Investor</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Sebagian besar bisnis <em>startup </em>bisa melebarkan sayapnya jika mendapatkan suntikan dana yang kuat dari para investor. Hal ini tak terlepas dari keterlibatan <em>venture capital. </em>Venture Capital merupakan lembaga keuangan yang mendanai&nbsp; perusahaan kecil atau pemula yang memiliki potensi profit dalam jangka panjang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Cara kerja <em>venture capital </em>dalam memberikan suntikan dana kepada perusahaan <em>startup </em>juga tidak sembarangan, karena hal ini termasuk dari investasi yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, perusahaan <em>venture capital </em>biasanya akan memeriksa kelayakan <em>startup </em>sebelum memutuskan investor dapat berinvestasi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Chrisvania Handita Nyssa yang telah bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia <em>venture capital </em>paham betul akan hal tersebut. Biasanya, ia akan meriset dan menganalisis perusahaan-perusahaan <em>startup </em>yang sedang berkembang. Selain itu, Vania juga menjadi mentor bagi para <em>founder startup.</em></p>



<p class="has-text-align-justify">“Tugas saya membantu mereka untuk berpikir kritis terhadap bisnis yang mereka jalankan. Jadi, ini bagian dari <em>journey startup </em>bahwa mereka harus selalu melakukan perubahan,” ungkap wanita lulusan Kingston University ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Maka tak heran, dibalik perusahaan <em>startup </em>yang telah sukses besar ada jasa <em>venture capital </em>yang terlibat didalamnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Vania, investor hanya mau menanamkan modalnya pada perusahaan <em>startup </em>yang memiliki profit dan dapat beroperasi dalam jangka waktu lama.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jadi banyak yang harus diperhatikan kalau mau dapat suntikan dari investor. Pertama, bisnis modelnya jelas harus kuat dulu. Kedua, produk yang kita jual harus sudah punya <em>value. </em>Ketiga, bisnis kita punya <em>buying power </em>atau tahu jualannya ke siapa saja. Dan, terakhir investor akan bertanya apakah bisnis kita bakal bertahan lama alias <em>sustainable </em>gak?” jelasnya.&nbsp;</p>



<p><strong>Mengubah Mindset Perempuan</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220907-WA0002-1-768x1024.jpg" alt="" class="wp-image-2060" width="429" height="572" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220907-WA0002-1-768x1024.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220907-WA0002-1-225x300.jpg 225w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220907-WA0002-1-1152x1536.jpg 1152w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220907-WA0002-1-45x60.jpg 45w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220907-WA0002-1.jpg 1200w" sizes="(max-width: 429px) 100vw, 429px" /></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Vania mengatakan perempuan yang ingin membangun bisnis <em>startup </em>harus memiliki mental kuat dan berani gagal. Sebab dalam merintis bisnis <em>startup </em>akan menemukan banyak rintangan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Tak jarang <em>founder startup </em>yang dipimpin oleh perempuan mengalami kegagalan sebelum mencapai puncak kesuksesannya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Perempuan kan lebih cenderung bisa mengendalikan emosinya atau <em>feelingnya </em>ya ketimbang laki-laki. <em>It’s doesn’t let you go as long as you don’t stop</em>. Jadi, lebih baik gagal di awal, lalu belajar banyak supaya nanti jangka panjang bisnisnya lebih solid,” ungkap Vania.</p>



<p class="has-text-align-justify">Gagal dalam membangun bisnis adalah hal biasa. Tapi, bagian terpenting adalah bisa bangkit kembali memotivasi diri dan mencari cara baru untuk memulai bisnis kembali.</p>



<p class="has-text-align-justify">Vania berpesan jangan berhenti ketika gagal. “<em>I think, </em>kita perempuan sudah diperlengkapi apa yang kita butuhkan. Perempuan juga lebih tahan banting, jadi jangan berpikir diri kamu kurang ini-itu, kurang pengalamanlah! Pahami dulu <em>skill </em>kita, kapasitas kita, percaya diri, baru deh melangkah diri keluar,” tutupnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, semoga ilmu yang dibagikan oleh Chrisvania bisa memacu semangat para perempuan untuk berani melangkah dalam berbisnis. Womyn, tertarik berbisnis <em>startup </em>? Tidak ada salahnya mencoba kan!</p>



<p class="has-text-align-justify">Kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda. So, jadilah wanita tangguh yang tak pernah takut gagal ya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sampai disini dulu perbincangan kita. <em>Next time, </em>kita bahas dunia <em>entrepreneur </em>yang lebih seru lagi. Sampai jumpa di TheWomynpreneur Talk berikutnya.</p>



<p>(Evilin Falanta)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Pendanaan Lebih Sulit untuk Founder Perempuan? Patahkan Stigma dalam Bisnis Startup | Chrisvania N" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/kVYzC8oviBI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/09/19/chrisvania-nyssa-berbagi-ilmu-membangun-startup-lewat-thinkloud-id/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sempat Dipandang Sebelah Mata! Natasha Melinda Sukses Berbisnis Make Up Artist</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/08/27/sempat-dipandang-sebelah-mata-natasha-melinda-sukses-berbisnis-make-up-artist/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/08/27/sempat-dipandang-sebelah-mata-natasha-melinda-sukses-berbisnis-make-up-artist/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2022 12:06:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2048</guid>

					<description><![CDATA[Menjadi seorang Make Up Artist (MUA) belakangan ini makin banyak diminati orang, khususnya kalangan anak-anak muda. Hal ini juga dibarengi oleh perkembangan tren make up &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Menjadi seorang <em>Make Up Artist</em> (MUA) belakangan ini makin banyak diminati orang, khususnya kalangan anak-anak muda. Hal ini juga dibarengi oleh perkembangan tren <em>make up</em> yang kian <em>modern</em>. Berbagai <em>brand</em> makeup di pasaran pun makin menjamur dari yang termurah hingga termahal sehingga kita bebas memilih.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong profesi MUA bisa menjanjikan cuan yang tidaklah sedikit. Namun, untuk menjadikan profesi MUA sebagai sebuah bisnis tidak bisa sembarangan karena perlu keahlian khusus.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagi para The Womyn yang tertarik terjun ke bisnis ini dapat memulainya dengan mengasah kemampuan seputar merias wajah. Salah satu <em>womenpreneur </em>yang satu ini, mungkin bisa menjadi sumber inspirasi anda untuk memulai bisnis Make Up Artist.</p>



<p class="has-text-align-justify">Natasha Melinda seorang MUA bermodal berani yang nekat terjun ke dunia bisnis jasa tata rias. Seperti apa kisah perjuangan Natasha menjalankan bisnis MUA ? Apakah mudah ? Bagaimana ia bersaing dengan para kompetitor profesional lainnya ?&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Tenang…! TheWomynpreneur Talk edisi kali ini bakal mengulik tuntas perjalanan bisnis MUA Natasha Melinda. Ia bakal membagikan kunci sukses bisnisnya untuk para perempuan Indonesia.</p>



<p><strong>Suka, Berani, Let’s Try!</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0018-1.jpg" alt="" class="wp-image-2052" width="443" height="665" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0018-1.jpg 682w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0018-1-200x300.jpg 200w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0018-1-40x60.jpg 40w" sizes="(max-width: 443px) 100vw, 443px" /></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Berawal dari rasa suka terhadap makeup, lalu turun ke niat hati untuk menekuninya sebagai sebuah profesi. Itulah yang pertama dirasakan Natasha Melinda saat memutuskan ingin terjun ke bisnis jasa <em>Make Up Artist</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jadi aku suka banget sama makeup gara-gara lihat orang-orang korea kok cantik-cantik banget. Aku suka makeup mereka, lalu terinspirasilah dari situ untuk belajar makeup,” tutur Natasha.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lulus kuliah Natasha tidak langsung bekerja tapi ia memutuskan untuk menggeluti dunia makeup. Akhirnya, ia mengambil kursus dengan mengikuti kelas <em>make up</em> sebanyak 30 kali pertemuan untuk kategori <em>basic make up </em>dan makeup khusus <em>wedding. </em>Tak sampai disitu ia juga belajar dari berbagai media seperti youtube maupun media sosial.</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah memiliki keahlian <em>make up</em>, perempuan yang pernah kuliah jurusan Pariwisata ini pun memberanikan diri untuk membuka bisnis jasa <em>Make Up Artist</em> (MUA).</p>



<p class="has-text-align-justify">Natasha mengaku orangtua, keluarga dan teman-temannya sempat menentang keinginannya untuk menjadi seorang MUA.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jujur aja ada penolakan dari mereka, terutama orangtuaku. Kata mereka jadi seorang MUA itu nggak sesuai <em>background </em>kuliah aku. Orangtuaku malah bilang itu cuma sekedar hobi, nggak akan bertahan lama. Sementara, teman-temanku lulus kuliah udah pada kerja kantoran. Jadi, dulu bisnis MUA aku itu dipandang sebelah mata gitu. Seakan-akan makeup itu rendah,” cerita Natasha.</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski begitu, perempuan asal Surabaya ini tetap nekat! Dirinya merasa tertantang untuk membuktikan bahwa bisnis MUA yang ia geluti bakal berhasil.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Di Awal-awal aku bingung harus mulai darimana, karena nggak punya pengalaman bisnis. Sempat mikir juga nanti dapat klien dari mana ya?! Tapi, aku tetap maju aja. Pertama aku coba-coba buka jasaku di Instagram,” ungkap Natasha.</p>



