<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>insecure &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/insecure/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2021 02:37:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>insecure &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Insecure Bukan Berarti Tidak Bersyukur, Kamu Hanya Perlu Mencintai Diri Sendiri</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/08/29/insecure-bukan-berarti-tidak-bersyukur-kamu-hanya-perlu-mencintai-diri-sendiri/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/08/29/insecure-bukan-berarti-tidak-bersyukur-kamu-hanya-perlu-mencintai-diri-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zahrah Firyal Salma]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2021 07:50:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[insecure]]></category>
		<category><![CDATA[Mental Health]]></category>
		<category><![CDATA[self-care]]></category>
		<category><![CDATA[self-love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1330</guid>

					<description><![CDATA[Banyak orang mengatakan bahwa perasaan insecure timbul karena kita tidak pernah bersyukur. Padahal, tidak semua orang memahami alasan kita insecure karena suatu keadaan. Insecure bukan &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Banyak orang mengatakan bahwa perasaan <em>insecure </em>timbul karena kita tidak pernah bersyukur. Padahal, tidak semua orang memahami alasan kita <em>insecure </em>karena suatu keadaan. <em>Insecure </em>bukan melulu soal penampilan atau fisik, <em>insecure </em>dapat berupa soal materi, pekerjaan, maupun hal lain yang seringkali dialami hampir setiap manusia. Cara mengatasi <em>insecure </em>berbeda-beda pada setiap orang, ada orang yang sering memposting foto dirinya demi menghalau rasa <em>insecure</em>, ada yang melakukan <em>me time</em>, dan cara-cara lain yang dilakukan demi menghalau perasaan tersebut. Padahal, <em>insecure </em>dapat dihalau dengan cara mencintai diri sendiri. Perasaan <em>insecure </em>ini timbul karena kita kurang baik dalam memahami diri sendiri dan selalu melihat orang lain lalu membandingkannya dengan diri sendiri. Jika kamu sedang <em>insecure, </em>semoga membaca dan merenungkan tulisan ini dapat sedikit membuka pikiranmu untuk berusaha mencintai diri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kamu Juga Sangat Berharga, Jangan Bandingkan Dirimu dengan Orang Lain</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1363" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-2048x1365.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-shotpot-6337547-420x280.jpg 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Seringkali, kita merasa bahwa diri sendiri ini sangat tidak berharga dibandingkan siapapun. Tak jarang, melihat orang lain berada pada posisi yang lebih baik daripada kita, rasa tidak percaya diri akan muncul dan semakin menjadi-jadi, lalu menjadi beban pikiran setiap kali hendak tidur atau saat menyendiri. Kamu pun tak jarang pula suka membanding-bandingkan bentuk fisikmu dengan orang lain yang menurutmu lebih sempurna, ataupun membandingkan apa yang kamu miliki dengan yang orang lain miliki. Jika kamu sedang berada dalam posisi ini, berhentilah membandingkan dirimu dengan orang lain. Mungkin saat ini kamu merasa tidak berharga entah karena tak pernah dihargai, merasa tak pernah dilihat oleh orang lain, merasa lebih rendah dari orang lain, maupun merasa tidak didengarkan oleh siapapun. Tidak, kamu tidak seburuk pikiranmu itu, <em>kok</em>.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebenarnya, kamu sangat berharga, dan kamu spesial karena tidak ada yang menyamaimu. Cobalah melihat secara positif siapa saja orang yang menghargaimu, melihatmu, dan juga mendengarkanmu. Meskipun ada saja yang tidak menghargaimu, tetapi ingatlah bahwa tidak semua orang membencimu. Jadilah dirimu sendiri, berusahalah melakukan yang terbaik dengan perasaan yang lapang dada. Memang kamu tidak akan bisa menghindari orang lain yang mungkin posisinya lebih baik darimu. Tetapi, kamu dapat menjadikannya sebagai motivasi yang bagus untuk menjadi lebih baik dengan cara yang baik pula. Kamu tidak harus pula menyamakan dirimu dengan orang yang kamu kagumi atau seseorang yang membuatmu iri. Cukup lakukan apa yang kamu bisa lakukan, tanpa merugikan dirimu sendiri dan orang lain. Sebab kamu pun pantas untuk dihargai, bahkan oleh dirimu sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Berusahalah untuk Memaafkan Keadaan Secara Perlahan</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1364" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-rodnae-productions-5875109-1.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Memaafkan secara tulus, memang tidak semudah mengucapkan maaf yang hanya berupa kata-kata. Bahkan, seringkali sampai saat ini pikiranmu dihantui oleh berbagai rasa bersalah atau kenangan pahit dari masa lalu. Hal ini membuatmu juga sering menyalahkan diri sendiri dan keadaan yang kamu kira tidak pernah membaik. Menyalahkan diri sendiri dan keadaan justru malah tidak akan membuat keadaan menjadi berubah. Kamu harus yakin, bahwa kamu yang berada di masa lalu bukanlah kamu yang saat ini berada di masa sekarang. Mulailah untuk memahami dirimu sendiri, renungkan kesalahan apa yang kamu perbuat di masa lalu. Renungkanlah dengan suasana hati yang tenang, beri sejenak ruang untuk dirimu sendiri demi membuat pandangan baru yang lebih positif untuk dapat memaafkan keadaan. Perlahan, cobalah untuk lapang dada dan tegar dalam memaafkan. Kamu juga harus yakin, jika kamu tidak memaafkan keadaan, maka semua ini dapat lebih menyakitimu. Jika kamu mencintai dirimu sendiri, cobalah mulai memaafkan keadaan supaya tidak lebih menyakitimu. Jangan terjebak terlalu lama dengan situasi dan kenangan pahit di masa lalu, sebab mencoba mencintai dirimu sendiri akan membuatmu lebih lega. Kamu sangat menyayangi dirimu sendiri, <em>kan?</em></p>



