<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>strategi bisnis &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/strategi-bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Oct 2021 10:03:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>strategi bisnis &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menilik Kisah Sukses Membangun Bisnis Kuliner di Usia Muda bersama Muslimah Mahmudah</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/10/07/menilik-kisah-sukses-membangun-bisnis-kuliner-di-usia-muda-bersama-muslimah-mahmudah/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/10/07/menilik-kisah-sukses-membangun-bisnis-kuliner-di-usia-muda-bersama-muslimah-mahmudah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wina Ramadhani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2021 10:03:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis muda]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan muda]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan pebisnis]]></category>
		<category><![CDATA[strategi bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1515</guid>

					<description><![CDATA[Menjadi pebisnis dan memiliki usaha sendiri adalah cita-cita banyak orang. Tetapi, untuk memulai dan menjalankannya tentu bukan hal yang mudah. Ada banyak tahapan dan perencanaan &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Menjadi pebisnis dan memiliki usaha sendiri adalah cita-cita banyak orang. Tetapi, untuk memulai dan menjalankannya tentu bukan hal yang mudah. Ada banyak tahapan dan perencanaan yang harus dilakukan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Kali ini, TheWomyn berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu pebisnis perempuan yang sukses membangun usahanya di usia yang cukup muda. Siapa dia?&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify"><strong>Muslimah Mahmudah</strong>, atau yang kerap dipanggil dengan nama Ima, adalah salah satu pebisnis perempuan yang sukses dalam menjalankan usaha kuliner. Di usianya 24 tahun, Ima mendirikan PT Bisnis Milenial Cipta Rasa bersama dua orang temannya. Bisnis ini bahkan sudah memiliki dua produk usaha unggulan yaitu Meatkuy (@meat_kuy) dan Campur Rasa Catering (@campurrasacatering).&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada kesempatan kali ini Ima berbagi pada TheWomyn serba-serbi membangun bisnis, mulai dari latar belakang usaha hingga strategi bisnis yang ia lakukan.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang Menjadi Pebisnis dan Mewujudkannya</h2>



<p class="has-text-align-justify">Inspirasi Ima untuk menjadi pebisnis tidak jauh-jauh. Ia mendapatkannya dari Sang Ibu, yang kala itu adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang gemar berjualan di kantornya. Dari sini, Ima termotivasi dan memulai bisnis kecilnya saat memasuki dunia kampus. Ia juga sering mengikuti perlombaan untuk mengasah kemampuannya.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Tidak main-main, Ima dan teman-temannya bahkan bisa memiliki gerobak bisnis dan berjualan produk dengan nama “Dapur Mpek-Mpek”. Saat itu, bisnis yang dijalankannya menggunakan sistem <em>pre-order</em>. Namun, mereka juga sering membuka lapak, baik di taman atau bahkan di bazar.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah lulus kuliah Ima membuka usaha Bakso Malang di Tangerang dan berjualan menggunakan gerobak motor keliling. Karena jiwa bisnis yang kuat dan kemauan yang besar, hingga Ima memiliki ide untuk terus mengembangkan agar produknya menjadi lebih praktis dan kekinian.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Nama PT Bisnis Milenial Cipta Rasa</h2>



<p class="has-text-align-justify">Sangat sederhana, nama yang mereka gunakan ini karena para pendiri adalah tiga orang milenial. Mereka menginginkan produk yang praktis dan <em>ready to eat</em>, tetapi memiliki cita rasa yang otentik. Awalnya memang tidak terpikirkan untuk membuka usaha besar. Ima dan dua temannya hanya ingin “melebarkan sayap”. Jalan terbaiknya adalah membentuk perseroan terbatas (PT). Dari sinilah nama Bisnis Milenial Cipta Rasa mereka ambil. </p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/10/download.png" alt="" class="wp-image-1524" width="481" height="481" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/10/download.png 225w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/10/download-150x150.png 150w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/10/download-60x60.png 60w" sizes="(max-width: 481px) 100vw, 481px" /></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Meatkuy sendiri bermakna <em>ngedaging yuk!</em> Sebuah kata khas kaum milenial. Di logo, Meatkuy juga mencitrakan bisnisnya secara keseluruhan, ilustrasi bakso dan ajakan untuk makan. Logo yang mereka pilih pun menggambarkan kepraktisan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski terbilang muda, Ima tidak khawatir akan urusan “modal”. Ia memperolehnya dengan mengandalkan proposal bisnis dan memanfaatkan hasilnya. Ima juga mengajak para teman dari berbagai latar belakang dan kemampuan untuk <em>join</em> dan membentuk tim yang baik. Hebatnya, ia bahkan bisa dikatakan membangun bisnis secara cuma-cuma karena difasilitasi oleh kementerian (negara).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berbisnis di Tengah Pandemi</h2>