<p><strong>Cobaan dan Tantangan</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Natasha Melinda Make Up Artist mulai berdiri pada Maret 2021. Bisnis yang dijalani oleh Natasha memang terbilang masih seumur jagung. Tapi, usahanya sudah berhasil mendulang cuan. Kepiawaian Natasha merias wajah <em>customer </em>jelas<em> </em>tak perlu diragukan lagi.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CeDgdq2hLCP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CeDgdq2hLCP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CeDgdq2hLCP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Natasha Melinda Makeup Artist (@natashamelindamua)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Meski demikian, keberhasilan yang ia capai hari ini adalah sebuah proses panjang yang ia lewati dengan kerja keras. Masih teringat di benak perempuan asal Surabaya ini, saat baru pertama kali menjalankan bisnis MUA miliknya tak langsung ada klien.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku pernah merasakan mau menyerah. Rasa<em> down</em> itu muncul waktu awal berdiri! Kok susah banget ya dapatin klien tapi lihat kompetitor kok selalu ramai,” kata Natasha mengingat masa-masa sulitnya dulu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tak dipungkiri berbisnis jasa MUA bukanlah hal yang mudah. Apalagi di tengah persaingan dengan para kompetitor yang sudah memiliki nama besar, hal ini membuat Natasha harus putar otak. Ia terus bertekun mengembangkan potensinya dan bertahan dengan mencari ide-ide kreatif agar menarik minat klien.</p>



<p class="has-text-align-justify">Benar saja, ketekunan dan konsistensi Natasha membuahkan hasil. Beberapa bulan kemudian usahanya mendapatkan tawaran kerjasama dengan sejumlah vendor fotografi maupun <em>wedding organizer.&nbsp;</em></p>



<p>“Nah, dari situ orang pada tahu hasil riasku. Aku <em>upload </em>foto klien yang aku rias di Instagram, mulai deh pelan-pelan klien berdatangan. Ya, itu karena aku mau kerjasama dengan para vendor juga,” ungkapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bisnis jasa makeup Natasha berfokus pada makeup <em>wedding </em>ataupun <em>bride.</em> Menurutnya, makeup <em>wedding </em>memiliki tantangan tersendiri ketimbang makeup biasa seperti untuk acara <em>party </em>atau&nbsp; <em>photoshoot.&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">“Emang sih tanggung jawabnya lebih besar, karena klien ini kan di makeup untuk moment sekali seumur hidup! Nah, jadi kebanggaan buat aku kalau klien itu puas dengan hasil kerjaku, senang banget!” ucapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kini ia tak lagi kesulitan mendapatkan klien. Meski bisnis MUA Natasha sudah terkenal, namun bukan berarti bisnisnya selalu berjalan lancar. Berbagai tantangan harus ia hadapi agar jasa MUA miliknya tetap eksis.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kata dia, tantangan terbesar bisnisnya adalah saat menghadapi klien yang banyak maunya. Bagi wanita berkulit putih ini, kepuasan klien adalah hal utama karena itu ia selalu memberikan servis terbaik.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Kalau lagi dapat klien yang <em>request</em>nya macam-macam, ya aku berusaha sebisa mungkin ikutin yang dia mau. Biasanya, di H-3 aku sudah tanyakan dulu ke klien mau model makeup seperti apa bahkan sampai hari-H pun aku tetap tanyakan. Terus, <em>after makeup </em>aku masih bantu klienku, misalnya bantu dia pakai gaun, pakai <em>body lotion, </em>ya apapun itu,” jelasnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari berbagai permintaan klien yang ia hadapi, Natasha pun jadi banyak belajar mendalami berbagai jenis makeup. MUA yang tergolong paling muda ini, kini bisa merias wajah klien dengan berbagai model <em>make up</em> seperti <em>korean makeup, </em>tradisional <em>make up</em>, hingga modern <em>make up</em>.</p>



<p><strong>Mau Berbisnis Mau Diproses</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Tak pernah terpikirkan oleh seorang Natasha Melinda bakal menjadi seorang <em>business women. </em>Sebab, perempuan kelahiran 1997 ini sadar bahwa dirinya adalah sosok yang pendiam dan pemalu.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Sampai teman-temanku tuh bilangin aku pemalu banget! Dulu aku orangnya minder dan nggak berani ngomong sama orang lain,” katanya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Menyadari bahwa sikapnya yang tertutup bisa menyulitkan dirinya untuk berkembang, maka ia pun memutuskan untuk berubah memperbaiki diri.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Akhirnya aku belajar untuk mau berteman dengan orang lain. Aku juga mulai bangun relasi, pelajari komunikasi dengan teman yang baik gimana sih! Sampai berjalan waktu aku merasakan perubahan yang luar biasa. Jadi, aku bisa kayak sekarang itu berasal dari kemauan diriku mau diproses!” ungkap wanita 25 tahun ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurutnya, bila ingin menjadi yang terbaik maka harus menyadari lebih dahulu kekurangan diri sendiri. Setelah itu kita bisa mengambil langkah untuk memperbaiki diri. “Mulai dari langkah kecil aja dulu,” tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Saat mengalami masa-masa terendah dalam hidupnya, Natasha terus memotivasi dirinya. Kata dia, seringkali ia melakukan <em>self talk </em>atau memperkatakan kata-kata yang positif pada dirinya sendiri. Bukan cuma itu, membaca<em> quote-quote</em> positif maupun mendengarkan Podcast juga menjadi bagian yang sangat membantu dirinya untuk tetap semangat.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah merasa <em>value </em>dalam dirinya meningkat, Natasha pun memberanikan diri untuk melangkah ke hal yang besar. Sadar akan <em>passionnya </em>di bidang <em>make up</em>, ia pun sungguh-sungguh menekuninya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Walaupun pernah dianggap sebelah mata bahkan ditentang oleh orang tua, kini Natasha Melinda telah berhasil membuktikan kepada mereka bahwa menjadi seorang <em>Make Up Artist </em>juga bisa sukses dan mendapatkan penghasilan.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Sekarang mereka benar-benar mendukung aku lho! Malahan mereka mempromosikan aku, kalau ada keluarga atau temanku yang mau ada acara nikah, justru mereka pakai jasa MUA aku. Ternyata sekarang hasil kerjaku membuahkan hasil,” ungkap Natasha bangga.</p>



<p><strong>Kunci Sukses Berbisnis Bagi Pemula Ala MUA Natasha</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Seringkali kita ingin memulai sebuah usaha tapi masih bingung cara memulainya. Hal ini pun pernah dirasakan oleh Natasha. Menurut Natasha, langkah awal berbisnis adalah keberanian yang disertai rasa percaya diri.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Apa yang udah kamu mulai, maju terus dan jangan berhenti. Pasti kok seiring jalannya waktu ketika orang melihat potensi yang kamu punya, maka otomatis <em>customer </em>akan datang,” jelasnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, dalam berbisnis tanamkanlah prinsip kejujuran. Pasanglah harga sesuai dengan kualitas produk yang kamu berikan. Lalu berikanlah pelayanan yang terbaik untuk klien.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku pribadi menerapkan <em>word of mouth </em>dalam bisnisku. Aku percaya, kalau klienku puas dengan hasil kerjaku, dengan pelayanan yang aku berikan secara maksimal, pasti mereka akan mengingat aku. Dan dengan sendirinya, mereka juga akan ngomong ke teman-temannya sehingga aku dipakai lagi,” kata Natasha.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagi para pemula, Natasha pun berpesan agar mau terus belajar, rajin mencari informasi serta konsisten mengembangkan bisnis yang mau dijalankan.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Satu lagi sih yang aku pelajari selama terjun berbisnis adalah mau menjalin relasi. Jangan anggap kompetitor atau vendor-vendor lain sebagai musuh kita tapi jadikan mereka teman. Dari situ deh kita bisa mengembangkan usaha,” tambahnya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari perjalanan bisnis Natasha Melinda mengajarkan kita untuk menjadi perempuan yang tidak mudah menyerah, tapi mau terus belajar.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Bagi aku menjadi wanita mandiri itu tidak berharap pada orang lain. Jadi, cobalah banyak hal baru selama itu positif dan pasti kok kalau kita mau diproses, maka hasilnya akan sangat luar biasa,” tutup Perempuan yang bisa segala jenis makeup ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, apakah The Womyn sudah termotivasi dengan cerita Natasha? Semoga ya, para perempuan Indonesia bisa menjadi perempuan mandiri dan sukses berbisnis seperti yang dialami salah satu <em>womenpreuner </em>kita yang satu ini, Natasha Melinda.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tetap semangat dan teruslah maju ya, Womyn! <em>Next time</em>, kita akan membahas kisah-kisah penuh inspiratif&nbsp; yang lain lagi ya di TheWomynpreneur Talk berikutnya.</p>



<p>-(Evilin Falanta)-</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Sempat Dipandang Sebelah Mata! Jadikan Motivasi Hingga Berhasil Patahkan Persepsi! | Natasha Melinda" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/_SVT1Owukzk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/08/27/sempat-dipandang-sebelah-mata-natasha-melinda-sukses-berbisnis-make-up-artist/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lipstick Finance: Mengajak Perempuan Melek Financial Literacy Demi Mencapai Financial Freedom!</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/08/13/lipstick-finance-mengajak-perempuan-melek-financial-literacy-demi-mencapai-financial-freedom/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/08/13/lipstick-finance-mengajak-perempuan-melek-financial-literacy-demi-mencapai-financial-freedom/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2022 12:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2033</guid>

