<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tips parenting &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/tips-parenting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Mar 2022 02:52:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>tips parenting &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Manfaat Memeluk Anak dari Segi Ilmiah yang Perlu Bunda Ketahui</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/03/29/5-manfaat-memeluk-anak-dari-segi-ilmiah-yang-perlu-bunda-ketahui/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/03/29/5-manfaat-memeluk-anak-dari-segi-ilmiah-yang-perlu-bunda-ketahui/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nydia Kuantama]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2022 02:52:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat memeluk]]></category>
		<category><![CDATA[memeluk anak]]></category>
		<category><![CDATA[tips parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1742</guid>

					<description><![CDATA[Kontak fisik seperti sentuhan dan pelukan merupakan cara terbaik untuk memberitahu sang buah hati bahwa Bunda dan Ayah menyayanginya. Memberikan pelukan hangat untuk anak mungkin &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Kontak fisik seperti sentuhan dan pelukan merupakan cara terbaik untuk memberitahu sang buah hati bahwa Bunda dan Ayah menyayanginya. Memberikan pelukan hangat untuk anak mungkin merupakan hal yang biasa dilakukan oleh Bunda dan Ayah selama ini. Namun, tahukah Bunda bahwa dari segi ilmiah, pelukan juga memberikan manfaat bagi si kecil?&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan beberapa penelitian, ditemukan bahwa pelukan berhubungan dengan perubahan mental dan fisik anak ke arah yang lebih positif. Hal ini terutama penting untuk perkembangan emosional, kognitif, serta fisik sang buah hati. Berikut adalah 5 manfaat yang dapat diperoleh sang buah hati melalui pelukan.</p>



<p><strong>1. Berpelukan membuat anak menjadi lebih pintar</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="819" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-1024x819.jpg" alt="" class="wp-image-1784" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-1024x819.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-300x240.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-768x614.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-1536x1229.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-2048x1638.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/pexels-yan-krukov-6209282-75x60.jpg 75w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Source: Pexels</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Anak memerlukan stimulasi sensoris selama pertumbuhan dan perkembangan otaknya. Beberapa penelitian pada anak yatim piatu yang jarang mendapat pelukan menemukan adanya kecenderungan untuk mengalami gangguan kognitif berat. Namun, ketika anak-anak tersebut mendapat pelukan selama 20 menit per hari selama 10 hari, anak-anak tersebut menghasilkan nilai perkembangan otak yang lebih tinggi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bayi yang baru lahir mulai menjelajahi dunianya untuk pertama kalinya melalui sentuhan, karena itu, kontak fisik seperti sentuhan kulit-ke-kulit atau pelukan sangatlah penting untuk perkembangan. Dari lima indera yang ada, indera peraba adalah yang pertama kali berkembang, sehingga sentuhan yang diperoleh dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan otak.</p>



<p class="has-text-align-justify">Keuntungan dari menerima sentuhan kasih sayang akan terus dirasakan seiring dengan pertumbuhan si kecil. Penelitian mendapati bahwa anak yang mendapatkan lebih banyak pelukan memiliki otak yang lebih berkembang.</p>



<p><strong>2. Berpelukan menjaga kesehatan anak</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Anak membutuhkan gizi yang lebih dari cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Dan ternyata, saat si kecil kekurangan kontak fisik, tubuhnya akan gagal mencapai batas pertumbuhan yang diharapkan. Hal ini berperan penting dalam kegagalan pertumbuhan anak. Di sisi lain, ditemukan bahwa anak yang sedang sakit dapat menjadi sehat dengan lebih cepat saat mendapatkan pelukan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Secara ilmiah, perlukan memicu pelepasan oksitosin, hormon yang berhubungan dengan rasa percaya, aman, dan kasih sayang. Ketika hormon ini dilepaskan, hormon ini menstimulasi beberapa hormon pertumbuhan dalam tubuh. Dan saat diteliti lebih lanjut, jelas ditemukan bahwa pelepasan oksitosin di otak mendukung perkembangan fisik anak di usia muda.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" data-id="1744" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-1744" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-1024x576.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-300x169.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-768x432.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-1536x864.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-2048x1152.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-107x60.jpg 107w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/1-2-840x473.jpg 840w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption">Sumber: Pexels</figcaption></figure>