<p class="has-text-align-justify">Ima mengatakan bahwa bisnis yang berjalan sukses dan bertahan lama adalah bisnis yang menjawab permasalahan masyarakat. Di masa pandemi, tentu saja banyak orang yang malas ke luar rumah atau bahkan khawatir akan virus. Bagi Ima, justru inilah jawabannya. Masalah ini dibuat menjadi peluang untuk memperluas <em>channel </em>bisnis, <em>plan, tools</em>, dan hal lainnya untuk terus berkembang di tengah hantaman Covid-19.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CNzfoe1HJ30/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CNzfoe1HJ30/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CNzfoe1HJ30/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Bakso Malang Instan Meatkuy (@meat_kuy)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Ima berhasil membuat bisnis berupa sate ayam, Bakso Malang, risol, dan dimsum. Produk yang mereka jual adalah jenis <em>frozen food</em>, hingga mudah diakses oleh <em>customer</em> bahkan di tengah pandemi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Ima, berbisnis di tengah pandemi dapat dijalankan hanya jika berpegang teguh pada riset <em>market</em> dan kompetitor. Baginya, hal ini bisa dimulai dengan menempatkan diri sendiri sebagai pembeli dan mencari peluang dari kelebihan dan kekurangan kompetitornya.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kendala Membangun Dua Bisnis Bersama Rekan Lainnya</h2>



<p class="has-text-align-justify">Kepada TheWomyn, Ima mengatakan bahwa benar, kedua bisnis yang ia jalankan memiliki segmentasi, target, hingga kemasan yang berbeda. Namun, ini bukan masalah yang besar. Campur Rasa Catering ia jalankan di lingkup <em>offline</em>. Target <em>market </em>mereka adalah perusahaan atau <em>customer </em>yang mengadakan acara besar, <em>wedding</em>, <em>gathering</em>, dan event lainnya. </p>



<p class="has-text-align-justify">Di bisnis ini, memang lebih sulit untuk mengajak investor bergabung. Selain itu, ada pula tantangan lain seperti sertifikasi BPOM dan perizinan bertahap yang perlu dilengkapi. Usaha <em>catering</em>-nya ini masih dalam skala <em>home industry</em> hingga masih perlu pengembangan. Semua itu dijalankan Ima dengan penuh semangat.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Tentu perbedaan pendapat pernah dihadapi. Namun, selama visi dan misi mereka masih sama, ini pun bukan masalah. Bagi Ima dan rekan-rekannya, memperbanyak diskusi, bertukar pikiran, dan mencari solusi menjadi jalan keluar. “Membangun bisnis tidak cukup dengan satu kepala saja”, ujarnya. Setiap ide yang didapat harus di-<em>breakdown</em> secara detail. Mereka melihat ide dari segi penerapannya untuk jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Stok, Pengiriman, dan Garansi</h2>