					<description><![CDATA[Di era makin canggih sekarang ini perempuan juga dituntut harus pandai mengurus segala hal. Tak terkecuali soal urusan mengatur keuangan! Perempuan harus melek tentang literasi &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Di era makin canggih sekarang ini perempuan juga dituntut harus pandai mengurus segala hal. Tak terkecuali soal urusan mengatur keuangan! Perempuan harus melek tentang literasi keuangan agar mampu mengelola keuangan pribadi mereka dengan baik. Apalagi jika para perempuan yang sudah berumah tangga, hal ini sangat berguna karena kesejahteraan keluarga ada dalam tangannya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sayangnya nih, masyarakat Indonesia belum banyak yang melek literasi keuangan <em>(financial literacy</em>). Masa sih? Yes, hal ini terlihat dari gaya hidup konsumtif masyarakat kita sendiri. Bahkan dari hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2016 menunjukan tingkat literasi keuangan di Indonesia hanya sebesar 29,6%. Emang sih angka ini lebih meningkat dibandingkan pada tahun 2013 sebesar 21,8%, tapi angka ini tergolong kecil bila dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan di negara-negara Asia Tenggara lainnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kini saatnya para perempuan Indonesia merubah <em>mindset</em> tentang keuangan! Banyak cara mudah untuk belajar tentang literasi keuangan lewat berbagai media <em>online</em>. Salah satunya, para Womyns bisa kenalan tentang <em>financial literacy </em>dari Yofi Lasini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi Lasini adalah perempuan dibalik konten-konten keuangan bernama Lipstick Finance. Perempuan yang satu ini sudah 15 tahun berkecimpung dalam dunia keuangan. Wah, pastinya pengalaman Yofi sudah mendarah daging ya soal literasi keuangan!</p>



<p class="has-text-align-justify">Seperti apa sih mengatur keuangan yang baik? Apa saja yang diperlukan agar bisa mencapai <em>goals </em>keuangan kita? Yuk kita bahas bersama Yofi Lasini di The Womynpreneur Talk kali ini.</p>



<p><strong>Kenalan Dengan Lipstick Finance</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-1024x750.png" alt="" class="wp-image-2037" width="606" height="444" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-1024x750.png 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-300x220.png 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-768x562.png 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-1536x1125.png 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-82x60.png 82w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi.png 1595w" sizes="(max-width: 606px) 100vw, 606px" /></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Apa sih Lipstick Finance itu? Pasti kalian bertanya-tanya nih. Jadi, Lipstick Finance adalah sebuah nama akun konten yang membahas seputar dunia finansial. Konten ini dibuat oleh Yofi Lasini, seorang perempuan yang selama 15 tahun berkecimpung dalam dunia keuangan. Lulusan University California ini, memutuskan membuat Lipstick Finance pada bulan ulang tahunnya yaitu November 2021.</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi menyadari pengetahuan seputar keuangan, khususnya di kalangan perempuan Indonesia masih minim sehingga membuat hatinya tergerak untuk melakukan sebuah gebrakan lewat edukasi “literasi keuangan”.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku merasa pengetahuan ini penting sekali, apalagi melihat di Indonesia banyak sekali penipuan basis pinjaman online. Itu kan terjadi karena tidak adanya edukasi finansial di masyarakat kita. <em>So, why don’t i share</em> pengetahuan yang aku punya selama ini,” ungkapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Womyns bisa melihat “Lipstick Finance” di Instagram, Youtube, maupun akun Tik-Tok. Disana kalian bisa belajar dengan cara yang mudah dipahami sekaligus mendapatkan tips-tips tentang mengelola keuangan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/CgqLmzqhP_c/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/reel/CgqLmzqhP_c/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/reel/CgqLmzqhP_c/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by lipstickfinance (@lipstickfinance)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p><strong>Perempuan dan Literasi Keuangan</strong><strong><em> (Financial Literacy)</em></strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Siapa bilang perempuan hanya bisa mengurus anak dan rumah? Itu pemikiran kuno! Sadar nggak sih kalau perempuan itu tonggak untuk kesejahteraan dalam rumah tangganya? Karena itulah perempuan juga harus pintar mengatur keuangan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jadi, bagi kamu yang belum menikah penting banget mempersiapkan diri dari sekarang untuk memiliki <em>skill </em>mengatur keuangan. Perempuan yang sejak <em>single </em>&nbsp;pandai mengatur keuangan kelak mampu mengelola keuangan rumah tangganya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebagai perempuan tentu kita juga ingin dong menikmati yang namanya <em>shopping, </em>punya <em>make-up </em>komplit<em>, </em>sampai bisa <em>travelling. </em>Menurut Yofi semuanya itu bisa kita nikmati dalam hidup ini asalkan mengatur keuangan dengan baik. Jangan sampai ketika sudah menikah, perempuan justru kehilangan apa yang mereka inginkan!</p>



<p class="has-text-align-justify">Sementara bagi perempuan di kalangan usia produktif ataupun yang belum menikah masih banyak yang belum melek <em>financial literacy. </em>Yofi Lasini melihat di zaman sekarang perempuan pekerja dengan usia produktif, justru banyak menghabiskan penghasilannya dengan <em>Impulsive buying</em> (belanja impulsif).&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Nah, kadang kita lupa diri tuh! Yang masih usia produktif ini mikirnya selama masih bisa kerja, punya uang ngapain mikirin tabungan, ngapain mikirin pensiun. Padahal kita harus punya kesadaran lebih tinggi daripada itu. Kita harus sadar bahwa sebagai pekerja kita ini sedang menukar waktu dengan gaji,” jelas wanita berkulit putih ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, kebanyakan orang sering terlena dengan penghasilan (gaji) yang mereka terima setiap bulannya. Jadi, tanpa sadar uang tersebut seringkali terbuang begitu saja tanpa tujuan yang jelas. Apalagi di era digital seperti sekarang, berbagai <em>online shop</em> juga kian gencar memberi promo-promo menggiurkan! Hal ini jelas mendorong banyak orang untuk belanja impulsif.</p>



<p>“Ini kalau kalian nggak punya perencanaan keuangan yang baik ya bisa jadi rem blong!” tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Karena itulah, pentingnya bagi perempuan untuk melek literasi keuangan. Tanpa memiliki pengetahuan mengelola keuangan sudah pasti suatu hari bisa menjadi <em>boomerang</em>! Dengan kata lain keuangan anda bisa berantakan.</p>



<p><strong>Cara Perempuan Mengatur Keuangan</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-2038" width="688" height="458" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-1024x682.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160.jpg 1280w" sizes="(max-width: 688px) 100vw, 688px" /><figcaption>Dok: Pexels/ Karolina Grabowska</figcaption></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Bila perempuan sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya literasi keuangan, kini saatnya untuk mulai bergerak!</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi menjelaskan kita bisa memulai dengan membiasakan diri mengatur keuangan pribadi dulu. Menurutnya, Womyn bisa membuat <em>rules </em>terlebih dulu sesuai penghasilan yang diterima setiap bulannya. <em>Rules </em>yang dimaksud adalah aturan pengeluaran yang dibuat berdasarkan pos-posnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Terapkan prinsip 50%-30%-20%. Artinya, 50% dari penghasilan dipakai untuk memenuhi kebutuhan pokok kayak makan, transportasi, cicilan, listrik, atau uang sekolah anak. Terus 30% sisihkan untuk <em>Needs</em> seperti investasi, dan 20%-nya lagi kamu sisihkan untuk <em>shopping, </em>makan di restoran, atau <em>travelling</em>,” papar Yofi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, yang nggak boleh terlewatkan adalah menyisihkan penghasilan untuk tabungan dana darurat anda! Dana darurat dianggap penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan, misalnya sakit atau kehilangan pekerjaan seperti di masa awal Pandemi Covid kemarin.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Yofi, jumlah dana darurat yang harus dipersiapkan minimal enam bulan dari total pengeluaran rutin anda setiap bulan. Jika hal tersebut berat atau bahkan tidak cukup, Womyns bisa mengatur kembali dari pos-pos yang sudah ada. Misalnya, dengan membagi dua dana investasi.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jadi, kalau untuk investasi sebelumnya 30% sudah kamu sisihkan, ya bagi dua aja. Kamu bisa mulai sisihkan 10-15% setiap bulan dari situ untuk dana darurat. Langsung masukin tabungan dan jangan dimasukin ke instrumen investasi kayak saham, reksa dana atau apapun! Dana itu harus berupa tabungan yang mudah dicairkan,” tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jika kebiasaan ini sudah terbentuk maka ketika memasuki pernikahan perempuan tidak akan kesulitan dalam mengatur pengeluaran rumah tangganya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi menyarankan sebelum menikah perempuan juga harus benar-benar mengenal pasangannya, terutama tentang urusan uang. Komunikasikan dengan pasangan anda mengenai pengaturan keuangan rumah tangga setelah menikah nanti.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Beberapa hal perlu dibicarakan juga! Seperti setelah menikah apakah sebagai istri akan tetap bekerja atau full menjadi ibu rumah tangga. Lalu, buat kesepakatan tentang tabungan, apakah akan memiliki tabungan bersama atau masing-masing. Semua harus kamu bicarakan dengan pasangan yang akan jadi partner hidupmu! Pastikan ke pasangan keinginan kamu seperti apa, hal ini harus disesuaikan juga dengan keinginan hati kamu, supaya setelah menikah tidak tersiksa sendiri,” jelas Yofi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Komunikasi yang baik tentu menjadi kunci keberhasilan sebuah rumah tangga. Mulailah terbuka dengan pasangan anda tentang penghasilan ataupun beban hutang yang anda miliki sebelum menikah.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari pengalamannya Yofi bercerita selama menjalankan rumah tangga dengan sang suami, mereka membagi tugas keuangan secara bersama. Yofi pun menjalankan dua fungsi yaitu sebagai wanita yang bekerja kantoran sekaligus bertugas sebagai ibu rumah tangga.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurutnya, mempunyai penghasilan ganda (suami-istri bekerja) dalam sebuah rumah tangga bukanlah masalah. Istri yang bekerja justru membantu suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jadi, tetap komunikasikan dulu ya jika suami-istri sama-sama bekerja, entah <em>income </em>digabungin lalu dibagi-bagi sesuai pos pengeluarannya atau mau diatur masing-masing, itu nggak jadi masalah sih asalkan kita transparan! Aku pribadi, membagi tugas sama suami. Jadi, suami yang tugasnya bayar uang sekolah anak, terus aku handel beberapa bill pengeluaran lain,” ungkap Yofi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, perempuan juga harus mandiri secara finansial agar tidak bergantung pada orang lain ataupun pada pasangan. Tak dapat dipungkiri sebagian besar masalah rumah tangga disebabkan oleh masalah keuangan. Dengan menerapkan prinsip kemandirian dalam finansial, maka perempuan akan lebih siap mental menghadapi berbagai masalah dan dapat bertahan di segala kondisi.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/06/24/della-yunia-hogiana-wanita-produktif-yang-sukses-menjalani-bisnis-sambil-bekerja-kantoran/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Della Yunia Hogiana Wanita Produktif&nbsp; Yang Sukses Menjalani Bisnis Sambil Bekerja Kantoran</a></p>



