<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wellnes &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/wellnes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Apr 2021 03:50:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>wellnes &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Overworking: Kenali, Pahami, dan Hindari!</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/04/27/overworking-kenali-pahami-dan-hindari/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/04/27/overworking-kenali-pahami-dan-hindari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jessica Aulia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2021 03:50:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wellnes]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[overworking]]></category>
		<category><![CDATA[wanita karir]]></category>
		<category><![CDATA[wellnes]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=846</guid>

					<description><![CDATA[Apakah Anda pernah mendorong diri Anda sendiri untuk bekerja sekuat tenaga? Apakah Anda pernah bekerja hingga Anda ngedrop dan tidak bisa melakukan apa-apa? Seringkali, menjadi &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Apakah Anda pernah mendorong diri Anda sendiri untuk bekerja sekuat tenaga? Apakah Anda pernah bekerja hingga Anda <em>ngedrop</em> dan tidak bisa melakukan apa-apa? Seringkali, menjadi pekerja keras adalah satu-satunya hal yang harus dilakukan untuk <em>survive.</em> Tetapi, Anda boleh jadi memaksakan diri Anda dengan berlebihan. Hal ini dikenal dengan istilah <em>overworking</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kerja kantoran dan kerja dari rumah tak ada bedanya. Setelah WFH akibat pandemi Covid-19, orang-orang mengalami stres yang sebelumnya tak pernah dirasakan, jenuh yang terus bertumpuk, dan pekerjaan yang menggunung. Bahkan, banyak perusahaan yang <em>ketar-ketir</em> melepas pekerja-pekerjanya dan mengurangi gaji akibat pandemi ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tidak ada yang namanya pekerjaan yang sempurna. Entah itu <em>deadline</em> yang mendesak, target yang berlebih, hingga jadwal yang padat atau berubah-ubah. Cobalah untuk memikirkan sebentar saja, apakah pekerjaan Anda memberikan beban yang terlalu besar pada hidup Anda?</p>



<p><em>Overworking </em>adalah biang dari berbagai hal buruk dalam hidup. Kehilangan waktu luang, stres, dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, hubungan Anda dengan orang lain, bahkan kebahagiaan Anda. Kualitas hidup Anda dapat terjun bebas ke titik yang sangat rendah karena <em>overworking</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Masalah Kesehatan Fisik dari Stres Kerja</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/WkvKEeB-8XaQn5WXE827v8syxXs2Xrtvy71zgvaTngV3APiTAn7_7uJuB4nQIZ1RZ8lWKuNU-zaPFwbeY-XFL1nioE4lRZ1UMUEiug2q_9lfmHVEmGmv1ecaxECaUwY8Tfu_cc-3" alt="" width="586" height="390"/><figcaption>Cr. Unsplash</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify"><a href="https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1388129/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Penelitian</a> menunjukkan bahwa ada hubungan antara stres kerja dan penyakit atau gangguan metabolisme. Orang-orang yang menderita sindrom ini lebih rentan terkena penyakit-penyakit serius seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung. </p>



<p class="has-text-align-justify"><a href="https://www.health.harvard.edu/blog/only-the-overworked-die-young-201512148815" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Penelitian lain</a> yang lebih baru dari Harvard Medical School juga menunjukkan bahwa jam kerja yang terlalu lama memiliki dampak buruk terhadap kesehatan. Beberapa penyakit yang dapat dihasilkan dari faktor kerja berlebih ini adalah stroke dan diabetes tipe 2 untuk pekerja dengan status sosial ekonomi yang rendah. </p>



<p class="has-text-align-justify">Usut punya usut, orang yang memiliki jam kerja di atas 55 jam dalam seminggu memiliki tingkat risiko serangan jantung sebesar 13 persen. Mereka juga 33 persen lebih rentan terhadap penyakit stroke dibanding orang-orang yang bekerja 35-40 jam dalam seminggu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dampak Kesehatan Mental <a href="https://thewomyn.com/2021/04/05/kenali-ciri-ciri-burnout/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Burnout</a></h2>