<p><strong>3. Berpelukan dapat menghentikan tantrum&nbsp;</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Tidak hanya untuk perkembangan otak dan pertumbuhan fisik, ternyata perlukan juga mendukung perkembangan emosional anak. Anak dapat tenang dan berhenti&nbsp; menangis lebih cepat ketika dipeluk.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, pelukan juga merupakan cara yang paling efektif untuk menghentikan tantrum anak. Sejak dulu, banyak orang tua yang mengkhawatirkan timbulnya kebiasaan buruk jika memeluk anak setiap kali mereka tantrum, tetapi ini adalah mitos. Ketika anak tantrum, mereka sebenarnya sedang berusaha untuk mengungkapkan emosinya sebagai respons terhadap lingkungan, dan bukan sedang menjadi keras kepala atau ingin menghancurkan <em>mood </em>orang tuanya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sama seperti orang dewasa, terkadang anak juga kehilangan kontrol terhadap emosinya. Bedanya, anak masih belum belajar mengenai cara untuk mengungkapkan emosinya. Perilaku ini merupakan tahap perkembangan emosi si kecil sebelum mencapai tahap perkembangan emosional yang dapat mereka kendalikan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dalam keadaan seperti ini, memeluk si kecil dapat memberikan luapan emosional yang dapat menenangkan si kecil, seperti memberikan isyarat kepada si kecil bahwa Bunda dan Ayah selalu ada di sampingnya saat ia merasa sulit, dan mencegah kerusakan emosional.</p>



<p><strong>Baca Juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2021/03/21/love-bombing-tingkatkan-kedekatan-dengan-sang-anak/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Love Bombing – Tingkatkan Kedekatan dengan Sang Anak</a></p>



<p><strong>4. Berpelukan membuat anak lebih tangguh</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Saat mengalami stress, hormon adrenalin dan kortisol dilepaskan ke tubuh dan otak. Karena si kecil masih belum mempelajari cara mengekspresikan emosinya, stress terus menetap di tubuhnya dan dapat mencapai level toksik. Ketika hal ini terjadi, hormon stress ini dapat memengaruhi kesehatan anak baik secara mental maupun fisik.</p>



<p class="has-text-align-justify">Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pajanan terhadap hormon stress dalam kadar yang tinggi dapat berakibat buruk saat dewasa, salah satunya adalah meningkatkan risiko depresi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pelukan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yang melepaskan oksitosin dapat menurunkan kadar hormon stress dan juga menyatu dengannya sehingga membantu si kecil untuk menjadi lebih tangguh.</p>



<p><strong>5. Berpelukan membantu Bunda dan Ayah untuk terikat dengan si kecil</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Selain beberapa keuntungan dari segi ilmiah di atas, pelukan juga memberikan ikatan yang lebih kuat antara anak dengan orang tuanya. Berpelukan meningkatkan kepercayaan, mengurangi rasa takut, dan memperkuat hubungan. Keuntungan ini tidak hanya didapatkan oleh anak, tetapi juga orang tuanya. Saling memberikan dan menerima kasih sayang melalui sentuhan fisik merupakan hal yang baik tidak hanya bagi anak tetapi juga bagi orang tua.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="573" data-id="1745" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-1024x573.jpg" alt="" class="wp-image-1745" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-1024x573.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-300x168.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-768x430.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-1536x860.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-2048x1146.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/03/2-107x60.jpg 107w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption">Sumber: Pexels</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Demikian lima manfaat yang dapat diperoleh anak saat dari pelukan. Saat Bunda dan Ayah pertama kali menggendong si kecil, hubungan spesial antara orang tua dan anak mulai terbentuk dan semakin berkembang seiring dengan perkembangan si kecil. Tentunya, pelukan yang dijelaskan di atas adalah pelukan yang sama-sama diinginkan oleh orang tua dan anak dan bukan pelukan yang dipaksa.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Satu lagi yang penting untuk Bunda dan Ayah ketahui, setelah diteliti, semua manfaat di atas memberikan manfaat yang lebih besar saat dilakukan oleh orang tua dibandingkan oleh orang dewasa lainnya. Jadi, sesibuk apa pun Ayah dan Bunda, jangan lupa untuk memeluk si kecil ya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/03/29/5-manfaat-memeluk-anak-dari-segi-ilmiah-yang-perlu-bunda-ketahui/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Berteriak dan Memukul</title>
		<link>https://thewomyn.com/2022/01/20/cara-mendisiplinkan-anak-tanpa-berteriak-dan-memukul/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2022/01/20/cara-mendisiplinkan-anak-tanpa-berteriak-dan-memukul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wina Ramadhani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2022 02:42:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[mendisiplinkan anak]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[tips parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1590</guid>

