<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>parenting &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/parenting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Mar 2022 03:51:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>parenting &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenali Makanan yang Mengandung Mikronutrien dan Penyebab Berat Badan Bayi Turun Walaupun Sudah Makan Teratur</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/03/11/kenali-makanan-yang-mengandung-mikronutrien-dan-penyebab-berat-badan-bayi-turun-walaupun-sudah-makan-teratur/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/03/11/kenali-makanan-yang-mengandung-mikronutrien-dan-penyebab-berat-badan-bayi-turun-walaupun-sudah-makan-teratur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nydia Kuantama]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2022 03:51:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[makronutrien]]></category>
		<category><![CDATA[mikronutrien]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1610</guid>

					<description><![CDATA[Awal kehidupan bayi adalah masa pertumbuhan dan berkembang yang sangat cepat dan penting. Untuk mengukur pertumbuhannya, berat badan seringkali menjadi pertimbangannya. Bertambahnya berat badan si &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Awal kehidupan bayi adalah masa pertumbuhan dan berkembang yang sangat cepat dan penting. Untuk mengukur pertumbuhannya, berat badan seringkali menjadi pertimbangannya. Bertambahnya berat badan si kecil menandakan tubuhnya mampu menyerap asupan gizi dengan baik sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat berlangsung sesuai dengan usianya. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi si kecil harus benar-benar diperhatikan dan dipenuhi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada tahun pertama pertumbuhan, berat badan bayi cenderung fluktuatif, tetapi hal ini merupakan hal yang normal. Meskipun demikian, terkadang ditemukan adanya penurunan berat badan meskipun si kecil sudah mengkonsumsi MPASI dengan teratur. Dalam keadaan seperti ini, tentunya Ayah dan Bunda sering kebingungan untuk mencari tahu penyebab dari penurunan berat badan ini.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-1615" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-1024x682.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488.jpg 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Namun sebelumnya, mari kita ketahui terlebih dulu sedikit tentang berat badan ideal bayi dari lahir hingga berumur 12 bulan.<a href="https://www.alodokter.com/komunitas/topic/berat-badan-bayi-turun-derastis-dari-baru-lahir#:~:text=Menurut%20Ikatan%20Dokter%20Anak%20Indonesia,kembali%20ke%20berat%20badan%20lahir." target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berat badan bayi umumnya turun pada lima hari pertama setelah lahir</a>. Namun, Bunda  tidak perlu khawatir karena berat badan si kecil akan naik kembali dan biasanya kembali ke berat badan lahir pada hari ke-10. Rata-rata pertambahan berat badan bayi adalah 20-30 gram per hari sehingga pada usia satu bulan, berat badannya bisa mencapai 4 kilogram.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sejak lahir, bayi mengonsumsi ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan dan setiap minggunya akan mengalami kenaikan berat badan yang stabil sekitar 4-5 ons. Selain bahan energi, ASI juga mengandung laktosa, asam amino esensial, dan asam lemak esensial yang masih cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi hingga usia 6 bulan. Sedangkan setelah 6 bulan, kebutuhan nutrisi si kecil semakin meningkat sehingga ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, karena itu, diberikan juga makanan pendamping ASI (MPASI). Umumnya, berat badan akan naik sekitar 2,5 hingga 3 ons per minggu, tergantung pada kandungan MPASI yang dikonsumsi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Terkadang ditemukan kejadian berat badan si kecil justru turun meskipun sudah teratur mengonsumsi MPASI. Hal ini tentu akan membuat Bunda dan Ayah khawatir. Jika hal seperti ini ditemui, sebaiknya Bunda memeriksa kembali MPASI yang selama ini diberikan kepada si kecil karena bisa saja makanan yang selama ini diberikan ternyata kurang tepat dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan si kecil. Jika selama ini Bunda hanya memberikan buah dan sayur sebagai MPASI, kemungkinan besar penyebab dari turunnya berat badan si kecil adalah karena si kecil hanya mendapatkan mikronutrien.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tentunya buah-buahan dan sayur-sayuran baik untuk pertumbuhan si kecil, tetapi buah dan sayur lebih banyak mengandung mikronutrien yang tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan si kecil. Untuk memenuhi kebutuhan kalori harian si kecil, Bunda juga perlu memberikan makanan yang mengandung makronutrien. Lalu, apa perbedaan makronutrien dan mikronutrien? Berikut adalah penjelasan dan contohnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-1616" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-1024x768.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-300x225.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-768x576.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-1536x1152.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Mikronutrien adalah vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang relatif sedikit. Meskipun demikian, bukan berarti mikronutrien tidak penting, kekurangan mikronutrien juga dapat berbahaya bagi kesehatan karena mikronutrien berperan dalam pembentukan enzim, hormon, dan senyawa lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal.</p>



<p>Ba<strong>ca Juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/03/02/takut-anak-intoleransi-laktosa-kekurangan-kalsium-ini-5-makanan-sumber-kalsium-pengganti-susu/">Takut Anak Intoleransi Laktosa Kekurangan Kalsium? Ini 5 Makanan Sumber Kalsium Pengganti Susu</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Sebaliknya, makronutrien adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar dan terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak. Sumber karbohidrat yang Bunda bisa berikan dapat berasal dari nasi, singkong, jagung, atau umbi-umbian lainnya. Sedangkan protein dan lemak dapat Bunda dapatkan dari daging, telur, atau kacang-kacangan dan olahannya, seperti tahu dan tempe.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sehingga, untuk memberikan makanan bergizi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan si kecil, Bunda disarankan untuk lebih banyak memberikan makanan yang mengandung makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) sebanyak tiga hingga empat kali lipat lebih banyak dari makanan yang mengandung mikronutrien.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Perlu Bunda perhatikan, walaupun penurunan berat badan selama pemberian MPASI masih bisa dikatakan normal, Ayah dan Bunda tetap harus waspada saat berat badan si kecil tetap tidak naik hingga umurnya 12 bulan, karena bisa saja keadaan tersebut bukan keadaan yang bisa dianggap normal sehingga butuh pemeriksaan dari dokter. Kepekaan Bunda terhadap kondisi pertumbuhan si kecil sangat berperan penting untuk mendukung pertumbuhan anak saat ini dan di masa yang akan datang.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1617" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-2048x1365.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Demikian penjelasan mengenai mikronutrien dan makronutrien beserta jenis-jenis makanannya. Pemberian sayur dan buah untuk si kecil tentunya baik, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi hariannya, jadi jangan lupa untuk memberikan juga makanan yang mengandung makronutrien pada MPASI si kecil ya, Bunda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/03/11/kenali-makanan-yang-mengandung-mikronutrien-dan-penyebab-berat-badan-bayi-turun-walaupun-sudah-makan-teratur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Takut Anak Intoleransi Laktosa Kekurangan Kalsium? Ini 5 Makanan Sumber Kalsium Pengganti Susu</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/03/02/takut-anak-intoleransi-laktosa-kekurangan-kalsium-ini-5-makanan-sumber-kalsium-pengganti-susu/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/03/02/takut-anak-intoleransi-laktosa-kekurangan-kalsium-ini-5-makanan-sumber-kalsium-pengganti-susu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nydia Kuantama]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2022 09:11:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[intoleransi laktosa]]></category>
		<category><![CDATA[laktosa]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1613</guid>

