<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Skin &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/skin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Apr 2021 05:04:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>Skin &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ingin Kulit Tetap Sehat Selama Berpuasa? Lakukan Cara-Cara Ini</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/04/22/ingin-kulit-tetap-sehat-selama-berpuasa-lakukan-cara-cara-ini/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/04/22/ingin-kulit-tetap-sehat-selama-berpuasa-lakukan-cara-cara-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2021 05:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Beauty]]></category>
		<category><![CDATA[Healthy Skin]]></category>
		<category><![CDATA[Kulit wajah]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Skin]]></category>
		<category><![CDATA[Skincare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=871</guid>

					<description><![CDATA[Untuk mendapatkan kulit yang sehat dan glowing sebenarnya tidak sulit, dan salah satu caranya adalah dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, ketika berpuasa, tubuh akan &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Untuk mendapatkan kulit yang sehat dan <em>glowing</em> sebenarnya tidak sulit, dan salah satu caranya adalah dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, ketika berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan, yang berakibat kulit akan cepat mudah kering dan hal tersebut dapat memicu banyak bakteri masuk kedalam kulit.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Selama berpuasa, tubuh akan kehilangan mineral dan sumber nutrisi penting yang berperan untuk menjaga kesehatan kulit. Apabila tidak dibarengi dengan pola hidup yang seimbang serta nutrisi yang cukup ketika berbuka dan sahur akan berbahaya bagi tubuh dan kulit.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada dasarnya tubuh manusia terdiri dari 60% air, dan air yang masuk dalam tubuh berfungsi agar menjaga<a href="https://thewomyn.com/2021/03/13/kenali-jenis-kulitmu-sebelum-membeli-skincare/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> kulit tetap terhidrasi dan tidak kering</a>. Apabila cairan yang masuk kedalam tubuh berkurang, maka tubuh tidak bisa menghidrasi kulit dan akan menjadi lebih cepat kering.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan tidak mengkonsumsi apapun selama berpuasa tentunya ada penyesuaian yang harus dilakukan agar tetap bisa menjaga kulit kita tetap bersih dan <em>glowing</em> meski dari pagi hingga petang tidak mendapatkan nutrisi apapun sama sekali. Lantas apa yang harus dilakukan agar kulit tetap sehat dan terjaga meski sedang berpuasa? Berikut adalah tips-tips yang bisa dilakukan para ladies untuk menjaga kulit tetap sehat. Yuk disimak!</p>



<h2 class="wp-block-heading">1. Perbanyak konsumsi air putih</h2>



<p class="has-text-align-justify">Tidak bisa dipungkiri, setiap harinya kita membutuhkan cairan yang cukup untuk bisa menjaga kulit tetap sehat. Namun ketika berpuasa kita akan kekurangan cairan yang cukup banyak sehingga menyebabkan kulit mudah kering. Nah, langkah yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cairan selama berpuasa adalah mengonsumsi air putih yang cukup pada saat berbuka hingga sahur, dan menurut <a href="https://onlinelibrary.wiley.com/journal/14682494" target="_blank" rel="noreferrer noopener">International Journal of Cosmetics</a>, meminum 2.25 liter air atau 9.5 gelas perhari dapat meningkatkan ketebalan dan kekenyalan kulit. Eits, tapi pastikan untuk mengonsumsi air putih secara bertahap ya, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari dan 3.5 saat sahur. </p>



<h2 class="wp-block-heading">2. Batasi konsumsi makanan berminyak, pedas, dan asin</h2>



<p class="has-text-align-justify">Tahukah <em>ladies</em>, kalau mengonsumsi makanan yang berminyak, pedas dan asin dapat menyerap cairan yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh, dan membuat kalian cepat haus dan membuat kulit menjadi kering. Terlebih di bulan puasa dari pagi hingga petang kita tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi apapun baik makanan dan minuman. Usahakan pada saat sahur hindari mengkonsumsi makanan yang berminyak, pedas dan asin, dan salah satu tips untuk menghindari haus setelah sahur adalah dengan mengonsumsi air hangat setelah makan, dan pastikan untuk tidak mengkonsumsi makanan apapun setelah minum air hangat ya <em>ladies.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">3. Menggunakan pelembap</h2>



