<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nydia Kuantama &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/author/nydia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Mar 2022 02:52:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>Nydia Kuantama &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Manfaat Memeluk Anak dari Segi Ilmiah yang Perlu Bunda Ketahui</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/03/29/5-manfaat-memeluk-anak-dari-segi-ilmiah-yang-perlu-bunda-ketahui/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/03/29/5-manfaat-memeluk-anak-dari-segi-ilmiah-yang-perlu-bunda-ketahui/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nydia Kuantama]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2022 02:52:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat memeluk]]></category>
		<category><![CDATA[memeluk anak]]></category>
		<category><![CDATA[tips parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1742</guid>

					<description><![CDATA[Kontak fisik seperti sentuhan dan pelukan merupakan cara terbaik untuk memberitahu sang buah hati bahwa Bunda dan Ayah menyayanginya. Memberikan pelukan hangat untuk anak mungkin &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Kontak fisik seperti sentuhan dan pelukan merupakan cara terbaik untuk memberitahu sang buah hati bahwa Bunda dan Ayah menyayanginya. Memberikan pelukan hangat untuk anak mungkin merupakan hal yang biasa dilakukan oleh Bunda dan Ayah selama ini. Namun, tahukah Bunda bahwa dari segi ilmiah, pelukan juga memberikan manfaat bagi si kecil?&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan beberapa penelitian, ditemukan bahwa pelukan berhubungan dengan perubahan mental dan fisik anak ke arah yang lebih positif. Hal ini terutama penting untuk perkembangan emosional, kognitif, serta fisik sang buah hati. Berikut adalah 5 manfaat yang dapat diperoleh sang buah hati melalui pelukan.</p>



<p><strong>1. Berpelukan membuat anak menjadi lebih pintar</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="819" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-1024x819.jpg" alt="" class="wp-image-1784" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-1024x819.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-300x240.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-768x614.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-1536x1229.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-2048x1638.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-75x60.jpg 75w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Source: Pexels</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Anak memerlukan stimulasi sensoris selama pertumbuhan dan perkembangan otaknya. Beberapa penelitian pada anak yatim piatu yang jarang mendapat pelukan menemukan adanya kecenderungan untuk mengalami gangguan kognitif berat. Namun, ketika anak-anak tersebut mendapat pelukan selama 20 menit per hari selama 10 hari, anak-anak tersebut menghasilkan nilai perkembangan otak yang lebih tinggi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bayi yang baru lahir mulai menjelajahi dunianya untuk pertama kalinya melalui sentuhan, karena itu, kontak fisik seperti sentuhan kulit-ke-kulit atau pelukan sangatlah penting untuk perkembangan. Dari lima indera yang ada, indera peraba adalah yang pertama kali berkembang, sehingga sentuhan yang diperoleh dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan otak.</p>



<p class="has-text-align-justify">Keuntungan dari menerima sentuhan kasih sayang akan terus dirasakan seiring dengan pertumbuhan si kecil. Penelitian mendapati bahwa anak yang mendapatkan lebih banyak pelukan memiliki otak yang lebih berkembang.</p>



<p><strong>2. Berpelukan menjaga kesehatan anak</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Anak membutuhkan gizi yang lebih dari cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Dan ternyata, saat si kecil kekurangan kontak fisik, tubuhnya akan gagal mencapai batas pertumbuhan yang diharapkan. Hal ini berperan penting dalam kegagalan pertumbuhan anak. Di sisi lain, ditemukan bahwa anak yang sedang sakit dapat menjadi sehat dengan lebih cepat saat mendapatkan pelukan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Secara ilmiah, perlukan memicu pelepasan oksitosin, hormon yang berhubungan dengan rasa percaya, aman, dan kasih sayang. Ketika hormon ini dilepaskan, hormon ini menstimulasi beberapa hormon pertumbuhan dalam tubuh. Dan saat diteliti lebih lanjut, jelas ditemukan bahwa pelepasan oksitosin di otak mendukung perkembangan fisik anak di usia muda.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" data-id="1744" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-1744" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-1024x576.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-300x169.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-768x432.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-1536x864.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-2048x1152.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-107x60.jpg 107w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-840x473.jpg 840w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption">Sumber: Pexels</figcaption></figure>