<p class="has-text-align-justify">Terlalu banyak bekerja atau <em>overworking</em> telah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Menurut anggapan WHO, depresi merupakan penyebab utama dari kecacatan dan disabilitas mental. Tak hanya itu, setiap tahunnya ada biaya besar yang berujung menjadi kerugian karena menurunnya produktivitas kerja akibat depresi dan kecemasan.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://thewomyn.com/2021/03/31/inspirasi-fashion-office-work-simpel-dan-modis-cocok-untuk-ke-kantor/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Inspirasi Fashion Office Work Simpel dan Modis Cocok Untuk ke Kantor</a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Masalah Overworking Pada Umumnya</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/uhmXtC8uiAlYsSAV1IfxdiaZ_MXE4jQB_byt3zzkrZk9Hv_qqOK0t_uTSgdRXTRf3WgzuoT_6NzIqQ7hia2qMqHHWim8wZbOtwW1sl5NXlMK_2zmjZwBE3EAF7fhqgVRMmP2032m" alt="" width="620" height="371"/><figcaption>Cr. Unsplash</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Sebagaimana ditunjukkan dalam Healthline, <em>overoworking</em> dapat berujung pada kelupaan dan kehilangan waktu untuk makan teratur dan minum air putih. Penyakit yang berpotensi muncul karena hal ini adalah hipoglikemia dan dehidrasi. Mungkin konsekuensinya terlihat kecil, namun jika tidak ditanggulangi, kasusnya bisa fatal.</p>



<p class="has-text-align-justify">Stres dari pekerjaan kemungkinan besar mempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur pekerja. Tak hanya itu, kemampuan belajar, nafsu makan, dan suasana hati juga terkena dampaknya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Melansir dari <a href="https://www.psychologytoday.com/us/blog/high-octane-women/201311/the-tell-tale-signs-burnout-do-you-have-them" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Psychology Today</a>, ada beberapa tanda kelelahan yang jelas. Seseorang mungkin menunjukkan kelelahan fisik dan emosional, menjadi sinis, mudah marah, bekerja dengan tidak efektif, dan menurunnya pencapaian kerja. Gejala umum termasuk perasaan apatis dan putus asa, menjadi pesimis, hilangnya nafsu makan, dan banyak lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gejala <em>overworking</em> yang paling umum:</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Kekurangan energi</li><li>Insomnia</li><li>Mengabaikan tidur</li><li>Mudah terganggu</li><li>Sistem kekebalan yang lemah</li><li>Suasana hati buruk</li><li>Berat badan meningkat atau berkurang</li><li>Kesulitan menyeimbangkan kehidupan kerja dan sosial</li></ul>



<p>Jadi, dengan mengingat hal ini, berikut adalah beberapa tips untuk berjaga-jaga agar tidak bekerja terlalu keras.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menghindari Overworking</h2>



<p>1. Tetapkan batasan yang tegas</p>



<p class="has-text-align-justify">Baik Anda bekerja di kantor maupun di rumah, tetapkan batasan yang tegas antara mana yang merupakan area kerja Anda dan mana yang bukan. Terutama jika Anda WFH, alokasikan ruangan atau <em>space</em> tertentu untuk bekerja, agar sisa dari rumah Anda tetap terasa seperti rumah.</p>



<p>2. Setiap hari, fokuslah hanya pada tugas yang benar-benar penting</p>



<p class="has-text-align-justify">Jangan buang waktu Anda mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan dua minggu lagi. Bukannya membiarkan tugas menumpuk, tapi justru memberikan struktur pada waktu kerja Anda. Dengan mengutamakan tugas-tugas yang <em>urgent</em>, Anda mengalokasikan waktu untuk diri Anda sendiri juga.</p>



<p>3. Katakan tidak pada tugas jika perlu</p>



<p class="has-text-align-justify">Jika Anda dihadapkan dengan tugas yang sesungguhnya tidak perlu dilakukan, entah itu sesuatu yang bukan bagian dari <em>job desc</em> Anda, atau tugas sampingan yang dibebankan pada Anda, beranikan diri untuk mengatakan tidak. Anda akan menyelamatkan diri Anda sendiri dengan menyingkirkan tugas-tugas yang tidak perlu Anda lakukan.</p>