<p class="has-text-align-justify">Ketika kita berpuasa, tentu saja tubuh akan kehilangan cairan yang dibutuhkan untuk menjaga kulit tetap sehat. Tetapi kita juga masih bisa menjaga kulit meski tidak minum dan makan selama seharian, cara paling mudah adalah menggunakan pelembab. Gunakan pelembap setelah mencuci muka dengan air hangat untuk mengembalikan kelembapan yang hilang ketika berpuasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">4. Batasi aktivitas di luar ruangan </h2>



<p class="has-text-align-justify">Dengan maraknya COVID-19, tentunya sebagian orang lebih memilih untuk berada dirumah untuk menghindari resiko tertular. Meski banyak juga yang memilih untuk keluar untuk sekedar berbelanja kebutuhan atau melepas penat berada di rumah. Eits, tetapi dengan seringnya berada di bawah paparan sinar matahari terlebih di saat puasa dapat membuat tubuh kehilangan cairan dengan cepat, dan membuat kulit mudah kering. Maka dari itu jika melakukan kegiatan di luar ruangan, pastikan untuk melindungi kulit dengan penggunaan tabir surya ya. Selain menghindari terpapar langsung sinar UV matahari, juga menghindari kulit cepat kering.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading">5. Menjaga pola makan yang sehat</h2>



<p>Tidak bisa dipungkiri, dengan mengonsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan dapat membantu menutrisi tubuh dan menjaga kulit tetap sehat. Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, B dan C pada saat sahur dan berbuka dapat menyamarkan noda hitam di area wajah dan juga membantu untuk mencerahkan serta membuat kulit lebih sehat.</p>



<p><br>Nah, tentunya cara-cara ini mudah dilakukan bukan? Selain mudah, menerapkan pola hidup yang sehat juga dapat membantu <em>ladies </em>untuk menjaga kulit tetap sehat dan terjaga meski sedang berpuasa. Jadi yuk, mulai dari sekarang mari menjaga kulit kita dengan menerapkan cara-cara ini ya. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/04/22/ingin-kulit-tetap-sehat-selama-berpuasa-lakukan-cara-cara-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati-Hati! Ini Bedanya Komedo Dengan Sebaceous Filaments</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/04/08/hati-hati-ini-bedanya-komedo-dengan-sebaceous-filaments/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/04/08/hati-hati-ini-bedanya-komedo-dengan-sebaceous-filaments/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2021 01:34:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Beauty]]></category>
		<category><![CDATA[Blackhead]]></category>
		<category><![CDATA[Komedo]]></category>
		<category><![CDATA[Sebaceous Filaments]]></category>
		<category><![CDATA[Skin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=808</guid>

					<description><![CDATA[Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya komedo, dimana terdapat bintik-bintik hitam diarea hidung. Munculnya bintik-bintik ini kerap mengganggu penampilan seseorang, tak jarang lho banyak &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya komedo, dimana terdapat bintik-bintik hitam diarea hidung. Munculnya bintik-bintik ini kerap mengganggu penampilan seseorang, tak jarang lho banyak dari kita yang mencoba untuk menghilangkan bintik-bintik hitam ini. Mulai dari menggunakan masker, scrub hingga yang paling sering kita lakukan adalah dengan memencetnya langsung.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Eits, tapi taukah kalian bahwa bintik-bintik hitam yang sering kita coba keluarkan menggunakan tangan bisa jadi itu bukanlah komedo, melainkan <em>sebaceous filaments </em>yang berfungsi menyalurkan sebum ke seluruh permukaan kulit untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nah, <em>sebaceous filaments </em>sering ditemukan di area t-zone atau daerah hidung yang cenderung berminyak, dan <em>sebaceous filaments </em>ini berfungsi mendistribusikan sebum ke seluruh lapisan kulit melalui folikel rambut, dan jika seseorang memiliki tipe kulit berminyak dan berpori besar, biasanya <em>filaments </em>ini akan sering ditemukan berwarna hitam dikarenakan menumpuknya sebum dalam jumlah besar.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Lalu, apa bedanya dengan komedo, dan bagaimana caranya menangani <em>sebaceous filaments </em>tanpa merusak kulit? Simak ulasan dari the Womyn berikut!</p>