<p><strong>Saatnya Mencapai Financial Freedom</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, setelah Womyn sudah memiliki kesadaran tentang literasi keuangan, lalu mulai mengatur keuangan dengan baik, maka selanjutnya anda bisa mulai membuat sebuah <em>goals </em>menuju <em>financial freedom</em>. Apa sih <em>financial freedom </em>itu?&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify"><em>Financial freedom </em>adalah kondisi seseorang dapat memenuhi segala kebutuhannya tanpa harus bekerja keras atau khawatir kekurangan bahkan tanpa harus bergantung dengan orang lain. Kondisi ini jelas dong hal yang didambakan semua orang!&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Yofi Lasini setiap orang bisa mencapai kebebasan finansial (<em>financial freedom</em>) asalkan mau memperjuangkannya. <em>Financial freedom </em>memang membutuhkan kerja keras dan proses panjang. Namun, bukanlah hal yang mustahil untuk mencapainya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sosok dibalik Lipstick Finance ini pun berbagi tips ampuh yang bisa Womyn ikuti untuk mencapai kebebasan finansial, diantaranya :</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Membuat spesifik <em>goals. </em>Ini menjadi langkah awal yang harus Womyn lakukan. Tentukan dulu tujuan keuangan anda, lalu buatlah secara rinci apa saja yang ingin dicapai.</li><li>Lakukan <em>budgeting. </em>Disini anda perlu melakukan perencanaan keuangan yang matang. Buatlah anggaran dana pensiun sesuai dengan penghasilan agar mencapai <em>financial freedom </em>yang sesuai harapan.</li><li>Tingkatkan penghasilan. Caranya dengan mencari <em>side hustle </em>(pekerjaan sampingan) seperti berjualan di <em>online shop</em> atau berusaha mendapatkan promosi (naik jabatan) di kantor.</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Yofi pun mengingatkan agar para perempuan tidak menambah hutang konsumtifnya, seperti membeli suatu barang dengan memanfaatkan <em>paylater </em>(cicilan/kredit) ataupun pinjaman online. Menurutnya, perempuan harus pandai mengontrol diri untuk membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan”.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jangan FOMO deh! Kalau belanja konsumtif kamu melebihi budget atau penghasilan kamu cuma dipakai untuk ikutin <em>lifestyle, </em>ini malah menjauhkan kamu dari <em>financial freedom</em>!” ujar Yofi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Yofi, lebih baik budget tersebut dialihkan untuk memperbanyak tabungan investasi. Misalnya, membeli saham atau ikut reksa dana.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Dulu aku pun <em>shopaholic </em>sama makeup, baju, sampai-sampai lemariku roboh! Aku sadar itu udah nggak sehat, jadi aku menyiasati dengan membuat catatan-catatan rotasi pakaian ataupun makeup yang akan aku pakai sehari-hari,”&nbsp; tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi mengklaim cara tersebut ampuh membantu dirinya untuk tidak bersikap impulsif. Selain itu, cara terbaik agar kita bisa mencapai <em>financial freedom </em>dengan menurunkan gaya hidup serta meningkatkan <em>income</em>!</p>



<p class="has-text-align-justify">So, dari Lipstick Finance para perempuan Indonesia bisa banyak belajar tentang mengelola keuangan, cara memilih produk investasi, bahkan cara menabung yang benar. Yang penting jangan takut untuk belajar ya!</p>



<p class="has-text-align-justify">Semoga pengalaman Yofi Lasini bisa mengubah pola pikir para The Womyn untuk lebih sadar tentang pentingnya <em>skill </em>mengelola keuangan bagi perempuan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sampai jumpa di TheWomynpreneur Talk selanjutnya, dan pastinya dengan pembahasan yang lebih seru lagi! &nbsp; -(Evilin Falanta)-</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Bekerja Seumur Hidup? No! Masa Tua Happy? Yes! Siapkan Financial Plannermu Sekarang! |  Yofi Lasini" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/xUJ4O95gxqs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/08/13/lipstick-finance-mengajak-perempuan-melek-financial-literacy-demi-mencapai-financial-freedom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Della Yunia Hogiana Wanita Produktif  Yang Sukses Menjalani Bisnis Sambil Bekerja Kantoran</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/06/24/della-yunia-hogiana-wanita-produktif-yang-sukses-menjalani-bisnis-sambil-bekerja-kantoran/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/06/24/della-yunia-hogiana-wanita-produktif-yang-sukses-menjalani-bisnis-sambil-bekerja-kantoran/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2022 02:25:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1950</guid>

					<description><![CDATA[Menjadi Alpha Women mungkin impian banyak wanita ya. Kita tahu bahwa sosok Alpha Women identik dengan pribadi yang mandiri dan jiwa memimpin. Namun, tidak semua &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Menjadi <em>Alpha Women</em> mungkin impian banyak wanita ya. Kita tahu bahwa sosok <em>Alpha Women </em>identik dengan pribadi yang mandiri dan jiwa memimpin. Namun, tidak semua perempuan bisa menjadi seorang <em>Alpha Women.&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Berbeda dengan perempuan muda yang satu ini. <em>Alpha Women </em>mungkin pas disematkan untuknya. Siapa sih dia? Sosoknya tak sekedar cantik tapi juga pintar, mandiri dan selalu produktif. Wah, sosok yang <em>perfect </em>ya! Dia adalah Della Yunia Hogiana.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Wanita yang baru berusia 25 tahun ini sudah sukses menjalani bisnis <em>fashion studio </em>dan juga sukses menjadi<em> career woman.</em> Bukan hanya itu, Della juga sukses di bidang akademik. Salah satu <em>goals </em>yang berhasil ia capai adalah mendapatkan beasiswa magister LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).</p>



<p class="has-text-align-justify">Lantas bagaimana perjalanan<em> womenpreneur</em> yang satu ini ya dalam mencapai kesuksesannya?</p>



<p class="has-text-align-justify">Kali ini, para The Womyn bisa belajar dari sosok yang satu ini. The Womyn mendapat kesempatan berbincang bersama Della Yunia Hogiana. Ia pun membagikan cerita suksesnya untuk menginspirasi para The Womyn.</p>



<p><strong>Awal Melangkah Menjadi Womenpreneur</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Della Yunia Hogiana menempatkan dirinya sebagai perempuan yang mandiri. Setelah lulus kuliah di tahun 2017, ia memutuskan untuk menerapkan ilmu yang ia peroleh dari bangku kuliah. Lulusan <em>entrepreneurship </em>ITB ini memutuskan untuk berbisnis&nbsp; <em>fashion studio</em> alias<em> </em>rumah jahit.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bermula dari kegemarannya menjahit baju sendiri untuk dipakai pada acara-acara tertentu. Seperti ketika acara <em>graduation, wedding, prom night, </em>Della selalu memakai gaun rancangannya sendiri. Kata dia, inspirasi menjahit pakaian sendiri karena suka menonton acara kontes-kontes kecantikan seperti Putri Indonesia, Miss Universe, atau sejenisnya. </p>



<p class="has-text-align-justify">Melihat gaun-gaun cantik yang selalu dikenakan para kontestan tersebut, Della membayangkan untuk bisa mengenakan pakaian serupa. Alhasil, ia bereksperimen untuk membuat gaun sendiri yang modelnya seperti gaun para kontestan kecantikan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tak disangka gaun rancangan Della setiap menghadiri <em>event-event,</em> rupanya banyak mendapat lirikan dari teman-temannya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Mereka pada nanya, bajunya beli dimana? atau mereka bilang bajunya bagus, kamu buat dimana?” ungkapnya. Dari situlah, Della memanfaatkan peluang untuk membuka usaha <em>fashion studio.&nbsp;</em></p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CdrnlF0pPuq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CdrnlF0pPuq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CdrnlF0pPuq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by H O G I A N A (@officialhogiana)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Bernama Official Hogiana (Instagram: <a href="https://www.instagram.com/officialhogiana/?hl=en" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@OfficialHogiana</a>), ia mendirikan bisnisnya. Della mengaku awal memulai usaha ini hanya mengandalkan satu tukang jahit langganannya. “Kebetulan tukang jahitnya itu kakak aku sendiri,” katanya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Bekerjasama dengan sang kakak, Della mengaku berbagi tugas menjalankan Official Hogiana. Sang kakak bertugas di bagian produksi, sementara Della bertugas sebagai marketing yang mencari klien. </p>



<p class="has-text-align-justify">Dari satu penjahit yaitu kakaknya seorang, kini Della memakai empat orang tukang jahit untuk memenuhi pesanan para klien. Della mengatakan kebanyakan klien yang datang membuat gaun ataupun kebaya untuk acara <em>graduation, bridesmaid, </em>ataupun lamaran.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Soalnya, dari awal aku buka Official Hogiana emang pangsa pasarku untuk kalangan menengah kebawah sama para pelajar dan mahasiswa,” ungkapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selama terjun ke bisnis <em>fashion studio</em> ia mengaku mempelajarinya secara otodidak. Mulai dari memilih jenis kain, desain pakaian yang bakal dijahit hingga warna yang cocok dipakai klien, semua itu ia pelajari dari pengalaman pribadinya menjahit baju sendiri sejak kuliah. Hasilnya? tentu tak diragukan lagi karena terbukti makin banyak pesanan yang datang ke rumah jahitnya.</p>