<p>Baca juga: <a href="https://thewomyn.com/2021/06/11/sering-minder-karena-overthinking-apa-sih-solusinya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sering Minder Karena Overthinking, Apa Sih Solusinya?</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kamu Lelah Terus Memenuhi Ekspektasi Orang Lain?</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1365" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-ivan-samkov-6788685.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Semakin bertambah usia dan kedewasaan, akan semakin banyak tuntutan yang terus mengikuti. Tuntutan-tuntutan tersebut, seringkali membuat beban di pikiran menjadi bertubi-tubi. <em>Overthinking </em>sudah menjadi pengantar tidurmu sehari-hari, tak jarang pula membuatmu <em>insecure </em>dengan dirimu sendiri karena takut tidak bisa memenuhi tuntutan yang tidak sedikit itu. Tuntutan ini bisa jadi berasal dari keluarga, lingkungan sekitar rumah, atau bahkan lingkungan kerja. Tuntutan yang bermacam-macam ini pun membuat pikiranmu menjadi bercabang, yang membuatmu akhirnya memandang dirimu sendiri seperti orang yang tidak bisa melakukan apapun dengan benar. Memenuhi ekspektasi orang memang tidak ada salahnya, dengan catatan bahwa selagi kamu mampu memenuhinya maka lanjutkan saja. Kamu mungkin merasa jika tidak dapat memenuhi ekspektasi orang-orang, maka itu artinya kamu mengecewakan mereka. Berhentilah berpikiran seperti itu. Bukankah akan lebih baik apabila kamu menjadi dirimu dengan versi terbaik tanpa harus benar-benar persis memenuhi ekspektasi mereka? Kamu pun harus bisa menolak secara bijak dan baik apabila memang kamu tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lakukanlah hal yang terbaik untukmu dan mampu membuatmu bahagia tanpa merugikan orang lain. Jika kamu terlalu memikirkan kekecewaan mereka yang belum tentu terjadi, bukankah itu akan lebih melelahkan dan menghambatmu untuk berkembang menjadi lebih baik? Mungkin saat ini kamu belum mampu memenuhi ekspektasi banyak orang, tetapi jangan sampai kamu terlalu membebani pikiranmu sendiri dengan sesuatu yang belum tentu terjadi. Mengurangi <em>insecure </em>dan kekhawatiran yang belum tentu terjadi itu tidak bagus untuk kesehatan mentalmu. Sebab, menjadi diri sendiri adalah hal yang terbaik sebagai pembiasaan untuk mencintai diri. Kamu berhak bahagia tanpa harus dihantui ekspektasi yang menghancurkan pikiranmu. <em>Toh, </em>kebahagiaan hidupmu bukan berasal dari ekspektasi orang-orang, tetapi kamu sendiri yang dapat menentukannya. Kamu harus berusaha mencintai diri sendiri, jangan biarkan hidupmu terus-terusan diatur oleh orang lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Keluarlah dari Zona Nyaman dan Jelajahi Apa yang Kamu Mau</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="767" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-1366" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-1024x767.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-300x225.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-768x575.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240-80x60.jpg 80w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-nina-uhlikova-287240.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Merasa bahwa hidup selalu berputar seperti itu-itu saja tetapi sangat takut untuk keluar dari zona nyaman, merupakan salah satu tanda bahwa kamu tidak mencintai dirimu sendiri. Padahal nyatanya, kamu belum tentu tidak bisa melakukan sesuatu di luar sana, kamu hanya takut gagal ketika mencobanya. Tidak semua orang harus berhasil dan selalu mulus jalan hidupnya, ada kalanya kegagalan juga dapat terjadi dalam kehidupan. Justru kegagalan inilah yang harus kamu jadikan motivasi untuk menaklukkan berbagai rintangan kehidupan. Berhentilah untuk selalu memikirkan kegagalan, yang bahkan kamu pun belum mencoba memulainya. Bergeraklah keluar dari zona nyamanmu. Sebab, di sana akan banyak sekali pelajaran berharga dan pengalaman yang tidak hanya mendewasakanmu, tetapi juga membuat dirimu berkembang menjadi manusia yang lebih baik. Jangan pernah meragukan kemampuan dirimu sendiri, jika kamu memang mencintai dirimu juga.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bersyukur Atas Pemberian Tuhan untuk Mencintai Diri Sendiri</strong></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-1367" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-1024x682.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-768x511.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-1536x1022.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-alexandr-podvalny-320007.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Ketika sedang <em>insecure</em>, mungkin kamu sering merasa bahwa hidupmu tidak berguna. Bahkan kamu merasa bahwa tidak ada gunanya hidup yang berputar seperti ini saja. Kamu mungkin merasa bahwa beban hidup tiada habisnya, sampai-sampai berpikiran bahwa lebih baik kamu tidak ada di dunia ini. Melihat orang lain lebih bahagia, justru membuatmu semakin menderita. Melihat teman-temanmu sudah mencapai tujuan hidupnya, justru membuatmu semakin <em>insecure </em>dan semakin yakin bahwa Tuhan tidak pernah berpihak padamu. Kamu salah! Kenapa? Sebab jika saat ini pun kamu masih hidup dan bernafas, tentu saja Tuhan selalu berpihak padamu. Saat ini kamu merasa tidak berguna? <em>Yuk, </em>coba mengingat sudah berapa banyak momen bahagia dan mengharukan yang sampai saat ini pernah kamu rasakan. Jika kamu merasa <em>insecure </em>bahwa bentuk fisikmu tidak sesempurna orang lain, maka berhentilah berpikirlah demikian. Sebab, Tuhan pasti memberikan bentuk fisik yang sebaik-baiknya kepada manusia. Jadi, tugasmu hanya bagaimana cara menerima semua yang telah diberikan oleh Tuhan dan sekaligus merawatnya dengan sebaik-baiknya. Tuhan saja mencintaimu sampai seperti ini, tidakkah kamu berpikir untuk mencintai dirimu sendiri juga?</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Jadilah Versi Terbaikmu dan Yakinlah Terhadap Dirimu Sendiri</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1368" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-1536x1024.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-juan-mendez-1536619.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure>