<p><strong>3. Berpelukan dapat menghentikan tantrum&nbsp;</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Tidak hanya untuk perkembangan otak dan pertumbuhan fisik, ternyata perlukan juga mendukung perkembangan emosional anak. Anak dapat tenang dan berhenti&nbsp; menangis lebih cepat ketika dipeluk.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, pelukan juga merupakan cara yang paling efektif untuk menghentikan tantrum anak. Sejak dulu, banyak orang tua yang mengkhawatirkan timbulnya kebiasaan buruk jika memeluk anak setiap kali mereka tantrum, tetapi ini adalah mitos. Ketika anak tantrum, mereka sebenarnya sedang berusaha untuk mengungkapkan emosinya sebagai respons terhadap lingkungan, dan bukan sedang menjadi keras kepala atau ingin menghancurkan <em>mood </em>orang tuanya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sama seperti orang dewasa, terkadang anak juga kehilangan kontrol terhadap emosinya. Bedanya, anak masih belum belajar mengenai cara untuk mengungkapkan emosinya. Perilaku ini merupakan tahap perkembangan emosi si kecil sebelum mencapai tahap perkembangan emosional yang dapat mereka kendalikan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dalam keadaan seperti ini, memeluk si kecil dapat memberikan luapan emosional yang dapat menenangkan si kecil, seperti memberikan isyarat kepada si kecil bahwa Bunda dan Ayah selalu ada di sampingnya saat ia merasa sulit, dan mencegah kerusakan emosional.</p>



<p><strong>Baca Juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2021/03/21/love-bombing-tingkatkan-kedekatan-dengan-sang-anak/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Love Bombing – Tingkatkan Kedekatan dengan Sang Anak</a></p>



<p><strong>4. Berpelukan membuat anak lebih tangguh</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Saat mengalami stress, hormon adrenalin dan kortisol dilepaskan ke tubuh dan otak. Karena si kecil masih belum mempelajari cara mengekspresikan emosinya, stress terus menetap di tubuhnya dan dapat mencapai level toksik. Ketika hal ini terjadi, hormon stress ini dapat memengaruhi kesehatan anak baik secara mental maupun fisik.</p>



<p class="has-text-align-justify">Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pajanan terhadap hormon stress dalam kadar yang tinggi dapat berakibat buruk saat dewasa, salah satunya adalah meningkatkan risiko depresi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pelukan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yang melepaskan oksitosin dapat menurunkan kadar hormon stress dan juga menyatu dengannya sehingga membantu si kecil untuk menjadi lebih tangguh.</p>



<p><strong>5. Berpelukan membantu Bunda dan Ayah untuk terikat dengan si kecil</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Selain beberapa keuntungan dari segi ilmiah di atas, pelukan juga memberikan ikatan yang lebih kuat antara anak dengan orang tuanya. Berpelukan meningkatkan kepercayaan, mengurangi rasa takut, dan memperkuat hubungan. Keuntungan ini tidak hanya didapatkan oleh anak, tetapi juga orang tuanya. Saling memberikan dan menerima kasih sayang melalui sentuhan fisik merupakan hal yang baik tidak hanya bagi anak tetapi juga bagi orang tua.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="573" data-id="1745" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-1024x573.jpg" alt="" class="wp-image-1745" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-1024x573.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-300x168.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-768x430.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-1536x860.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-2048x1146.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-107x60.jpg 107w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption">Sumber: Pexels</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Demikian lima manfaat yang dapat diperoleh anak saat dari pelukan. Saat Bunda dan Ayah pertama kali menggendong si kecil, hubungan spesial antara orang tua dan anak mulai terbentuk dan semakin berkembang seiring dengan perkembangan si kecil. Tentunya, pelukan yang dijelaskan di atas adalah pelukan yang sama-sama diinginkan oleh orang tua dan anak dan bukan pelukan yang dipaksa.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Satu lagi yang penting untuk Bunda dan Ayah ketahui, setelah diteliti, semua manfaat di atas memberikan manfaat yang lebih besar saat dilakukan oleh orang tua dibandingkan oleh orang dewasa lainnya. Jadi, sesibuk apa pun Ayah dan Bunda, jangan lupa untuk memeluk si kecil ya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/03/29/5-manfaat-memeluk-anak-dari-segi-ilmiah-yang-perlu-bunda-ketahui/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali Makanan yang Mengandung Mikronutrien dan Penyebab Berat Badan Bayi Turun Walaupun Sudah Makan Teratur</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/03/11/kenali-makanan-yang-mengandung-mikronutrien-dan-penyebab-berat-badan-bayi-turun-walaupun-sudah-makan-teratur/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/03/11/kenali-makanan-yang-mengandung-mikronutrien-dan-penyebab-berat-badan-bayi-turun-walaupun-sudah-makan-teratur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nydia Kuantama]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2022 03:51:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[makronutrien]]></category>
		<category><![CDATA[mikronutrien]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1610</guid>