<p><strong>Bisnis Anjlok Namun Tetap Produktif</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Kita tahu dong The Womyn ketika Pandemi Covid melanda negeri ini semua lini bisnis nyaris mati. Dampak Pandemi itu pun ikut dirasakan oleh bisnis <em>fashion studio </em>milik Della.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagaimana tidak, gara-gara Pandemi berbagai acara seperti <em>wedding, </em>wisuda ataupun acara kumpul-kumpul jelas dilarang pemerintah. Secara otomatis tak ada klien yang mau menjahit baju.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jadi,&nbsp; aku juga merasakan usahaku sama sekali enggak ada klien yang datang buat jahit baju. Dan kebetulan waktu itu kantor tempat aku kerja menyuruh semua pegawai WFH (<em>work from home). </em>Gara-gara kegiatan full di rumah aku iseng aja buat masker dipake sendiri,” ungkap Della.</p>



<p class="has-text-align-justify">Melihat sisa kain dari para klien muncullah ide membuat masker itu di benak Della. Mulanya, ia pakai sendiri lalu coba menawarkan ke teman-temannya. Tak disangka ternyata banyak respon dari temannya yang menyukai masker Della. Setelah itu, Della mulai mencoba untuk lempar ke pasaran masker buatannya.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Ccus9MKFLEh/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Ccus9MKFLEh/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/Ccus9MKFLEh/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by H O G I A N A (@officialhogiana)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Masker buatan Official Hogiana bermain di masker kain dengan menempelkan inisial huruf nama si pemilik masker. Inisial huruf tersebut dibordir dan dihias agar lebih menarik.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Dari situ aku lempar ke pasar dan akhirnya banyak yang pesan. Ada yang buat sovenir, ada yang buat seragam keluarga, ya banyak deh bahkan sampai lusinan,” tambah wanita berambut panjang ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan cara begitulah Della mempertahankan bisnisnya selama masa-masa Pandemi. Seiring waktu berjalan perlahan kondisi perekonomian memulih. Aturan pemerintah mulai longgar. Hal ini pun ikut dirasakan oleh bisnis yang ia jalankan bersama sang kakak.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sekarang bisnis rumah jahit Della pelan-pelan mengalami <em>recovery. </em>Menurutnya, pemulihan dari usahanya yang sempat mandek itu lebih cepat. Hal itu terbukti dari banjir orderan yang ia terima hingga satu penjahit pun tak cukup <em>menghandle</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kata dia, pasca Pandemi cara <em>recovery </em>usahanya dengan mengandalkan kekuatan media sosial. Menurutnya itu cara yang ampuh, sebab lewat&nbsp; akun OfficialHogiana di Instagram banyak pelanggan baru berdatangan.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Biasanya mereka lihat dari postingan instagram dulu lalu berlanjut ke DM (<em>Direct Message</em>), setelah itu lanjut via Whatsapp, baru deh klien ketemu aku mereka bawa bahannya dan disitu konsultasi tentang desain yang mereka suka,” jelas Della.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kini Della makin memberikan servis terbaik untuk para kliennya yaitu dengan cara memberikan bonus masker kain yang senada dengan bahan baju yang dijahit sang klien.</p>



<p><strong>Sukses Mencapai Goals</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1967" width="371" height="556" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-683x1024.jpg 683w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-200x300.jpg 200w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-768x1152.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-1024x1536.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-40x60.jpg 40w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1.jpg 1033w" sizes="(max-width: 371px) 100vw, 371px" /></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Selain berbisnis Della juga menjalankan pekerjaan di <em>Institute For Innovation and Entrepreneurship Development</em> ITB. Selama mengabdi di sanadisana ia mendapat kepercayaan menjabat sebagai asisten manager. Tak hanya itu, ia juga bertugas sebagai inkubator bisnis. Wow! Tapi, apa itu inkubator bisnis ?</p>



<p class="has-text-align-justify">“Inkubator bisnis adalah pekerjaan yang mencari mahasiswa-mahasiswa atau dosen, maupun alumni dari ITB yang ingin membangun bisnis <em>Start-up</em>. Atau bisa juga mahasiswa yang sudah punya produk tapi masih bingung memasarkannya, nah tugas aku bersama tim di kantor itu membimbing mereka mulai dari <em>pitching </em>produk bahkan sampai nyariin investornya,” terang Della.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurutnya, pekerjaan yang ia jalankan tersebut adalah penerapan dari ilmu bisnis yang ia pelajari selama kuliah. Della memang lulusan sarjana jurusan <em>entrepreneurship </em>di ITB.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku kerja itu seperti enggak bekerja, jadinya <em>enjoy </em>dan seru. Makanya bisa bertahan sampai sekarang lima tahun,” tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski menjalankan bisnis <em>fashion studio</em> sambil bekerja tapi keduanya mampu ia tangani. Della tidak merasa keteteran menjalankan kedua hal tersebut secara bersamaan karena sudah terbiasa membagi waktu antara berbisnis dan bekerja di kantor.</p>



<p class="has-text-align-justify">Belum cukup sampai disitu sukses yang berhasil ia raih. Della masih terus mengejar <em>goals </em>impiannya yaitu meraih beasiswa magister.</p>



<p class="has-text-align-justify">Wanita asal Bandung ini pernah gagal dalam mengejar impiannya tersebut. Ia mengaku pada tahun 2019 sempat mengikuti seleksi beasiswa magister ke Belanda tapi tidak lolos.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku gagal karena saat itu aku enggak serius, masih mikir-mikir jadi asal ikut tes aja. Soalnya, waktu itu aku kan baru setahun kerja di inkubator bisnis ini. Jadi, merasa belum banyak pengalaman kerja aku,” kata Della menjelaskan kepada The Womyn.</p>



<p class="has-text-align-justify">Della pun sempat merasa sedih karena kegagalannya itu dan menunda-nunda untuk mencoba kembali. Hingga suatu ketika, masa-masa Pandemi Covid menyadarkan dirinya. Kegiatan kerja yang lebih banyak di rumah menyadarkan Della kembali akan impian terpendamnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada awal 2021 Della Yunia Hogiana memutuskan untuk mengambil sikap. Ia bertekad akan berjuang untuk mencapai <em>goalsnya, </em>yaitu mendapatkan beasiswa S2. Keputusan yang Della ambil pun tak sekedar omongan tapi disertai dengan tindakannya.&nbsp;</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/05/28/kisah-vera-rika-pengusaha-wedding-organizer-bangkit-berbisnis-di-era-new-normal/">Kisah Vera Rika Pengusaha Wedding Organizer Bangkit Berbisnis Di Era New Normal</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Sejak saat itulah, ia mulai melakukan berbagai persiapan. Dari mengikuti kursus IELTS, TOEFL sampai meluangkan waktu satu jam setiap hari untuk belajar. Benar saja, usahanya membuahkan hasil.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada Desember 2021 lalu, wanita cantik ini berhasil meraih mimpinya. Della mendapatkan beasiswa magister dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dibawah naungan Kementerian Keuangan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jurusan yang aku ambil pun sesuai <em>goals </em>aku yaitu bidang <em>entrepreneurship </em>dan inovasi teknologi. Karena bagi aku sekolah itu untuk membangun negeri,” tuturnnya.</p>



<p><strong>Tips Sukses Mencapai </strong><strong><em>Goals</em></strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Della mengatakan kunci kesuksesannya adalah dari rasa percaya dirinya untuk selalu berusaha menepati <em>goals-goals </em>dalam dirinya sendiri.</p>



<p>Menurutnya, wanita bisa sukses jika punya rasa percaya diri, produktif atau tidak malas serta kemandirian.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jadi, munculkanlah percaya diri itu jika ingin <em>goals </em>kita tercapai. Lalu mulailah fokus dan jangan menunda-nunda setiap ada kesempatan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Hindari perkataan Aku enggak ada waktu, karena itu membuat kamu tidak pernah memulai sesuatu,” ucapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kemudian buatlah setiap hari <em>To Do List </em>atau daftar harian yang akan kita kerjakan sepanjang hari itu, sehingga setiap waktu kamu tidak terbuang sia-sia.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, The Womyn semua cerita yang dibagikan oleh Della Yunia Hogiana ini bisa menjadi inspirasi bagi kalian semua. So, jadilah wanita yang mandiri dan berani bertindak ya supaya sukses mencapai <em>goals </em>kamu.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Sampai jumpa di TheWomynpreneur Talk selanjutnya! </p>



<p>(EVILIN FALANTA).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Ketika Ingin Mencapai Suatu Goal, Jangan Pernah Ada Plan B! #TWYPreneurTalk Della Hogiana" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/TAn0Np1adds?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/06/24/della-yunia-hogiana-wanita-produktif-yang-sukses-menjalani-bisnis-sambil-bekerja-kantoran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Vera Rika Pengusaha Wedding Organizer Bangkit Berbisnis Di Era New Normal</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/05/28/kisah-vera-rika-pengusaha-wedding-organizer-bangkit-berbisnis-di-era-new-normal/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/05/28/kisah-vera-rika-pengusaha-wedding-organizer-bangkit-berbisnis-di-era-new-normal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 May 2022 12:30:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1934</guid>

					<description><![CDATA[Semenjak Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, perekonomian tanah air pun lumpuh. Terasa jelas dampak virus Covid-19 telah mengguncang semua lini bisnis di tanah air. Nyaris seluruh &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Semenjak Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, perekonomian tanah air pun lumpuh. Terasa jelas dampak virus Covid-19 telah mengguncang semua lini bisnis di tanah air. Nyaris seluruh sektor pekerjaan terhambat selama masa Pandemi Covid-19 ini. Salah satu bisnis yang paling terdampak Pandemi yaitu bisnis <em>wedding organizer</em>. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menjalankan bisnis <em>wedding organizer</em> (WO) terpaksa gulung tikar. Seperti yang dialami oleh Vera Rika Rahmawati. Ia adalah salah satu pemain di bidang bisnis perencanaan pernikahan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah berjalan beriringan selama tiga tahun dengan Pandemi Covid-19 ini perlahan gairah perekonomian mulai muncul. Pemerintah pun mulai melonggarkan regulasinya. Verarika Rahmawati pun memanfaatkan kondisi ini meski bisnisnya sempat anjlok.</p>



