<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Women Empowerment &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/category/women-empowerment/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2023 00:10:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>Women Empowerment &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nethanya Eleanor Market Analyst Yang Terjun Membangun Brand Bisnisnya Sendiri</title>
		<link>https://thewomyn.com/2023/01/02/nethanya-eleanor-market-analyst-yang-terjun-membangun-brand-bisnisnya-sendiri/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2023/01/02/nethanya-eleanor-market-analyst-yang-terjun-membangun-brand-bisnisnya-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 00:10:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2086</guid>

					<description><![CDATA[Membangun sebuah bisnis tentu tidak bisa asal-asalan. Untuk memulainya butuh berbagai persiapan bukan hanya sekedar butuh modal dana saja. Salah satu langkah utama yang perlu &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Membangun sebuah bisnis tentu tidak bisa asal-asalan. Untuk memulainya butuh berbagai persiapan bukan hanya sekedar butuh modal dana saja. Salah satu langkah utama yang perlu dilakukan adalah <em>market research. </em>Melakukan riset pasar menjadi bagian penting yang tidak boleh dilewati sebelum anda memutuskan membangun bisnis.</p>



<p><em>Market research </em>merupakan kegiatan survei untuk mengumpulkan informasi seputar peluang bisnis yang akan anda bangun. Dengan <em>market research </em>akan membantu para <em>entrepreneur </em>menghadirkan produk yang cocok untuk konsumen sesuai tren dan kebutuhan pasar.</p>



<p>Biasanya kegiatan riset pasar ini mencakup siapa saja yang akan menjadi target konsumen, harga, produk, distribusi, hingga alat pemasarannya.</p>



<p>Mau tahu bagaimana cara melakukan <em>market research </em>untuk memulai berbisnis ? Simak pengalaman yang dibagikan oleh Nethanya Eleanor sebagai <em>Market Analyst. </em>Womyns bisa belajar langkah-langkah dalam memulai bisnis dari Nethanya yang juga <em>Owner brand </em>Koveswim.</p>



<p><strong>Berkenalan Dengan Nethanya <em>Market Analyst </em>Muda</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221209-WA0001.jpg" alt="" class="wp-image-2088" width="297" height="396" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221209-WA0001.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221209-WA0001-225x300.jpg 225w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20221209-WA0001-45x60.jpg 45w" sizes="(max-width: 297px) 100vw, 297px" /></figure></div>


<p>Nethanya Eleanor, perempuan pemberani yang mencoba hidup mandiri sejak usia belia di negeri orang. Selama 18 tahun tinggal bersama orang tua di Indonesia, Nethanya memutuskan mengambil tantangan terbesar dalam hidupnya untuk menimba ilmu di Inggris. Tanpa keluarga maupun kerabat ia kuliah selama tiga tahun di University Of Birmingham, London. Setelah lulus ia tidak mau hanya berdiam diri saja. Lulusan ekonomi ini, langsung mempraktikkan ilmunya dengan terjun ke dunia bisnis.</p>



<p>Namun sebelum memulai bisnis pertamanya, Nethanya lebih dulu terjun dalam dunia kerja sebagai seorang <em>Market Analyst.&nbsp;</em></p>



<p>“Tujuh bulan aku nunggu pekerjaan setelah lulus. Awalnya, ingin bisa terjun ke dunia <em>investment banking </em>atau <em>business consultant </em>di London,” ungkap Eleanor.</p>



<p>Ternyata pekerjaan yang ia harapkan tersebut bukanlah jodohnya. Ia mengaku sempat mengalami <em>insecure </em>atau tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki dirinya.&nbsp;</p>



<p>“Jadi, aku merasa enggak puas sama diri aku sendiri dan pastinya merasa kecewa juga. Aku sempat berpikir aku gagal, aku enggak beruntung, oh aku enggak pinter disini ya,” kata Eleanor mengungkapkan perasaannya saat itu.</p>



<p>Perempuan yang akrab disapa Thanya ini, akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mencoba peruntungannya di tanah air. </p>



<p>Dari rasa <em>insecure </em>itu ia belajar mengubah <em>mindsetnya. </em>Pelan-pelan ia membangkitkan kembali semangatnya. Benar saja, tak perlu waktu lama bagi Nethanya untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia. Baru dua bulan di tanah air ia langsung mendapatkan pekerjaan sebagai <em>Market Analyst.</em></p>



<p>“Harus benar-benar percaya diri sih, memotivasi diri kita sendiri dan taruh di pikiran kita bahwa aku pasti bisa. Tapi, kalau kita sendiri pesimis maka hasilnya juga seperti yang kita pikirkan itu,” jelas perempuan yang pernah mewakili Indonesia menjadi Presiden di University of Birmingham Indonesian Society.</p>



<p>Melewati berbagai penolakan saat melamar pekerjaan di Inggris, namun hal itulah yang menjadikan dirinya tangguh dan mandiri. Nethanya pun tidak menyangkal bahwa kesuksesannya sekarang dibentuk dari perjalanan karirnya yang berliku serta penuh penantian.&nbsp;</p>



<p>Kesuksesan Nethanya menjadi <em>market Analyst </em>telah mengantarkan dirinya menjadi seorang <em>womenpreneur. </em>Saat ini Nethanya masih akitf bekerja di Kantar, yaitu sebuah perusahaan konsultasi merek dan analisis data terkemuka di dunia.</p>



<p><strong>Mulai Berbisnis Pakaian Renang Dengan </strong><strong><em>Market Research</em></strong><strong>&nbsp;</strong></p>



<p>Meski berkecimpung dalam dunia <em>market research </em>secara tidak sengaja namun hal ini dianggap sebagai sebuah kesempatan bagi Nethanya untuk menambah <em>skill.</em></p>



<p>Perempuan yang suka tantangan ini merasa <em>market research </em>adalah suatu esensi penting bila ingin terjerumus dalam sebuah bisnis.</p>



<p>“Apalagi aku emang punya keinginan merintis usaha sendiri, <em>on my on business. </em>Jadi, riset pasar itu bagian dari <em>economic studies </em>aku,” imbuhnya.</p>



<p>Menyadari riset pasar merupakan bagian penting dari sebuah bisnis, Nethanya pun melakukan survei kecil-kecilan untuk memulai bisnisnya.</p>



<p>Baru-baru ini Thanya mewujudkan keinginan berbisnisnya. Ia memulai usaha dengan membangun <em>brand </em>miliknya sendiri. Perempuan yang kuliah jurusan ekonomi di Inggris selama tiga tahun ini telah membuat usaha pakaian renang (<em>swimwear) </em>dengan brand Koveswim (<em>Swimwear and Resortwear)</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/ClP9P9_pacy/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/reel/ClP9P9_pacy/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/reel/ClP9P9_pacy/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Calista Cherrie (@calistacherrie)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p>Koveswim dibuat oleh Nethanya bersama teman dekatnya. Mulanya beranjak dari kebutuhan mencari <em>swimwear </em>di Indonesia yang masih terbatas.</p>



<p>“Aku merasa selama di Jakarta kok cari pakaian renang yang nyaman dipakai terbatas banget ya. Biasanya kalau aku mau cari pakaian renang ya opsinya brand-brand luar negeri yang ada di mall, dan kalau ada brand lokal pun cuma ada dua sampai tiga brand aja,” jelas Thanya.</p>



<p>Ia pun melihat hal ini sebagai sebuah peluang bisnis yang bagus. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat bisnis pakaian renang dengan brand sendiri.</p>



<p>“Dari situ aku mulai riset pasar tentang para kompetitor aku. <em>I think, </em>kompetitornya belum banyak ya, jadi masih banyak peluang yang bisa kita eksplor,” imbuhnya.</p>



<p>Kata Thanya, awal memulai riset dengan mencari tahu harga <em>swimwear </em>yang beredar di pasaran, serta bagaimana kualitasnya, hingga siapa saja target pasarnya.&nbsp;</p>



<p>Menurut hasil risetnya, merek-merek lokal yang bermain di bisnis pakaian renang ini memiliki kualitas jauh lebih bagus serta harga yang ramah di kantong, bila dibandingkan brand-brand internasional yang beredar di Indonesia.</p>



<p>Saat membangun Koveswim, Thanya mengaku mencari sendiri kualitas bahan yang akan dipakai untuk bisnisnya tersebut. Bahkan, ia rela terbang ke Bali demi mendapatkan <em>supplier </em>bahan pakaian renang terbaik.</p>



<p>Koveswim memiliki target pasar<em> </em>di wilayah Jabodetabek dan Bali. Thanya mengaku produk yang ia jual ke pasaran tidak memasang harga tinggi. Koveswim&nbsp; memasarkan produknya mulai harga Rp 300.000 hingga Rp 600.000. Meski dari segi harga tergolong <em>middle price, </em>tapi soal kualitas Kove menjamin kenyamanan bahan serta desain-desain <em>up to date, </em>yang tidak kalah dengan merek-merek internasional.</p>



<p><strong>Langkah Melakukan </strong><strong><em>Market Research</em></strong></p>



<p>Bagi para <em>entrepreneur </em>pemula mungkin akan merasa bingung dan bertanya-tanya darimana harus memulai riset pasar. Menurut <em>Market Analyst, </em>Nethanya Eleanor, para pebisnis pemula bisa memulai riset pasar dari hal-hal yang paling mudah. Misalnya, melalui media sosial seperti Instagram Polling atau Question Box.&nbsp;</p>



<p>“Ya, <em>quick survey </em>aja sih sebenarnya. Kalau di bisnis aku sendiri, biasanya sih aku tanya ke teman-teman cewek. Aku tanya ke mereka, kalau cari pakaian renang suka model seperti apa, sukanya yang <em>high waist or low waist, </em>atau model <em>one piece </em>bikini,” jelasnya.</p>



<p>Setelah mengidentifikasi hal-hal yang dibutuhkan konsumen, selanjutnya buatlah riset terhadap para kompetitor, bahkan agar bisnis yang kelak kita bangun bisa semakin berkembang diperlukan pula analisa tren pasar.</p>



<p>Nethanya mengatakan sebagai <em>entrepreneur </em>mengikuti tren sangatlah penting. Sebab, lewat tren yang sedang <em>booming </em>dapat membantu seorang pengusaha untuk mengerti kesukaan konsumen.</p>



<p>“Contohnya sepuluh tahun yang lalu orang pakai Facebook, tapi sekarang orang banyak beralih ke Instagram atau Tiktok. Jadi, trend <em>tools </em>inilah yang penting dalam <em>digital marketing. </em>Makanya, orang harus bisa cepat beradaptasi mengikuti trend,” imbuh Thanya.</p>



<p>Selain <em>market research </em>hal utama yang harus dipersiapkan tentulah <em>budget. </em>Berdasarkan pengalamannya memulai Kove Swim, Nethanya sudah menyiapkan anggaran sesuai pos masing-masing. “Aku udah atur berapa persen untuk produksi, berapa persen aku alokasikan ke <em>marketing</em>, dan alokasi ke hal-hal lain,” tambahnya.</p>



<p><strong>Tantangan Membangun Sebuah Brand</strong></p>



<p>Tentu sebuah kebanggaan tersendiri ketika kita menjual produk dengan <em>brand</em> milik sendiri. Namun, menciptakan <em>image brand</em> yang baik di tengah persaingan pasar memang bukan perkara mudah.&nbsp;</p>



<p>Ada berbagai tantangan yang seringkali harus dihadapi para <em>entrepreneur</em>. Seperti yang dihadapi Nethanya saat membangun bisnis Kove Swim. Diakuinya, bisnis tersebut tak selalu berjalan mulus. Kata dia, tantangan yang harus dilewati adalah bersaing dengan kompetitor merek-merek luar negeri.&nbsp;</p>



<p>Menurut Thanya, disinilah kekuatan membangun persepsi konsumen terhadap sebuah produk sangatlah penting. <em>The power of marketing </em>menjadi kunci untuk bersaing dengan <em>brand </em>luar negeri.</p>



<p>“Stigma di masyarakat kita tuh beranggapannya <em>local brand </em>itu enggak sebagus dengan <em>brand </em>luar punya. Mereka memandang bahwa harga lebih murah pasti kualitas juga rendah. <em>It’s just a cased, </em>padahal ada <em>brand-brand </em>lokal yang harganya murah tapi kualitasnya sebagus <em>brand </em>internasional,” Kata Thanya menjelaskan.</p>



<p>Persepsi itulah yang harus dirubah oleh para pengusaha lokal dengan memberikan kualitas produk terbaik bagi konsumennya. Bukan hanya itu, agar bisnis tetap bertahan ditengah persaingan pasar, Nethanya selalu melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya.&nbsp;</p>



<p>“Jadi, awalnya Kove hanya menjual <em>swimwear, </em>sekarang kita produksi <em>resort wear. </em>Soalnya, fokus pasar kita banyak di Jabodetabek sedangkan di daerah ini pantai enggak banyak, jadi kita juga pikirkan siapa yang mau beli setiap hari. Karena itu, Kove buat juga pakaian-pakaian kasual yang bisa dipakai untuk <em>vacation </em>atau ke mall,” jelas Thanya.</p>



<p>Ia pun sempat merasa takut dan ragu ketika ingin membangun <em>brandnya </em>sendiri, namun akhirnya Thanya berhasil melawan rasa takut tersebut.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://thewomyn.com/2022/09/19/chrisvania-nyssa-berbagi-ilmu-membangun-startup-lewat-thinkloud-id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Chrisvania Nyssa Berbagi Ilmu Membangun Startup Lewat ThinkLoud.id</a></p>



<p><strong>Pesan Untuk Womyns Yang Mau Membangun Bisnis</strong></p>



<p>Berbisnis memang butuh keberanian serta tekad yang kuat. Nethanya, perempuan mandiri yang mengakui bahwa dirinya masih terus belajar setiap hari tentang dunia bisnis.&nbsp;</p>



<p>“Apa yang kita takuti justru harus kita lakukan supaya hal itu bikin kita enggak takut lagi kedepannya,” ungkapnya.</p>



<p>Menurut perempuan yang pernah bekerja sebagai <em>Summer Analyst</em> <em>Central Bank of Indonesia </em>ini, saat memulai suatu bisnis jangan terlalu banyak membuat perencanaan apalagi banyak berpikir. Karena hal itu membuat kita tidak akan pernah memulai bisnis.&nbsp;</p>



<p>“Kuncinya ya<em> stop over thinking and just do it</em>. Kalau gagal ya enggak apa-apa dibandingkan kita enggak pernah mencoba,” tambahnya.</p>