					<description><![CDATA[Awal kehidupan bayi adalah masa pertumbuhan dan berkembang yang sangat cepat dan penting. Untuk mengukur pertumbuhannya, berat badan seringkali menjadi pertimbangannya. Bertambahnya berat badan si &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Awal kehidupan bayi adalah masa pertumbuhan dan berkembang yang sangat cepat dan penting. Untuk mengukur pertumbuhannya, berat badan seringkali menjadi pertimbangannya. Bertambahnya berat badan si kecil menandakan tubuhnya mampu menyerap asupan gizi dengan baik sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat berlangsung sesuai dengan usianya. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi si kecil harus benar-benar diperhatikan dan dipenuhi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada tahun pertama pertumbuhan, berat badan bayi cenderung fluktuatif, tetapi hal ini merupakan hal yang normal. Meskipun demikian, terkadang ditemukan adanya penurunan berat badan meskipun si kecil sudah mengkonsumsi MPASI dengan teratur. Dalam keadaan seperti ini, tentunya Ayah dan Bunda sering kebingungan untuk mencari tahu penyebab dari penurunan berat badan ini.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-1615" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-1024x682.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-sydney-troxell-708488.jpg 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Namun sebelumnya, mari kita ketahui terlebih dulu sedikit tentang berat badan ideal bayi dari lahir hingga berumur 12 bulan.<a href="https://www.alodokter.com/komunitas/topic/berat-badan-bayi-turun-derastis-dari-baru-lahir#:~:text=Menurut%20Ikatan%20Dokter%20Anak%20Indonesia,kembali%20ke%20berat%20badan%20lahir." target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berat badan bayi umumnya turun pada lima hari pertama setelah lahir</a>. Namun, Bunda  tidak perlu khawatir karena berat badan si kecil akan naik kembali dan biasanya kembali ke berat badan lahir pada hari ke-10. Rata-rata pertambahan berat badan bayi adalah 20-30 gram per hari sehingga pada usia satu bulan, berat badannya bisa mencapai 4 kilogram.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sejak lahir, bayi mengonsumsi ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan dan setiap minggunya akan mengalami kenaikan berat badan yang stabil sekitar 4-5 ons. Selain bahan energi, ASI juga mengandung laktosa, asam amino esensial, dan asam lemak esensial yang masih cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi hingga usia 6 bulan. Sedangkan setelah 6 bulan, kebutuhan nutrisi si kecil semakin meningkat sehingga ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, karena itu, diberikan juga makanan pendamping ASI (MPASI). Umumnya, berat badan akan naik sekitar 2,5 hingga 3 ons per minggu, tergantung pada kandungan MPASI yang dikonsumsi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Terkadang ditemukan kejadian berat badan si kecil justru turun meskipun sudah teratur mengonsumsi MPASI. Hal ini tentu akan membuat Bunda dan Ayah khawatir. Jika hal seperti ini ditemui, sebaiknya Bunda memeriksa kembali MPASI yang selama ini diberikan kepada si kecil karena bisa saja makanan yang selama ini diberikan ternyata kurang tepat dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan si kecil. Jika selama ini Bunda hanya memberikan buah dan sayur sebagai MPASI, kemungkinan besar penyebab dari turunnya berat badan si kecil adalah karena si kecil hanya mendapatkan mikronutrien.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tentunya buah-buahan dan sayur-sayuran baik untuk pertumbuhan si kecil, tetapi buah dan sayur lebih banyak mengandung mikronutrien yang tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan si kecil. Untuk memenuhi kebutuhan kalori harian si kecil, Bunda juga perlu memberikan makanan yang mengandung makronutrien. Lalu, apa perbedaan makronutrien dan mikronutrien? Berikut adalah penjelasan dan contohnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-1616" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-1024x768.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-300x225.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-768x576.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-1536x1152.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-trang-doan-1132047-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Mikronutrien adalah vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang relatif sedikit. Meskipun demikian, bukan berarti mikronutrien tidak penting, kekurangan mikronutrien juga dapat berbahaya bagi kesehatan karena mikronutrien berperan dalam pembentukan enzim, hormon, dan senyawa lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal.</p>