<p class="has-text-align-justify">Ia memutuskan untuk aktif kembali menjalankan bisnis Wedding Organizer miliknya. Lantas seperti apa sih langkah yang diambil oleh Verarika hingga berani terjun kembali melanjutkan bisnisnya?</p>



<p>Kita simak yuk cerita Verarika yang membagikan pengalaman berbisnisnya kepada TheWomyn.</p>



<p><strong>Berawal dari Ajakan Teman </strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-00890-1-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1935" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-00890-1-683x1024.jpg 683w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-00890-1-200x300.jpg 200w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-00890-1-768x1152.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-00890-1-1024x1536.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-00890-1-1365x2048.jpg 1365w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-00890-1-40x60.jpg 40w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-00890-1-scaled.jpg 1707w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /><figcaption>Source: <a href="https://www.instagram.com/verarikawedding/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@verarikawedding</a></figcaption></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Vera, begitu ia akrab disapa. Ia mengaku terjun ke bisnis perencanaan pernikahan atau istilah kerennya <em>wedding organizer </em>karena tawaran sahabatnya. Kala itu, sahabat Vera meminta bantuan untuk dibuatkan <em>Memorandum of Understanding (</em>MoU<em>) </em>atau nota kesepakatan buat sebuah acara.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Berhubung sekolah aku di jurusan kenotariatan, kan berkaitan dengan hukum jadi aku bisa buatkan MoUnya. Kebetulan MoU itu untuk <em>event</em> <em>exhibition education </em>anak di sebuah mall,” sambungnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari situlah sang sahabat kemudian menawarkan Vera Rika Rahmawati untuk bergabung menjadi kru sebuah perhelatan acara pameran-pameran. Vera sendiri memiliki modal pengalaman dalam membuat sebuah acara. Bekal itu ia peroleh saat menjadi panitia acara pentas seni (Pensi) saat masih duduk di bangku sekolah dulu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Vera menuturkan ketika tawaran dari sahabatnya datang, euforianya muncul kembali. Ia begitu antusias karena rasa rindunya untuk bisa mengambil bagian dalam membuat sebuah acara seperti di jaman sekolah dulu. Tanpa berpikir panjang, ia pun langsung bergabung menjadi kru <em>freelancer Exhibition </em>pada 2017 silam.</p>



<p class="has-text-align-justify">Berangkat dari <em>Exhibition </em>lalu tawaran lain muncul menghampiri Vera. Salah seorang temannya menawarkan untuk bergabung mengambil bagian di sebuah <em>event </em>pernikahan. Dari situlah banyak pengalaman yang ia peroleh.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sampai akhirnya setahun kemudian Vera berani mendirikan sebuah <em>wedding organizer </em>sendiri. Bermodalkan pengalaman-pengalaman tersebut, maka pada awal 2019 berdirilah bisnis yang ia namakan <a href="https://www.instagram.com/verarikawedding/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Verarika Wedding Planner</a>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Saat ini <em>wedding organizer </em>miliknya berfokus di wilayah Bandung. Verarika Wedding Organizer pun makin lama makin dikenal. Tak diragukan lagi meski baru beberapa tahun berdiri, WO miliknya sudah banyak menangani acara-acara pernikahan besar baik dari orang biasa hingga kalangan pejabat.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun sayang, baru beberapa tahun merasakan kejayaan bisnisnya, Vera harus menelan pil pahit gara-gara melonjaknya kasus Virus Covid-19 saat itu. </p>



<p><strong>Jatuh Bangun Bisnis WO di tengah Pandemi</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-03042-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1936" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-03042-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-03042-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-03042-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-03042-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-03042-2048x1365.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-03042-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/W-DINDA-DIKA-03042-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Source: Insatgram <a href="https://www.instagram.com/verarikawedding/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@verarikawedding</a></figcaption></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Pada awal kemunculan Virus Covid-19 usaha <em>wedding planner </em>yang dijalankan Vera masih dapat bertahan. Vera mengaku terus memutar otak untuk mempertahankan bisnisnya di masa-masa sulit itu. Apalagi, pemerintah terus melakukan perubahan regulasi agar kerumunan tidak terjadi. Hal ini jelas membuat bisnis WO kian merosot, sebab setiap acara pernikahan tentu identik dengan kerumunan.</p>



<p class="has-text-align-justify">“WO aku sempat anjlok waktu itu dan aku terus beradaptasi dengan keadaan. Aku coba membuat <em>package </em>yang lebih sedikit. Habis itu aku coba lagi buat kemasan paket <em>wedding </em>rumahan dan aku tetap menerapkan protokol kesehatan di setiap <em>event</em>,” ungkap Vera.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sayang, hal itu tak berjalan lancar. Nyatanya bisnis WO Vera tak mampu bertahan lantaran makin sepi <em>orderan</em>. Kata Vera, akibat Pandemi ini banyak calon pengantin yang berpikiran untuk menggelar pernikahan sekedar di KUA saja tanpa acara resepsi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Akhirnya, Vera memutuskan untuk vakum dari bisnis <em>wedding organizernya. </em>Walau begitu, ia tak putus harapan dalam berbisnis. Ia memilih banting setir di saat Pandemi Virus Covid-19 sedang melambung tinggi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ia beralih dari seorang <em>wedding planner </em>menjadi seorang <em>freelancer </em>editor di sebuah kanal Youtube milik kerabatnya. Tak bertahan lama dengan dunia Youtube, maka di tahun kedua Pandemi ia mulai lagi menjalankan usaha. Namun kali ini di bisnis yang berbeda.</p>



<p class="has-text-align-justify">“<em>Food and beverage, </em>aku banting setir kesana. Jadi, aku coba cari <em>market</em> baru dengan jualan <em>street food. </em>Aku lihat saat itu anak-anak muda udah mulai berani keluar rumah nih, jadi aku manfaatin pangsa pasarnya disitu<em>,” </em>cerita wanita 27 tahun ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sayangnya, baru enam bulan menghirup udara segar berbisnis <em>street food, </em>Vera lagi-lagi harus menerima rasa pahit bahwa usahanya harus ditutup. Sebab saat itu terjadi penigkatan kasus penderita Virus Covid-19, sehingga pemerintah kembali mengencangkan peraturannya dengan memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).</p>



<p>Hal ini jelas terasa berat bagi para pengusaha, tak terkecuali bagi Vera. Meski begitu, mahasiswa magister jurusan kenotariatan ini tak patah arang. Ia tetap membangun semangatnya sebagai modal dalam berbisnis.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Gagal satu ya coba lagi bisnis yang lain. Pokoknya kita harus bisa beradaptasi dengan hal-hal baru di massa sekarang ini,” imbuhnya.</p>



<p><strong>Kembali Ke Asal</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Beranjak di tahun ketiga Pandemi Virus Covid-19 pelan-pelan mulai menyusut. Pemerintah pun mulai melonggarkan aturannya. Melihat geliat pasar mulai bergairah, Vera langsung memanfaatkan peluang tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">Mahasiswa Univeristas Padjajaran ini memilih untuk membuka kembali bisnis <em>wedding organizernya. </em>“Alasan aku mau lanjut di <em>wedding planner </em>ini karena membuat acara ini kan bagi klien hanya sekali seumur hidup. Jadi, aku berusaha kembali dan membuatnya sebaik mungkin,” ungkapnya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Meskipun bukanlah perkara mudah untuk bisa kembali berjaya seperti dulu tapi bagi Vera disitulah tantangannya menjalani bisnis ini.</p>



<p><strong>Strategi Berbisnis di Era New Normal</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="450" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/9A1D86FD-87D2-494E-9BB6-9441087C6153.jpg" alt="" class="wp-image-1937" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/9A1D86FD-87D2-494E-9BB6-9441087C6153.jpg 750w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/9A1D86FD-87D2-494E-9BB6-9441087C6153-300x180.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/9A1D86FD-87D2-494E-9BB6-9441087C6153-100x60.jpg 100w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption>Source: Instagram <a href="https://www.instagram.com/verarikawedding/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@verarikawedding</a></figcaption></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Menurutnya, tantangan di masa <em>new normal </em>seperti sekarang sama beratnya ketika berada di tengah tingginya Pandemi dulu.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Tantangan terberatnya itu gimana caranya mengajak klien supaya mau menggelar acara pernikahan dengan memakai jasa kita. Selama ini kan <em>mindset </em>mereka otomatis berubah. Jadi maunya nikah yang <em>simple,</em> cukup di KUA atau gereja aja. Nah, tugas aku berusaha mengedukasi para klien ini,” tutur Vera.</p>