					<description><![CDATA[Tentunya Bunda dan Ayah sudah mengetahui bahwa susu sapi adalah sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan dan paling sering diminum oleh si kecil . Namun, &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Tentunya Bunda dan Ayah sudah mengetahui bahwa susu sapi adalah sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan dan paling sering diminum oleh si kecil . Namun, bagaimana kalau ternyata buah hati Bunda mengalami intoleransi laktosa yang ada pada susu? Jangan khawatir, berikut kami berikan sumber-sumber kalsium lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan kalsium si kecil.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1.jpg" alt="" class="wp-image-1619" width="564" height="376" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1.jpg 612w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 564px) 100vw, 564px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure></div>



<p><strong>Apa itu Intoleransi Laktosa?</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Sebelumnya, penting untuk mengetahui apa itu intoleransi laktosa dan gejalanya. Gejala yang paling sering ditemui adalah sakit perut dan diare, tidak lama setelah meminum susu atau mengonsumsi produk yang mengandung susu seperti keju, yogurt, atau makanan lainnya. Hal ini terjadi karena tubuh mengalami gangguan untuk mencerna laktosa yang merupakan komponen gula dalam susu. Karena laktosa tidak dapat langsung diserap oleh tubuh, tubuh memerlukan enzim laktase yang berfungsi untuk memecahkan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa sehingga dapat diserap oleh tubuh. Adanya gangguan pada enzim atau sedikitnya jumlah enzim inilah yang menyebabkan intoleransi laktosa.</p>



<p class="has-text-align-justify">Intoleransi laktosa dibagi menjadi tiga, yaitu primer, sekunder, dan kongenital. Intoleransi laktosa primer adalah jenis yang paling sering ditemui, disebabkan oleh penurunan jumlah enzim laktase seiring dengan bertambahnya usia anak.&nbsp; Intoleransi laktosa sekunder terjadi akibat adanya penyakit lain pada usus yang menyebabkan penurunan produksi enzim, seperti diare. Sedangkan tipe yang terakhir adalah intoleransi laktosa tipe kongenital yang bersifat turunan dan sangat jarang dengan tidak terbentuknya enzim laktase dalam tubuh.</p>



<p><strong>Makanan yang Mengandung Laktosa</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Selain susu yang berasal dari hewan (hewani), keju, es krim, yogurt, dan mentega juga mengandung laktosa. Selain itu Bunda juga perlu memperhatikan makanan-makanan olahan yang kemungkinan besar mengandung laktosa seperti biskuit, roti, kue, cokelat, permen, dan sereal. Karena itu, Bunda perlu jeli dalam memperhatikan komposisi makanan yang tertera pada kemasan untuk memastikan tidak ada laktosa yang “tersembunyi” pada makanan yang akan dikonsumsi oleh si kecil.</p>



<p><strong>Gejala Intoleransi Laktosa pada Anak</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Gejala intoleransi laktosa umumnya muncul saat anak berusia 4 hingga 5 tahun. Gejala yang muncul cukup beragam dan biasanya terkait dengan sistem pencernaan seperti sakit perut, kembung, mual, muntah, tinja yang cair dan/atau berbau asam, serta diare. Di antaranya, gejala yang paling khas adalah diare dan terjadi pada hampir semua anak yang mengalami intoleransi laktosa.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sayangnya hingga saat ini masih belum ada cara meningkatkan produksi laktase pada anak dengan intoleransi. Meskipun demikian, Ayah dan Bunda dapat tetap menjaga kondisi anak dengan cara menghindari konsumsi semua produk yang berlaktosa, meskipun pada beberapa anak, laktosa dengan jumlah yang sedikit masih bisa ditoleransi tubuh.</p>



<p class="has-text-align-justify">Untuk menilai seberapa jauh laktosa yang dapat dikonsumsi anak, beberapa dokter menyarankan untuk mengikuti diet bebas laktosa. Diet ini diawali dengan tidak mengkonsumsi apa pun yang mengandung laktosa selama 2 minggu dan mulai memperkenalkan kembali makanan berlaktosa secara bertahap untuk menilai tingkat toleransi. Namun, perlu diingat bahwa diet ini dilakukan hanya untuk mengetahui sampai mana kemampuan anak mencerna laktosa, bukan menghilangkan intoleransi laktosa pada anak.</p>



<p><strong>Baca Juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/01/20/cara-mendisiplinkan-anak-tanpa-berteriak-dan-memukul/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Berteriak dan Memukul</a></p>



<p><strong>Makanan Tinggi Kalsium Pengganti Susu</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Saat gejala intoleransi laktosa muncul, tentunya Bunda harus segera menghentikan konsumsi susu hewani pada anak. Akan tetapi, Bunda tidak perlu khawatir sang buah hati mengalami kekurangan kalsium, vitamin D, dan zat lainnya karena masih ada banyak pilihan makanan yang tetap dapat memenuhi kebutuhan si kecil. Berbagai bahan makanan berikut ini dapat Bunda berikan atau olah untuk memanjakan lidah dan memenuhi kebutuhan gizi si kecil:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1620" width="464" height="696" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-683x1024.jpg 683w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-200x300.jpg 200w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-768x1152.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-1024x1536.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-1365x2048.jpg 1365w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-40x60.jpg 40w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-scaled.jpg 1706w" sizes="(max-width: 464px) 100vw, 464px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure></div>