<p>Ba<strong>ca Juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/03/02/takut-anak-intoleransi-laktosa-kekurangan-kalsium-ini-5-makanan-sumber-kalsium-pengganti-susu/">Takut Anak Intoleransi Laktosa Kekurangan Kalsium? Ini 5 Makanan Sumber Kalsium Pengganti Susu</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Sebaliknya, makronutrien adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar dan terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak. Sumber karbohidrat yang Bunda bisa berikan dapat berasal dari nasi, singkong, jagung, atau umbi-umbian lainnya. Sedangkan protein dan lemak dapat Bunda dapatkan dari daging, telur, atau kacang-kacangan dan olahannya, seperti tahu dan tempe.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sehingga, untuk memberikan makanan bergizi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan si kecil, Bunda disarankan untuk lebih banyak memberikan makanan yang mengandung makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) sebanyak tiga hingga empat kali lipat lebih banyak dari makanan yang mengandung mikronutrien.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Perlu Bunda perhatikan, walaupun penurunan berat badan selama pemberian MPASI masih bisa dikatakan normal, Ayah dan Bunda tetap harus waspada saat berat badan si kecil tetap tidak naik hingga umurnya 12 bulan, karena bisa saja keadaan tersebut bukan keadaan yang bisa dianggap normal sehingga butuh pemeriksaan dari dokter. Kepekaan Bunda terhadap kondisi pertumbuhan si kecil sangat berperan penting untuk mendukung pertumbuhan anak saat ini dan di masa yang akan datang.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1617" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-2048x1365.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-andrea-piacquadio-3820121-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Demikian penjelasan mengenai mikronutrien dan makronutrien beserta jenis-jenis makanannya. Pemberian sayur dan buah untuk si kecil tentunya baik, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi hariannya, jadi jangan lupa untuk memberikan juga makanan yang mengandung makronutrien pada MPASI si kecil ya, Bunda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/03/11/kenali-makanan-yang-mengandung-mikronutrien-dan-penyebab-berat-badan-bayi-turun-walaupun-sudah-makan-teratur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Takut Anak Intoleransi Laktosa Kekurangan Kalsium? Ini 5 Makanan Sumber Kalsium Pengganti Susu</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/03/02/takut-anak-intoleransi-laktosa-kekurangan-kalsium-ini-5-makanan-sumber-kalsium-pengganti-susu/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/03/02/takut-anak-intoleransi-laktosa-kekurangan-kalsium-ini-5-makanan-sumber-kalsium-pengganti-susu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nydia Kuantama]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2022 09:11:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[intoleransi laktosa]]></category>
		<category><![CDATA[laktosa]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1613</guid>

					<description><![CDATA[Tentunya Bunda dan Ayah sudah mengetahui bahwa susu sapi adalah sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan dan paling sering diminum oleh si kecil . Namun, &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Tentunya Bunda dan Ayah sudah mengetahui bahwa susu sapi adalah sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan dan paling sering diminum oleh si kecil . Namun, bagaimana kalau ternyata buah hati Bunda mengalami intoleransi laktosa yang ada pada susu? Jangan khawatir, berikut kami berikan sumber-sumber kalsium lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan kalsium si kecil.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1.jpg" alt="" class="wp-image-1619" width="564" height="376" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1.jpg 612w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/istockphoto-1174973917-612x612-1-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 564px) 100vw, 564px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure></div>