<p class="has-text-align-justify">Vera tak mentok sampai disitu. Ia mengasah lagi kemampuannya dengan belajar ke para mentornya di bidang <em>wedding organizer </em>serta menghubungi kembali komunitas WO<em>. </em>Bukan cuma itu, ia juga mengubah strategi promosinya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jika sebelumnya hanya bermain di Instagram dengan menampilkan portofolio berupa foto saja, kini Vera mempromosikannya dengan membuat konten-konten video di Reel maupun Tiktok dan Youtube.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kata dia, di jaman serba digital ini pengusaha harus pandai memanfaatkan media promosi yang ada. Selain itu, jangan melupa tetap menerapkan aturan protokol kesehatan. Di era <em>new normal </em>sekarang ini bukan berarti Virus Covid-19 sudah menghilang, karena itu kata Vera wajib banget bagi pengusaha untuk selalu meng<em>update regulasi </em>yang dibuat pemerintah.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Seperti pengalaman yang pernah Verarika alami ketika baru kembali memulai <em>wedding organizernya. </em>Ia bercerita, waktu itu pemerintah sudah mengeluarkan regulasi tentang izin menggelar acara pernikahan hanya boleh dihadiri para tamu dengan kapasitas 75 persen.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Kebayang dong, tiba-tiba peraturan baru keluar dan isinya berubah. Mau enggak mau aku harus ubah rencananya,” ujarnya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Saat itu pemerintah merubah regulasinya dengan mengizinkan acara pernikahan hanya boleh dihadiri 50 persen tamu undangan dan tidak boleh makan di tempat. Alhasil, Vera langsung bertindak dengan segera berdiskusi serta memberikan pengertian kepada kliennya. Bukan hanya itu, protokol kesehatan juga lebih diperketat saat menggelar acara pernikahan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a rel="noreferrer noopener" href="https://thewomyn.com/2022/04/28/asah-kreativitas-seni-merangkai-bunga-menjadi-peluang-usaha-yang-menjanjikan/" target="_blank">Asah Kreativitas Seni Merangkai Bunga Menjadi Peluang Usaha yang Menjanjikan</a></p>



<p><strong>Pelajaran Yang Dipetik Dari Berbisnis WO Selama Pandemi</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Pandemi Covid-19 telah membuat para pengusaha hidup dalam rasa dilema. meski begitu selalu ada pelajaran berharga yang bisa diambil bagi para pebisnis.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Misalnya saja Vera. Walaupun baru beberapa tahun terjun ke dunia bisnis WO, tapi selama berbisnis di masa Pandemi rupanya menjadikan wanita yang satu ini lebih kuat dan mandiri. Menurutnya, lewat bisnis <em>wedding organizer </em>ia jadi lebih mendisiplinkan dirinya.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Kalau aku enggak bisa disiplin sama diri sendiri maka bisnis itu enggak akan pernah berkembang,” tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, dengan adanya Pandemi ini menjadikan Vera lebih tangguh. Lewat berbisnis jasa inilah Vera lebih banyak belajar tentang <em>personality </em>seseorang. Ia sendiri menjadi lebih sabar dalam menghadapi orang lain dengan karakter yang berbeda-beda itu.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Bukan hanya itu, terjun ke dunia bisnis <em>wedding organizer </em>selama Pandemi ini juga menjadikan Vera tahan banting dalam berbisnis. Ia makin mahir membuat strategi bisnisnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagi Vera kegagalan adalah hal biasa. Namun, hal utama dalam berwirausaha adalah mampu beradaptasi dengan hal-hal baru serta selalu men<em>support </em>diri sendiri ketika dalam masalah.</p>



<p><strong>Pesan Untuk TheWomyn Jika Ingin Berbisnis WO</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="720" height="480" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/profile-pict-1.jpg" alt="" class="wp-image-1938" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/profile-pict-1.jpg 720w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/profile-pict-1-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/profile-pict-1-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/05/profile-pict-1-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption>Source: <a href="https://www.instagram.com/verarikawedding/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@verarikawedding</a></figcaption></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Bisnis <em>wedding organizer </em>boleh dibilang bisnis musiman. Karena itu diperlukan strategi yang kuat dalam memasarkan produknya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, bagi TheWomyn yang ingin terjun ke dunia WO, Vera berpesan agar mencari tahu lebih dulu dimana <em>passion </em>kamu<em>.&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">“Kalau kamu punya sifat senang melayani atau suka bertemu dengan orang banyak, menurut aku itu bisa jadi modal awal untuk menjalani bisnis WO seperti aku. Karena, enggak semua orang loh bisa melayani orang lain,” tutur Vera.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Vera, sifat melayani itu muncul secara alami dalam diri seseorang yang memang memiliki <em>passion </em>di bidang bisnis jasa.</p>



<p class="has-text-align-justify">Apalagi di masa-masa <em>New Normal </em>sekarang ini, berbisnis <em>wedding organizer </em>membutuhkan kesabaran agar dapat menarik minat klien. Karena itu, diperlukannya strategi <em>marketing </em>yang kuat.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, berikan servis terbaik untuk para klien. “Lakukan sepenuh hati karena kita menjual jasa jadi servis itulah modal utama kita dalam berbisnis,” imbuhnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Terakhir, Vera menambahkan agar para perempuan yang ingin memulai bisnis meski ditengah penyesuaian Pandemi seperti sekarang, janganlah takut mencoba. Bangunlah <em>networking </em>sebanyak mungkin karena hal itu sangat membantu kamu dalam memulai bisnis.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, TheWomyn semoga kisah perjuangan Vera dalam mempertahankan bisnisnya bisa menjadi inspirasi bagi kalian ya! Sampai jumpa di TheWomynpreneur Talk selanjutnya.</p>



<p>(EVILIN FALANTA)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Bisnis WO Saat Pandemi? Berat! Pasca Pandemi Jadi Bisnis yang Menjanjikan| #TWYPreneurTalk Vera Rika" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/6HrrksKwcxA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/05/28/kisah-vera-rika-pengusaha-wedding-organizer-bangkit-berbisnis-di-era-new-normal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asah Kreativitas Seni Merangkai Bunga Menjadi Peluang Usaha yang Menjanjikan</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/04/28/asah-kreativitas-seni-merangkai-bunga-menjadi-peluang-usaha-yang-menjanjikan/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/04/28/asah-kreativitas-seni-merangkai-bunga-menjadi-peluang-usaha-yang-menjanjikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2022 01:29:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[dewi asari]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[tips bisnis dewi asari florist]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1844</guid>

					<description><![CDATA[Mendapat kiriman buket bunga yang cantik dari orang tersayang, pasti dong membuat hati kita juga berbunga-bunga. Lewat bunga seseorang bisa menyatakan isi hatinya. Bunga juga &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Mendapat kiriman buket bunga yang cantik dari orang tersayang, pasti dong membuat hati kita juga berbunga-bunga. Lewat bunga seseorang bisa menyatakan isi hatinya. Bunga juga bukan lagi sekedar pajangan atau tanaman hias belaka, tapi sekarang dijadikan untuk hadiah, atau sebagai bentuk ungkapan perasaan seseorang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Di jaman sekarang ini kita makin lebih mudah menemukan penjual bunga. Pasalnya, banyak orang semakin menggandrungi bisnis ini karena peluangnya begitu menjanjikan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dewi Asari adalah salah satu pelaku usaha yang berkecimpung di dunia <em>florist. </em>Anak muda yang satu ini sudah menjalankan bisnis floristnya sejak duduk di kelas satu SMA. Meskipun semakin menjamurnya bisnis ini, namun toko bunga milik Dewi tetap bertahan ditengah persaingan bisnis florist sekarang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lantas seperti apa perjuangan Dewi bisa mempertahankan bisnis <em>floristnya</em>? Berikut ini cerita Dewi Asari kepada TheWomyn.&nbsp;</p>



<p><strong>Awal Berbisnis Florist</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-tiled-gallery aligncenter is-style-rectangular"><div class="tiled-gallery__gallery"><div class="tiled-gallery__row"><div class="tiled-gallery__col" style="flex-basis:50.00000%"><figure class="tiled-gallery__item"><img decoding="async" alt="" data-height="1600" data-id="1864" data-link="https://thewomyn.com/?attachment_id=1864" data-url="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-21-at-10.57.35-PM-576x1024.jpeg" data-width="900" src="https://i1.wp.com/thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-21-at-10.57.35-PM-576x1024.jpeg?ssl=1" data-amp-layout="responsive"/></figure></div><div class="tiled-gallery__col" style="flex-basis:50.00000%"><figure class="tiled-gallery__item"><img decoding="async" alt="" data-height="1600" data-id="1865" data-link="https://thewomyn.com/?attachment_id=1865" data-url="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-21-at-10.57.36-PM-1-576x1024.jpeg" data-width="900" src="https://i0.wp.com/thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-21-at-10.57.36-PM-1-576x1024.jpeg?ssl=1" data-amp-layout="responsive"/></figure></div></div></div></div>



<p class="has-text-align-justify">Memulai bisnis florist dari nol. Itulah yang dialami oleh Dewi Asari saat bertekad ingin menjalani bisnis tersebut. Ia mengaku awal merintis toko bunga miliknya tanpa <em>skill </em>ataupun pengetahuan tentang bunga<em>. </em>Bahkan rasa tertarik terhadap bunga pun tak ada dalam diri Dewi saat itu. Namun, ide membuat bisnis <em>florist</em> tercetus saat ia melihat adanya peluang &#8216;cuan&#8217; disitu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kata Dewi, semua berawal dari niatnya untuk membantu orang lain. Ketika duduk di bangku sekolah, teman-teman Dewi meminta dicarikan bunga. Menurutnya, jaman dulu masih sulit mendapatkan informasi tentang keberadaan toko-toko bunga dibanding sekarang.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Sementara tempat tinggal aku kebetulan enggak jauh dari toko bunga. Makanya, banyak temen titip ke aku. Dari situ deh aku lihat ini bisa jadi peluang dapat uang sendiri,” imbuhnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lantaran sering membantu teman-temannya mencari bunga, akhirnya rasa tertarik terhadap dunia bunga pun muncul. Apalagi ketika melihat seseorang menerima bunga hasil rangkaiannya, hal itu memberikan kepuasan tersendiri bagi Dewi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Melihat adanya peluang “cuan” yang bisa ia peroleh dari bunga, maka pada 2015 Dewi Asari mendirikan toko bunga bernama Dewflorist. Saat memutuskan untuk terjun ke bisnis ini, mulailah ia menggali informasi tentang dunia <em>florist.</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, Ia juga mempelajari cara merangkai bunga bahkan sampai membuat bunga artifisial (bunga palsu) sendiri. Semua itu ia peroleh hanya dengan modal mengikuti <em>workshop florist.</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Awal mendirikan <a href="https://www.instagram.com/dewflorist/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Dewflorist </a>ia mengaku mengambil bunga dari toko orang lain. Tapi, seiring berjalannya waktu ia mencari suplier sendiri. Bahkan dalam mengelola bisnisnya sampai saat ini masih ia lakukan sendiri. Toko floristnya pun semakin maju. Semakin hari Dewflorist makin banjir pesanan.</p>