<ol class="wp-block-list"><li>Susu bebas laktosa</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Meningkatnya jumlah anak dengan intoleransi laktosa juga membuat produk-produk makanan termasuk susu yang bebas laktosa dijual luas di pasaran. Susu bebas laktosa ini umumnya berasal dari kacang-kacangan seperti kedelai, almon, dan mete. Jadi, si kecil tetap bisa makan sereal kesukaannya menggunakan susu.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Kacang-kacangan</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Tidak hanya susunya, kacang-kacangan juga dapat dikonsumsi dalam bentuk utuh. Karena Bunda tidak bisa memberikan cokelat, permen, atau kue yang mengandung laktosa sebagai cemilan, kacang-kacangan dapat menjadi pilihan yang baik untuk cemilan anak dengan intoleransi laktosa. Selain enak dan juga mengandung kalsium, kacang juga mengandung lemak dan protein yang tentunya bermanfaat bagi tubuh.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Ikan</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Ikan juga memiliki kandungan kalsium yang dapat menggantikan susu sapi. Jenis-jenis ikan yang kaya akan kalsium adalah tuna, salmon, dan sarden. Ikan tersebut kaya akan kalsium dan vitamin D. Setengah kaleng sarden mengandung sekitar 300 mg kalsium. Jadi, jangan lupa untuk menambahkan ikan di makanan si kecil ya, Bunda.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>&nbsp;Sayuran hijau&nbsp;</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Sayuran hijau seperti bayam, buncis, dan brokoli merupakan sayur yang kaya akan kalsium dan zat besi, zat-zat yang juga terdapat pada susu sapi. Satu cangkir bayam mengandung 250 miligram kalsium yang setara dengan segelas susu sapi. Oleh karena itu, asupan kalsium si kecil tetap dapat terpenuhi dengan mengkonsumsi sayur-sayur tersebut.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>&nbsp;Agar-agar dan sorbet</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Makanan di atas dapat menjadi pilihan pencuci mulut yang enak dan menyegarkan sebagai pengganti es krim. Agar-agar adalah bahan makanan bebas laktosa karena terbuat dari rumput laut sehingga sangat aman untuk dikonsumsi. Selain itu, Bunda juga bisa membuat sorbet dengan menggunakan jus dari buah-buahan yang tentunya segar dan aman bagi pencernaan si kecil. Buah-buahan yang kaya akan vitamin ini juga penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh si kecil.&nbsp;<br></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-763x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1621" width="515" height="691" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-763x1024.jpg 763w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-223x300.jpg 223w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-768x1031.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-1144x1536.jpg 1144w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-1526x2048.jpg 1526w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-45x60.jpg 45w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-scaled.jpg 1907w" sizes="(max-width: 515px) 100vw, 515px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Demikianlah makanan-makanan yang bisa Bunda berikan sebagai sumber kalsium untuk si kecil. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir lagi anak kekurangan kalsium dan zat gizi lainnya. Bunda juga dapat berkonsultasi pada dokter jika ingin mengetahui seberapa besar asupan gizi harian yang dibutuhkan anak berdasarkan umurnya. Selain itu, yang juga penting untuk diingat adalah pentingnya variasi menu makanan untuk mempertahankan nafsu makan anak karena nafsu makan anak berperan penting dalam pemenuhan gizi harian anak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/03/02/takut-anak-intoleransi-laktosa-kekurangan-kalsium-ini-5-makanan-sumber-kalsium-pengganti-susu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Berteriak dan Memukul</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/01/20/cara-mendisiplinkan-anak-tanpa-berteriak-dan-memukul/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/01/20/cara-mendisiplinkan-anak-tanpa-berteriak-dan-memukul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wina Ramadhani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2022 02:42:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[mendisiplinkan anak]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[tips parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1590</guid>

					<description><![CDATA[Bunda, apa sih sebenarnya disiplin itu? Apakah pernah Bunda berpikir bahwa perlu membuat anak disiplin, atau misalnya merasa bahwa anak tidak disiplin? Pada dasarnya, sebetulnya, &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Bunda, apa sih sebenarnya disiplin itu? Apakah pernah Bunda berpikir bahwa perlu membuat anak disiplin, atau misalnya merasa bahwa anak tidak disiplin? Pada dasarnya, sebetulnya, disiplin adalah cara kita melihat bagaimana seseorang—dalam hal ini anak—taat pada beberapa hal yang diatur oleh orang tua. Selain itu, disiplin juga bisa dilihat dari cara anak dapat melakukan beberapa hal yang wajib dilakukan secara rutin.</p>



<p class="has-text-align-justify">Disiplin adalah salah satu hal yang penting untuk diajarkan pada anak. Disiplin terkait erat dengan kebahagiaan dan kesejahteraan mereka. Tanpa kedisiplinan, seseorang akan kesulitan dalam menghadapi tantangan hidup seperti menghormati orang lain dan bekerja sama dengan teman sebaya atau lingkungan sekitar.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714.jpg" alt="" class="wp-image-1591" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><a href="Sumber: istockphoto.com">Mother Hitting Misbehaved Naughty Young Daughter</a></figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Kasus-kasus yang paling sering terjadi di keseharian pada anak kecil misalnya, mencoret-coret dinding, merusak barang, tidak merapikan mainan atau tempat tidur, memukul saudaranya, dan masih banyak lagi. Tentu saja, ketidakdisiplinan anak terhadap aturan atau permintaan orang tua sering kali mendatangkan amarah. Padahal, amarah hanya akan memberi dampak “ketakutan”, bukan kedisiplinan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada beberapa kasus misalnya, bahkan orang tua meneriaki anaknya yang berbuat kesalahan atau bahkan memukul mereka untuk memberikan efek jera. Penting untuk dicatat, bahwa jangan sampai seorang anak menjadi disiplin karena ia takut pada orang tuanya. Didik dan latihlah anak menjadi disiplin karena ia tahu tujuan dan manfaat dari setiap kegiatan yang dilarang atau yang harus ia kerjakan.</p>