<p>Jadi, buat Womyns jangan pernah takut untuk memulai ya. Tetaplah berpikir optimis agar semangat kamu dalam berbisnis ataupun berkarir tidak mudah patah.</p>



<p>Semoga pelajaran berbisnis yang dibagikan oleh Nethanya Eleanor bisa menjadi panduan kamu menjadi perempuan yang mandiri serta berani melangkah menjadi <em>womenpreneur.</em></p>



<p><em>See you next time only on </em>TheWomynpreneur Talk<em>..</em></p>



<p>Nantikan terus pelajaran-pelajaran berbisnis lainnya dari para perempuan Indonesia yang penuh inspiratif.</p>



<p>(Evilin Falanta)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2023/01/02/nethanya-eleanor-market-analyst-yang-terjun-membangun-brand-bisnisnya-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sempat Dipandang Sebelah Mata! Natasha Melinda Sukses Berbisnis Make Up Artist</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/08/27/sempat-dipandang-sebelah-mata-natasha-melinda-sukses-berbisnis-make-up-artist/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/08/27/sempat-dipandang-sebelah-mata-natasha-melinda-sukses-berbisnis-make-up-artist/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2022 12:06:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2048</guid>

					<description><![CDATA[Menjadi seorang Make Up Artist (MUA) belakangan ini makin banyak diminati orang, khususnya kalangan anak-anak muda. Hal ini juga dibarengi oleh perkembangan tren make up &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Menjadi seorang <em>Make Up Artist</em> (MUA) belakangan ini makin banyak diminati orang, khususnya kalangan anak-anak muda. Hal ini juga dibarengi oleh perkembangan tren <em>make up</em> yang kian <em>modern</em>. Berbagai <em>brand</em> makeup di pasaran pun makin menjamur dari yang termurah hingga termahal sehingga kita bebas memilih.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong profesi MUA bisa menjanjikan cuan yang tidaklah sedikit. Namun, untuk menjadikan profesi MUA sebagai sebuah bisnis tidak bisa sembarangan karena perlu keahlian khusus.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagi para The Womyn yang tertarik terjun ke bisnis ini dapat memulainya dengan mengasah kemampuan seputar merias wajah. Salah satu <em>womenpreneur </em>yang satu ini, mungkin bisa menjadi sumber inspirasi anda untuk memulai bisnis Make Up Artist.</p>



<p class="has-text-align-justify">Natasha Melinda seorang MUA bermodal berani yang nekat terjun ke dunia bisnis jasa tata rias. Seperti apa kisah perjuangan Natasha menjalankan bisnis MUA ? Apakah mudah ? Bagaimana ia bersaing dengan para kompetitor profesional lainnya ?&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Tenang…! TheWomynpreneur Talk edisi kali ini bakal mengulik tuntas perjalanan bisnis MUA Natasha Melinda. Ia bakal membagikan kunci sukses bisnisnya untuk para perempuan Indonesia.</p>



<p><strong>Suka, Berani, Let’s Try!</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0018-1.jpg" alt="" class="wp-image-2052" width="443" height="665" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0018-1.jpg 682w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0018-1-200x300.jpg 200w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0018-1-40x60.jpg 40w" sizes="(max-width: 443px) 100vw, 443px" /></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Berawal dari rasa suka terhadap makeup, lalu turun ke niat hati untuk menekuninya sebagai sebuah profesi. Itulah yang pertama dirasakan Natasha Melinda saat memutuskan ingin terjun ke bisnis jasa <em>Make Up Artist</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jadi aku suka banget sama makeup gara-gara lihat orang-orang korea kok cantik-cantik banget. Aku suka makeup mereka, lalu terinspirasilah dari situ untuk belajar makeup,” tutur Natasha.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lulus kuliah Natasha tidak langsung bekerja tapi ia memutuskan untuk menggeluti dunia makeup. Akhirnya, ia mengambil kursus dengan mengikuti kelas <em>make up</em> sebanyak 30 kali pertemuan untuk kategori <em>basic make up </em>dan makeup khusus <em>wedding. </em>Tak sampai disitu ia juga belajar dari berbagai media seperti youtube maupun media sosial.</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah memiliki keahlian <em>make up</em>, perempuan yang pernah kuliah jurusan Pariwisata ini pun memberanikan diri untuk membuka bisnis jasa <em>Make Up Artist</em> (MUA).</p>



<p class="has-text-align-justify">Natasha mengaku orangtua, keluarga dan teman-temannya sempat menentang keinginannya untuk menjadi seorang MUA.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jujur aja ada penolakan dari mereka, terutama orangtuaku. Kata mereka jadi seorang MUA itu nggak sesuai <em>background </em>kuliah aku. Orangtuaku malah bilang itu cuma sekedar hobi, nggak akan bertahan lama. Sementara, teman-temanku lulus kuliah udah pada kerja kantoran. Jadi, dulu bisnis MUA aku itu dipandang sebelah mata gitu. Seakan-akan makeup itu rendah,” cerita Natasha.</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski begitu, perempuan asal Surabaya ini tetap nekat! Dirinya merasa tertantang untuk membuktikan bahwa bisnis MUA yang ia geluti bakal berhasil.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Di Awal-awal aku bingung harus mulai darimana, karena nggak punya pengalaman bisnis. Sempat mikir juga nanti dapat klien dari mana ya?! Tapi, aku tetap maju aja. Pertama aku coba-coba buka jasaku di Instagram,” ungkap Natasha.</p>



<p><strong>Cobaan dan Tantangan</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Natasha Melinda Make Up Artist mulai berdiri pada Maret 2021. Bisnis yang dijalani oleh Natasha memang terbilang masih seumur jagung. Tapi, usahanya sudah berhasil mendulang cuan. Kepiawaian Natasha merias wajah <em>customer </em>jelas<em> </em>tak perlu diragukan lagi.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CeDgdq2hLCP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CeDgdq2hLCP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CeDgdq2hLCP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Natasha Melinda Makeup Artist (@natashamelindamua)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Meski demikian, keberhasilan yang ia capai hari ini adalah sebuah proses panjang yang ia lewati dengan kerja keras. Masih teringat di benak perempuan asal Surabaya ini, saat baru pertama kali menjalankan bisnis MUA miliknya tak langsung ada klien.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku pernah merasakan mau menyerah. Rasa<em> down</em> itu muncul waktu awal berdiri! Kok susah banget ya dapatin klien tapi lihat kompetitor kok selalu ramai,” kata Natasha mengingat masa-masa sulitnya dulu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tak dipungkiri berbisnis jasa MUA bukanlah hal yang mudah. Apalagi di tengah persaingan dengan para kompetitor yang sudah memiliki nama besar, hal ini membuat Natasha harus putar otak. Ia terus bertekun mengembangkan potensinya dan bertahan dengan mencari ide-ide kreatif agar menarik minat klien.</p>



<p class="has-text-align-justify">Benar saja, ketekunan dan konsistensi Natasha membuahkan hasil. Beberapa bulan kemudian usahanya mendapatkan tawaran kerjasama dengan sejumlah vendor fotografi maupun <em>wedding organizer.&nbsp;</em></p>



<p>“Nah, dari situ orang pada tahu hasil riasku. Aku <em>upload </em>foto klien yang aku rias di Instagram, mulai deh pelan-pelan klien berdatangan. Ya, itu karena aku mau kerjasama dengan para vendor juga,” ungkapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bisnis jasa makeup Natasha berfokus pada makeup <em>wedding </em>ataupun <em>bride.</em> Menurutnya, makeup <em>wedding </em>memiliki tantangan tersendiri ketimbang makeup biasa seperti untuk acara <em>party </em>atau&nbsp; <em>photoshoot.&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">“Emang sih tanggung jawabnya lebih besar, karena klien ini kan di makeup untuk moment sekali seumur hidup! Nah, jadi kebanggaan buat aku kalau klien itu puas dengan hasil kerjaku, senang banget!” ucapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kini ia tak lagi kesulitan mendapatkan klien. Meski bisnis MUA Natasha sudah terkenal, namun bukan berarti bisnisnya selalu berjalan lancar. Berbagai tantangan harus ia hadapi agar jasa MUA miliknya tetap eksis.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kata dia, tantangan terbesar bisnisnya adalah saat menghadapi klien yang banyak maunya. Bagi wanita berkulit putih ini, kepuasan klien adalah hal utama karena itu ia selalu memberikan servis terbaik.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Kalau lagi dapat klien yang <em>request</em>nya macam-macam, ya aku berusaha sebisa mungkin ikutin yang dia mau. Biasanya, di H-3 aku sudah tanyakan dulu ke klien mau model makeup seperti apa bahkan sampai hari-H pun aku tetap tanyakan. Terus, <em>after makeup </em>aku masih bantu klienku, misalnya bantu dia pakai gaun, pakai <em>body lotion, </em>ya apapun itu,” jelasnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari berbagai permintaan klien yang ia hadapi, Natasha pun jadi banyak belajar mendalami berbagai jenis makeup. MUA yang tergolong paling muda ini, kini bisa merias wajah klien dengan berbagai model <em>make up</em> seperti <em>korean makeup, </em>tradisional <em>make up</em>, hingga modern <em>make up</em>.</p>



<p><strong>Mau Berbisnis Mau Diproses</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Tak pernah terpikirkan oleh seorang Natasha Melinda bakal menjadi seorang <em>business women. </em>Sebab, perempuan kelahiran 1997 ini sadar bahwa dirinya adalah sosok yang pendiam dan pemalu.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Sampai teman-temanku tuh bilangin aku pemalu banget! Dulu aku orangnya minder dan nggak berani ngomong sama orang lain,” katanya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Menyadari bahwa sikapnya yang tertutup bisa menyulitkan dirinya untuk berkembang, maka ia pun memutuskan untuk berubah memperbaiki diri.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Akhirnya aku belajar untuk mau berteman dengan orang lain. Aku juga mulai bangun relasi, pelajari komunikasi dengan teman yang baik gimana sih! Sampai berjalan waktu aku merasakan perubahan yang luar biasa. Jadi, aku bisa kayak sekarang itu berasal dari kemauan diriku mau diproses!” ungkap wanita 25 tahun ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurutnya, bila ingin menjadi yang terbaik maka harus menyadari lebih dahulu kekurangan diri sendiri. Setelah itu kita bisa mengambil langkah untuk memperbaiki diri. “Mulai dari langkah kecil aja dulu,” tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Saat mengalami masa-masa terendah dalam hidupnya, Natasha terus memotivasi dirinya. Kata dia, seringkali ia melakukan <em>self talk </em>atau memperkatakan kata-kata yang positif pada dirinya sendiri. Bukan cuma itu, membaca<em> quote-quote</em> positif maupun mendengarkan Podcast juga menjadi bagian yang sangat membantu dirinya untuk tetap semangat.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah merasa <em>value </em>dalam dirinya meningkat, Natasha pun memberanikan diri untuk melangkah ke hal yang besar. Sadar akan <em>passionnya </em>di bidang <em>make up</em>, ia pun sungguh-sungguh menekuninya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Walaupun pernah dianggap sebelah mata bahkan ditentang oleh orang tua, kini Natasha Melinda telah berhasil membuktikan kepada mereka bahwa menjadi seorang <em>Make Up Artist </em>juga bisa sukses dan mendapatkan penghasilan.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Sekarang mereka benar-benar mendukung aku lho! Malahan mereka mempromosikan aku, kalau ada keluarga atau temanku yang mau ada acara nikah, justru mereka pakai jasa MUA aku. Ternyata sekarang hasil kerjaku membuahkan hasil,” ungkap Natasha bangga.</p>



<p><strong>Kunci Sukses Berbisnis Bagi Pemula Ala MUA Natasha</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Seringkali kita ingin memulai sebuah usaha tapi masih bingung cara memulainya. Hal ini pun pernah dirasakan oleh Natasha. Menurut Natasha, langkah awal berbisnis adalah keberanian yang disertai rasa percaya diri.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Apa yang udah kamu mulai, maju terus dan jangan berhenti. Pasti kok seiring jalannya waktu ketika orang melihat potensi yang kamu punya, maka otomatis <em>customer </em>akan datang,” jelasnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, dalam berbisnis tanamkanlah prinsip kejujuran. Pasanglah harga sesuai dengan kualitas produk yang kamu berikan. Lalu berikanlah pelayanan yang terbaik untuk klien.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku pribadi menerapkan <em>word of mouth </em>dalam bisnisku. Aku percaya, kalau klienku puas dengan hasil kerjaku, dengan pelayanan yang aku berikan secara maksimal, pasti mereka akan mengingat aku. Dan dengan sendirinya, mereka juga akan ngomong ke teman-temannya sehingga aku dipakai lagi,” kata Natasha.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagi para pemula, Natasha pun berpesan agar mau terus belajar, rajin mencari informasi serta konsisten mengembangkan bisnis yang mau dijalankan.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Satu lagi sih yang aku pelajari selama terjun berbisnis adalah mau menjalin relasi. Jangan anggap kompetitor atau vendor-vendor lain sebagai musuh kita tapi jadikan mereka teman. Dari situ deh kita bisa mengembangkan usaha,” tambahnya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari perjalanan bisnis Natasha Melinda mengajarkan kita untuk menjadi perempuan yang tidak mudah menyerah, tapi mau terus belajar.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Bagi aku menjadi wanita mandiri itu tidak berharap pada orang lain. Jadi, cobalah banyak hal baru selama itu positif dan pasti kok kalau kita mau diproses, maka hasilnya akan sangat luar biasa,” tutup Perempuan yang bisa segala jenis makeup ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, apakah The Womyn sudah termotivasi dengan cerita Natasha? Semoga ya, para perempuan Indonesia bisa menjadi perempuan mandiri dan sukses berbisnis seperti yang dialami salah satu <em>womenpreuner </em>kita yang satu ini, Natasha Melinda.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tetap semangat dan teruslah maju ya, Womyn! <em>Next time</em>, kita akan membahas kisah-kisah penuh inspiratif&nbsp; yang lain lagi ya di TheWomynpreneur Talk berikutnya.</p>



<p>-(Evilin Falanta)-</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Sempat Dipandang Sebelah Mata! Jadikan Motivasi Hingga Berhasil Patahkan Persepsi! | Natasha Melinda" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/_SVT1Owukzk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/08/27/sempat-dipandang-sebelah-mata-natasha-melinda-sukses-berbisnis-make-up-artist/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lipstick Finance: Mengajak Perempuan Melek Financial Literacy Demi Mencapai Financial Freedom!</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/08/13/lipstick-finance-mengajak-perempuan-melek-financial-literacy-demi-mencapai-financial-freedom/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/08/13/lipstick-finance-mengajak-perempuan-melek-financial-literacy-demi-mencapai-financial-freedom/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2022 12:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=2033</guid>