					<description><![CDATA[Bunda, apa sih sebenarnya disiplin itu? Apakah pernah Bunda berpikir bahwa perlu membuat anak disiplin, atau misalnya merasa bahwa anak tidak disiplin? Pada dasarnya, sebetulnya, &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Bunda, apa sih sebenarnya disiplin itu? Apakah pernah Bunda berpikir bahwa perlu membuat anak disiplin, atau misalnya merasa bahwa anak tidak disiplin? Pada dasarnya, sebetulnya, disiplin adalah cara kita melihat bagaimana seseorang—dalam hal ini anak—taat pada beberapa hal yang diatur oleh orang tua. Selain itu, disiplin juga bisa dilihat dari cara anak dapat melakukan beberapa hal yang wajib dilakukan secara rutin.</p>



<p class="has-text-align-justify">Disiplin adalah salah satu hal yang penting untuk diajarkan pada anak. Disiplin terkait erat dengan kebahagiaan dan kesejahteraan mereka. Tanpa kedisiplinan, seseorang akan kesulitan dalam menghadapi tantangan hidup seperti menghormati orang lain dan bekerja sama dengan teman sebaya atau lingkungan sekitar.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714.jpg" alt="" class="wp-image-1591" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd3f4e95714-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><a href="Sumber: istockphoto.com">Mother Hitting Misbehaved Naughty Young Daughter</a></figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Kasus-kasus yang paling sering terjadi di keseharian pada anak kecil misalnya, mencoret-coret dinding, merusak barang, tidak merapikan mainan atau tempat tidur, memukul saudaranya, dan masih banyak lagi. Tentu saja, ketidakdisiplinan anak terhadap aturan atau permintaan orang tua sering kali mendatangkan amarah. Padahal, amarah hanya akan memberi dampak “ketakutan”, bukan kedisiplinan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada beberapa kasus misalnya, bahkan orang tua meneriaki anaknya yang berbuat kesalahan atau bahkan memukul mereka untuk memberikan efek jera. Penting untuk dicatat, bahwa jangan sampai seorang anak menjadi disiplin karena ia takut pada orang tuanya. Didik dan latihlah anak menjadi disiplin karena ia tahu tujuan dan manfaat dari setiap kegiatan yang dilarang atau yang harus ia kerjakan.</p>



<p><strong>Kenapa Anak Tidak Disiplin?</strong></p>



<p><a href="https://health.clevelandclinic.org/discipline-top-dos-and-donts-when-your-kids-wont-listen/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Anak yang tidak disiplin pada peraturan</a>, permintaan, atau larangan yang diberikan orang tuanya biasanya memiliki beberapa alasan. Apa saja?</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Alasan tidak masuk akal</strong>. Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam upaya membuat anaknya mendengarkan ucapan dan permintaan adalah tidak memberikan alasan. Meskipun anak kecil belum dapat mencerna penjelasan rumit, tapi berupayalah untuk memberikan alasan, kenapa ia harus mengerjakan atau menaati sesuatu. Berikan pemaparan dampak dan keuntungan apabila ia melakukan atau tidak hal tersebut.&nbsp;&nbsp;</li><li><strong>Orang tua tidak perhatian</strong>. Kesibukan terhadap banyak hal di rumah atau pekerjaan terkadang membuat orang tua lupa untuk memberi perhatian pada anaknya. Pada masa ini, bahkan beberapa orang tua justru tenggelam dalam keasyikannya menggunakan <em>smartphone</em>. Anak bisa saja melakukan kenakalan dan menjadi tidak disiplin demi mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Kenakalan dan ketidaktaatan adalah wujud dari tidak mampunya anak untuk mengatakan “tolong diperhatikan”, “ayo main bersama”, atau “dengarkan aku”.</li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435.jpg" alt="" class="wp-image-1592" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd40eb96435-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><a href="istockphoto.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Asian mother working with laptop while her son and daughter are playing in the living room.</a></figcaption></figure></div>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Orang tua tidak mendengarkan</strong>. Ada beberapa hal yang tidak dipahami apabila tidak dibicarakan terlebih dahulu. Berapapun umur anak, orang tua harus lebih sering mendengarkan alasannya tidak mau melakukan sesuatu yang diperintahkan. Dengarkanlah alasan mereka dan berbicaralah satu sama lain agar baik anak dan orang tua sama-sama tahu apa yang diinginkan.</li></ul>



<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://thewomyn.com/2021/06/14/anak-dikasih-uang-jajan-akan-semakin-manja-mitos-atau-fakta/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Anak Dikasih Uang Jajan Akan Semakin Manja, Mitos atau Fakta?</a></p>