<p><strong>Kenapa Anak Tidak Disiplin?</strong></p>



<p><a href="https://health.clevelandclinic.org/discipline-top-dos-and-donts-when-your-kids-wont-listen/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Anak yang tidak disiplin pada peraturan</a>, permintaan, atau larangan yang diberikan orang tuanya biasanya memiliki beberapa alasan. Apa saja?</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Alasan tidak masuk akal</strong>. Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam upaya membuat anaknya mendengarkan ucapan dan permintaan adalah tidak memberikan alasan. Meskipun anak kecil belum dapat mencerna penjelasan rumit, tapi berupayalah untuk memberikan alasan, kenapa ia harus mengerjakan atau menaati sesuatu. Berikan pemaparan dampak dan keuntungan apabila ia melakukan atau tidak hal tersebut.&nbsp;&nbsp;</li><li><strong>Orang tua tidak perhatian</strong>. Kesibukan terhadap banyak hal di rumah atau pekerjaan terkadang membuat orang tua lupa untuk memberi perhatian pada anaknya. Pada masa ini, bahkan beberapa orang tua justru tenggelam dalam keasyikannya menggunakan <em>smartphone</em>. Anak bisa saja melakukan kenakalan dan menjadi tidak disiplin demi mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Kenakalan dan ketidaktaatan adalah wujud dari tidak mampunya anak untuk mengatakan “tolong diperhatikan”, “ayo main bersama”, atau “dengarkan aku”.</li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435.jpg" alt="" class="wp-image-1592" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><a href="istockphoto.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Asian mother working with laptop while her son and daughter are playing in the living room.</a></figcaption></figure></div>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Orang tua tidak mendengarkan</strong>. Ada beberapa hal yang tidak dipahami apabila tidak dibicarakan terlebih dahulu. Berapapun umur anak, orang tua harus lebih sering mendengarkan alasannya tidak mau melakukan sesuatu yang diperintahkan. Dengarkanlah alasan mereka dan berbicaralah satu sama lain agar baik anak dan orang tua sama-sama tahu apa yang diinginkan.</li></ul>



<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://thewomyn.com/2021/06/14/anak-dikasih-uang-jajan-akan-semakin-manja-mitos-atau-fakta/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Anak Dikasih Uang Jajan Akan Semakin Manja, Mitos atau Fakta?</a></p>



<p><strong>Tips Membuat Anak Disiplin</strong></p>



<p>Nah, ini dia beberapa tips yang dapat dilakukan agar Bunda bisa <a href="https://www.positiveparentingsolutions.com/parenting/get-kids-to-listen">membentuk kedisiplinan dalam diri anak</a>. Tips di bawah ini juga sangat efektif untuk menghindari anak menolak atau tidak mendengarkan.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Hindari kata “Jangan”</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Dalam memberikan arahan pada anak, hindarilah menggunakan kata “jangan”. Kata ini membingungkan dan umumnya berlawanan dengan cara pikir anak. Ia akan menebak-nebak alasan, tidak menemukan alasan, lalu tidak mengerjakan apa yang diminta. Jadi, gunakanlah kalimat lain yang lebih masuk akal jika Bunda ingin melarang anak untuk melakukan sesuatu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Misalnya, Bunda melihat Si Kecil mencoret-coret dinding, padahal sudah disediakan kertas. Usahakan tidak menggunakan “Jangan, coret dinding, ya!”, dan gunakanlah “Kan Bunda sudah sediakan kertas, dinding bukan tempat untuk mencoret-coret.” Gunakanlah nada yang lemah lembut dengan mengarahkannya dengan tepat. Menarik anak dengan kasar atau&nbsp; memukul tangannya justru membuatnya terkejut dan menangis.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546.jpg" alt="" class="wp-image-1593" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Angry mother is scolding at her son.</figcaption></figure></div>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Hindari kata “Tidak” untuk menolak</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Menghindari kata “tidak” juga merupakan hal yang sulit. Namun, ini perlu dilatih. Gunakan alasan logis sebagai ganti kata “tidak” untuk menolak ajakan atau menolak permintaan anak. Misalnya, Si Kecil sedang pilek, tetapi saat di perjalanan ia meminta Bunda untuk membelikannya es krim. Daripada Bunda mengatakan “Tidak, kamu gak boleh minum es krim”, katakanlah “Es krim memang enak, ya. Tapi kalau diminum sekarang pileknya jadi semakin parah. Kalau sudah selesai pileknya, kita beli es krim.”</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Katakan “Tolong” dan “Terima kasih”</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Orang tua terkadang lupa, bahwa anak juga merupakan manusia yang perlu dihargai setiap perilakunya. Kadang kita lupa, bahwa mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” tidak hanya pada orang tua dan orang yang lebih dihormati saja. Anak juga perlu menerima ucapan ini agar ia merasa bahwa dirinya dihargai. Ucapkanlah “tolong” ketika Bunda menginginkan anak untuk merapikan mainannya yang berantakan, dan katakanlah “terima kasih” setelahnya. Meskipun hal-hal tersebut memang kesalahan dan kewajibannya, dua ucapan ini sangatlah penting untuk memberi penghargaan pada kebiasaan baik anak.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong>Beri penjelasan</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Ini sejalan dengan kata “jangan” dan “tidak”. Berilah penjelasan yang bisa diterima anak. Gunakan pemaparan yang mudah dipahami dan paling dekat imbasnya pada anak. Tidak memberikan penjelasan setelah melarang anak adalah hal yang fatal. Anak akan lebih memilih untuk tidak menuruti. Penjelasan juga sangat penting untuk hal-hal krusial seperti menganjurkan anak untuk lebih giat belajar, membaca, olahraga, dan banyak hal lainnya. Ini juga akan melatih anak untuk dapat mencari tahu dan mengkritisi alasan yang tidak tepat yang disampaikan orang tua.</p>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>&nbsp;<strong>Berikan apresiasi</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Hanya Bunda yang tahu bentuk apresiasi yang paling tepat untuk diberikan pada anak yang telah mampu menjadi lebih disiplin. Berilah ia beberapa hal sangat diinginkannya. Misalnya mainan atau buku baru. Baju atau apapun itu. Selain apresiasi dalam bentuk hadiah, apresiasi dalam bentuk ucapan juga hal yang penting. Katakanlah bahwa karena kedisiplinannya Bunda menjadi bangga dan senang. Jika Bunda dan Ayah bisa, ajaklah mereka berliburan untuk mengapresiasi hal besar yang telah ia lakukan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-1024x682.png" alt="" class="wp-image-1595" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-1024x682.png 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-300x200.png 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-768x512.png 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-1536x1023.png 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-90x60.png 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-420x280.png 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sumber: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Jadi, sekarang Bunda sudah tahu, kan? Bahwa membentak atau memukul anak bukanlah tindakan yang tepat. Selain memberi dampak pada perkembangan anak, ini juga memberikan kerenggangan antara Bunda dengannya. Ikutilah langkah yang mudah ini demi membuat anak lebih disiplin, tidak membangkang, dan punya kebiasaan yang baik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/01/20/cara-mendisiplinkan-anak-tanpa-berteriak-dan-memukul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Dikasih Uang Jajan Akan Semakin Manja, Mitos atau Fakta?</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/06/14/anak-dikasih-uang-jajan-akan-semakin-manja-mitos-atau-fakta/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/06/14/anak-dikasih-uang-jajan-akan-semakin-manja-mitos-atau-fakta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2021 02:45:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>
		<category><![CDATA[uang jajan anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1112</guid>