					<description><![CDATA[Di era makin canggih sekarang ini perempuan juga dituntut harus pandai mengurus segala hal. Tak terkecuali soal urusan mengatur keuangan! Perempuan harus melek tentang literasi &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Di era makin canggih sekarang ini perempuan juga dituntut harus pandai mengurus segala hal. Tak terkecuali soal urusan mengatur keuangan! Perempuan harus melek tentang literasi keuangan agar mampu mengelola keuangan pribadi mereka dengan baik. Apalagi jika para perempuan yang sudah berumah tangga, hal ini sangat berguna karena kesejahteraan keluarga ada dalam tangannya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sayangnya nih, masyarakat Indonesia belum banyak yang melek literasi keuangan <em>(financial literacy</em>). Masa sih? Yes, hal ini terlihat dari gaya hidup konsumtif masyarakat kita sendiri. Bahkan dari hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2016 menunjukan tingkat literasi keuangan di Indonesia hanya sebesar 29,6%. Emang sih angka ini lebih meningkat dibandingkan pada tahun 2013 sebesar 21,8%, tapi angka ini tergolong kecil bila dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan di negara-negara Asia Tenggara lainnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kini saatnya para perempuan Indonesia merubah <em>mindset</em> tentang keuangan! Banyak cara mudah untuk belajar tentang literasi keuangan lewat berbagai media <em>online</em>. Salah satunya, para Womyns bisa kenalan tentang <em>financial literacy </em>dari Yofi Lasini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi Lasini adalah perempuan dibalik konten-konten keuangan bernama Lipstick Finance. Perempuan yang satu ini sudah 15 tahun berkecimpung dalam dunia keuangan. Wah, pastinya pengalaman Yofi sudah mendarah daging ya soal literasi keuangan!</p>



<p class="has-text-align-justify">Seperti apa sih mengatur keuangan yang baik? Apa saja yang diperlukan agar bisa mencapai <em>goals </em>keuangan kita? Yuk kita bahas bersama Yofi Lasini di The Womynpreneur Talk kali ini.</p>



<p><strong>Kenalan Dengan Lipstick Finance</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-1024x750.png" alt="" class="wp-image-2037" width="606" height="444" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-1024x750.png 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-300x220.png 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-768x562.png 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-1536x1125.png 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi-82x60.png 82w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/yofi.png 1595w" sizes="(max-width: 606px) 100vw, 606px" /></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Apa sih Lipstick Finance itu? Pasti kalian bertanya-tanya nih. Jadi, Lipstick Finance adalah sebuah nama akun konten yang membahas seputar dunia finansial. Konten ini dibuat oleh Yofi Lasini, seorang perempuan yang selama 15 tahun berkecimpung dalam dunia keuangan. Lulusan University California ini, memutuskan membuat Lipstick Finance pada bulan ulang tahunnya yaitu November 2021.</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi menyadari pengetahuan seputar keuangan, khususnya di kalangan perempuan Indonesia masih minim sehingga membuat hatinya tergerak untuk melakukan sebuah gebrakan lewat edukasi “literasi keuangan”.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku merasa pengetahuan ini penting sekali, apalagi melihat di Indonesia banyak sekali penipuan basis pinjaman online. Itu kan terjadi karena tidak adanya edukasi finansial di masyarakat kita. <em>So, why don’t i share</em> pengetahuan yang aku punya selama ini,” ungkapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Womyns bisa melihat “Lipstick Finance” di Instagram, Youtube, maupun akun Tik-Tok. Disana kalian bisa belajar dengan cara yang mudah dipahami sekaligus mendapatkan tips-tips tentang mengelola keuangan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/CgqLmzqhP_c/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/reel/CgqLmzqhP_c/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/reel/CgqLmzqhP_c/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by lipstickfinance (@lipstickfinance)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p><strong>Perempuan dan Literasi Keuangan</strong><strong><em> (Financial Literacy)</em></strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Siapa bilang perempuan hanya bisa mengurus anak dan rumah? Itu pemikiran kuno! Sadar nggak sih kalau perempuan itu tonggak untuk kesejahteraan dalam rumah tangganya? Karena itulah perempuan juga harus pintar mengatur keuangan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jadi, bagi kamu yang belum menikah penting banget mempersiapkan diri dari sekarang untuk memiliki <em>skill </em>mengatur keuangan. Perempuan yang sejak <em>single </em>&nbsp;pandai mengatur keuangan kelak mampu mengelola keuangan rumah tangganya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebagai perempuan tentu kita juga ingin dong menikmati yang namanya <em>shopping, </em>punya <em>make-up </em>komplit<em>, </em>sampai bisa <em>travelling. </em>Menurut Yofi semuanya itu bisa kita nikmati dalam hidup ini asalkan mengatur keuangan dengan baik. Jangan sampai ketika sudah menikah, perempuan justru kehilangan apa yang mereka inginkan!</p>



<p class="has-text-align-justify">Sementara bagi perempuan di kalangan usia produktif ataupun yang belum menikah masih banyak yang belum melek <em>financial literacy. </em>Yofi Lasini melihat di zaman sekarang perempuan pekerja dengan usia produktif, justru banyak menghabiskan penghasilannya dengan <em>Impulsive buying</em> (belanja impulsif).&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Nah, kadang kita lupa diri tuh! Yang masih usia produktif ini mikirnya selama masih bisa kerja, punya uang ngapain mikirin tabungan, ngapain mikirin pensiun. Padahal kita harus punya kesadaran lebih tinggi daripada itu. Kita harus sadar bahwa sebagai pekerja kita ini sedang menukar waktu dengan gaji,” jelas wanita berkulit putih ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, kebanyakan orang sering terlena dengan penghasilan (gaji) yang mereka terima setiap bulannya. Jadi, tanpa sadar uang tersebut seringkali terbuang begitu saja tanpa tujuan yang jelas. Apalagi di era digital seperti sekarang, berbagai <em>online shop</em> juga kian gencar memberi promo-promo menggiurkan! Hal ini jelas mendorong banyak orang untuk belanja impulsif.</p>



<p>“Ini kalau kalian nggak punya perencanaan keuangan yang baik ya bisa jadi rem blong!” tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Karena itulah, pentingnya bagi perempuan untuk melek literasi keuangan. Tanpa memiliki pengetahuan mengelola keuangan sudah pasti suatu hari bisa menjadi <em>boomerang</em>! Dengan kata lain keuangan anda bisa berantakan.</p>



<p><strong>Cara Perempuan Mengatur Keuangan</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-2038" width="688" height="458" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-1024x682.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-karolina-grabowska-5900160.jpg 1280w" sizes="(max-width: 688px) 100vw, 688px" /><figcaption>Dok: Pexels/ Karolina Grabowska</figcaption></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Bila perempuan sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya literasi keuangan, kini saatnya untuk mulai bergerak!</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi menjelaskan kita bisa memulai dengan membiasakan diri mengatur keuangan pribadi dulu. Menurutnya, Womyn bisa membuat <em>rules </em>terlebih dulu sesuai penghasilan yang diterima setiap bulannya. <em>Rules </em>yang dimaksud adalah aturan pengeluaran yang dibuat berdasarkan pos-posnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Terapkan prinsip 50%-30%-20%. Artinya, 50% dari penghasilan dipakai untuk memenuhi kebutuhan pokok kayak makan, transportasi, cicilan, listrik, atau uang sekolah anak. Terus 30% sisihkan untuk <em>Needs</em> seperti investasi, dan 20%-nya lagi kamu sisihkan untuk <em>shopping, </em>makan di restoran, atau <em>travelling</em>,” papar Yofi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, yang nggak boleh terlewatkan adalah menyisihkan penghasilan untuk tabungan dana darurat anda! Dana darurat dianggap penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan, misalnya sakit atau kehilangan pekerjaan seperti di masa awal Pandemi Covid kemarin.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Yofi, jumlah dana darurat yang harus dipersiapkan minimal enam bulan dari total pengeluaran rutin anda setiap bulan. Jika hal tersebut berat atau bahkan tidak cukup, Womyns bisa mengatur kembali dari pos-pos yang sudah ada. Misalnya, dengan membagi dua dana investasi.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jadi, kalau untuk investasi sebelumnya 30% sudah kamu sisihkan, ya bagi dua aja. Kamu bisa mulai sisihkan 10-15% setiap bulan dari situ untuk dana darurat. Langsung masukin tabungan dan jangan dimasukin ke instrumen investasi kayak saham, reksa dana atau apapun! Dana itu harus berupa tabungan yang mudah dicairkan,” tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jika kebiasaan ini sudah terbentuk maka ketika memasuki pernikahan perempuan tidak akan kesulitan dalam mengatur pengeluaran rumah tangganya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi menyarankan sebelum menikah perempuan juga harus benar-benar mengenal pasangannya, terutama tentang urusan uang. Komunikasikan dengan pasangan anda mengenai pengaturan keuangan rumah tangga setelah menikah nanti.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Beberapa hal perlu dibicarakan juga! Seperti setelah menikah apakah sebagai istri akan tetap bekerja atau full menjadi ibu rumah tangga. Lalu, buat kesepakatan tentang tabungan, apakah akan memiliki tabungan bersama atau masing-masing. Semua harus kamu bicarakan dengan pasangan yang akan jadi partner hidupmu! Pastikan ke pasangan keinginan kamu seperti apa, hal ini harus disesuaikan juga dengan keinginan hati kamu, supaya setelah menikah tidak tersiksa sendiri,” jelas Yofi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Komunikasi yang baik tentu menjadi kunci keberhasilan sebuah rumah tangga. Mulailah terbuka dengan pasangan anda tentang penghasilan ataupun beban hutang yang anda miliki sebelum menikah.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari pengalamannya Yofi bercerita selama menjalankan rumah tangga dengan sang suami, mereka membagi tugas keuangan secara bersama. Yofi pun menjalankan dua fungsi yaitu sebagai wanita yang bekerja kantoran sekaligus bertugas sebagai ibu rumah tangga.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurutnya, mempunyai penghasilan ganda (suami-istri bekerja) dalam sebuah rumah tangga bukanlah masalah. Istri yang bekerja justru membantu suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jadi, tetap komunikasikan dulu ya jika suami-istri sama-sama bekerja, entah <em>income </em>digabungin lalu dibagi-bagi sesuai pos pengeluarannya atau mau diatur masing-masing, itu nggak jadi masalah sih asalkan kita transparan! Aku pribadi, membagi tugas sama suami. Jadi, suami yang tugasnya bayar uang sekolah anak, terus aku handel beberapa bill pengeluaran lain,” ungkap Yofi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, perempuan juga harus mandiri secara finansial agar tidak bergantung pada orang lain ataupun pada pasangan. Tak dapat dipungkiri sebagian besar masalah rumah tangga disebabkan oleh masalah keuangan. Dengan menerapkan prinsip kemandirian dalam finansial, maka perempuan akan lebih siap mental menghadapi berbagai masalah dan dapat bertahan di segala kondisi.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/06/24/della-yunia-hogiana-wanita-produktif-yang-sukses-menjalani-bisnis-sambil-bekerja-kantoran/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Della Yunia Hogiana Wanita Produktif&nbsp; Yang Sukses Menjalani Bisnis Sambil Bekerja Kantoran</a></p>



<p><strong>Saatnya Mencapai Financial Freedom</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, setelah Womyn sudah memiliki kesadaran tentang literasi keuangan, lalu mulai mengatur keuangan dengan baik, maka selanjutnya anda bisa mulai membuat sebuah <em>goals </em>menuju <em>financial freedom</em>. Apa sih <em>financial freedom </em>itu?&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify"><em>Financial freedom </em>adalah kondisi seseorang dapat memenuhi segala kebutuhannya tanpa harus bekerja keras atau khawatir kekurangan bahkan tanpa harus bergantung dengan orang lain. Kondisi ini jelas dong hal yang didambakan semua orang!&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Yofi Lasini setiap orang bisa mencapai kebebasan finansial (<em>financial freedom</em>) asalkan mau memperjuangkannya. <em>Financial freedom </em>memang membutuhkan kerja keras dan proses panjang. Namun, bukanlah hal yang mustahil untuk mencapainya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sosok dibalik Lipstick Finance ini pun berbagi tips ampuh yang bisa Womyn ikuti untuk mencapai kebebasan finansial, diantaranya :</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Membuat spesifik <em>goals. </em>Ini menjadi langkah awal yang harus Womyn lakukan. Tentukan dulu tujuan keuangan anda, lalu buatlah secara rinci apa saja yang ingin dicapai.</li><li>Lakukan <em>budgeting. </em>Disini anda perlu melakukan perencanaan keuangan yang matang. Buatlah anggaran dana pensiun sesuai dengan penghasilan agar mencapai <em>financial freedom </em>yang sesuai harapan.</li><li>Tingkatkan penghasilan. Caranya dengan mencari <em>side hustle </em>(pekerjaan sampingan) seperti berjualan di <em>online shop</em> atau berusaha mendapatkan promosi (naik jabatan) di kantor.</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Yofi pun mengingatkan agar para perempuan tidak menambah hutang konsumtifnya, seperti membeli suatu barang dengan memanfaatkan <em>paylater </em>(cicilan/kredit) ataupun pinjaman online. Menurutnya, perempuan harus pandai mengontrol diri untuk membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan”.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jangan FOMO deh! Kalau belanja konsumtif kamu melebihi budget atau penghasilan kamu cuma dipakai untuk ikutin <em>lifestyle, </em>ini malah menjauhkan kamu dari <em>financial freedom</em>!” ujar Yofi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Yofi, lebih baik budget tersebut dialihkan untuk memperbanyak tabungan investasi. Misalnya, membeli saham atau ikut reksa dana.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Dulu aku pun <em>shopaholic </em>sama makeup, baju, sampai-sampai lemariku roboh! Aku sadar itu udah nggak sehat, jadi aku menyiasati dengan membuat catatan-catatan rotasi pakaian ataupun makeup yang akan aku pakai sehari-hari,”&nbsp; tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Yofi mengklaim cara tersebut ampuh membantu dirinya untuk tidak bersikap impulsif. Selain itu, cara terbaik agar kita bisa mencapai <em>financial freedom </em>dengan menurunkan gaya hidup serta meningkatkan <em>income</em>!</p>



<p class="has-text-align-justify">So, dari Lipstick Finance para perempuan Indonesia bisa banyak belajar tentang mengelola keuangan, cara memilih produk investasi, bahkan cara menabung yang benar. Yang penting jangan takut untuk belajar ya!</p>