<p>4. Beri tahu orang-orang yang tinggal dengan Anda</p>



<p class="has-text-align-justify">Baik Anda tinggal dengan rekan atau keluarga Anda, beri tahu mereka mengenai <em>workload</em> Anda. Dengan begitu, Anda dapat meminimalisir gangguan saat bekerja WFH, dan mendapatkan waktu luang yang sesuai dengan jadwal anggota keluarga Anda.</p>



<p>5. Minimalkan gangguan dalam pekerjaan</p>



<p class="has-text-align-justify">Gangguan bisa dalam bentuk apapun. Sosial media yang terus berdenting menunjukkan notifikasi, grup-grup Whatsapp yang tidak penting, bahkan peliharaan tetangga yang sering berisik. Gunakan headphones dan dengarkan musik yang membangkitkan semangat kerja Anda, dan matikan notifikasi dari aplikasi-aplikasi di luar pekerjaan.</p>



<p>6. Ambil istirahat makan siang</p>



<p class="has-text-align-justify">Jangan lupa makan, dan jangan makan di area kerja Anda! Hal ini tanpa perlu dijelaskan tentu penting, tak hanya demi kesehatan Anda tapi juga agar otak Anda tidak mengasosiasikan area kerja Anda dengan hal-hal lain.</p>



<p>7. Investasikan waktu untuk <em>Me Time</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Sesekali, tak ada salahnya untuk mengambil hari libur dan memanfaatkannya untuk pijat, spa, atau sekadar rileks di rumah memasak makanan dan <em>streaming</em> film-film favorit Anda. <em>Your me-time is important, Ladies!</em></p>



<p>Akhir Kata</p>



<p class="has-text-align-justify">Bekerja memang penting, tapi waspadalah akan bahaya <em>overworking</em>. Bekerja berlebihan akan memberikan Anda stres yang memberatkan dan bahkan penyakit-penyakit yang tidak Anda inginkan. Oleh karena itu, atur area dan waktu kerja Anda dan jangan lupa alokasikan waktu untuk istirahat dan relaksasi!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/04/27/overworking-kenali-pahami-dan-hindari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencoba Yin Yoga, Salah Satu yang Dipercaya Mampu Meredakan Emosi dan Stress Dari Dalam Tubuh</title>
		<link>https://thewomyn.com/2020/06/28/mencoba-yin-yoga-salah-satu-yang-dipercaya-mampu-meredakan-emosi-dan-stress-dari-dalam-tubuh/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2020/06/28/mencoba-yin-yoga-salah-satu-yang-dipercaya-mampu-meredakan-emosi-dan-stress-dari-dalam-tubuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Putri Zaharah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2020 03:06:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wellnes]]></category>
		<category><![CDATA[meditasi]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[wellnes]]></category>
		<category><![CDATA[Yin yoga]]></category>
		<category><![CDATA[yoga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=250</guid>

					<description><![CDATA[Yoga telah dikenal sebagai salah satu jenis olahraga yang populer di kalangan masyarakat urban. Olahraga yang menitikberatkan pada keseimbangan antara kesehatan tubuh dan pikiran. Setiap &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><p>Yoga telah dikenal sebagai salah satu jenis olahraga yang populer di kalangan masyarakat urban. Olahraga yang menitikberatkan pada keseimbangan antara kesehatan tubuh dan pikiran. Setiap aliran tersebut memiliki karakter yang beragam serta memberikan dampak yang berbeda pula baik pada tubuh juga kesehatan mental dan spiritual.</p></p>