					<description><![CDATA[Dear,Myns! Pernah nggak para mommies dihadapi dengan pertanyaan “Ma, adek minta uang jajan, dong, teman-teman di sekolah sudah dapat semua, adek juga mau.” ataupun hal &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Dear,<em>Myns</em>! Pernah nggak para <em>mommies</em> dihadapi dengan pertanyaan “Ma, adek minta uang jajan, <em>dong</em>, teman-teman di sekolah sudah dapat semua, adek juga mau.” ataupun hal yang serupa? Namun, sering sekali ini menjadi perdebatan,<em> lho</em>. Jika sang anak diberi uang di masa yang terlalu cepat, ia akan belajar tidak menghargai uang tersebut karena bisa didapat dengan mudah, sama halnya jika uang tersebut diberikan dalam jumlah yang banyak.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tetapi hal ini dibantah oleh<a href="https://media.ally.com/leadership-morais" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Diane Morais</a>, seorang Presiden di divisi Konsumen dan Produk Komersial di Ally Bank. Ia mengatakan bahwa salah satu keunggulan yang sangat dominan jika sang anak diberi uang jajan adalah para orang tua bisa mengajarkan konsep uang tersebut kepada anak. Memang, tidak bisa dibantah, meskipun di sekolah diajarkan matematika yang bisa membantu si buah hati menghitung uang, tetapi tidak ada pelajaran yang mengajarkan bagaimana mereka mengenalnya, seperti berapa persen yang seharusnya ditabung dan berapa persen maksimal yang harus dikeluarkan. Tentu dengan adanya komunikasi yang baik antar orang tua dan anak, pengajaran ini bisa disampaikan dengan baik.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/mMNHkOhYGkORza-1dsJRleMskPA68-u5HTkvTKOrAoYLG8ahINBkLhtXGK9iovgtIYUgXXWdetNcMyr-I9-R_7-mtnE8fdZkZP_sTUb8guH6kkJdA1xnfWO4tIHVIbmYPXVaCS5T" alt="" width="838" height="559"/><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Perdebatan ini kemudian berlanjut dimana ada sekelompok orang beranggapan memberikan uang jajan sebagai wujud apresiasi setelah anak mengerjakan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah dan membuang sampah. Konsep ini akan mengajarkan si buah hati bahwa konsep uang itu bisa didapatkan setelah adanya usaha yang dilakukan. Namun, di satu sisi, sekelompok orang mengatakan bahwa pengajaran dengan konsep ini tidak boleh dilakukan karena pekerjaan rumah seharusnya menjadi kewajiban anak-anak dan mereka tidak seharusnya diajarkan bahwa uang bisa didapatkan semudah itu. Tentu dari perdebatan ini bisa disimpulkan bahwa tidak ada yang valid dan benar mengenai cara pengajaran konsep uang pada si anak.</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, kapan seharusnya sang anak diberikan uang jajan? Jika terlalu dini apakah akan membuat dia menjadi manja? Untuk pertanyaan yang satu ini tidak ada jawaban yang pasti karena pemahaman mengenai uang berbeda pada setiap anak. Tetapi ditulis di buku “<em>The Opposite of Spoiled: Raising Kids Who Are Grounded, Generous and Smart with Money</em>” oleh Ron Lieber bahwa anak yang mulai bijak untuk meminta kepada orang tua akan kebutuhan atau keinginannya sudah siap untuk diberi uang jajan. Ini bisa dilihat dari bagaimana sang anak menanyakan harga sebelum membeli dan sering menanyakan tentang cara kerja uang.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/o7EiA3n0Et3p8Wym-J0zEXCDyLLcylCg6_tOp7xLaTVwWsRdIFyCooC-fXCNLSx4saMXAwV51QBjFDFcxfiYntRrlEyC2igZd9_bOCJElygwjWIhh5E0gZ3_tNAQ2D3TT203YWiD" alt="" width="840" height="560"/><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Setelah mengetahui bagaimana cara mengajarkan konsep uang kepada si buah hati, tentu sekarang para <em>mommies</em> bertanya-tanya jumlah uang jajan yang optimal di kisaran berapa, ya? Sayang sekali, untuk pertanyaan ini tidak ada angka pasti, <em>mommies</em>. Tentu kisaran uangnya disesuaikan dengan kebutuhan dan perekonomian keluarga. Jika sang anak belum membutuhkan biaya yang cukup besar untuk kebutuhannya, tentu uang jajan yang seperlunya saja.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2021/04/09/menggendong-bayi-terlalu-sering-membuat-bayi-bau-tangan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Menggendong Bayi Terlalu Sering Membuat Bayi ‘Bau Tangan’?</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Kesimpulannya, dalam mengajarkan dan memberikan anak uang jajan, tidak ada cara dan teori yang pasti. Namun, sebagai orang tua, <em>mommies</em>, perlu memperhatikan beberapa faktor sebelum memberikan uang jajan. Pertama, <em>mommies</em> perlu membuat batasan. Dalam pemberian uang jajan perlu adanya kesepakatan antara orang tua dan anak akan jumlah yang diberikan dan jumlah yang diperbolehkan untuk dikeluarkan. Beberapa batasan seperti ini bisa membantu sang anak menumbuhkan pola pikir mengenai uang. Kedua, jangan menjadikan pemberian uang jajan ini sebagai konsep untuk menghukum anak. Jika <em>mommies</em> berhenti memberikan uang jajan karena sikap buruk sang anak, tentu ia akan menjadi lebih khawatir mengenai jumlah uang yang ia punyai. Tetap pastikan <em>mommies</em> memberikan uang jajan sesuai dengan kesepakatan awal. <em>Hopefully</em>, dengan dua upaya ini anak bisa mulai berpikir mengenai konsep uang. <em>Good luck all great mommies</em>!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/06/14/anak-dikasih-uang-jajan-akan-semakin-manja-mitos-atau-fakta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Mempererat Hubungan Ibu dan Anak Perempuan</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/04/07/5-hal-untuk-mempererat-hubungan-ibu-dan-anak-perempuan/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/04/07/5-hal-untuk-mempererat-hubungan-ibu-dan-anak-perempuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jessica Aulia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2021 00:13:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[anak perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan ibu dan anak perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ibu dan anak]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=749</guid>