<p><strong>Tips Membuat Anak Disiplin</strong></p>



<p>Nah, ini dia beberapa tips yang dapat dilakukan agar Bunda bisa <a href="https://www.positiveparentingsolutions.com/parenting/get-kids-to-listen">membentuk kedisiplinan dalam diri anak</a>. Tips di bawah ini juga sangat efektif untuk menghindari anak menolak atau tidak mendengarkan.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Hindari kata “Jangan”</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Dalam memberikan arahan pada anak, hindarilah menggunakan kata “jangan”. Kata ini membingungkan dan umumnya berlawanan dengan cara pikir anak. Ia akan menebak-nebak alasan, tidak menemukan alasan, lalu tidak mengerjakan apa yang diminta. Jadi, gunakanlah kalimat lain yang lebih masuk akal jika Bunda ingin melarang anak untuk melakukan sesuatu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Misalnya, Bunda melihat Si Kecil mencoret-coret dinding, padahal sudah disediakan kertas. Usahakan tidak menggunakan “Jangan, coret dinding, ya!”, dan gunakanlah “Kan Bunda sudah sediakan kertas, dinding bukan tempat untuk mencoret-coret.” Gunakanlah nada yang lemah lembut dengan mengarahkannya dengan tepat. Menarik anak dengan kasar atau&nbsp; memukul tangannya justru membuatnya terkejut dan menangis.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546.jpg" alt="" class="wp-image-1593" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/60dd419d4e546-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Angry mother is scolding at her son.</figcaption></figure></div>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Hindari kata “Tidak” untuk menolak</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Menghindari kata “tidak” juga merupakan hal yang sulit. Namun, ini perlu dilatih. Gunakan alasan logis sebagai ganti kata “tidak” untuk menolak ajakan atau menolak permintaan anak. Misalnya, Si Kecil sedang pilek, tetapi saat di perjalanan ia meminta Bunda untuk membelikannya es krim. Daripada Bunda mengatakan “Tidak, kamu gak boleh minum es krim”, katakanlah “Es krim memang enak, ya. Tapi kalau diminum sekarang pileknya jadi semakin parah. Kalau sudah selesai pileknya, kita beli es krim.”</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Katakan “Tolong” dan “Terima kasih”</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Orang tua terkadang lupa, bahwa anak juga merupakan manusia yang perlu dihargai setiap perilakunya. Kadang kita lupa, bahwa mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” tidak hanya pada orang tua dan orang yang lebih dihormati saja. Anak juga perlu menerima ucapan ini agar ia merasa bahwa dirinya dihargai. Ucapkanlah “tolong” ketika Bunda menginginkan anak untuk merapikan mainannya yang berantakan, dan katakanlah “terima kasih” setelahnya. Meskipun hal-hal tersebut memang kesalahan dan kewajibannya, dua ucapan ini sangatlah penting untuk memberi penghargaan pada kebiasaan baik anak.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong>Beri penjelasan</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Ini sejalan dengan kata “jangan” dan “tidak”. Berilah penjelasan yang bisa diterima anak. Gunakan pemaparan yang mudah dipahami dan paling dekat imbasnya pada anak. Tidak memberikan penjelasan setelah melarang anak adalah hal yang fatal. Anak akan lebih memilih untuk tidak menuruti. Penjelasan juga sangat penting untuk hal-hal krusial seperti menganjurkan anak untuk lebih giat belajar, membaca, olahraga, dan banyak hal lainnya. Ini juga akan melatih anak untuk dapat mencari tahu dan mengkritisi alasan yang tidak tepat yang disampaikan orang tua.</p>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>&nbsp;<strong>Berikan apresiasi</strong></li></ol>



<p class="has-text-align-justify">Hanya Bunda yang tahu bentuk apresiasi yang paling tepat untuk diberikan pada anak yang telah mampu menjadi lebih disiplin. Berilah ia beberapa hal sangat diinginkannya. Misalnya mainan atau buku baru. Baju atau apapun itu. Selain apresiasi dalam bentuk hadiah, apresiasi dalam bentuk ucapan juga hal yang penting. Katakanlah bahwa karena kedisiplinannya Bunda menjadi bangga dan senang. Jika Bunda dan Ayah bisa, ajaklah mereka berliburan untuk mengapresiasi hal besar yang telah ia lakukan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-1024x682.png" alt="" class="wp-image-1595" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-1024x682.png 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-300x200.png 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-768x512.png 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-1536x1023.png 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-90x60.png 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1-420x280.png 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2022/01/pasted-image-0-1-1.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sumber: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Jadi, sekarang Bunda sudah tahu, kan? Bahwa membentak atau memukul anak bukanlah tindakan yang tepat. Selain memberi dampak pada perkembangan anak, ini juga memberikan kerenggangan antara Bunda dengannya. Ikutilah langkah yang mudah ini demi membuat anak lebih disiplin, tidak membangkang, dan punya kebiasaan yang baik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2022/01/20/cara-mendisiplinkan-anak-tanpa-berteriak-dan-memukul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