<p>Aliran Yin yoga memiliki gerakan yang jauh lebih pasif serta menggunakan lebih banyak pendekatan meditatif. Yin yoga lebih banyak dilakukan di lantai dan setiap pose memiliki durasi mulai dari satu menit hingga lima menit. Oleh karena itu, ketika seseorang memutuskan untuk mulai melakukan yoga, ada baiknya ia memahami dulu apa tujuan yang ingin ia capai dengan yoga atau mencoba beberapa jenis yoga hingga ia menemukan aliran yang paling sesuai dengan kebutuhannya serta yang paling ia sukai.</p>



<p>Bagi Anda yang sering pegal-pegal atau mengalami nyeri sendi, Yin yoga bisa menjadi pilihan yang tepat. Pasalnya, Yin yoga dapat membantu mengurangi ketegangan pada jaringan ikat yang melapisi otot-otot tubuh. Dengan rutin melakukan Yin yoga, Anda jadi tak mudah lelah saat beraktivitas dan menurunkan risiko cedera.</p>



<p>Beberapa manfaat melakukan Yin yoga adalah:</p>



<p><p><strong>1. Merelaksasikan tubuh</strong></p></p>



<p>Saat melakukan Yin yoga tubuh akan merasa seimbang dan otot-otot akan terelaksasi. Jaringan tubuh tak hanya jadi meregang dan terhidrasi, namun juga jadi lebih lentur.</p>



<p><strong>2. Membantu memperbaiki postur tubuh</strong></p>



<p>Beberapa orang mengalami postur tubuh yang salah seperti akibat cedera, cara duduk yang salah, dan hal lainya. Latihan Yin yoga secara teratur dapat memperlancar aliran darah dan tidak membuat otot terasa kaku.</p>



<p><strong>3. Meredakan stress</strong></p>



<p>Kesibukan yang padat membuat Anda akan cepat merasa stress. Saat sedang berlatih, berbagai emosi negatif biasanya akan mencuat keluar, dan pada saat itu kita dapat belajar untuk lebih sabar, lembut, serta tenang.</p>



<p><strong>4. Membantu untuk lebih mencintai diri sendiri</strong></p>



<p><em>Self love</em> sangat dibutuhkan bagi setiap orang. Saat berlatih Yin, kita memperoleh kesempatan untuk mengobservasi, memelihara, dan menenangkan diri sendiri. Dengan lain kata, kita diajarkan untuk <em>care</em> dan peduli terhadap tubuh kita.</p>



<p><p>Gerakan dalam Yin yoga terbagi menjadi 3 tahap. Pertama adalah melakukan pose berunsur Yang, misalnya Flying Dragon Flow, yang membutuhkan gerakan cukup banyak serta membuat tubuh berkeringat. Tahap pertama ini ibarat pemanasan sehingga tubuh juga lebih berenergi. Kemudian dilanjutkan dengan gerakan yang dipusatkan pada diri sendiri.</p></p>



<p><p>Di awal fase kedua ini, gerakannya lebih pelan dengan penekanan pada gerakan tertentu. Bagian kedua didominasi oleh pose yang dilakukan di atas lantai hingga berbaring. Contoh gerakan yang biasa dilakukan antara lain Frog, Sleeping Swan, Twisted Roots, Butterfly, dan Child. Seluruh gerakan tersebut dilakukan sambil berbaring di atas matras. Setiap pose yang dilakukan memiliki durasi sekitar 2-5 menit. Walau agak sulit, tapi jika napas tidak ditahan, perlahan tubuh akan bisa melakukannya.</p></p>



<p>Yang unik, di tahap ketiga kita akan melakukan koneksi dengan sesama peserta yoga. Saling berpasangan, para peserta mulai melakukan gerakan saling membantu yang bertujuan mencapai sisi restoratifnya. Pada fase terakhir ditutup dengan gerakan yang membuat tubuh dapat beristirahat dan tenang.</p>



<p>Gerakan Yin yoga tersebut dapat Anda coba sendiri di rumah. Mengembalikan kesehatan mental dan pikiran saat bekerja di rumah sangatlah penting. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2020/06/28/mencoba-yin-yoga-salah-satu-yang-dipercaya-mampu-meredakan-emosi-dan-stress-dari-dalam-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