<p class="has-text-align-justify">Semoga pengalaman Yofi Lasini bisa mengubah pola pikir para The Womyn untuk lebih sadar tentang pentingnya <em>skill </em>mengelola keuangan bagi perempuan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sampai jumpa di TheWomynpreneur Talk selanjutnya, dan pastinya dengan pembahasan yang lebih seru lagi! &nbsp; -(Evilin Falanta)-</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Bekerja Seumur Hidup? No! Masa Tua Happy? Yes! Siapkan Financial Plannermu Sekarang! |  Yofi Lasini" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/xUJ4O95gxqs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/08/13/lipstick-finance-mengajak-perempuan-melek-financial-literacy-demi-mencapai-financial-freedom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Della Yunia Hogiana Wanita Produktif  Yang Sukses Menjalani Bisnis Sambil Bekerja Kantoran</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/06/24/della-yunia-hogiana-wanita-produktif-yang-sukses-menjalani-bisnis-sambil-bekerja-kantoran/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/06/24/della-yunia-hogiana-wanita-produktif-yang-sukses-menjalani-bisnis-sambil-bekerja-kantoran/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Evilin Falanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2022 02:25:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1950</guid>

					<description><![CDATA[Menjadi Alpha Women mungkin impian banyak wanita ya. Kita tahu bahwa sosok Alpha Women identik dengan pribadi yang mandiri dan jiwa memimpin. Namun, tidak semua &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Menjadi <em>Alpha Women</em> mungkin impian banyak wanita ya. Kita tahu bahwa sosok <em>Alpha Women </em>identik dengan pribadi yang mandiri dan jiwa memimpin. Namun, tidak semua perempuan bisa menjadi seorang <em>Alpha Women.&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Berbeda dengan perempuan muda yang satu ini. <em>Alpha Women </em>mungkin pas disematkan untuknya. Siapa sih dia? Sosoknya tak sekedar cantik tapi juga pintar, mandiri dan selalu produktif. Wah, sosok yang <em>perfect </em>ya! Dia adalah Della Yunia Hogiana.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Wanita yang baru berusia 25 tahun ini sudah sukses menjalani bisnis <em>fashion studio </em>dan juga sukses menjadi<em> career woman.</em> Bukan hanya itu, Della juga sukses di bidang akademik. Salah satu <em>goals </em>yang berhasil ia capai adalah mendapatkan beasiswa magister LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).</p>



<p class="has-text-align-justify">Lantas bagaimana perjalanan<em> womenpreneur</em> yang satu ini ya dalam mencapai kesuksesannya?</p>



<p class="has-text-align-justify">Kali ini, para The Womyn bisa belajar dari sosok yang satu ini. The Womyn mendapat kesempatan berbincang bersama Della Yunia Hogiana. Ia pun membagikan cerita suksesnya untuk menginspirasi para The Womyn.</p>



<p><strong>Awal Melangkah Menjadi Womenpreneur</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Della Yunia Hogiana menempatkan dirinya sebagai perempuan yang mandiri. Setelah lulus kuliah di tahun 2017, ia memutuskan untuk menerapkan ilmu yang ia peroleh dari bangku kuliah. Lulusan <em>entrepreneurship </em>ITB ini memutuskan untuk berbisnis&nbsp; <em>fashion studio</em> alias<em> </em>rumah jahit.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bermula dari kegemarannya menjahit baju sendiri untuk dipakai pada acara-acara tertentu. Seperti ketika acara <em>graduation, wedding, prom night, </em>Della selalu memakai gaun rancangannya sendiri. Kata dia, inspirasi menjahit pakaian sendiri karena suka menonton acara kontes-kontes kecantikan seperti Putri Indonesia, Miss Universe, atau sejenisnya. </p>



<p class="has-text-align-justify">Melihat gaun-gaun cantik yang selalu dikenakan para kontestan tersebut, Della membayangkan untuk bisa mengenakan pakaian serupa. Alhasil, ia bereksperimen untuk membuat gaun sendiri yang modelnya seperti gaun para kontestan kecantikan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tak disangka gaun rancangan Della setiap menghadiri <em>event-event,</em> rupanya banyak mendapat lirikan dari teman-temannya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Mereka pada nanya, bajunya beli dimana? atau mereka bilang bajunya bagus, kamu buat dimana?” ungkapnya. Dari situlah, Della memanfaatkan peluang untuk membuka usaha <em>fashion studio.&nbsp;</em></p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CdrnlF0pPuq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CdrnlF0pPuq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CdrnlF0pPuq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by H O G I A N A (@officialhogiana)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Bernama Official Hogiana (Instagram: <a href="https://www.instagram.com/officialhogiana/?hl=en" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@OfficialHogiana</a>), ia mendirikan bisnisnya. Della mengaku awal memulai usaha ini hanya mengandalkan satu tukang jahit langganannya. “Kebetulan tukang jahitnya itu kakak aku sendiri,” katanya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Bekerjasama dengan sang kakak, Della mengaku berbagi tugas menjalankan Official Hogiana. Sang kakak bertugas di bagian produksi, sementara Della bertugas sebagai marketing yang mencari klien. </p>



<p class="has-text-align-justify">Dari satu penjahit yaitu kakaknya seorang, kini Della memakai empat orang tukang jahit untuk memenuhi pesanan para klien. Della mengatakan kebanyakan klien yang datang membuat gaun ataupun kebaya untuk acara <em>graduation, bridesmaid, </em>ataupun lamaran.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Soalnya, dari awal aku buka Official Hogiana emang pangsa pasarku untuk kalangan menengah kebawah sama para pelajar dan mahasiswa,” ungkapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selama terjun ke bisnis <em>fashion studio</em> ia mengaku mempelajarinya secara otodidak. Mulai dari memilih jenis kain, desain pakaian yang bakal dijahit hingga warna yang cocok dipakai klien, semua itu ia pelajari dari pengalaman pribadinya menjahit baju sendiri sejak kuliah. Hasilnya? tentu tak diragukan lagi karena terbukti makin banyak pesanan yang datang ke rumah jahitnya.</p>



<p><strong>Bisnis Anjlok Namun Tetap Produktif</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Kita tahu dong The Womyn ketika Pandemi Covid melanda negeri ini semua lini bisnis nyaris mati. Dampak Pandemi itu pun ikut dirasakan oleh bisnis <em>fashion studio </em>milik Della.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagaimana tidak, gara-gara Pandemi berbagai acara seperti <em>wedding, </em>wisuda ataupun acara kumpul-kumpul jelas dilarang pemerintah. Secara otomatis tak ada klien yang mau menjahit baju.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jadi,&nbsp; aku juga merasakan usahaku sama sekali enggak ada klien yang datang buat jahit baju. Dan kebetulan waktu itu kantor tempat aku kerja menyuruh semua pegawai WFH (<em>work from home). </em>Gara-gara kegiatan full di rumah aku iseng aja buat masker dipake sendiri,” ungkap Della.</p>



<p class="has-text-align-justify">Melihat sisa kain dari para klien muncullah ide membuat masker itu di benak Della. Mulanya, ia pakai sendiri lalu coba menawarkan ke teman-temannya. Tak disangka ternyata banyak respon dari temannya yang menyukai masker Della. Setelah itu, Della mulai mencoba untuk lempar ke pasaran masker buatannya.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Ccus9MKFLEh/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Ccus9MKFLEh/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/Ccus9MKFLEh/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by H O G I A N A (@officialhogiana)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Masker buatan Official Hogiana bermain di masker kain dengan menempelkan inisial huruf nama si pemilik masker. Inisial huruf tersebut dibordir dan dihias agar lebih menarik.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Dari situ aku lempar ke pasar dan akhirnya banyak yang pesan. Ada yang buat sovenir, ada yang buat seragam keluarga, ya banyak deh bahkan sampai lusinan,” tambah wanita berambut panjang ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan cara begitulah Della mempertahankan bisnisnya selama masa-masa Pandemi. Seiring waktu berjalan perlahan kondisi perekonomian memulih. Aturan pemerintah mulai longgar. Hal ini pun ikut dirasakan oleh bisnis yang ia jalankan bersama sang kakak.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sekarang bisnis rumah jahit Della pelan-pelan mengalami <em>recovery. </em>Menurutnya, pemulihan dari usahanya yang sempat mandek itu lebih cepat. Hal itu terbukti dari banjir orderan yang ia terima hingga satu penjahit pun tak cukup <em>menghandle</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kata dia, pasca Pandemi cara <em>recovery </em>usahanya dengan mengandalkan kekuatan media sosial. Menurutnya itu cara yang ampuh, sebab lewat&nbsp; akun OfficialHogiana di Instagram banyak pelanggan baru berdatangan.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Biasanya mereka lihat dari postingan instagram dulu lalu berlanjut ke DM (<em>Direct Message</em>), setelah itu lanjut via Whatsapp, baru deh klien ketemu aku mereka bawa bahannya dan disitu konsultasi tentang desain yang mereka suka,” jelas Della.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kini Della makin memberikan servis terbaik untuk para kliennya yaitu dengan cara memberikan bonus masker kain yang senada dengan bahan baju yang dijahit sang klien.</p>



<p><strong>Sukses Mencapai Goals</strong></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1967" width="371" height="556" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-683x1024.jpg 683w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-200x300.jpg 200w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-768x1152.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-1024x1536.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1-40x60.jpg 40w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220607-WA0000-1.jpg 1033w" sizes="(max-width: 371px) 100vw, 371px" /></figure></div>


<p class="has-text-align-justify">Selain berbisnis Della juga menjalankan pekerjaan di <em>Institute For Innovation and Entrepreneurship Development</em> ITB. Selama mengabdi di sanadisana ia mendapat kepercayaan menjabat sebagai asisten manager. Tak hanya itu, ia juga bertugas sebagai inkubator bisnis. Wow! Tapi, apa itu inkubator bisnis ?</p>



<p class="has-text-align-justify">“Inkubator bisnis adalah pekerjaan yang mencari mahasiswa-mahasiswa atau dosen, maupun alumni dari ITB yang ingin membangun bisnis <em>Start-up</em>. Atau bisa juga mahasiswa yang sudah punya produk tapi masih bingung memasarkannya, nah tugas aku bersama tim di kantor itu membimbing mereka mulai dari <em>pitching </em>produk bahkan sampai nyariin investornya,” terang Della.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurutnya, pekerjaan yang ia jalankan tersebut adalah penerapan dari ilmu bisnis yang ia pelajari selama kuliah. Della memang lulusan sarjana jurusan <em>entrepreneurship </em>di ITB.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku kerja itu seperti enggak bekerja, jadinya <em>enjoy </em>dan seru. Makanya bisa bertahan sampai sekarang lima tahun,” tambahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski menjalankan bisnis <em>fashion studio</em> sambil bekerja tapi keduanya mampu ia tangani. Della tidak merasa keteteran menjalankan kedua hal tersebut secara bersamaan karena sudah terbiasa membagi waktu antara berbisnis dan bekerja di kantor.</p>



<p class="has-text-align-justify">Belum cukup sampai disitu sukses yang berhasil ia raih. Della masih terus mengejar <em>goals </em>impiannya yaitu meraih beasiswa magister.</p>



<p class="has-text-align-justify">Wanita asal Bandung ini pernah gagal dalam mengejar impiannya tersebut. Ia mengaku pada tahun 2019 sempat mengikuti seleksi beasiswa magister ke Belanda tapi tidak lolos.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Aku gagal karena saat itu aku enggak serius, masih mikir-mikir jadi asal ikut tes aja. Soalnya, waktu itu aku kan baru setahun kerja di inkubator bisnis ini. Jadi, merasa belum banyak pengalaman kerja aku,” kata Della menjelaskan kepada The Womyn.</p>



<p class="has-text-align-justify">Della pun sempat merasa sedih karena kegagalannya itu dan menunda-nunda untuk mencoba kembali. Hingga suatu ketika, masa-masa Pandemi Covid menyadarkan dirinya. Kegiatan kerja yang lebih banyak di rumah menyadarkan Della kembali akan impian terpendamnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada awal 2021 Della Yunia Hogiana memutuskan untuk mengambil sikap. Ia bertekad akan berjuang untuk mencapai <em>goalsnya, </em>yaitu mendapatkan beasiswa S2. Keputusan yang Della ambil pun tak sekedar omongan tapi disertai dengan tindakannya.&nbsp;</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/05/28/kisah-vera-rika-pengusaha-wedding-organizer-bangkit-berbisnis-di-era-new-normal/">Kisah Vera Rika Pengusaha Wedding Organizer Bangkit Berbisnis Di Era New Normal</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Sejak saat itulah, ia mulai melakukan berbagai persiapan. Dari mengikuti kursus IELTS, TOEFL sampai meluangkan waktu satu jam setiap hari untuk belajar. Benar saja, usahanya membuahkan hasil.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada Desember 2021 lalu, wanita cantik ini berhasil meraih mimpinya. Della mendapatkan beasiswa magister dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dibawah naungan Kementerian Keuangan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Jurusan yang aku ambil pun sesuai <em>goals </em>aku yaitu bidang <em>entrepreneurship </em>dan inovasi teknologi. Karena bagi aku sekolah itu untuk membangun negeri,” tuturnnya.</p>



<p><strong>Tips Sukses Mencapai </strong><strong><em>Goals</em></strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Della mengatakan kunci kesuksesannya adalah dari rasa percaya dirinya untuk selalu berusaha menepati <em>goals-goals </em>dalam dirinya sendiri.</p>



<p>Menurutnya, wanita bisa sukses jika punya rasa percaya diri, produktif atau tidak malas serta kemandirian.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jadi, munculkanlah percaya diri itu jika ingin <em>goals </em>kita tercapai. Lalu mulailah fokus dan jangan menunda-nunda setiap ada kesempatan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Hindari perkataan Aku enggak ada waktu, karena itu membuat kamu tidak pernah memulai sesuatu,” ucapnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kemudian buatlah setiap hari <em>To Do List </em>atau daftar harian yang akan kita kerjakan sepanjang hari itu, sehingga setiap waktu kamu tidak terbuang sia-sia.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, The Womyn semua cerita yang dibagikan oleh Della Yunia Hogiana ini bisa menjadi inspirasi bagi kalian semua. So, jadilah wanita yang mandiri dan berani bertindak ya supaya sukses mencapai <em>goals </em>kamu.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Sampai jumpa di TheWomynpreneur Talk selanjutnya! </p>