<p class="has-text-align-justify">Stok yang menumpuk harus dihindari. Hal ini agar tidak ada produk yang kadaluarsa. Caranya adalah dengan menghitung secara detail, mempertimbangkan bahan baku, dan cara produksi. Perlu ada uji coba waktu kadaluarsa. Disinilah <em>research and development</em> bekerja. Beberapa hal yang dilakukan adalah dengan memisahkan atau menyatukan bumbu produk agar tetap tahan lama.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari segi pengiriman, Ima pun memilih <em>channel </em>distribusi dengan pengiriman paling cepat. Satu hari harus sampai. Tentu saja, dengan pengemasan produk yang baik agar tidak ada barang yang rusak atau kualitas yang jelek. Ima dan teman-teman juga tidak mau memaksakan menerima pesanan jika itu terlalu jauh dan tidak memungkinkan. Mereka memilih untuk mempertahankan integritas. Sejauh ini, pengiriman ke luar Jawa, seperti Sumatera dan Papua bisa mereka lakukan dengan lancar.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Jika barang rusak? Tentu saja Ima memberikan garansi yang sesuai dengan keluhan. Mereka bisa melakukan <em>refund, </em>ganti produk, atau bonus produk. <em>Trust</em> harus juga. Biaya ganti rugi ini tidak bisa sebanding dengan kepercayaan. Justru, produk yang rusak harus menjadi acuan perbaikan dalam membangun bisnis.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Strategi Bisnis dan Target Kedepan</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="539" height="539" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/10/20211007_154524.jpg" alt="" class="wp-image-1523" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/10/20211007_154524.jpg 539w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/10/20211007_154524-300x300.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/10/20211007_154524-150x150.jpg 150w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/10/20211007_154524-60x60.jpg 60w" sizes="(max-width: 539px) 100vw, 539px" /></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Kolaborasi yang dilakukan dengan pihak lain bisa menjadi andalan dalam bisnis. Ima dan kawan-kawan bahkan pernah mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi “Bikin Laper” dari Trans TV. Meski awalnya hanya “dari mulut ke mulut”, tapi cara ini terbukti berhasil. Strategi memperluas <em>reseller </em>pun dilakukan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Target PT Bisnis Milenial Cipta Rasa ini adalah agar semua masyarakat Indonesia bisa mencicipi Meatkuy. Mereka ingin inovasi produk dan membuatnya lebih praktis. Untuk usaha Campur Rasa Catering mereka berharap agar lancar dalam urusan perizinan dan sertifikasi. Tentu saja, dapat menjaring investor pun termasuk dalam target bisnis Ima selanjutnya.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pesan untuk Para Perempuan yang Ingin dan Sedang Menjalankan Bisnis</h2>



<p class="has-text-align-justify">Mulailah dengan “Why”. Dalam membangun bisnis, kita harus memiliki alasan kenapa kita melakukannya. Susunlah visi, misi, prioritas, dan konsep hidup. Semua ini akan membangkitkan rasa berani dalam mengambil risiko. Mendengarkan masukan dan banyak belajar juga akan membentuk<em> </em>mental dan <em>mindset</em>. Dua hal yang penting bagi pebisnis. “Jadilah pembelajar yang haus ilmu, hingga gagal bosan pada kita” adalah tagline hidup Ima. Artinya, harus mau belajar dan tidak sombong.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify"><em>Open minded</em>, memperbanyak literasi bisnis, mempelajari modal dan analisa bisnis, mengikuti webinar dan pelatihan. Inilah sederetan hal yang perlu dilakukan. Tidak lupa pulang membangun jejaring dengan komunitas. Dari sini pebisnis muda perlu menemukan mentor dan mendapat <em>program mentoring</em>. Perolehlah modal dari lomba, kerjasama, dan program pendanaan wirausaha. Sekali lagi ia menambahkan bahwa&nbsp; insight dan data, pelajari media bisnis, research kompetitor dan produk, dan evaluasi bisnis perlu diperbanyak.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Muslimah Mahmudah, seorang perempuan, anak muda, dan pebisnis sukses. Dengan menilik kisahnya, semoga kita menemukan inspirasi dan semangat dalam berbisnis, terutama di bidang kuliner. Sampai jumpa di TheWomynpreneur Talk selanjutnya!</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="TheWomynpreneur Talk EP. 7 with Muslimah Mahmudah | Direktur Utama PT. Bisnis Milenial Cipta Rasa" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/4pjqjx_iHG4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/10/07/menilik-kisah-sukses-membangun-bisnis-kuliner-di-usia-muda-bersama-muslimah-mahmudah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