<p><strong>Apa itu Intoleransi Laktosa?</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Sebelumnya, penting untuk mengetahui apa itu intoleransi laktosa dan gejalanya. Gejala yang paling sering ditemui adalah sakit perut dan diare, tidak lama setelah meminum susu atau mengonsumsi produk yang mengandung susu seperti keju, yogurt, atau makanan lainnya. Hal ini terjadi karena tubuh mengalami gangguan untuk mencerna laktosa yang merupakan komponen gula dalam susu. Karena laktosa tidak dapat langsung diserap oleh tubuh, tubuh memerlukan enzim laktase yang berfungsi untuk memecahkan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa sehingga dapat diserap oleh tubuh. Adanya gangguan pada enzim atau sedikitnya jumlah enzim inilah yang menyebabkan intoleransi laktosa.</p>



<p class="has-text-align-justify">Intoleransi laktosa dibagi menjadi tiga, yaitu primer, sekunder, dan kongenital. Intoleransi laktosa primer adalah jenis yang paling sering ditemui, disebabkan oleh penurunan jumlah enzim laktase seiring dengan bertambahnya usia anak.&nbsp; Intoleransi laktosa sekunder terjadi akibat adanya penyakit lain pada usus yang menyebabkan penurunan produksi enzim, seperti diare. Sedangkan tipe yang terakhir adalah intoleransi laktosa tipe kongenital yang bersifat turunan dan sangat jarang dengan tidak terbentuknya enzim laktase dalam tubuh.</p>



<p><strong>Makanan yang Mengandung Laktosa</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Selain susu yang berasal dari hewan (hewani), keju, es krim, yogurt, dan mentega juga mengandung laktosa. Selain itu Bunda juga perlu memperhatikan makanan-makanan olahan yang kemungkinan besar mengandung laktosa seperti biskuit, roti, kue, cokelat, permen, dan sereal. Karena itu, Bunda perlu jeli dalam memperhatikan komposisi makanan yang tertera pada kemasan untuk memastikan tidak ada laktosa yang “tersembunyi” pada makanan yang akan dikonsumsi oleh si kecil.</p>



<p><strong>Gejala Intoleransi Laktosa pada Anak</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Gejala intoleransi laktosa umumnya muncul saat anak berusia 4 hingga 5 tahun. Gejala yang muncul cukup beragam dan biasanya terkait dengan sistem pencernaan seperti sakit perut, kembung, mual, muntah, tinja yang cair dan/atau berbau asam, serta diare. Di antaranya, gejala yang paling khas adalah diare dan terjadi pada hampir semua anak yang mengalami intoleransi laktosa.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sayangnya hingga saat ini masih belum ada cara meningkatkan produksi laktase pada anak dengan intoleransi. Meskipun demikian, Ayah dan Bunda dapat tetap menjaga kondisi anak dengan cara menghindari konsumsi semua produk yang berlaktosa, meskipun pada beberapa anak, laktosa dengan jumlah yang sedikit masih bisa ditoleransi tubuh.</p>



<p class="has-text-align-justify">Untuk menilai seberapa jauh laktosa yang dapat dikonsumsi anak, beberapa dokter menyarankan untuk mengikuti diet bebas laktosa. Diet ini diawali dengan tidak mengkonsumsi apa pun yang mengandung laktosa selama 2 minggu dan mulai memperkenalkan kembali makanan berlaktosa secara bertahap untuk menilai tingkat toleransi. Namun, perlu diingat bahwa diet ini dilakukan hanya untuk mengetahui sampai mana kemampuan anak mencerna laktosa, bukan menghilangkan intoleransi laktosa pada anak.</p>



<p><strong>Baca Juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2022/01/20/cara-mendisiplinkan-anak-tanpa-berteriak-dan-memukul/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Berteriak dan Memukul</a></p>