<p><strong>Inovasi Berbisnis Florist</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Selama bertahun-tahun berkutat dengan bunga rupanya sudah menjadi hobi bagi Dewi. Ide-ide baru pun muncul di kepalanya untuk meluaskan bisnis Dewflorist.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Mulanya Dewflorist hanya membuka pesanan rangkaian bunga <em>fresh flower,&nbsp; </em>tapi kini ia mulai mengepakan sayapnya dengan membuat <em>money bouquet, </em>balon <em>gift, Snack</em> <em>cake, dried flowers, artificial flowers, beer bouquet, decoration wedding, </em>bahkan <em>flower board </em>(bunga papan).</p>



<div class="wp-block-jetpack-tiled-gallery aligncenter is-style-rectangular"><div class="tiled-gallery__gallery"><div class="tiled-gallery__row"><div class="tiled-gallery__col" style="flex-basis:50.00000%"><figure class="tiled-gallery__item"><img decoding="async" alt="" data-height="1600" data-id="1866" data-link="https://thewomyn.com/?attachment_id=1866" data-url="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-21-at-10.57.32-PM-768x1024.jpeg" data-width="1200" src="https://i0.wp.com/thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-21-at-10.57.32-PM-768x1024.jpeg?ssl=1" data-amp-layout="responsive"/></figure></div><div class="tiled-gallery__col" style="flex-basis:50.00000%"><figure class="tiled-gallery__item"><img decoding="async" alt="" data-height="1600" data-id="1868" data-link="https://thewomyn.com/?attachment_id=1868" data-url="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-21-at-10.57.33-PM-768x1024.jpeg" data-width="1200" src="https://i1.wp.com/thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-21-at-10.57.33-PM-768x1024.jpeg?ssl=1" data-amp-layout="responsive"/></figure></div></div></div></div>



<p class="has-text-align-justify">Dengan motto bisnis “<em>Your One Stop Florist</em>”, Dewflorist selalu berusaha untuk menampilkan hal-hal baru yang sesuai dengan permintaan <em>customer. </em>Bagi Dewi dalam menjalankan suatu bisnis diperlukan inovasi yang dapat menarik pelanggan. Inovasi-inovasi itu pun ia dapatkan lewat permintaan para <em>customernya.&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">&#8220;Seperti <em>flower board </em>itu aku adakan karena mulanya pelangganku yang minta dibuatkan. Lalu, aku coba buat memenuhi permintaannya,&#8221; ungkapnya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dewi menambahkan khusus permintaan <em>flower board, </em>Dewflorist melayani pengiriman selama 24 jam atau di hari yang sama saat pemesanan. Pasalnya, bunga papan (<em>flower board</em>) baru diadakan tahun ini. Meski mengaku menjalankan usahanya sendiri, namun khusus <em>flower board </em>ia dibantu oleh salah satu rekannya dalam hal pengiriman maupun merangkainya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, dalam menciptakan inovasi baru Dewi juga mencari referensi lewat para <em>florist </em>dari berbagai negara. Tak cuma itu, ia juga memanfaatkan media sosial seperti Pinterest, Instagram Reels, Youtube, bahkan masukkan dari para kerabatnya sebagai referensi. Semua itu ia jadikan sumber inspirasinya dalam berinovasi demi mengembangkan bisnisnya.</p>



<p><strong>Bertahan di Tengah Persaingan Florist</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Usaha yang dibangun oleh penyuka bunga anthurium ini, sudah berjalan hingga tujuh tahun. Dewi mampu bertahan menjalankan bisnisnya bukan berarti tanpa rintangan.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Kadang kita sebagai manusia pasti pernah merasakan <em>down, </em>aku pun begitu. Aku pernah ngalami ketika apa yang aku kerjakan itu enggak sesuai harapan. Tapi, ya balik lagi aku harus bertahan dan inget kembali motivasi aku bikin Dewflorist ini apa. Kan untuk membantu orang lain dan melihat <em>customer </em>senang,” tuturnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Ditengah tantangan yang harus dihadapi Dewi baik itu rasa jenuh, lelah, hingga bersaing antar sesama <em>florist</em>, semua itu tak menyurutkan semangatnya untuk mempertahankan usaha yang ia bangun dari nol ini.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dewi mengungkapkan meski menjamurnya toko-toko bunga saat ini, tapi Dewflorist selalu banjir pesanan. Menurutnya, bisnis <em>florist </em>sangat menjanjikan karena <em>demandnya </em>tak pernah sepi. Permintaan pun lebih meningkat saat memasuki <em>moment-moment </em>spesial seperti hari Valentine, <em>mother day, anniversary, </em>acara ulang tahun, atapun acara pernikahan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kunci utama Dewi mempertahankan bisnisnya adalah dengan memberikan layanan terbaik bagi para <em>customernya. </em>Bukan cuma itu, ia juga selalu memenuhi permintaan klien tepat waktu. Jika terjadi kesalahan maka Dewi akan turun tangan memberikan penjelasan kepada kliennya serta memberikan solusi.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Intinya harus bertanggung jawab terhadap pesanan <em>customer. </em>Contohnya, bunga yang aku kirimkan ke <em>customer </em>ternyata rusak sampai dirumahnya. Nah, aku minta maaf dulu sama <em>customerku </em>terus aku ganti bunganya,” ungkap Dewi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dalam berbisnis kepuasan pelanggan jadi hal utama. Itulah yang membuat Dewflorist bisa tetap eksis sampai sekarang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Seiring kemajuan jaman yang kini serba digital, Dewflorist tak mau ketinggalan untuk ikut memasarkan dagangannya melalui media sosial seperti Shopee, Tokopedia, Instagram dan Line.</p>



<p class="has-text-align-justify">Ia memanfaatkan media-media tersebut untuk meningkatkan penjualannya. Bahkan, strategi marketing yang ia gunakan agar para <em>followernya </em>di instagram tidak bosan, Dewi selalu berinteraksi dengan para audiencenya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Manfaatin deh fitur-fitur di instagram karena disitu banyak gunanya. Kalau aku suka buat <em>question </em>atau tambah <em>pool, </em>bikin<em> games</em> atau konten yang bisa mengedukasi <em>follower </em>aku tentang bunga. Jadi mereka enggak bosen lihat isi media sosial kita yang cuma jualan doang, terus kita juga jadi tahu perhatian <em>follower </em>kita sama apa yang kita <em>posting,</em>” jelas Dewi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dewi berharap kedepan bisnis <em>florist</em> miliknya bisa memperluas jaringan pengirimannya hingga ke luar wilayah Tangerang dan Jakarta.</p>



<p><strong>Baca Juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/04/16/odetta-jeffin-wijaya-sang-inspirator-muda-yang-berkarya-sejak-dini/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Odetta Jeffin Wijaya Sang Inspirator Muda Yang Berkarya Sejak Dini</a></p>



<p><strong>Pesan Bagi TheWomyn Yang Ingin Memulai Bisnis</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-22-at-1.38.26-AM-1-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-1867" width="475" height="633" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-22-at-1.38.26-AM-1-768x1024.jpeg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-22-at-1.38.26-AM-1-225x300.jpeg 225w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-22-at-1.38.26-AM-1-1152x1536.jpeg 1152w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-22-at-1.38.26-AM-1-45x60.jpeg 45w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-22-at-1.38.26-AM-1.jpeg 1200w" sizes="(max-width: 475px) 100vw, 475px" /></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">“<em>I do what i love</em>,” kata Dewi kepada TheWomyn. Menurutnya, ia bisa tetap bertahan di bisnis ini karena melakukan apa yang ia suka selama ini. Sebelum terjun ke bunga, Dewi juga mencoba banyak hal sampai ia menemukan <em>passion </em>yang cocok untuknya.<em>&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Jadi, bagi TheWomyn yang bingung atau ragu untuk memulai sebuah usaha cobalah dari hal yang paling kalian sukai. Teruslah mencoba dan jangan takut gagal.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Karena kalau aku <em>flashback </em>ke masa tujuh tahun lalu dan melihat bisnis aku sekarang, ya mungkin enggak akan jadi kayak hari ini kalau aku enggak pernah mencoba itu. <em>So, if you never try you will never know,</em>” katanya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, lakukanlah banyak riset. Mulailah banyak belajar mencari informasi tentang usaha yang bakal kalian rintis. Apalagi di jaman sekarang ini akses untuk mendapatkan informasi begitu mudah.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Buatlah <em>to do list </em>setiap hari agar kamu bisa memanfaatkan waktu secara efisien dan tidak terbuang sia-sia. Jangan lupa pula untuk menentukan target <em>market </em>usaha kamu ya, Myn!</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah kalian sudah melakukan hal-hal tersebut, baru deh mulai mendirikan bisnis kamu. Kalau gagal jangan takut untuk mencoba kembali usaha-usaha yang lain, sampai kamu menemukan <em>passion </em>yang cocok untuk kamu geluti.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, gimana Myn Bisnis apa yang ingin kalian coba? Semoga perjalanan bisnis <em>florist </em>milik Dewi Asari bisa menginspirasi para TheWomyn ya. Sampai bertemu di TheWomynpreneur Talk berikutnya!</p>



<p></p>



<p>(EVILIN FALANTA)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="TheWomynpreneur Talk EP. 12 with Dewi Asari Owner @dewflorist" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/KobjNsfoFwc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/04/28/asah-kreativitas-seni-merangkai-bunga-menjadi-peluang-usaha-yang-menjanjikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
