<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Money &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/category/money/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Apr 2021 00:35:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>Money &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inilah Hutang yang Sebaiknya Ladies Hindari</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/04/07/inilah-hutang-yang-sebaiknya-ladies-hindari/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/04/07/inilah-hutang-yang-sebaiknya-ladies-hindari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2021 00:35:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Money]]></category>
		<category><![CDATA[Hutang]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Pinjaman]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=763</guid>

					<description><![CDATA[Seiring bertambahnya kebutuhan, banyak remaja dan dewasa terjerat pada hutang. Beberapa jenis hutang bisa meningkatkan kemampuan dan membeli barang-barang yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Seiring bertambahnya kebutuhan, banyak remaja dan dewasa terjerat pada hutang. Beberapa jenis hutang bisa meningkatkan kemampuan dan membeli barang-barang yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, hutang tergolong sangat mengerikan jika kamu tidak dengan hati-hati mengatur keuanganmu. Namun, tetap saja ada beberapa jenis hutang yang disarankan untuk tidak kamu sentuh atau terpikirkan untuk mengambilnya jika kamu ingin mencapai <em>financial freedom</em> dan menjalani hidup kamu dengan maksimal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">1. Kartu kredit</h2>



<p class="has-text-align-justify">Seperti halnya dengan kartu debit, kartu kredit memiliki fungsi untuk menggantikan uang dalam proses pembelian barang. Namun, jika kamu tidak memperhatikan keuanganmu, bisa saja tagihan kartu kredit yang datang di pertengahan bulan atau akhir bulan itu membengkak. Hal ini belum termasuk bunga kartu kredit yang tetap akan bertambah seiring dengan saldo tanggungan yang kamu punya. Bisa dibilang, kamu hampir tidak bisa mencapai keuangan yang optimal dan ideal jika kamu tidak bisa mengatur nominal tagihan di kartu kredit kamu. Jika kamu memang belum yakin, sebaiknya jangan menggunakan kartu kredit. Namun, kartu kredit bisa menjadi alternatif pembayaran kamu jika kamu memang sedang tidak memiliki uang yang cukup di bank maupun cash. Tetapi tetap diingat tagihannya, sekali kamu melakukan pembayaran maka tidak bisa di-<em>undo</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2. Pinjaman gaji</h2>



<p class="has-text-align-justify">Jika kamu memang pekerja yang menerima gaji setiap bulannya, pinjaman gaji ini terlihat menggiurkan. Memang benar, kamu akan segera mendapat uang dengan cepat, tetapi jenis pinjaman ini merupakan bentuk hutang yang membuat kamu cepat <em>panas</em>. Suku bunga yang tergolong cukup besar dengan tanggal jatuh temponya merupakan dua hal yang cukup berbeda dengan pinjaman lainnya. Faktanya, pinjaman gaji rata-rata datang dengan biaya mulai dari 10 hingga 30 persen untuk setiap $ 100 yang mereka pinjamkan kepada kamu. Menurut <em>Dave Ramsey</em>, pinjaman gaji bukan sesuatu yang bisa kamu hindari atau dapat dengan mudah. Ketika kamu mengambil pinjaman tersebut, dalam banyak kasus, kamu memberi pemberi jaminan akses ke rekening giro kamu, yang berarti mereka pasti akan mencairkan uang mereka, tidak memperdulikan apakah kamu bisa membayarnya atau tidak.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://thewomyn.com/2021/04/03/financial-literacy-wanita-mandiri/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Yuk, Pahami Financial Literacy dan Jadilah Wanita Mandiri!</a></p>



<h2 class="wp-block-heading">3. Tagihan sewa untuk membeli</h2>



<p class="has-text-align-justify">Umumnya tagihan sewa terlibat pada barang konsumen seperti properti, atau <a href="https://perkim.id/pembiayaan-perumahan/pengertian-kredit-pemilikan-rumah-kpr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">KPR</a>. Ini merupakan tagihan dimana kamu mencicil pembayaran untuk membeli di masa yang akan datang. Meskipun banyak sekali dilakukan pada umumnya, ini sebenarnya bukanlah langkah finansial yang baik dan pada akhirnya bisa merugikan kamu dalam jangka panjang. Umumnya, jenis tagihan ini menuntut kamu untuk membayar lebih mahal daripada kamu membeli secara tunai langsung. Cenderung juga ada resiko yang harus ditanggung seperti biaya bunga yang lebih besar jika kamu telat membayarnya. Meskipun jenis tagihan ini tergolong paling susah untuk dihindari mengingat banyaknya tawaran dan kesempatan yang menggiurkan serta kebutuhan yang semakin meningkat, tetap saja kamu harus memiliki kondisi finansial yang baik untuk bisa menyelesaikan pembayaran tagihan tersebut.  </p>