<p class="has-text-align-justify">Ragu dalam melakukan sesuatu merupakan hal yang wajar apabila sedang berada dalam situasi yang serba membingungkan. Tetapi perasaan ragu yang seringkali muncul tanpa bisa dikontrol, dapat membuat diri menjadi mudah cemas dan takut dalam mengambil keputusan. Mungkin saat ini kamu sangat ragu dan <em>insecure </em>melihat orang lain selalu bisa dan benar dalam mengambil keputusan. Mungkin juga sebenarnya, kamu memiliki pikiran yang akan disetujui banyak orang, hanya saja kamu ragu untuk menyampaikannya karena takut dikritik dan menimbulkan rasa <em>insecure </em>hingga terbawa ke keesokan harinya. Berhentilah <em>insecure </em>dan berusahalah untuk tetap yakin. Jika kamu merasa bahwa kamu sudah mencintai dirimu sendiri sebaik mungkin, kamu pun tidak boleh meragukan kemampuan dirimu sendiri. Dikritik memang hal yang biasa, cobalah untuk berusaha berlapang dada dan membalasnya secara bijak tanpa harus menyakiti. Yakinlah dan percayalah kepada dirimu sendiri bahwa kamu bisa melakukannya sesuai dengan versi ternyamanmu. Kamu akan mendapatkan banyak hal baik yang akan terjadi, jika kamu percaya dengan kemampuan dirimu sendiri. Yang terpenting adalah, jangan mencoba untuk menjadi orang lain. Jadilah kamu yang terbaik menurut versimu sendiri dan lakukanlah hal yang terbaik.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Cobalah Terima Dirimu Sendiri, Kamu Tidak Seburuk Itu, <em>kok!</em></strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1369" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-1024x683.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-300x200.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-768x512.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-1536x1025.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-90x60.jpg 90w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977-420x280.jpg 420w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-quang-anh-ha-nguyen-884977.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>source: pexels.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Tidak ada satupun manusia yang sempurna, kamu pun begitu. Setiap orang memang memiliki kelebihan, tetapi juga pasti memiliki kekurangan. Mungkin kamu lelah selalu berusaha menjadi yang terbaik tetapi malah <em>insecure </em>ketika melihat pencapaian orang lain. Padahal sebenarnya, kamu telah melakukan banyak hal dengan baik sesuai kemampuanmu dan juga versimu. Jangan selalu memandang dirimu dalam kesan yang negatif. Kamu tidak harus selalu menang dalam apapun, hidup bukanlah sebuah perlombaan, <em>kan? </em>Jika kamu bisa memandang hal lain di luar dirimu secara positif, mengapa kamu terus memandang dirimu sendiri secara negatif? Hal ini justru membuatmu ragu dengan dirimu sendiri. Kamu terlalu melihat orang lain secara sempurna, tetapi kamu lupa bahwa dirimu sendiri juga banyak melakukan hal baik dan bermanfaat. Cobalah melihat dirimu sendiri, segala kebaikan kecil yang kamu lakukan, dan sesuatu yang kamu miliki tanpa melihat orang lain. Jika kamu merasa bahwa kamu memiliki banyak sifat buruk pun, cobalah untuk berusaha memperbaiki diri sedikit demi sedikit.</p>