<p><strong>Makanan Tinggi Kalsium Pengganti Susu</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Saat gejala intoleransi laktosa muncul, tentunya Bunda harus segera menghentikan konsumsi susu hewani pada anak. Akan tetapi, Bunda tidak perlu khawatir sang buah hati mengalami kekurangan kalsium, vitamin D, dan zat lainnya karena masih ada banyak pilihan makanan yang tetap dapat memenuhi kebutuhan si kecil. Berbagai bahan makanan berikut ini dapat Bunda berikan atau olah untuk memanjakan lidah dan memenuhi kebutuhan gizi si kecil:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1620" width="464" height="696" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-683x1024.jpg 683w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-200x300.jpg 200w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-768x1152.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-1024x1536.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-1365x2048.jpg 1365w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-40x60.jpg 40w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-anna-tarazevich-8712909-scaled.jpg 1706w" sizes="(max-width: 464px) 100vw, 464px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure></div>



<ol class="wp-block-list"><li>Susu bebas laktosa</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Meningkatnya jumlah anak dengan intoleransi laktosa juga membuat produk-produk makanan termasuk susu yang bebas laktosa dijual luas di pasaran. Susu bebas laktosa ini umumnya berasal dari kacang-kacangan seperti kedelai, almon, dan mete. Jadi, si kecil tetap bisa makan sereal kesukaannya menggunakan susu.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Kacang-kacangan</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Tidak hanya susunya, kacang-kacangan juga dapat dikonsumsi dalam bentuk utuh. Karena Bunda tidak bisa memberikan cokelat, permen, atau kue yang mengandung laktosa sebagai cemilan, kacang-kacangan dapat menjadi pilihan yang baik untuk cemilan anak dengan intoleransi laktosa. Selain enak dan juga mengandung kalsium, kacang juga mengandung lemak dan protein yang tentunya bermanfaat bagi tubuh.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Ikan</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Ikan juga memiliki kandungan kalsium yang dapat menggantikan susu sapi. Jenis-jenis ikan yang kaya akan kalsium adalah tuna, salmon, dan sarden. Ikan tersebut kaya akan kalsium dan vitamin D. Setengah kaleng sarden mengandung sekitar 300 mg kalsium. Jadi, jangan lupa untuk menambahkan ikan di makanan si kecil ya, Bunda.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>&nbsp;Sayuran hijau&nbsp;</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Sayuran hijau seperti bayam, buncis, dan brokoli merupakan sayur yang kaya akan kalsium dan zat besi, zat-zat yang juga terdapat pada susu sapi. Satu cangkir bayam mengandung 250 miligram kalsium yang setara dengan segelas susu sapi. Oleh karena itu, asupan kalsium si kecil tetap dapat terpenuhi dengan mengkonsumsi sayur-sayur tersebut.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>&nbsp;Agar-agar dan sorbet</li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Makanan di atas dapat menjadi pilihan pencuci mulut yang enak dan menyegarkan sebagai pengganti es krim. Agar-agar adalah bahan makanan bebas laktosa karena terbuat dari rumput laut sehingga sangat aman untuk dikonsumsi. Selain itu, Bunda juga bisa membuat sorbet dengan menggunakan jus dari buah-buahan yang tentunya segar dan aman bagi pencernaan si kecil. Buah-buahan yang kaya akan vitamin ini juga penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh si kecil.&nbsp;<br></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-763x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1621" width="515" height="691" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-763x1024.jpg 763w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-223x300.jpg 223w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-768x1031.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-1144x1536.jpg 1144w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-1526x2048.jpg 1526w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-45x60.jpg 45w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-alex-green-5692195-scaled.jpg 1907w" sizes="(max-width: 515px) 100vw, 515px" /><figcaption><em>Sumber: Pexels</em></figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Demikianlah makanan-makanan yang bisa Bunda berikan sebagai sumber kalsium untuk si kecil. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir lagi anak kekurangan kalsium dan zat gizi lainnya. Bunda juga dapat berkonsultasi pada dokter jika ingin mengetahui seberapa besar asupan gizi harian yang dibutuhkan anak berdasarkan umurnya. Selain itu, yang juga penting untuk diingat adalah pentingnya variasi menu makanan untuk mempertahankan nafsu makan anak karena nafsu makan anak berperan penting dalam pemenuhan gizi harian anak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/03/02/takut-anak-intoleransi-laktosa-kekurangan-kalsium-ini-5-makanan-sumber-kalsium-pengganti-susu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