<h2 class="wp-block-heading">4. Pinjaman pribadi</h2>



<p class="has-text-align-justify">Sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman pribadi, pertimbangkan kembali alasan kamu mengambilnya. Jika memang kamu ingin melunasi hutang lainnya, mungkin ini bisa menjadi salah satu alternatif yang cukup baik. Tetapi, jika kamu ingin membeli barang yang memang kamu belum mampu beli secara tunai, misalnya televisi atau biaya pernikahan, pikirkan kembali. Dari segi bunga, memang pinjaman pribadi tergolong sedikit lebih rendah daripada kartu kredit, tetapi kamu tetap harus berhati-hati. Untuk pinjaman pribadi, umumnya ia memiliki nominal bulanan yang tetap yang harus kamu bayar, jika kamu tidak membayarnya sesuai dengan aturan, maka bisa dilanjutkan pada tuntutan hukum.</p>



<p>Kini kamu sudah mengetahui beberapa jenis hutang yang sebaiknya tidak dimiliki. Beberapa dari hutang tersebut sudah banyak beredar di masyarakat, tetapi banyak yang tidak memahami bahayanya sehingga tidak sedikit masyarakat menjadi frustasi dan depresi akibat hutang yang menumpuk. Sebaiknya kamu tidak terjerat ya, <em>ladies</em>. Jika kamu memang sudah memiliki salah satu dari pinjaman di atas, pastikan keuangan kamu masih aman setelah membayar seluruh hutangnya!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/04/07/inilah-hutang-yang-sebaiknya-ladies-hindari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yuk, Pahami Financial Literacy dan Jadilah Wanita Mandiri!</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/04/03/financial-literacy-wanita-mandiri/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/04/03/financial-literacy-wanita-mandiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jessica Aulia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2021 02:47:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Money]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[financial literacy]]></category>
		<category><![CDATA[finansial]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[literasi finansial]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=754</guid>

					<description><![CDATA[Akhir-akhir ini, istilah financial literacy atau literasi finansial mulai sering terdengar dan dibahas di berbagai lapisan masyarakat. Sayangnya, rata-rata financial literacy di Indonesia tingkatnya masih &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Akhir-akhir ini, istilah <em>financial literacy</em> atau literasi finansial mulai sering terdengar dan dibahas di berbagai lapisan masyarakat. Sayangnya, rata-rata <em>financial literacy </em>di Indonesia tingkatnya <a href="https://www.ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-perlindungan-konsumen/Pages/Literasi-Keuangan.aspx" target="_blank" rel="noreferrer noopener">masih rendah</a>. Mengatur keuangan, terutama bagi Anda para wanita karir dan pekerja keras, seringkali menjadi suatu tantangan tertentu yang harus diprioritaskan dalam hidup.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify"><em><a href="https://www.annuity.org/financial-literacy/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Financial literacy</a> </em>sendiri diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan secara efektif berbagai <em>skill</em> terkait pengelolaan keuangan. <em>Skills</em> ini termasuk pengelolaan keuangan personal, <em>budgeting,</em> investasi, dan lainnya.&nbsp;</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/Hn4aOeUQIuND7ZclTedUxoWl9lTQiQPXBzUxU9JOiZ5OG1mW4Druscu2Lyk7OLWCRMbgCO5VeIsKeLGAfEejMsbYnifk46_CUp3s2g_3iEf-cHqcz6lahA6paSplvmPu9xQXVUkg" alt="" width="656" height="437"/><figcaption>unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Wanita dengan berbagai latar belakang tentunya membutuhkan pemahaman yang baik mengenai keuangan untuk dapat mengelolanya dengan efektif. Apalagi dengan adanya dorongan untuk memenuhi kecukupan hidup keluarga, mendapat akses pendidikan, dan bahkan rencana pensiun.</p>



<p class="has-text-align-justify">Mengambil inisiatif untuk mengedukasi diri Anda sendiri mengenai <em>financial literacy</em> tak hanya akan membantu Anda dalam mengeksekusi keuangan Anda dengan lebih baik, tapi juga dapat membantu Anda merancang masa depan yang lebih cerah.</p>



<p class="has-text-align-justify">Anda pasti sudah kenal betul dengan stereotipe tradisional di Indonesia— bahkan di seluruh dunia—mengenai peran wanita dalam suatu keluarga. Wanita seringkali tidak dilibatkan dalam <a href="https://www.wsj.com/articles/womens-other-economic-gap-financial-acumen-11567432800" target="_blank" rel="noreferrer noopener">pilihan-pilihan keuangan yang berdampak besar</a>. Namun, di era modern ini tentunya sudah saatnya bagi wanita untuk berdiri dan memiliki kemampuan yang tak kalah dari pria dalam urusan keuangan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Rendahnya <em>financial literacy, </em>terutama pada wanita, dapat berujung pada pengambilan keputusan keuangan yang kurang baik. Apalagi jika Anda baru mulai berkeluarga dan merupakan seorang Ibu, semakin penting bagi Anda dan suami untuk <em>melek</em> keuangan demi masa depan keluarga Anda.</p>