<p>(EVILIN FALANTA).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Ketika Ingin Mencapai Suatu Goal, Jangan Pernah Ada Plan B! #TWYPreneurTalk Della Hogiana" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/TAn0Np1adds?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/06/24/della-yunia-hogiana-wanita-produktif-yang-sukses-menjalani-bisnis-sambil-bekerja-kantoran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pura-pura Tenang Padahal sedang Tertekan, Mungkin Kamu Mengalami Duck Syndrome</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/06/20/pura-pura-tenang-padahal-sedang-tertekan-mungkin-kamu-mengalami-duck-syndrome/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/06/20/pura-pura-tenang-padahal-sedang-tertekan-mungkin-kamu-mengalami-duck-syndrome/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Afriana Ajeng]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2022 01:33:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[duck syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1928</guid>

					<description><![CDATA[Kamu ingin terlihat sebagai orang yang santai, ceria, bahagia, seakan-akan tidak punya masalah dalam hidup. Padahal, diam-diam kamu juga sedang cemas memikirkan cara untuk bertahan. &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Kamu ingin terlihat sebagai orang yang santai, ceria, bahagia, seakan-akan tidak punya masalah dalam hidup. Padahal, diam-diam kamu juga sedang cemas memikirkan cara untuk bertahan. Saat sedang sendirian, kamu bahkan menangis karena tekanan hidup yang kamu alami. Tapi kamu selalu ingin menutupi rasa resah dan khawatir tersebut dengan terlihat bahagia dan selalu berusaha membuat orang sekitar bahagia.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Jika kamu sedang mengalami hal tersebut, mungkin kamu sedang mengalami <em>duck syndrome</em>. Dalam ilmu psikologi, istilah <em>duck syndrome</em> merupakan istilah untuk menggambarkan kondisi seseorang yang nampak tenang dan baik-baik saja dari luar, padahal kenyataannya sedang tertekan dan cemas. Sama seperti bebek yang tampak tenang saat berenang di atas air. Padahal, kakinya di dalam air sedang susah payah mendayung supaya tetap mengapung.</p>



<p class="has-text-align-justify"><em>Duck syndrome </em>bukan termasuk gangguan mental, kondisi ini biasanya berkaitan dengan stres dan kondisi mental lain. Meskipun tidak secara resmi disebut sebagai gangguan mental, <em>duck syndrome</em> yang tidak ditangani bisa menyebabkan gangguan mental tertentu, seperti depresi, gangguan cemas, atau penyakit mental lainnya.&nbsp;</p>



<h1 class="wp-block-heading"><strong>Penyebab</strong></h1>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>1. Pola asuh</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/Scd1zbZb2k2fwjD_od8kWNpDyF2JFViIJ-r1gqYE_FFoQ4XlCGg5TI0PyL7R1caVHgcClaTtQYgj8Iji-qgd4Y-smvDBdFF4bJi1c62xj-oE0HyQJXgEcsePiQ-B5_k4kpI2r5M97VzInMPCWQ" alt=""/><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Salah satu penyebab <em>duck syndrome </em>adalah pola asuh dimana orang tua selalu menuntut anaknya untuk mendapatkan hal yang sempurna. Hal ini membuat anak harus mampu meraih target yang tinggi. Sehingga mereka berusaha sangat keras untuk meraih target tersebut.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>2. Perfeksionis</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify">Orang yang perfeksionis selalu ingin sempurna dalam berbagai hal serta punya standar yang tinggi. Mulai dari rencana hingga hasil akhir, mereka ingin semuanya sempurna. Mereka juga ingin menjadi yang terbaik di antara yang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3. Ekspektasi lingkungan terlalu tinggi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify">Ekspektasi lingkungan yang terlalu tinggi membuat seseorang harus berjuang ekstra keras untuk menjadi yang terbaik. Mereka akan bersikap seperti semuanya berjalan lancar. Padahal, mereka juga sedang cemas akan kegagalan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>4. Pengaruh sosial media</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/BEqtBlf4l3j4pvmrfZMzX-8E_Fl1Di9TlYLRa5WS-i_QAzyb6E2t4SK0GXZumpeZOo9ku5id_9VmEbD2KisqLCOrm2125cIr2se9kdZFS3RCbvg8E_n-sISqYVx-hiNu_xUoeugY4Hwbu1suaQ" alt=""/><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Melihat hidup orang lain yang terlihat sempurna jauh dari kesulitan dapat mendorong seseorang untuk menampilkan sisi sempurna dirinya dan menutupi kesulitan yang dialami.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Jika mengalami tanda-tanda <em>duck syndrome, </em>beberapa hal berikut bisa kamu lakukan untuk tetap menjaga kesehatan mental:</p>



<p><strong>1. Menjalani gaya hidup sehat</strong></p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/_NMaPgfRf7eNXCwAY-kk9TgYWXbolv6fiizVU1aJaYCAIUW__i-k4o4zp2q_MI7HNgDW6rdwBbJGCYfuWly4jzCtw1vjW5ncQAi-I5QzDfq8BlEZcE99Vkv20iN6zDfCUwQHXLOmv3E2ZUOqkQ" alt=""/><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Pola hidup sehat adalah kunci terhindar dari berbagai masalah penyakit. Cobalah untuk rutin mengonsumsi makanan yang sehat, rajin berolahraga dan hindari rokok serta minuman beralkohol.</p>



<p><strong>2. Rehat sejenak dari media sosial</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Media sosial bisa menjadi <em>trigger</em> terhadap pola pikiran, untuk itu kamu perlu rehat sejenak dari media sosial. Mulailah melihat kenyataan dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.</p>



<p><strong>3. Luangkan waktu untuk diri sendiri</strong></p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/3Az_b9ZeO-lG4ofD5JhTW78BQ3s1NOowFWl2aaZuKLUcVSbl1SUowSHA54IGHvWOBuJrg1YgUg02cpcw5s1uwR03xmnrmsTD56wkocEYO_VDamsYpwmiNxv1_iBP5OhSACqwMJz4UlKs-NqsTA" alt=""/><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Fokus pada diri sendiri, lebih peka terhadap perasaan diri sendiri tanpa merugikan orang lain. Yakinlah, orang terdekatmu akan lebih bahagia jika kamu sendiri juga bahagia. Lakukan hobi yang membuatmu lebih senang, bacalah buku favoritmu, tonton drama kesukaan, dll.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://thewomyn.com/2022/03/23/perbedaan-alpha-beta-dan-omega-woman-kalau-kamu-yang-mana/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Perbedaan Alpha, Beta dan Omega Woman, Kalau Kamu yang Mana?</a></p>



<p><strong>4. Belajar merawat pola pikir positif</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Pola pikir yang positif adalah hal penting yang harus dijaga. Dengan berpikiran positif, perasaan resah dan khawatir tidak akan selalu menghantui. Yakin, bahwa segala hal yang terjadi pasti ada alasannya.</p>



<p><strong>5. Konseling dengan tenaga profesional</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Jika belum mengalami perubahan dan merasa berisiko tinggi mengalami masalah psikologis, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Kamu perlu ingat bahwa tidak ada manusia yang sempurna, wajar jika mengalami perasaan sedih, kecewa ataupun khawatir. Setiap orang memiliki jalannya masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/06/20/pura-pura-tenang-padahal-sedang-tertekan-mungkin-kamu-mengalami-duck-syndrome/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Alpha, Beta dan Omega Woman, Kalau Kamu yang Mana?</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/03/23/perbedaan-alpha-beta-dan-omega-woman-kalau-kamu-yang-mana/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/03/23/perbedaan-alpha-beta-dan-omega-woman-kalau-kamu-yang-mana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Afriana Ajeng]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2022 01:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1638</guid>

					<description><![CDATA[Setiap dari kita dilahirkan dengan kepribadian yang berbeda-beda. Walaupun antar keluarga, setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lain. Kepribadian dapat terus berubah seiring dengan pengalaman dan proses hidup yang lalui.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Setiap dari kita dilahirkan dengan kepribadian yang berbeda-beda. Walaupun antar keluarga, setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lain. Kepribadian dapat terus berubah seiring dengan pengalaman dan proses hidup yang lalui. Dengan mengetahui tipe kepribadian, kamu dapat lebih memahami apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan dalam diri kita.</p>



<p class="has-text-align-justify">Mungkin kamu sudah sering dengar tentang <em>Alpha Female </em>atau <em>Alpha Woman</em>. Selain <em>Alpha Woman</em>, ada juga istilah Beta Woman dan Omega women. Dikutip dari penelitian tesis Marianne Gunderson dari <em>University of Oslo</em> yang berjudul <em><a href="https://www.duo.uio.no/bitstream/handle/10852/60216/Omegaverse-MarianneGunderson.pdf?sequence=5" target="_blank" rel="noreferrer noopener">“What is an omega? Rewriting sex and gender in omegaverse fanfiction” </a></em>istilah <em>Alpha/Beta/Omega</em> cukup dikenal melalui <em>Manga yaoi omegaverse</em>. Dalam <em>manga </em>tersebut, diceritakan bahwa manusia mengalami evolusi. Manusia tidak lagi terbagi dalam dua kategori yaitu laki-laki dan perempuan, melainkan tetapi tiga kategori yaitu <em>Alpha, Beta, dan Omega</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Istilah tersebut kemudian berkembang untuk membedakan hierarki sosial <em>male/female. </em>Supaya kamu tidak penasaran, simak perbedaan karakter dari tiga tipe kepribadian perempuan ini!. Kira-kira kamu yang mana nih?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Alpha Woman</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/yfTzlhTK54tDmJJFjsbJgGkts4lTiJlkhtuoWtExsoV4Cd6aHjX9CWCeUdUmXrPB9pxPjmVNzZCG2PNmloaWeKhHbv_sq53re55K0KZWbN4HCDkD1C1w-XpEq7yDyY7X2AR2mDML" alt="Karakter Alpha Woman yang memiliki tujuan hidup yang jelas, prinsip yang kuat dan karakter yang cukup dominan" width="640"/><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Ward,&nbsp; Rose Marie., et al. (2010) dalam <a href="https://www.researchgate.net/publication/235098626_Defining_the_Alpha_Female_A_Female_Leadership_Measure"><em>Journal of Leadership &amp; Organizational Studies</em></a>, perempuan dengan karakter Alpha ini memiliki kemampuan alami sebagai pemimpin dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Kepercayaan diri tersebut bisa terlihat dari cara dia berjalan hingga cara dia berperilaku dalam suatu acara. Mereka dengan karakter <em>Alpha Woman</em> ini memiliki tujuan hidup yang jelas, prinsip yang kuat dan karakter yang cukup dominan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Wanita dengan karakter <em>Alpha</em> menurut hasil survey penelitian juga memiliki <em>low introversion</em> dan cenderung lebih mudah bersosialisasi dan menjalin komunikasi dengan orang baru. Mereka juga tidak segan menjadi pusat perhatian dan menjadi penghibur bagi yang lain. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika mereka cukup populer dan disukai banyak orang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jika kamu merasa sebagai <em>Alpha Woman</em>, sebaiknya kamu memanfaatkan karakter ini dengan bijak. Kamu bisa berkolaborasi dengan orang lain daripada mengendalikan. Kamu bisa menggunakan kepercayaan diri yang kamu miliki untuk membantu dan mendukung orang lain. Coba sesekali keluar dari zona nyaman dan ambil bagian dari sesuatu yang tidak kamu kuasai. Kamu yang cukup dominan dalam banyak hal, pastikan agar suara orang lain juga didengar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Beta Woman</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/4y7P1czTDE2rZ_z2ivUa2sbDeBLLDHMqdusp0u4i9bi475jPckkVlO_m2EStCZpm2WfrUxxiXdy4oOwbq52HBbgmgjOPjBf7pOe2DkbyCdzHmr7IGdNHIsPZ0xxdVPjbGmcJdOWa" alt="Beta Woman memiliki rasa empati yang tinggi dan sangat suportif baik kepada teman maupun pasangan." width="640" height="478"/><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Berbeda dengan <em>Alpha Woman, Beta Woman</em> tidak berminat menjadi pemimpin dan lebih menyukai menjadi pengikut atau pendamping. <em>Beta Woman </em>cenderung tenang, royal dan bersahabat. Mereka memiliki rasa empati yang tinggi dan sangat suportif baik kepada teman maupun pasangan. Oleh karena itu, mereka bisa menjadi teman ataupun pasangan yang dapat diandalkan dan juga pendengar yang baik.</p>



<p><strong>Baca Juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2021/10/16/meniti-karir-menjadi-seorang-fashion-designer-bersama-putri-andhita/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Meniti Karir Menjadi Seorang Fashion Designer Bersama Putri Andhita</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Sisi lain dari <em>Beta Woman</em>, mereka memiliki standar moral sendiri dan biasanya sulit dikompromikan. Mereka tidak akan segan membela dirinya dan orang lain yang membutuhkan bantuan. Beta woman juga sangat bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaannya. Mereka juga sangat hati-hati dalam mengambil keputusan dan biasanya selalu melakukan analisa terhadap keputusan yang mereka ambil. Kepribadian <em>Beta Woman</em> ini menjadi favorit banyak orang, karena keseimbangan hidup dan kebijaksanaan yang mereka miliki.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Omega Woman</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/KDeHUwYr181wbTR6wwcvGcqCuyRmDYsoKvkn1fmUiSCnfg6EB_LIeM_4rlxJjtD2TzjBK6MFBZutk5hjxurqMBlqKQhzedxJMYB3myMeuxxP40_Jq86Hqknh8Xa0e_CGAvxVrJee" alt="Karakter Omega Woman adalah introvert dan lebih suka menyendiri" width="640" height="500"/><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Hampir mirip dengan<em> Beta Woman</em>, wanita dengan kepribadian <em>Omega</em> juga sensitif dan dapat diandalkan. <em>Omega Woman </em>tahu potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Hal tersebut membuat mereka memastikan diri mereka untuk berada dalam kesenangan dan kebahagiaan. Namun, mereka juga akan membantu orang lain yang membutuhkannya tanpa ragu. Wanita beta lebih santai dalam menjalani hidup dan merupakan sosok yang cerdas. Tetapi mereka lebih suka bekerja sendiri dibanding secara tim.</p>



<p class="has-text-align-justify">Karakter <em>Omega Woman</em> yang introvert dan lebih suka menyendiri, membuat mereka lebih suka menyimpan perasaannya sehingga kurang bisa mengekspresikan diri secara bebas. Dibanding kepribadian yang lain, <em>Omega Woman</em> lebih emosional karena perasaan yang kuat dalam dirinya. Namun, mereka memiliki kepribadian yang unik dan cenderung tidak memperdulikan pemikiran orang lain yang berdampak buruk bagi mereka.</p>