<p class="has-text-align-justify">Mencintai diri adalah cara untuk menghalau rasa <em>insecure </em>yang seringkali datang tanpa diundang. Jangan lupa untuk selalu tetap tenang dan selalu menjadi dirimu sendiri. Lakukanlah hal yang terbaik dan membahagiakanmu sesuai versimu, tanpa merugikan dirimu sendiri maupun orang lain. Kamu pantas bahagia dan dihargai. Cobalah untuk selalu mencintai dirimu sendiri, sebab kamu akan mendapatkan banyak hal baik yang terjadi padamu kedepannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/08/29/insecure-bukan-berarti-tidak-bersyukur-kamu-hanya-perlu-mencintai-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengalami Body Shaming? Coba 5 Hal Berikut Ini Dapat Membuat Kamu Terhindar Dari Rasa Insecure</title>
		<link>https://thewomyn.com/2020/06/21/mengalami-body-shaming-coba-5-hal-berikut-ini-dapat-membuat-kamu-terhindar-dari-rasa-insecure/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2020/06/21/mengalami-body-shaming-coba-5-hal-berikut-ini-dapat-membuat-kamu-terhindar-dari-rasa-insecure/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Putri Zaharah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 01:58:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[body shaming]]></category>
		<category><![CDATA[insecure]]></category>
		<category><![CDATA[Women EMpowerment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=183</guid>