<p class="has-text-align-justify">Untuk menjadi seorang wanita dengan <em>financial literacy </em>yang baik, ada beberapa <em>skills</em> yang cukup kompleks yang perlu Anda pahami, seperti<em> <a rel="noreferrer noopener" href="https://www.investopedia.com/terms/c/compoundinterest.asp" target="_blank">compound interest</a> </em>atau bunga yang hitungannya berdasarkan jumlah pinjaman pokok ditambah bunga yang sebelumnya diperoleh, dan <em><a rel="noreferrer noopener" href="https://www.investopedia.com/terms/t/timevalueofmoney.asp" target="_blank">time value of money</a></em> atau konsep yang menjelaskan bagaimana nilai uang sekarang lebih berharga dibandang nilai uang di masa mendatang meski jumlahnya sama. Dalam artikel ini, ada empat elemen utama dalam literasi finansial yang akan dijelaskan. Mengingat pentingnya keuangan dalam menjalani hidup setelah dewasa, akan merugikan jika Anda tidak memiliki <em>financial literacy</em> yang baik.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/VTgGTGD56fhiHfxl3c2v_oA6FNumyU10kazcq6r3TqC-2ZvKdLtZ5EnFOtPSd3RPZie23CjvE99wuaxr2-_KqCWWchMoX-ycl2UGM_j9hiQ4LQAWnPl9VrPdX3OgohZR1J1laExD" alt="" width="639" height="426"/><figcaption>unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Oleh karena itu, yuk, pahami mengenai <em>financial literacy </em>dan jadilah wanita mandiri! Berikut beberapa <a href="https://glints.com/id/lowongan/literasi-keuangan/">elemen utama</a> dari <em>financial literacy</em> yang perlu Anda perhatikan, terlepas bagaimana kondisi keuangan Anda sekarang, untuk mengembangkan kemampuan pengelolaan Anda:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pendapatan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify">Langkah pertama tentunya adalah bahwa Anda memerlukan pendapatan atau pemasukan yang stabil dan terjamin. Mungkin dari pekerjaan Anda, bisnis Anda, atau sumber dana lainnya. Memiliki pendapatan rutin adalah fondasi dari pengelolaan keuangan Anda.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Budgeting</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify">Langkah selanjutnya dari mengatur keuangan Anda adalah dengan mengelola pengeluaran Anda. Cara terbaik untuk melakukannya yaitu dengan memiliki <em>budget</em> untuk keperluan primer seperti sandang pangan papan, dan juga untuk keperluan sekunder seperti hiburan dan liburan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tak hanya itu, berikut beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan Anda dalam melakukan <em>budgeting</em>:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Membuat daftar pengeluaran bulanan seperti cicilan rumah, <em>gadget</em>, bahan makanan, listrik, dan lain-lain.</li><li>Kategorikan pengeluaran Anda berdasarkan kuantitas dan frekuensinya; apakah per bulan, per tiga bulan, bervariasi, dan sebagainya.</li><li>Hitung pemasukan dan pengeluaran Anda secara terpisah. Jika pengeluaran Anda melebihi pemasukan Anda, maka Anda perlu memotong sebagian dari pengeluaran Anda yang kira-kira tidak perlu terlalu diprioritaskan. Atau, Anda bisa mencari cara seperti selalu memasak sendiri daripada makan di restoran untuk mengurangi pengeluaran. Jika pemasukan Anda melebihi pengeluaran Anda, ingat untuk tidak menghabiskannya secara berlebih. Lebih baik lagi, simpan sisa dari pemasukan Anda ke dalam tabungan Anda.</li><li>Buat rencana keuangan yang sebisa mungkin berjangka panjang. Mulai dari bulanan, tahunan, hingga untuk masa depan. Hal ini berguna terutama bagi Anda yang telah berkeluarga untuk menjamin masa depan Anda dan orang-orang tersayang Anda.</li><li>Miliki tabungan kesehatan atau asuransi. Sebaiknya, Anda selalu menjaga kesehatan Anda dan keluarga. Namun, hidup seringkali tak terduga. Dalam kejadian yang di luar rencana, seringkali Anda membutuhkan lebih banyak dana. Persiapkan keuangan Anda sebelum datangnya bencana.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tabungan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify">Bicara tentang tabungan, tentu saja penting dalam pengelolaan keuangan. Tabungan dapat memiliki banyak fungsi, seperti tabungan untuk pendidikan pribadi, pendidikan anak, dan tabungan untuk keperluan darurat. Pastikan Anda menyisihkan sebagian dari pemasukan Anda untuk ditabungkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Hindari Hutang</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify">Sebisa mungkin, jauhkan diri Anda dari hutang. Sudah rahasia umum bahwa berhutang adalah cara cepat menuju kebangkrutan. Usahakan untuk tidak meminjam uang atau menggunakan kartu kredit. Terutama dalam hal kartu kredit, Anda perlu memiliki <em>self-control</em> yang baik agar Anda tidak terlena dengan ketersediaan uang Anda.</p>



<p class="has-text-align-justify"><em>Financial literacy </em>dan <em>women empowerment</em> adalah dua hal yang saling bertaut. Ketika Anda telah melek finansial, Anda menunjukkan kesiapan diri Anda dalam menghadapi karir, pendidikan, hidup, dan persoalan keluarga Anda. <em>So, </em>jika Anda belum memulai, yuk segera rencanakan pengelolaan keuangan Anda dengan lebih baik.</p>



<p><em>Earn well and spend smartly, ladies!</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/04/03/financial-literacy-wanita-mandiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