<p>Demikian karakter dari <em>Alpha, Beta dan Omega Woman</em>. Dari tiga tipe kepribadian tersebut, kira-kira kepribadian mana yang paling mendekati karaktermu?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/03/23/perbedaan-alpha-beta-dan-omega-woman-kalau-kamu-yang-mana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Insecure Bukan Berarti Tidak Bersyukur, Kamu Hanya Perlu Mencintai Diri Sendiri</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/08/29/insecure-bukan-berarti-tidak-bersyukur-kamu-hanya-perlu-mencintai-diri-sendiri/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/08/29/insecure-bukan-berarti-tidak-bersyukur-kamu-hanya-perlu-mencintai-diri-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zahrah Firyal Salma]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2021 07:50:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[insecure]]></category>
		<category><![CDATA[Mental Health]]></category>
		<category><![CDATA[self-care]]></category>
		<category><![CDATA[self-love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1330</guid>

					<description><![CDATA[Banyak orang mengatakan bahwa perasaan insecure timbul karena kita tidak pernah bersyukur. Padahal, tidak semua orang memahami alasan kita insecure karena suatu keadaan. Insecure bukan &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Banyak orang mengatakan bahwa perasaan <em>insecure </em>timbul karena kita tidak pernah bersyukur. Padahal, tidak semua orang memahami alasan kita <em>insecure </em>karena suatu keadaan. <em>Insecure </em>bukan melulu soal penampilan atau fisik, <em>insecure </em>dapat berupa soal materi, pekerjaan, maupun hal lain yang seringkali dialami hampir setiap manusia. Cara mengatasi <em>insecure </em>berbeda-beda pada setiap orang, ada orang yang sering memposting foto dirinya demi menghalau rasa <em>insecure</em>, ada yang melakukan <em>me time</em>, dan cara-cara lain yang dilakukan demi menghalau perasaan tersebut. Padahal, <em>insecure </em>dapat dihalau dengan cara mencintai diri sendiri. Perasaan <em>insecure </em>ini timbul karena kita kurang baik dalam memahami diri sendiri dan selalu melihat orang lain lalu membandingkannya dengan diri sendiri. Jika kamu sedang <em>insecure, </em>semoga membaca dan merenungkan tulisan ini dapat sedikit membuka pikiranmu untuk berusaha mencintai diri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kamu Juga Sangat Berharga, Jangan Bandingkan Dirimu dengan Orang Lain</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1363" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-2048x1365.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Seringkali, kita merasa bahwa diri sendiri ini sangat tidak berharga dibandingkan siapapun. Tak jarang, melihat orang lain berada pada posisi yang lebih baik daripada kita, rasa tidak percaya diri akan muncul dan semakin menjadi-jadi, lalu menjadi beban pikiran setiap kali hendak tidur atau saat menyendiri. Kamu pun tak jarang pula suka membanding-bandingkan bentuk fisikmu dengan orang lain yang menurutmu lebih sempurna, ataupun membandingkan apa yang kamu miliki dengan yang orang lain miliki. Jika kamu sedang berada dalam posisi ini, berhentilah membandingkan dirimu dengan orang lain. Mungkin saat ini kamu merasa tidak berharga entah karena tak pernah dihargai, merasa tak pernah dilihat oleh orang lain, merasa lebih rendah dari orang lain, maupun merasa tidak didengarkan oleh siapapun. Tidak, kamu tidak seburuk pikiranmu itu, <em>kok</em>.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebenarnya, kamu sangat berharga, dan kamu spesial karena tidak ada yang menyamaimu. Cobalah melihat secara positif siapa saja orang yang menghargaimu, melihatmu, dan juga mendengarkanmu. Meskipun ada saja yang tidak menghargaimu, tetapi ingatlah bahwa tidak semua orang membencimu. Jadilah dirimu sendiri, berusahalah melakukan yang terbaik dengan perasaan yang lapang dada. Memang kamu tidak akan bisa menghindari orang lain yang mungkin posisinya lebih baik darimu. Tetapi, kamu dapat menjadikannya sebagai motivasi yang bagus untuk menjadi lebih baik dengan cara yang baik pula. Kamu tidak harus pula menyamakan dirimu dengan orang yang kamu kagumi atau seseorang yang membuatmu iri. Cukup lakukan apa yang kamu bisa lakukan, tanpa merugikan dirimu sendiri dan orang lain. Sebab kamu pun pantas untuk dihargai, bahkan oleh dirimu sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Berusahalah untuk Memaafkan Keadaan Secara Perlahan</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1364" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Memaafkan secara tulus, memang tidak semudah mengucapkan maaf yang hanya berupa kata-kata. Bahkan, seringkali sampai saat ini pikiranmu dihantui oleh berbagai rasa bersalah atau kenangan pahit dari masa lalu. Hal ini membuatmu juga sering menyalahkan diri sendiri dan keadaan yang kamu kira tidak pernah membaik. Menyalahkan diri sendiri dan keadaan justru malah tidak akan membuat keadaan menjadi berubah. Kamu harus yakin, bahwa kamu yang berada di masa lalu bukanlah kamu yang saat ini berada di masa sekarang. Mulailah untuk memahami dirimu sendiri, renungkan kesalahan apa yang kamu perbuat di masa lalu. Renungkanlah dengan suasana hati yang tenang, beri sejenak ruang untuk dirimu sendiri demi membuat pandangan baru yang lebih positif untuk dapat memaafkan keadaan. Perlahan, cobalah untuk lapang dada dan tegar dalam memaafkan. Kamu juga harus yakin, jika kamu tidak memaafkan keadaan, maka semua ini dapat lebih menyakitimu. Jika kamu mencintai dirimu sendiri, cobalah mulai memaafkan keadaan supaya tidak lebih menyakitimu. Jangan terjebak terlalu lama dengan situasi dan kenangan pahit di masa lalu, sebab mencoba mencintai dirimu sendiri akan membuatmu lebih lega. Kamu sangat menyayangi dirimu sendiri, <em>kan?</em></p>



<p>Baca juga: <a href="https://thewomyn.com/2021/06/11/sering-minder-karena-overthinking-apa-sih-solusinya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sering Minder Karena Overthinking, Apa Sih Solusinya?</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kamu Lelah Terus Memenuhi Ekspektasi Orang Lain?</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1365" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Semakin bertambah usia dan kedewasaan, akan semakin banyak tuntutan yang terus mengikuti. Tuntutan-tuntutan tersebut, seringkali membuat beban di pikiran menjadi bertubi-tubi. <em>Overthinking </em>sudah menjadi pengantar tidurmu sehari-hari, tak jarang pula membuatmu <em>insecure </em>dengan dirimu sendiri karena takut tidak bisa memenuhi tuntutan yang tidak sedikit itu. Tuntutan ini bisa jadi berasal dari keluarga, lingkungan sekitar rumah, atau bahkan lingkungan kerja. Tuntutan yang bermacam-macam ini pun membuat pikiranmu menjadi bercabang, yang membuatmu akhirnya memandang dirimu sendiri seperti orang yang tidak bisa melakukan apapun dengan benar. Memenuhi ekspektasi orang memang tidak ada salahnya, dengan catatan bahwa selagi kamu mampu memenuhinya maka lanjutkan saja. Kamu mungkin merasa jika tidak dapat memenuhi ekspektasi orang-orang, maka itu artinya kamu mengecewakan mereka. Berhentilah berpikiran seperti itu. Bukankah akan lebih baik apabila kamu menjadi dirimu dengan versi terbaik tanpa harus benar-benar persis memenuhi ekspektasi mereka? Kamu pun harus bisa menolak secara bijak dan baik apabila memang kamu tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lakukanlah hal yang terbaik untukmu dan mampu membuatmu bahagia tanpa merugikan orang lain. Jika kamu terlalu memikirkan kekecewaan mereka yang belum tentu terjadi, bukankah itu akan lebih melelahkan dan menghambatmu untuk berkembang menjadi lebih baik? Mungkin saat ini kamu belum mampu memenuhi ekspektasi banyak orang, tetapi jangan sampai kamu terlalu membebani pikiranmu sendiri dengan sesuatu yang belum tentu terjadi. Mengurangi <em>insecure </em>dan kekhawatiran yang belum tentu terjadi itu tidak bagus untuk kesehatan mentalmu. Sebab, menjadi diri sendiri adalah hal yang terbaik sebagai pembiasaan untuk mencintai diri. Kamu berhak bahagia tanpa harus dihantui ekspektasi yang menghancurkan pikiranmu. <em>Toh, </em>kebahagiaan hidupmu bukan berasal dari ekspektasi orang-orang, tetapi kamu sendiri yang dapat menentukannya. Kamu harus berusaha mencintai diri sendiri, jangan biarkan hidupmu terus-terusan diatur oleh orang lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Keluarlah dari Zona Nyaman dan Jelajahi Apa yang Kamu Mau</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="767" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-1366" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-1024x767.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-300x225.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-768x575.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-80x60.jpg 80w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Merasa bahwa hidup selalu berputar seperti itu-itu saja tetapi sangat takut untuk keluar dari zona nyaman, merupakan salah satu tanda bahwa kamu tidak mencintai dirimu sendiri. Padahal nyatanya, kamu belum tentu tidak bisa melakukan sesuatu di luar sana, kamu hanya takut gagal ketika mencobanya. Tidak semua orang harus berhasil dan selalu mulus jalan hidupnya, ada kalanya kegagalan juga dapat terjadi dalam kehidupan. Justru kegagalan inilah yang harus kamu jadikan motivasi untuk menaklukkan berbagai rintangan kehidupan. Berhentilah untuk selalu memikirkan kegagalan, yang bahkan kamu pun belum mencoba memulainya. Bergeraklah keluar dari zona nyamanmu. Sebab, di sana akan banyak sekali pelajaran berharga dan pengalaman yang tidak hanya mendewasakanmu, tetapi juga membuat dirimu berkembang menjadi manusia yang lebih baik. Jangan pernah meragukan kemampuan dirimu sendiri, jika kamu memang mencintai dirimu juga.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bersyukur Atas Pemberian Tuhan untuk Mencintai Diri Sendiri</strong></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-1367" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-1024x682.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-768x511.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-1536x1022.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Ketika sedang <em>insecure</em>, mungkin kamu sering merasa bahwa hidupmu tidak berguna. Bahkan kamu merasa bahwa tidak ada gunanya hidup yang berputar seperti ini saja. Kamu mungkin merasa bahwa beban hidup tiada habisnya, sampai-sampai berpikiran bahwa lebih baik kamu tidak ada di dunia ini. Melihat orang lain lebih bahagia, justru membuatmu semakin menderita. Melihat teman-temanmu sudah mencapai tujuan hidupnya, justru membuatmu semakin <em>insecure </em>dan semakin yakin bahwa Tuhan tidak pernah berpihak padamu. Kamu salah! Kenapa? Sebab jika saat ini pun kamu masih hidup dan bernafas, tentu saja Tuhan selalu berpihak padamu. Saat ini kamu merasa tidak berguna? <em>Yuk, </em>coba mengingat sudah berapa banyak momen bahagia dan mengharukan yang sampai saat ini pernah kamu rasakan. Jika kamu merasa <em>insecure </em>bahwa bentuk fisikmu tidak sesempurna orang lain, maka berhentilah berpikirlah demikian. Sebab, Tuhan pasti memberikan bentuk fisik yang sebaik-baiknya kepada manusia. Jadi, tugasmu hanya bagaimana cara menerima semua yang telah diberikan oleh Tuhan dan sekaligus merawatnya dengan sebaik-baiknya. Tuhan saja mencintaimu sampai seperti ini, tidakkah kamu berpikir untuk mencintai dirimu sendiri juga?</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Jadilah Versi Terbaikmu dan Yakinlah Terhadap Dirimu Sendiri</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1368" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Ragu dalam melakukan sesuatu merupakan hal yang wajar apabila sedang berada dalam situasi yang serba membingungkan. Tetapi perasaan ragu yang seringkali muncul tanpa bisa dikontrol, dapat membuat diri menjadi mudah cemas dan takut dalam mengambil keputusan. Mungkin saat ini kamu sangat ragu dan <em>insecure </em>melihat orang lain selalu bisa dan benar dalam mengambil keputusan. Mungkin juga sebenarnya, kamu memiliki pikiran yang akan disetujui banyak orang, hanya saja kamu ragu untuk menyampaikannya karena takut dikritik dan menimbulkan rasa <em>insecure </em>hingga terbawa ke keesokan harinya. Berhentilah <em>insecure </em>dan berusahalah untuk tetap yakin. Jika kamu merasa bahwa kamu sudah mencintai dirimu sendiri sebaik mungkin, kamu pun tidak boleh meragukan kemampuan dirimu sendiri. Dikritik memang hal yang biasa, cobalah untuk berusaha berlapang dada dan membalasnya secara bijak tanpa harus menyakiti. Yakinlah dan percayalah kepada dirimu sendiri bahwa kamu bisa melakukannya sesuai dengan versi ternyamanmu. Kamu akan mendapatkan banyak hal baik yang akan terjadi, jika kamu percaya dengan kemampuan dirimu sendiri. Yang terpenting adalah, jangan mencoba untuk menjadi orang lain. Jadilah kamu yang terbaik menurut versimu sendiri dan lakukanlah hal yang terbaik.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Cobalah Terima Dirimu Sendiri, Kamu Tidak Seburuk Itu, <em>kok!</em></strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1369" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-1536x1025.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Tidak ada satupun manusia yang sempurna, kamu pun begitu. Setiap orang memang memiliki kelebihan, tetapi juga pasti memiliki kekurangan. Mungkin kamu lelah selalu berusaha menjadi yang terbaik tetapi malah <em>insecure </em>ketika melihat pencapaian orang lain. Padahal sebenarnya, kamu telah melakukan banyak hal dengan baik sesuai kemampuanmu dan juga versimu. Jangan selalu memandang dirimu dalam kesan yang negatif. Kamu tidak harus selalu menang dalam apapun, hidup bukanlah sebuah perlombaan, <em>kan? </em>Jika kamu bisa memandang hal lain di luar dirimu secara positif, mengapa kamu terus memandang dirimu sendiri secara negatif? Hal ini justru membuatmu ragu dengan dirimu sendiri. Kamu terlalu melihat orang lain secara sempurna, tetapi kamu lupa bahwa dirimu sendiri juga banyak melakukan hal baik dan bermanfaat. Cobalah melihat dirimu sendiri, segala kebaikan kecil yang kamu lakukan, dan sesuatu yang kamu miliki tanpa melihat orang lain. Jika kamu merasa bahwa kamu memiliki banyak sifat buruk pun, cobalah untuk berusaha memperbaiki diri sedikit demi sedikit.</p>