					<description><![CDATA[Hubungan Ibu dan anak perempuannya, seringkali, bukanlah hal yang sederhana. Ada yang sejak kecil dekat seperti sepatu yang selalu berpasangan, ada yang hanya mengobrol mengenai &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Hubungan Ibu dan anak perempuannya, seringkali, bukanlah hal yang sederhana. Ada yang sejak kecil dekat seperti sepatu yang selalu berpasangan, ada yang hanya mengobrol mengenai hal-hal tertentu, bahkan ada juga yang bermusuhan dan tidak berbicara.</p>



<p class="has-text-align-justify">Mungkin Anda baru saja mendapatkan kabar bahagia kehamilan Anda, mungkin gadis kecil Anda baru menginjak usia setahun, atau mungkin anak perempuan Anda kini beranjak remaja.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Melihat anak perempuan Anda tumbuh adalah proses yang menakjubkan, tapi bukan tanpa tantangan. Orang-orang bilang, <em>the days are long but the years are short.</em> Hari-hari membesarkan anak Anda mungkin terasa berat dan panjang, tapi suatu waktu Anda akan melihat mereka tumbuh dewasa dan bertanya-tanya, <em>sejak kapan anakku sudah sebesar ini?</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Tidak bisa dipungkiri, stereotipe tentang Ibu yang merupakan sosok lembut dan penuh pengertian memiliki pengaruh besar pada hubungan ibu dan anak, terutama kepada anak perempuan karena latar belakang gender yang sama.</p>



<p class="has-text-align-justify">Maka dari itu, terlepas bagaimana dinamika hubungan anda sebagai ibu dengan anak perempuan anda, atau sebagai anak perempuan dengan ibu anda, berikut adalah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mempererat hubungan yang ada.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sadari Masalah yang Ada</h2>



<p class="has-text-align-justify">Dalam menjaga suatu hubungan, yang paling penting adalah untuk menjaga kewaspadaan Anda akan setiap masalah yang bisa datang. Tidak terkecuali hubungan ibu dan anak perempuannya. Sebelum mencari solusi, Anda harus menyadari, mengakui, dan memahami terlebih dahulu masalah yang ada.</p>



<p class="has-text-align-justify">Semisal, anak perempuan Anda sedih karena ia tak bisa merayakan ulang tahunnya tahun ini dikarenakan pandemi Covid-19. Jangan menganggap remeh dan memberitahu anak Anda bahwa itu bukanlah masalah besar.</p>



<p class="has-text-align-justify">Anak perempuan Anda masih dalam masa pertumbuhan, dan perayaan ulang tahun masih sesuatu yang penting untuk dirinya. Bagi anak Anda, boleh jadi yang terpenting dari perayaannya adalah untuk bertemumenemui teman-temannya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Oleh karena itu, bicarakan dengan anak perempuan Anda mengenai alternatif lain agar ia bisa tetap merasakan kebahagiaan dari hal yang penting baginya. Tak peduli menurut Anda masalahnya seremeh apa, banyak hal yang pentingnya tiada dua bagi anak Anda.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ingat Bahwa Perbedaan Pendapat Tidak Dapat Dihindari</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/wNx3gLwE7Y-nHKghmpdObWhpYbp6gmq6eZxNWVh3oJI_fRM3xeFQBylWgfWjS2AZZUJnmbMPpCD6xW5M4beCfvQlOGQk65jAG_F9P3_dwsTc5FUspW_QQhTwHBqfHAy8zLdMckfm" alt=""/><figcaption>Gambar: <a href="https://www.680news.com/fight-argue-mother-daughter-rude/" data-type="URL" data-id="https://www.680news.com/fight-argue-mother-daughter-rude/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">680 News</a></figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Mungkin Anda tengah mengajarkan anak perempuan Anda untuk makan sayur, dan anak Anda protes dengan menyalahkan rasa sayur yang pahit dan tidak enak. Mungkin Anda sedang berusaha meyakinkan anak perempuan Anda bahwa ia membutuhkan bimbingan belajar, namun ia berkata, “Tapi Ibu, aku tidak mau.”</p>



<p class="has-text-align-justify">Apapun perihalnya, perselisihan pendapat adalah hal yang tak terhindarkan dalam hidup manusia. Terkadang, hal ini bisa tumbuh menjadi perdebatan besar yang berujung dalam pertengkaran dan amarah.</p>



