<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sup Manten &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/sup-manten/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2021 09:02:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>Sup Manten &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Resep Sup Manten Andalan di Pesta Pernikahan</title>
		<link>https://thewomyn.com/2020/06/28/resep-sup-manten-andalan-di-pesta-pernikahan/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2020/06/28/resep-sup-manten-andalan-di-pesta-pernikahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Putri Zaharah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2020 05:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Recipe]]></category>
		<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sup Manten]]></category>
		<category><![CDATA[Wedding]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=304</guid>

					<description><![CDATA[Bagi generasi millennial, menyebut istilah Sup Manten mungkin sedikit asing. Ini adalah sup khusus. Disebut khusus lantaran kuliner ini dijumpai saat perhelatan perkawinan adat Jawa &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><p>Bagi generasi millennial, menyebut istilah Sup Manten mungkin sedikit asing. Ini adalah sup khusus. Disebut khusus lantaran kuliner ini dijumpai saat perhelatan perkawinan adat Jawa khususnya kota Solo.</p></p>



<p>Isian dari sup manten yaitu kembang kol, wortel, ayam dan kentang goreng dengan bumbu dasar bawang merah dan bawang putih. Sederhana, memang, namun ada nilai-nilai dalam yang terkandung di dalamnya. Kuahnya bening, dengan sayuran direbus terpisah. Isi sup akan ditata dalam piring dan disiram kuah panas ketika akan disajikan.</p>



<p><p>Di daerah Solo, penyajian makanan saat resepsi pernikahan masih ada yang menggunakan sistem piringan. Artinya, para tamu duduk lalu hidangan diantar satu per satu. Berbeda dari sistem prasmanan yang kerap dijumpai di pesta pernikahan masa kini.</p></p>



<p>Dalam sistem piringan, makanan pertama yang disajikan biasanya jajanan ringan, sup manten ini, lala makanan berat seperti nasi, dan ditutup dengan semangkuk <em>ice cream</em>. Untuk sistemnya biasa disebut piring terbang karena para tamu undangan akan duduk saja, dan piring makanan akan dihidangkan oleh pihak yang mengadakan pernikahan.</p>



<p><p>Bukan hidangan sembarangan, sup manten mengandung makna filosofis di dalamnya. Hidangan ini melambangkan perbedaan yang ada pada manusia, khususnya bagi para calon mempelai. Di mana di antara calon mempelai tentunya memiliki latar belakang yang berbeda, seperti jenis-jenis sayuran yang digunakan memiliki perbedaan yang dapat disatukan dalam sebuah sajian, begitu pula dengan pernikahan.</p></p>



<p>Makna selanjutnya adalah sebuah kesederhanaan. Dalam sup manten kesederhanaan terlihat dari bahan dan bumbu yang sederhana. Hal ini mengajarkan kepada para mempelai agar tidak sombong, karena hidup terkadang berada diatas ataupun dibawah, sehingga harus dijalani dengan sederhana di kehidupan baru para mempelai kelak.</p>



<p>Wadah pada mangkok yang tersaji pada sup manten ini memiliki makna yang dalam. Hal ini terlihat dari peribahasa Jawa yang berbunyi <em>‘Pagar Mangkok luweh kuat tinimbang pagar tembok’</em>. Artinya adalah pagar mangkok sendiri melambangkan sikap yang dermawan kepada sesama terutama kepada tetangga sekitar. Dengan sikap baik tersebut nantinya akan berbuah baik juga untuk kehidupan berumah tangga kelak.</p>



<p>Anda juga dapat membuat sup manten sendiri di rumah:</p>



<p><strong>Bahan:</strong></p>



<p>Ayam kampung 1 kg</p>



<p>Wortel 2 buah</p>



<p>Kacang kapri 50 gr</p>



<p>Kembang kol 100 gr</p>



<p>Kentang yang telah diiris tipis dan digoreng, 1 buah</p>



<p>Jamur putih kering 50 gr</p>



<p>Jamur kuping 50 gr</p>



<p><strong>Bumbu:</strong></p>



<p>Bawang merah 5 siung</p>



<p>Bawang putih 4 siung</p>



<p>Pala utuh ¼ buah</p>



<p>Jahe 3 cm, geprek</p>



<p>Merica bubuk ½ sdt</p>



<p>Gula 1 sdt</p>



<p>Garam 1 sdt</p>



<p><strong>Cara Membuat:</strong></p>



<p>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Rebus ayam sampai mendidih dan ayam matang angkat ayam lalu suwir suwir, sisihkan.</p>



<p>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Tumis bawang merah, bawang putih dan jahe sampai harum di wajan lain.</p>



<p>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Masukkan bumbu tumis ke kaldu ayam biarkan sampai mendidih. Beri garam, gula dan merica.</p>



<p>4.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Masukkan juga bunga kol dan wortel masak sampai matang. Masukkan kapri jamur kuping dan jamur putih masak sebentar saja lalu matikan apinya.</p>



<p>5.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Tata di piring beri suwiran ayam dan keripik kentang. Beri taburan daun bawang, seledri dan bawang goreng. Sajikan.</p>



<p>Mudah dan murah bukan? Sup manten ini siap dinikmati bersama keluarga dirumah, cocok dinikmati saat cuaca sedang dingin. Anak-anak pun pasti akan menyukainya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2020/06/28/resep-sup-manten-andalan-di-pesta-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