					<description><![CDATA[“Pipi udah kayak bakpao, kayaknya kamu gendutan deh sekarang” “Lama berjemur dimana? Kok item sih sekarang” Kalimat diatas merupakan beberapa contoh dari body shaming. Body &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p> <p><em>“Pipi udah kayak bakpao, kayaknya kamu gendutan deh sekarang”</em></p></p>



<p><em>“Lama berjemur dimana? Kok item sih sekarang”</em></p>



<p>Kalimat diatas merupakan beberapa contoh dari <em>body shaming</em>. <em>Body shaming</em> merupakan suatu perilaku atau tindakan dengan memberikan komentar atau kritik negatif tentang penampilan tubuh orang lain. Seringkali orang tidak sadar bahwa perkataannya merupakan <em>body shaming</em> bagi orang lain, terlebih diucapkan di depan orang banyak.</p>



<p><em>Body shaming</em> yang dilakukan oleh seseorang seringkali dianggap wajar karena dianggap sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap orang lain. Sebaliknya, <em>body shaming</em> dapat memberikan dampak negatif dalam kehidupan korban. Meskipun dilakukan dengan cara yang paling halus sekalipun. Karena tidak semua orang bisa menerima komentar dan <em>body shaming</em> sebagai hal yang biasa atau wajar.</p>



<p><em>Body shaming</em> tentu akan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan pada korbannya. Ketika mendapat perlakuan <em>body shaming</em>, korban akan merasa malu terhadap kondisi tubuhnya dan merasa bahwa bentuk tubuhnya jelek sehingga perlu diperbaiki.</p>



<p>Sebagai contoh, jika korban merasa tubuhnya gemuk, dia akan melakukan berbagai cara untuk menurunkan berat badan, mulai dari menahan makan, memuntahkan makanan yang sudah dimakan, atau menggunakan obat pencahar. Kondisi ini termasuk gangguan mental yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari psikolog atau psikiater.</p>



<p>Lakukan hal berikut agar Anda terhindar dari rasa <em>insecure</em>:</p>



<p><p><strong>1.&nbsp; Belajar untuk percaya diri dan mencintai diri sendiri</strong></p>
<figure id="attachment_186" aria-describedby="caption-attachment-186" style="width: 625px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2020/06/cheerful-woman-with-raised-arms_23-2147771624.jpg" alt="Gambar wanita merasa bahagia" width="625" height="417"><figcaption id="caption-attachment-186" class="wp-caption-text">Gambar wanita merasa bahagia (Credit Image: freepik.com)</figcaption></figure></p>



<p>Yakin bahwa apa yang ada di diri kita merupakan suatu hal yang positif, apalagi jika kita tidak membalas dengan melakukan <em>body shaming</em> terhadap orang lain juga. Suatu hal yang ada di dalam diri kita wajib kita syukuri. Bersyukur bahwa masih dapat bersekolah, bekerja, dan melakukan hal produktif lainnya. Dengan rasa bersyukur, akan memunculkan rasa positif di dalam diri sehingga kita dapat lebih percaya diri dan mencintai diri sendiri.</p>



<p><p><strong>2.&nbsp; Menerima kekurangan diri sendiri</strong></p>
<figure id="attachment_187" aria-describedby="caption-attachment-187" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2020/06/portrait-smiling-young-female-with-lovely-gaze-pretty-girl-20s-bending-her-head-hands-folded-chest-taking-pleasure-being-alone-beauty-loneliness-concept_176420-10908.jpg" alt="Gambar wanita merasa bahagia" width="626" height="417"><figcaption id="caption-attachment-187" class="wp-caption-text">Gambar wanita merasa bahagia (Credit Image: freepik.com)</figcaption></figure></p>



<p>Bertubuh gemuk, kulit hitam, rambut keriting bukanlah suatu hal yang negatif. Jadi, berhenti untuk membuat standar kecantikan atau standar tubuh tertentu. Belajar untuk menerima diri sendiri merupakan kunci. Jika memang hal-hal tersebut dapat diperbaiki, maka lakukanlah sesuatu untuk memperbaikinya. Namun, jangan sampai berusaha untuk mengubah diri sendiri menjadi orang lain. Setiap orang memiliki kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain. Jadi, <strong><em>Be Yourself!</em></strong></p>