<p class="has-text-align-justify">Mencintai diri adalah cara untuk menghalau rasa <em>insecure </em>yang seringkali datang tanpa diundang. Jangan lupa untuk selalu tetap tenang dan selalu menjadi dirimu sendiri. Lakukanlah hal yang terbaik dan membahagiakanmu sesuai versimu, tanpa merugikan dirimu sendiri maupun orang lain. Kamu pantas bahagia dan dihargai. Cobalah untuk selalu mencintai dirimu sendiri, sebab kamu akan mendapatkan banyak hal baik yang terjadi padamu kedepannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/08/29/insecure-bukan-berarti-tidak-bersyukur-kamu-hanya-perlu-mencintai-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Me Time itu Penting, Apalagi Ketika Pikiranmu sedang Tidak Baik-baik Saja</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/08/19/me-time-itu-penting-apalagi-ketika-pikiranmu-sedang-tidak-baik-baik-saja/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/08/19/me-time-itu-penting-apalagi-ketika-pikiranmu-sedang-tidak-baik-baik-saja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zahrah Firyal Salma]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 09:15:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[me time]]></category>
		<category><![CDATA[self improvement]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1309</guid>

					<description><![CDATA[Menghabiskan waktu sendirian tidak ada salahnya ketika pikiran kita sedang kacau, atau ketika kita merasa jenuh. Ketika pikiran kita sedang kacau atau saat sedang merasa &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Menghabiskan waktu sendirian tidak ada salahnya ketika pikiran kita sedang kacau, atau ketika kita merasa jenuh. Ketika pikiran kita sedang kacau atau saat sedang merasa jenuh, aktivitas kita juga akan terhambat. <em>Me time </em>tidak sebatas mencari ketenangan batin dan pikiran sendirian, tetapi juga untuk lebih mengenal lebih dalam mengenai diri kita, memahami diri sendiri, maupun memahami orang lain. Sebab ketika <em>me time</em>, pikiran menjadi lebih segar. <em>Me time </em>memang tidak akan menyelesaikan masalah kehidupan, tetapi dengan <em>me time</em> pikiran kita dapat beristirahat, sehingga mengurangi beban pikiran. Maka selepas itu pun akan muncul pikiran-pikiran baru dan sudut pandang yang baru untuk menyelesaikan masalah. Jadi, sepenting apa, <em>sih me time </em>untuk diri kita itu?</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kesepian Itu Berbeda dengan </strong><strong><em>Me Time, lho</em></strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/kaylah-matthews-6e5hgWV2DAo-unsplash-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-1311" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/kaylah-matthews-6e5hgWV2DAo-unsplash-1024x768.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/kaylah-matthews-6e5hgWV2DAo-unsplash-300x225.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/kaylah-matthews-6e5hgWV2DAo-unsplash-768x576.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/kaylah-matthews-6e5hgWV2DAo-unsplash-1536x1152.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/kaylah-matthews-6e5hgWV2DAo-unsplash-80x60.jpg 80w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/kaylah-matthews-6e5hgWV2DAo-unsplash.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Banyak orang salah menilai bahwa <em>me time </em>sama dengan kesepian. Padahal sebenarnya berbeda, <em>lho. </em>Keduanya memang sama-sama mengandung unsur ‘menyendiri’, tetapi <em>me time </em>lebih mengarah pada arti memahami dan memberi ruang untuk diri sendiri. <em>Me time </em>merupakan bagian dari <em>self-healing </em>yang berarti proses untuk menyembuhkan luka batin, mencari ketenangan diri, dan menenangkan pikiran dengan melakukan sesuatu yang membuat rileks dan menyenangkan untuk diri sendiri. Sedangkan kesepian adalah keadaan di mana mental dan emosional yang sering merasa gelisah, rasa kehilangan, ketidakpuasan akan sesuatu akibat adanya ketidaksesuaian dengan lingkungan sekitar atau hubungan sosial, sehingga menyebabkan seseorang lebih menarik diri dan cenderung menyendiri. Sudah paham dengan bedanya, <em>kan? </em>Menyendiri tidak selamanya negatif, selama kamu melakukan hal itu hingga hati dan pikiranmu baik-baik saja.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Memperbaiki Ketenangan Batin Akibat Pikiran yang Bertumpuk</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/denys-nevozhai-z0nVqfrOqWA-unsplash-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1312" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/denys-nevozhai-z0nVqfrOqWA-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/denys-nevozhai-z0nVqfrOqWA-unsplash-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/denys-nevozhai-z0nVqfrOqWA-unsplash-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/denys-nevozhai-z0nVqfrOqWA-unsplash-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/denys-nevozhai-z0nVqfrOqWA-unsplash-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/denys-nevozhai-z0nVqfrOqWA-unsplash-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/08/denys-nevozhai-z0nVqfrOqWA-unsplash.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Kamu yang sudah menginjak usia 20-an pasti sedang melalui berbagai macam lika-liku kehidupan, terutama perihal karir, sosial, maupun asmara. Tidak jarang pula banyak masalah dan rintangan melanda silih berganti, sehingga beban pikiran seringkali bertumpuk dan membuat stres. Beban pikiran yang tiada habisnya ini memang sering membuat kita ingin melarikan diri dari kehidupan karena tak kunjung menemukan solusi untuk meringankan beban pikiran, akibatnya pikiran pun menjadi semakin tidak tenang, bahkan tidur pun menjadi tidak nyenyak karena seringkali <em>overthinking</em>. Menjadi aktif terus-menerus memang membuat pikiran dan tubuh menjadi lelah. Tidak hanya itu, manusia juga bisa jenuh karena sering dihadapkan dengan berbagai konflik ataupun kehidupan yang terasa monoton.</p>



<p class="has-text-align-justify">Maka, itulah pentingnya <em>me time </em>untuk mengistirahatkan pikiran supaya lebih segar. Pikiran yang segar akan membuatmu lebih tenang dan percaya diri untuk melangkah lagi. Selain itu, pentingnya <em>me time </em>adalah untuk menyehatkan mental dan pikiran supaya kita lebih bisa berhati-hati dan tenang dalam menjalani kehidupan. Beban pikiran yang selama ini terlalu kamu pikirkan akan terasa lebih ringan, bahkan kamu pun dapat menemukan lebih banyak inspirasi yang positif setelah melakukan <em>me time</em>. Cukup lakukan hal sederhana, seperti menikmati minuman kesukaanmu, menonton film yang kamu suka, memasak, ataupun hal-hal sederhana lainnya yang kamu sukai.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Memberi Ruang untuk Memahami dan Mengenal Diri Sendiri secara Lebih Dalam</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/bxk1-UgPftd4zAc4KuAmPgDUaAJVFoT0TfUZBu5OTMmCsY8qaRkrDwjeikLgd9gEgfIUPUDFxVT7nOctAyjNYFiMkQPHKl1qcX3cz2jj-KLBHpTmrTcqllt_U0vXGiT6WTnbJ1bI" alt=""/><figcaption>source: stocksnap.io</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Saat ini mungkin kamu sedang lelah dan jenuh terhadap diri sendiri. Bahkan kamu tidak tahu apa yang sedang dan ingin kamu lakukan, rasanya hanya ingin menjauh. Tak jarang kejenuhan terhadap diri sendiri juga membuatmu mudah cemas, sehingga tidak percaya diri dalam melakukan apapun. Sebenarnya, kamu hanya perlu memberikan ruang untuk dirimu sendiri. Memberikan ruang untuk diri sendiri akan berdampak baik untuk lebih mengenal dan memahami diri kamu yang sebenarnya. Bagaimana kamu akan mencintai dirimu sendiri seutuhnya tetapi nyatanya kamu sendiri belum sepenuhnya memahami dan mengenal dirimu sendiri? Cobalah sejenak memberi ruang untuk dirimu sendiri dan merenung. Menjauhkan diri dari hiruk-pikuknya kehidupan sejenak tidak hanya membuat kamu dapat memandang segala hal dengan pandangan yang baru., tetapi juga akan mampu memahami diri sendiri secara lebih mendalam. Kamu dapat memanfaatkan <em>me time </em>sesuai versimu untuk menerima rasa bersyukur atas kehidupanmu dan juga memaafkan kesalahan atau masa lalu yang merupakan bagian dari proses, serta kamu akan menjadi lebih tahu apa yang kamu mau. Jadi, jangan lupa untuk beristirahat sejenak, <em>ya!</em></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Bukan Menjauh, </strong><strong><em>Me Time </em></strong><strong>Memberi Ruang Kita untuk Mengenal Orang Lain dan Memecahkan Masalah</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/5NAkiW5tOSIFrUw85aWnPXN2-apNvmITryIMD-xRQEkMVJ96cD6KSXcb8uC-9BmQ8dCrr00-ZNYCK-iBDmc6JPYcOaahNViHF4wOeCIuanAtxcAPQNPoFm2EsMU409IZkCOuyheQ" alt=""/><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Manusia adalah makhluk sosial yang pasti melakukan interaksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga tak jarang akan ada sedikit banyak konflik yang terjadi di kehidupan. Konflik dengan lingkungan sosial seperti teman sejawat, rekan kerja, pasangan, ataupun keluarga seringkali membuat kita kesal, sedih, kecewa, dan menjadi malas untuk melakukan interaksi. Tidak jarang ketika sedang kesal dengan satu orang, akan merembet kepada hal lain dan orang-orang sekitar sampai mengaitkan hal-hal yang tidak perlu dipermasalahkan. Mungkin saat ini kamu sedang berada di posisi ini? Jika iya, memang wajar saja jika kamu kesal dan rasanya ingin marah saja jika berhadapan dengan mereka yang sedang terlibat konflik denganmu. Tidak hanya itu, kamu pun menjadi ceroboh dalam memecahkan masalah ataupun mengambil keputusan karena pikiranmu sedang tidak jernih dan hatimu sedang tidak baik-baik saja. Sebab, ketika sedang stres dan jenuh, kita akan lebih selalu memandang hal apapun dengan persepsi negatif. Misalnya saja seperti lebih sering memandang kesalahan orang lain, memutuskan hal secara sepihak tanpa berpikir panjang, atau terlalu banyak berpikir negatif sehingga melakukan pemecahan masalah dengan hal yang juga negatif.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2021/06/11/sering-minder-karena-overthinking-apa-sih-solusinya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sering Minder Karena Overthinking, Apa Sih Solusinya?</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Selain memberikan ruang untuk memahami diri sendiri, kamu juga perlu memberikan ruang di pikiranmu untuk mengenal orang lain dan memecahkan masalah dengan sudut pandang yang berbeda. Saat sedang emosi, pikiran akan cenderung dipenuhi hal-hal negatif yang akan mempengaruhi juga untuk melakukan hal negatif. Melakukan <em>me time </em>akan membuat pikiranmu lebih segar dan terbuka, sehingga kamu mampu mengenal orang lain dengan sudut pandang yang baru tanpa emosi negatif. Selain itu, kamu akan lebih bijak dan percaya diri dalam mengambil keputusan ataupun memecahkan masalah karena pikiranmu sudah lebih tenang. Oleh karena itu, ketika kamu sedang merasa jenuh, tarik dirimu sebentar dan jangan ragu untuk menjadwalkan <em>me time.</em></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Jika Pikiran Jernih, Konsentrasi dan Produktivitas Akan Meningkat</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/jylhbioYjBu1kuChqkEnX-7SwbC5pIibq0wXdBq3my56dCgTPfkkfIm8ImST-KeFu_G5KempccTrwNOIUtE6z8bjvpIiAXWiWrdmCL-8W7TneVV4If45XPhuLel5aBXLOkbdspX-" alt=""/><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Apakah akhir-akhir ini kamu sedang tidak fokus saat bekerja? Jika iya, kamu perlu melakukan <em>me time</em> untuk menjernihkan pikiran. Pikiran yang berkeliaran dan kejenuhan yang kamu alami sangat mengganggu konsentrasimu. Akibatnya, pekerjaan yang kamu lakukan terasa kurang maksimal dan sering merasa hilang fokus, terutama di saat-saat yang penting. Selain itu,sering hilang fokus dan merasa jenuh malah membuatmu menjadi malas bekerja dan malah melakukan pekerjaan dengan asal-asalan. <em>Wah, </em>kalau sampai begini memang saatnya kamu istirahat sejenak, <em>nih?</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Menjauhkan diri sebentar dari rutinitas atau pekerjaan yang kamu anggap monoton memang perlu, <em>kok! </em>Kamu mungkin sedang merasa bosan dengan apa yang kamu kerjakan dan merasa hidup berjalan di satu tempat saja. Padahal kenyataannya, kamu sedang berproses. Beri waktu sejenak untuk dirimu beristirahat sampai pikiranmu benar-benar jernih dan siap melakukan pekerjaan, kesampingkan sebentar dari aktivitas yang sedang kamu anggap membosankan. Pikiran yang jernih akan membuatmu lebih berkonsentrasi saat melakukan segala aktivitas, juga akan membantumu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan baik.</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan penjelasan seputar <em>me time </em>di atas, itulah alasan pentingnya melakukan <em>me time </em>dengan segala manfaatnya. Semua orang bisa, <em>kok </em>melakukannya. Melakukan <em>me time </em>dengan cara yang sederhana, kenapa tidak? Kamu bisa melakukan <em>me time </em>dengan tidur, memasak, berkebun, <em>travelling, </em>menonton film, mendengarkan musik, atau melakukan hal-hal yang membuat pikiranmu lebih tenang dengan caramu sendiri. Jadi jangan lupa untuk memberi dirimu sendiri waktu, <em>ya!</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/08/19/me-time-itu-penting-apalagi-ketika-pikiranmu-sedang-tidak-baik-baik-saja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lingkungan Kerja yang Toxic Bisa Diubah Nggak?</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/06/17/lingkungan-kerja-yang-toxic-bisa-diubah-nggak/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/06/17/lingkungan-kerja-yang-toxic-bisa-diubah-nggak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2021 03:36:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja toxic]]></category>
		<category><![CDATA[Toxic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1106</guid>