<p class="has-text-align-justify">Untuk menghindari itu, selalu ingat untuk tidak memaksakan pendapat Anda pada anak, namun memperkenalkannya dengan perlahan. Mungkin Si Kecil hanya perlu memahaminya dengan perlahan, mungkin ia hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi kritis dan berbeda dengan Ibunya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Apapun alasan di baliknya, Anda tidak akan tahu sampai Anda menanyakannya dengan baik-baik dan nada yang lembut.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Anak Perempuan Bukanlah <em>Copy-paste</em> dari Ibunya</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/NDJIgCM2p8EcSlgPHRMwAzWL8obhasJeUs1a41qsgoxjU0XohYSxtNhPmsG83pp-3Xh3oxuAGSbRBcqFTZairXwG-Ms2K3JpDG-dYvpGUcVGiQQgEQJFOCwmBoBpA7FYyO6SJCzk" alt="" width="656" height="441"/><figcaption>Sumber gambar: Katia Gerrard, unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, tapi buah bukanlah pohonnya. Tidak adil jika Anda memandang anak perempuan Anda sebagai diri Anda yang kedua. Hal ini bisa sangat berpotensi merusak hubungan ibu dan anak perempuannya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Permasalahan ini seringkali tidak disadari oleh para ibu, dengan berbagai alasan mulai dari kecemasan, ekspektasi, hingga ketakutan-ketakutan tertentu. Yang jelas, ketika seorang Ibu memandang anak perempuannya sebagai <em>copy-paste</em> dari dirinya, maka ia memberi ruang yang sangat sempit bagi anaknya untuk tumbuh.</p>



<p class="has-text-align-justify">Anak akan merasa terbatasi dan terkekang dalam mencari jati dirinya sendiri. Karena itu, hubungan ibu dan anak perempuan berpotensi menjadi tidak stabil.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebagai contoh, anak perempuan Anda bisa saja diam-diam memberontak karena Anda terlalu membatasinya, dengan alasan bahwa dulu orang tua Anda pun memberikan batasan-batasan yang sama. Tapi,&nbsp; tentu saja logika tersebut tidak adil.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tak hanya karena zaman telah berubah, tapi juga karena Anda hanya akan memperpanjang siklus yang buruk, atau menciptakan anak perempuan yang memiliki tendensi untuk memberontak, hingga merusak hubungan yang ada.</p>



<p class="has-text-align-justify">Maka dari itu, pastikan bahwa batasan yang Anda berikan pada anak perempuan Anda tidak berlebihan. Ingat bahwa anak perempuan Anda bisa memiliki sudut pandang, kebutuhan, keinginan, dan mimpi yang berbeda dengan Anda.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bergeraklah Menuju Hubungan yang Lebih Baik</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/Ve49A293DZaLRmMyEjhRVs_Kx0pmi8cv7DVafABZBb6p0Wmd6flFWnGwBh2Y5YE-64bgnCxVCh9r2u0TomHPtDGE9IauWOPKhf-jwPGOnSujKP4MS8xYHhedeTTKUs-DzdWulWh5" alt="" width="534" height="800"/><figcaption>Gambar: Mathilde Langevin, unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify"><em>Make the first move!</em> Terutama ketika anak perempuan Anda beranjak remaja, banyak hal akan terjadi yang membuatnya memandang hidup dan dunia dengan lensa yang baru, dengan cara pandang yang lebih dewasa. Anda mungkin masih ingat bagaimana Anda sendiri melalui proses ini waktu muda dulu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Jangan ragu untuk bergerak duluan dalam mempererat hubungan ibu dan anak perempuan. Anda sebagai Ibu justru sudah semestinya menjadi sisi yang paling aktif dalam dinamika hubungan tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dekati anak perempuan Anda dan tanyakan bagaimana perasaannya hari ini, apakah ia baik-baik saja, tanyakan apa yang sedang ia pikirkan dan apa saja yang ia lakukan. Jadilah yang mengetuk pintu hatinya ketika ia menyendiri karena kesedihan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Eits, tapi jangan berlebihan! Beri ruang bagi gadis kecil Anda untuk merasakan emosi-emosi yang baru ia belajar untuk dikunyahkunyah dan dicernacerna. Bicarakan dan bantu ia dengan persetujuannya. Jika ia belum ingin membicarakan tentang masalahnya, maka jangan memaksakan anak perempuan Anda.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jangan Berekspektasi Terlalu Tinggi</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/KaHOAXrB36fLhfTjeoaX9-x856uLMxumYXQifvEXOQgKn_IzLPBuT2m2jRsQ2Ia7e8msjgwT9K9L239xICiMVMPZY3y5Rr29xOa2OiZAmrjXRa6RXEQABLKIvc21YUmQaF2oXGAD" alt="" width="534" height="800"/><figcaption>Gambar: Mathilde Langevin, unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Sejalan dengan poin ketiga, ingatlah untuk tidak mengekspektasikan terlalu banyak hal dari anak perempuan Anda. Terutama anak pertama perempuan, biasanya, tanpa dibicarakan pun sudah merasakan beban yang berbeda dengan adik-adiknya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Perhatikan perasaan dan pemikiran Anda mengenai pilihan-pilihan yang dibuat dalam keluarga Anda, entah itu mengenai hal-hal sepele seperti ingin memulai les gitar, atau tidak membelikannya terlalu banyak mainan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Jangan menentukan tenggat untuk pencapaian anak perempuan Anda. Dalam hubungan Ibu dan anak perempuan yang baik, selalu ada Ibu yang bersabar dan membiarkan anaknya mencari jalan hidupnya sendiri dan merasakan apa yang perlu ia rasakan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sekian 5 hal yang dapat Anda lakukan untuk mempererat hubungan ibu dan anak perempuan, menarik, bukan? Anda bisa mendiskusikan mengenai artikel ini dengan gadis cilik Anda atau membicarakannya dengan partner Anda, bertukar pikiran dan melihat mana yang paling cocok untuk Anda. <em>Stay positive, Ladies</em>!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/04/07/5-hal-untuk-mempererat-hubungan-ibu-dan-anak-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Love Bombing – Tingkatkan Kedekatan dengan Sang Anak</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/03/21/love-bombing-tingkatkan-kedekatan-dengan-sang-anak/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/03/21/love-bombing-tingkatkan-kedekatan-dengan-sang-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2021 02:04:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cara asuh]]></category>
		<category><![CDATA[love bombing]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=613</guid>