<p><p><strong>3.&nbsp; Balas dengan ungkapan positif kepada orang lain</strong></p>
<figure id="attachment_188" aria-describedby="caption-attachment-188" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2020/06/emotional-amazing-two-women-friends-have-fun_171337-5723.jpg" alt="Gambar dua wanita menertawakan orang lain" width="626" height="417"><figcaption id="caption-attachment-188" class="wp-caption-text">Gambar dua wanita sedang menertawakan orang lain (Credit Image: freepik.com)</figcaption></figure></p>



<p>Balaslah perkataang-perkataan yang berbau &#8220;<em>body shaming</em>&#8221; dengan positif seperti misalnya: &#8220;Betis kamu gede banget sih&#8221;. Nah daripada kamu haus marah-marah dan membalas dengan perkataan negatif lebih baik kamu membalas dengan jawaban yang positif, seperti : &#8220;Iya kah? Tapi nggak papa kok, cewek punya betis besar siapa tau bisa jadi atlet handal.&#8221; Dengan jawaban positif setidaknya orang yang memberikan perkataan kasar akan tahu bahwa kamu tidak tertindas akan perkataannya.</p>



<p><p><strong>4.&nbsp; Abaikan dan hiraukan orang yang melakukan body shaming</strong></p>
<figure id="attachment_189" aria-describedby="caption-attachment-189" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2020/06/young-woman-biting-her-tongue-showing-ok-gesture-with-two-hands-winking_23-2148055915.jpg" alt="Gambar wanita yang merasa percaya diri" width="626" height="417"><figcaption id="caption-attachment-189" class="wp-caption-text">Gambar wanita yang merasa percaya diri (Credit Image: freepik.com)</figcaption></figure></p>



<p>Tak bisa dipungkiri bahwa perkataan dan perlakuan yang menuju <em>body shaming </em>sangat sulit untuk dihiraukan. Tapi ini penting, jika kamu terlalu peduli terhadap <em>body shaming </em>ini pada akhirnya akan membuat kamu semakin terpuruk dan membenci diri kamu kenapa harus memiliki tubuh yang kamu miliki. Abaikan dan tinggalkan saja orang-orang yang suka melakukan <em>body shaming</em> daripada hal itu akan membuat dirimu semakin terpuruk.</p>



<p><p><strong>5.&nbsp; Menyaring pesan di media sosial</strong></p>
<figure id="attachment_190" aria-describedby="caption-attachment-190" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2020/06/portrait-excited-cute-girl-playing-games-phone_171337-11432.jpg" alt="Gambar wanita sedang melihat social media" width="626" height="417"><figcaption id="caption-attachment-190" class="wp-caption-text">Gambar wanita sedang melihat social media (Credit Image: freepik.com)</figcaption></figure></p>



<p>Pesan di media sosial saat ini turut andil dalam menciptakan persepsi seseorang. Orang dengan kulit putih, langsing, hidung mancung dipandang memiliki standar kecantikan yang baik. Oleh karena itu, pilihlah pesan positif di media sosial, ikutilah akun yang mempopulerkan ajakan untuk menerima, menghargai, dan mencintai diri sendiri.</p>



<p>Hindari akun-akun yang menonjolkan pentingnya penampilan fisik dibandingkan kualitas diri yang lain. Apalagi yang memang mengandung ejekan atau lelucon mengenai kondisi fisik seseorang.</p>



<p>Mulailah untuk bisa mencintai diri sendiri, jangan mudah terbawa emosi saat menjadi korban <em>body shaming</em>. Berpikirlah bahwa orang tersebut hanya memberitahu kondisi fisikmu saat ini namun yang paling mengerti kondisimu adalah dirimu sendiri. Stop bullying dan tunjukkan prestasi!</p>


<p></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2020/06/21/mengalami-body-shaming-coba-5-hal-berikut-ini-dapat-membuat-kamu-terhindar-dari-rasa-insecure/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