					<description><![CDATA[Topik yang sangat hangat dibicarakan sekarang, lingkungan kerja yang toxic telah semakin marak terjadi. Hal ini dibuktikan oleh sebuah riset yang dilakukan oleh The American &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Topik yang sangat hangat dibicarakan sekarang, lingkungan kerja yang <em>toxic</em> telah semakin marak terjadi. Hal ini dibuktikan oleh sebuah riset yang dilakukan oleh <em>The American Psychological Association</em> pada tahun 2019. Fakta mengejutkannya adalah lingkungan kerja yang sangat <em>toxic</em> ini bisa memberi pengaruh terhadap kesehatan mental pekerja. Selama lebih dari 20 tahun, lingkungan kerja yang sangat berantakan ini membuat pekerja depresi dan terkena penyakit mental lainnya. Akhirnya, solusi yang sering menjadi “jalan ninja” bagi para pekerja adalah <em>resign</em>. Namun, tahukah kamu bahwa lingkungan kerja yang <em>toxic</em> seperti ini bisa pelan-pelan dihadapi dan diubah, <em>lho</em>! Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan agar lingkungan kerja kamu kembali sehat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Alihkan topik saat bergosip</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="684" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/ben-white-4Bs9kSDJsdc-unsplash-1024x684.jpg" alt="" class="wp-image-1133" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/ben-white-4Bs9kSDJsdc-unsplash-1024x684.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/ben-white-4Bs9kSDJsdc-unsplash-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/ben-white-4Bs9kSDJsdc-unsplash-768x513.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/ben-white-4Bs9kSDJsdc-unsplash-1536x1026.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/ben-white-4Bs9kSDJsdc-unsplash-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/ben-white-4Bs9kSDJsdc-unsplash-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/ben-white-4Bs9kSDJsdc-unsplash.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credits: Unsplash</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Tidak sedikit karyawan yang merasa kesal dengan atasan jika ide mereka ditolak atau pekerjaan mereka direvisi. Pernahkah kamu merasa demikian? Tentu! Itu adalah hal yang wajar. Namun, tidak menjadi hal yang wajar jika kamu malah bergosip mengenai kolega kamu dibelakangnya. Jika kamu melihat ada segerombolan kolegamu yang mulai bergosip, hindari kontribusi untuk bergosip juga. Namun, merespon lah secukupnya tanpa berlebihan dan alihkan pembicaraan. Ketika kolegamu sadar bahwa kamu tidak ingin melanjutkan “pembicaraan” tersebut, tentu mereka juga akan berhenti. Tetapi, perilaku seperti ini pasti akan membuat mereka merasa benci terhadapmu, <em>no worries</em>, <em>Myns</em>, ketika mereka sadar mereka memang salah, maka kamu tidak perlu menghadapi kebencian mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Tinggalkan masalah pekerjaan kalian saat sampai di rumah</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="753" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/national-cancer-institute-xDSD3Vmzh70-unsplash-1024x753.jpg" alt="" class="wp-image-1134" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/national-cancer-institute-xDSD3Vmzh70-unsplash-1024x753.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/national-cancer-institute-xDSD3Vmzh70-unsplash-300x220.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/national-cancer-institute-xDSD3Vmzh70-unsplash-768x564.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/national-cancer-institute-xDSD3Vmzh70-unsplash-1536x1129.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/national-cancer-institute-xDSD3Vmzh70-unsplash-82x60.jpg 82w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/national-cancer-institute-xDSD3Vmzh70-unsplash.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credit: Unsplash</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Sering sekali permasalahan di kantor dibawa ke rumah sehingga memberikan dampak kepada keluargamu. Perlu diketahui bahwa, meskipun mereka sangat ingin mendengarkan bagaimana harimu di kantor, tidak berarti bahwa kamu harus menceritakan dan mengeluh kepada mereka. Namun juga tidak berarti kamu tidak boleh bercerita dan mengeluh. Pastikan proporsi keluhan tersebut pas dan tidak berlebihan sehingga diri kamu juga tidak membawa beban tersebut dan keluargamu juga tetap akan merasa nyaman dan mendukungmu. Jika proporsinya berlebihan, maka ini akan memberikan dampak pada dirimu sendiri secara mental maupun kepada keharmonisan keluarga.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Pelajari cara menegur dengan baik</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/HOUUvJEKLrffMMd619Rgef758_ga8EO8HKyVo9qN_jzI-vbRYZduf6YkiFLTe4vigKXFhail6zfqfREGOTjtIU8s9v73PDC3rZ4UYk9Bp1rMhvp3ksVPBq2qgYq3lJuT3uQnpFPw" alt="" width="838" height="471"/><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Tak jarang pertengkaran dan perdebatan terjadi saat seorang karyawan menegur koleganya. Hal ini terjadi karena dari cara menegur yang terkesan terlalu menyalahkan dan menyakiti lawan bicara. Teknik dan cara menegur dengan baik sangat perlu dipelajari terutama jika kamu memiliki posisi yang cukup tinggi di kantor. Sebelum kamu benar-benar menegur seseorang, ada baiknya kamu berlatih dengan keluarga atau teman terlebih dahulu yang sudah mengetahui latar belakang masalah tersebut. Tindakan ini bisa membanu kamu untuk mengontrol nada dan emosi saat berbicara sehingga lawan bicaramu juga tidak terpancing emosi.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2021/06/08/tampil-modis-dan-edgy-5-blazer-terbaik-tunjang-office-fashion-mu/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Tampil Modis dan Edgy, 5 Blazer Terbaik Tunjang Office Fashion-mu!</a></p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Abaikan</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-yan-krukov-7640807-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-1135" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-yan-krukov-7640807-1024x682.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-yan-krukov-7640807-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-yan-krukov-7640807-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-yan-krukov-7640807-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-yan-krukov-7640807-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-yan-krukov-7640807.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credit: Unsplash</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Meskipun tindakan yang satu ini terkesan tidak baik karena akan memberi dampak pada hubungan antar kolega, namun jika kamu merasa kondisi di kantor sudah terlalu jenuh dan membuat kamu sangat tertekan, ada baiknya kamu mengabaikannya. Hal ini bisa dilakukan dengan menyibukkan diri kamu dengan pekerjaanmu atau mengalihkannya dengan mendengarkan musik. Namun tetap ketahuilah bahwa kamu sedang bekerja dan komunikasi antar kolega itu penting, pastikan musik kamu tidak terlalu kencang sehingga kamu masih bisa mendengar jika dipanggil.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Cuti</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-helena-lopes-6957652-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-1136" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-helena-lopes-6957652-1024x682.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-helena-lopes-6957652-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-helena-lopes-6957652-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-helena-lopes-6957652-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-helena-lopes-6957652-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/06/pexels-helena-lopes-6957652.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credit: Unsplash</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Lagi-lagi, tindakan ini mungkin terlihat terlalu ekstrim namun sangat wajar dilakukan terutama jika kamu sudah merasa penat di kantor. Daripada kamu <em>resign</em> padahal kamu mungkin masih menyukai pekerjaanmu dan masih membutuhkan pekerjaan ini, ada baiknya kamu meminta cuti selama beberapa hari dan tenangkan dirimu sebelum kembali bekerja. Ketahuilah bahwa mengambil cuti dengan alasan untuk menghindari lingkungan kerja yang terlalu memberi tekanan batin ini cukup wajar.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2021/05/31/10-menit-office-workouts-untuk-wanita-super-sibuk/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">10 Menit Office Workouts Untuk Wanita Super Sibuk</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Bagaimana, <em>Myns</em>? Apakah lima <em>tips</em> di atas membantumu? Kami dari pihak editorial berharap kamu tetap kuat menghadapi kolega dan lingkungan kerjamu yang sangat “menantang” ini, ya! <em>Remember</em>, <em>you deserve a rest as well</em>. Jangan bekerja terlalu keras dan berikan waktu untuk dirimu sendiri!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/06/17/lingkungan-kerja-yang-toxic-bisa-diubah-nggak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sering Minder Karena Overthinking, Apa Sih Solusinya?</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/06/11/sering-minder-karena-overthinking-apa-sih-solusinya/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/06/11/sering-minder-karena-overthinking-apa-sih-solusinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2021 03:49:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[minder]]></category>
		<category><![CDATA[overthinking]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1104</guid>

					<description><![CDATA[Perasaan minder sering sekali dijadikan bahan tawa dan bahkan jarang diperhatikan ataupun diobati. Ketahuilah bahwa perasaan tidak percaya diri ini akan semakin menumpuk dan menjadi &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Perasaan minder sering sekali dijadikan bahan tawa dan bahkan jarang diperhatikan ataupun diobati. Ketahuilah bahwa perasaan tidak percaya diri ini akan semakin menumpuk dan menjadi beban pikiran. Awalnya, ia akan muncul seperti biji kecil dan jika tidak diketahui penyebab dan diatasi, ia akan tumbuh seperti pohon. Hal ini akan memberi dampak pada kecemasan dan depresi juga, <em>lho</em>. Jadi, sebenarnya ada cara yang efektif untuk mengatasi rasa tidak percaya diri dan minder ini nggak, ya? Berikut adalah 4 kiat yang dianjurkan oleh psikolog agar kamu bisa terlepas dari jeratan minder ini!</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Fokus pada kekuatan kamu</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/CRCsatnAFxRTbQ8eXNH_IPiord8vXuG03vudvwF1EnE3QPPuycDVqLevBuIkmoTXrFhOlXOUmg8WnIk3rBM18tutqkxm-9PKcNtTAZoe8Ab2jPVgFZmnVFwz4U7Uuvzvoz9C9ktF" alt="" width="838" height="559"/><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Sadar atau tidak, setiap individu punya keahlian dan kekuatan masing-masing, <em>lho</em>! Tidak hanya mengenai kemampuan seperti <em>hardskills</em> dan <em>softskills</em> tetapi keahlian seperti bagaimana kamu bisa membuat orang nyaman bercerita dengan kamu juga perlu dipertimbangkan. Perlu diingat, tidak ada orang yang sempurna, masing-masing dari kita memiliki tantangan yang perlu dilawan. Maka salah satu solusinya adalah berhenti sejenak dan tuliskan keahlian yang kamu miliki, bahkan jika dibantu oleh teman atau pasangan kamu. Selain itu, kamu juga bisa mencari sumber dari rasa minder kamu ini. Contohnya, jika kamu sangat diapresiasi di kantor karena kecekatan dan inisiatif kamu, tetapi hal ini malah menyita waktu kamu dengan pekerjaan sehingga kamu jarang memiliki <em>quality time</em> dengan pasangan kamu. Di posisi ini, kamu tidak perlu memilih salah satunya, kamu cukup membicarakan dan menghadapi masalah ini, misalnya, tetap pastikan bahwa setiap hari Sabtu dan Minggu, kamu akan memprioritaskan pasangan kamu daripada pekerjaan karena waktu libur. Di kasus ini, jangan sampai kamu meninggalkan keahlian kamu, yaitu saat kamu bekerja.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Berikan penghargaan untuk diri sendiri</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/9qSnWs0IeJKf7FRCHtQ_1_ovzyCcu-9-RyVYVT6rZdFkQYwpSFZdyO7rc1q4DZQ3NdK9Xvx8NEZh2EJCQUjCTtx-5kb88ZZU4MDMVZOP_f-GAsluocx4LmckDePS6ylgYWvEF9rA" alt="" width="840" height="560"/><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Ingatkah bagaimana senangnya kamu ketika dipuji oleh manajer mengenai output kerjaanmu? Benar sekali! Perasaan bangga akan diri sendiri itu penting <em>lho</em>, <em>Myns</em>! Kata-kata yang biasanya diucapkan seperti “Terima kasih, hasilnya sesuai ekspektasi” atau “Wah, bagus banget” mungkin sering sekali didengar. Namun, ada baiknya jika kamu nggak anggap remeh kata-kata suportif ini. Kamu juga bisa memuji diri sendiri,<em>lho</em>. Itu bukanlah hal yang lucu atau aneh, tetapi sangat wajar sekali. Selain itu, kamu bisa mengapresiasi dirimu sendiri dengan membeli barang sebagai wujud apresiasi atau hanya meluangkan waktu untuk <em>me time</em>. Mulailah untuk hargai diri sendiri, ya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Carilah kalimat suportif versi kamu sendiri</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/lpaVw1sZKw5apOUui8GNUtkTmhaOJ15Uw7ecF404Whhzpqb7m7AM-rWesNnze5YyYmxeNRNuimZ930ISSNm_I2J04uyranlhZxVKQajJMFOhDxkhIlqpu6yYOjuAEwiu2DGjXi_8" alt="" width="840" height="561"/><figcaption> Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kata-kata suportif itu layak diberikan kepada diri sendiri. Maka dari itu, kamu perlu mencari kalimat suportif versi kamu, <em>nih</em> yang bisa kamu katakan kepada dirimu sendiri. Contohnya, “<em>Gua</em> layak <em>kok</em> untuk mendapat hadiah ini” atau sejenisnya. Meskipun terlihat simpel, tetapi semakin sering kamu mengatakannya maka kata-kata itu akan menjadi lebih kuat sebab kamu yakin dan percaya. Jika perlu, kamu bisa mengatur <em>wallpaper</em> pada telepon genggammu dengan mencantumkan kalimat suportif ini agar kamu selalu teringat akan seberapa berharganya dan layaknya dirimu.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="Kenali, Pahami, dan Hindari!" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Overworking: Kenali, Pahami, dan Hindari!</a></p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Jauhi perbandingan</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/CIlvXe3x_92NsjFigae7pIVLoZIOKxW17tTXGwePJp_PMCeA6JlDHJjTSdZuuTvMDxhkOU36w0JKVJHMQoYwMjdkST9OWBbo8SmTUF9HoJEfkViHfpnoSDwn9cjs758BG_vKCuE9" alt="" width="843" height="562"/><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Adanya perbandingan memang memberi pengaruh baik, kamu bisa menjadikan itu sebagai ajang kompetisi untuk perkembangan diri. Namun, adanya perbandingan bagi orang yang minder akan semakin membuatnya kurang percaya diri. Hal ini karena perbandingan hanya akan memicu energi negatif pada dirinya seperti memikirkan “Memang kakakku lebih pintar daripada aku” dan sejenisnya. Perlu diingat, <em>Myns</em>, bahwa setiap orang memiliki jalan hidup masing-masing. Hanya karena berbeda, bukan berarti kamu harus membandingkan ataupun menyamakan dirimu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kesimpulannya, bagi kaum hawa, tidak menjadi masalah, <em>lho</em>, jika memang dirimu berbeda dari yang lain, tanamkan energi positif dan berikan waktu untuk introspeksi diri. Kata-kata motivasi juga jangan lupa diucapkan setiap hari, ya. Semangat para <em>Myns</em>!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/06/11/sering-minder-karena-overthinking-apa-sih-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