					<description><![CDATA[Love Bombing, pernahkah kamu mendengar sebutan ini? Benar sekali! Love Bombing merupakan suatu bentuk kasih sayang yang berlebihan, umumnya ini merupakan hal yang baik, tetapi &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify"><em>Love Bombing</em>, pernahkah kamu mendengar sebutan ini? Benar sekali! <em>Love Bombing</em> merupakan suatu bentuk kasih sayang yang berlebihan, umumnya ini merupakan hal yang baik, tetapi bagi pasangan, hal ini bisa menjadi tindakan manipulatif untuk mendapatkan kepercayaan pasangan ataupun untuk mempertahankan suatu hubungan. Tentu, <em>love bombing</em> sendiri dipandang sebagai hal yang buruk dalam suatu hubungan antar pasangan. Tetapi bisa menjadi salah satu alat untuk menguatkan hubungan ibu dan anak. Psikolog klinis Dr. Bethany Cook berkata: &#8220;Pada dasarnya, <em>love bombing</em> adalah peningkatan satu tingkat pada <em>quality time</em>.&#8221; Lebih khusus lagi, menurut Reena B. Patel (LEP, BCBA), pakar <em>parenting</em> dan psikolog, bom cinta adalah pendekatan intervensi yang dapat digunakan ketika anak Anda stres, menunjukkan perilaku tantrum atau ketidakpatuhan atau mengalami masa sulit.</p>



<p class="has-text-align-justify">Secara umum, Patel menjelaskan, <em>love bombing</em> menciptakan ruang kesehatan untuk perhatian positif hanya untuk anakmu. Serta ada banyak manfaat terhadap penerapan <em>love bombing </em>ini. Berikut adalah kondisi dimana anak mungkin memerlukan <em>love bombing</em>:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/artem-kniaz-DqgMHzeio7g-unsplash-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-615" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/artem-kniaz-DqgMHzeio7g-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/artem-kniaz-DqgMHzeio7g-unsplash-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/artem-kniaz-DqgMHzeio7g-unsplash-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/artem-kniaz-DqgMHzeio7g-unsplash-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/artem-kniaz-DqgMHzeio7g-unsplash-2048x1366.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/artem-kniaz-DqgMHzeio7g-unsplash-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/artem-kniaz-DqgMHzeio7g-unsplash-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure>



<p>1. &nbsp; &nbsp; &nbsp; Jika anak mengalami kesulitan di sekolah atau lingkungan masyarakat</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan CNN Media, 41% siswa di Indonesia pernah menjadi korban <em>bullying</em>. Namun, kesulitan yang dimaksud bukan hanya mengenai <em>bullying</em>. Adanya konflik internal dengan teman atau lingkungan keluarga juga bisa mempengaruhi kondisi mental anak. Saat itulah, kamu sebagai orang tua, boleh memberikan <em>love bombing</em>, seperti memberikan hadiah, menunjukkan kasih sayang secara fisik, berupa pelukan dan sebagainya. <em>Love bombing</em> yang diberikan diekspektasikan akan membantu anak lebih terbuka terhadap orang tua dan menceritakan masalahnya. Meskipun tidak, perilaku <em>love bombing</em> akan membuat anak menjadi jauh lebih tenang dan mendapat dukungan moral dari orang tuanya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/jeffrey-f-lin-nEVpAGpTKnI-unsplash-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-616" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/jeffrey-f-lin-nEVpAGpTKnI-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/jeffrey-f-lin-nEVpAGpTKnI-unsplash-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/jeffrey-f-lin-nEVpAGpTKnI-unsplash-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/jeffrey-f-lin-nEVpAGpTKnI-unsplash-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/jeffrey-f-lin-nEVpAGpTKnI-unsplash-2048x1365.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/jeffrey-f-lin-nEVpAGpTKnI-unsplash-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/jeffrey-f-lin-nEVpAGpTKnI-unsplash-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure>



<p>2. Jika anak berhasil mencapai sesuatu dengan susah payah</p>



<p class="has-text-align-justify">Seperti sebuah penghargaan, anak akan merasa sangat dibanggakan jika orang tua memberikan <em>love bombing</em> saat ia mencapai sesuatu dengan susah payah. Ia akan merasa bahwa orang tua sangat mendukung akan keberhasilannya. Yang paling penting, sang anak juga mengetahui bahwa dibalik kesuksesan yang telah didapatkan, ada orang tua yang selalu senantiasa mendukung. Dengan adanya hal kecil seperti ini bisa membantu membangun hubungan orang tua dan anak yang lebih erat. Dukungan moral seperti ini juga akan membuat sang anak menjadi lebih kuat dalam menghadapi masalah kedepannya. Karena ia telah merasakan buah atas rintangan yang dihadapi, dan juga ada sisi orang tua di belakang yang terus mendukung.</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah mengetahui kapan kamu bisa memberikan <em>love bombing </em>kepada sang anak, bagaimana seharusnya <em>love bombing </em>dilakukan agar anak tidak merasa risih?</p>



<p>1. &nbsp; &nbsp; &nbsp; Berikan aba-aba kepada anak bahwa ia akan segera mendapat <em>love bombing</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini bukan berarti kamu harus mengatakannya dalam bentuk pernyataan dan menggunakan istilah <em>love bombing</em>. Kamu juga bisa memberikan sedikit <em>hint</em> bahwa ia akan mendapatkan hadiah atau suatu hal yang memang kamu ketahui sudah ia nanti-nantikan.</p>



<p>2. &nbsp; &nbsp; &nbsp; Jangan bersikap terlalu keras terhadap anak</p>



<p class="has-text-align-justify">Selama ini anak pasti memiliki batasan yang harus diperhatikan, seperti dilarang makan di mobil, dan sebagainya. Ada baiknya jika <em>rewards</em> yang diberikan berupa sedikit toleransi terhadap batasan yang telah dijanjikan kepada anak.</p>



<p>3. &nbsp; &nbsp; &nbsp; Bertanya langsung kepada anak</p>



<p class="has-text-align-justify">Kamu juga bisa bertanya langsung kepada anak mengenai barang fisik yang ia inginkan. Ini merupakan hal termudah yang bisa kamu lakukan daripada bertanya-tanya apa yang anak kamu suka.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, kini kamu sudah tahu kapan dan dalam bentuk apa <em>love bombing</em> boleh diberikan agar hubungan anak dan orang tua juga berjalan dengan baik. Tetap diperhatikan juga untuk kuantitas dan kualitas <em>love bombing</em> yang diberikan, tanya juga kepada anak jika ia merasa kurang nyaman saat diberikan <em>love bombing</em>. Kedua poin ini sangat perlu diperhatikan ya, <em>ladies</em>! <em>Good luck with the bonding time with your beloved ones</em>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/03/21/love-bombing-tingkatkan-kedekatan-dengan-sang-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