<p><strong><em>Sebaceous Filaments</em></strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="493" height="257" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/04/sebaceous.png" alt="" class="wp-image-813" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/04/sebaceous.png 493w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/04/sebaceous-300x156.png 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/04/sebaceous-115x60.png 115w" sizes="(max-width: 493px) 100vw, 493px" /><figcaption>credit: Shutterstock</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Banyak persepsi yang salah mengenai <em>sebaceous filaments</em>, dan yang paling umum seringkali disamakan dengan komedo. Padahal keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Jika komedo merupakan sumbatan dari kotoran yang ada pada kulit, maka <em>sebaceous filaments </em>merupakan partikel yang berfungsi menyalurkan minyak ke seluruh kulit melalui folikel rambut.</p>



<p class="has-text-align-justify">Apakah jika seseorang memiliki <em>sebaceous filaments</em> maka ia memiliki kelainan kulit? Jawabannya adalah tidak,karena semua orang pasti memiliki kondisi ini, dan hal tersebut termasuk lumrah, karena fungsi dari <em>filaments </em>itu sendiri adalah membuat kulit kita tetap terhidrasi dengan baik.</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, ketika terjadi penumpukan minyak yang berlebih, maka <em>sebaceous filaments</em> ini akan membentuk bintik berwarna hitam menyerupai komedo. Tetapi, jika penumpukan minyak pada kulit tergolong sedikit, maka warnanya akan menjadi kuning atau abu-abu.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ada beberapa faktor yang menyebabkan berlebihnya jumlah minyak dalam kulit, sehingga membentuk <em>filaments </em>yang mirip dengan komedo. Mulai dari usia, folikel rambut yang tebal, paparan sinar matahari, maupun genetik.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagaimana caranya untuk mengatasi <em>sebaceous filaments </em>ini? Sebenarnya tidak ada cara untuk menghilangkan kondisi ini, karena kondisi tersebut penting untuk menjaga kesehatan kulit. Namun, hal ini dapat diminimalisir dengan melakukan ekstraksi, dan untuk melakukan hal tersebut wajib dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya. Karena, jika kita melakukan ekstraksi secara mandiri akan berakibat iritasi pada kulit. Selain dari ekstraksi, bisa juga dengan perawatan kulit secara teratur dengan cara eksfoliasi menggunakan bahan yang memiliki kandungan BHA, ataupun menggunakan<em> clay mask</em> secara rutin, karena bahannya yang mudah menyerap minyak berlebih.&nbsp;</p>



<p><strong>Komedo/Blackehads</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="388" height="262" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/04/Komedo.png" alt="" class="wp-image-814" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/04/Komedo.png 388w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/04/Komedo-300x203.png 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/04/Komedo-89x60.png 89w" sizes="(max-width: 388px) 100vw, 388px" /><figcaption>credit: Shutterstock</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Lain hal dengan komedo, jika <em>sebaceous filaments</em> terjadi akibat berlebihnya jumlah minyak dalam kulit, kalau komedo terjadi akibat oksidasi dari sumbatan sel kulit mati yang ada pada area hidung. Komedo sendiri termasuk dari keluarga <em>acne</em> atau jerawat, dan bentuk dari komedo sendiri lebih ke arah benjolan, berbeda dengan <em>sebaceous filaments</em> yang cenderung lebih rata.</p>



<p class="has-text-align-justify">Penyebab yang paling lumrah terjadinya komedo, adalah jarangnya membersihkan wajah, selain itu ketidakseimbangan hormon juga berpengaruh pada munculnya komedo baik ketika sedang berada pada masa menstruasi atau sedang mengkonsumsi pil kb. Akan tetapi, <em>sebaceous filaments</em> bisa menjadi komedo ketika jumlah minyak yang dihasilkan terlalu berlebih.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Bagaimana cara menghilangkan komedo, banyak cara untuk menghilangkan komedo, mulai dari memakai krim, sabun yang mengandung salicylic acid, benzoyl peroxide dan resorsinol. Ketiga kandungan ini bekerja ampuh untuk mengurangi jumlah minyak berlebih, membunuh bakteri yang ada dalam kulit serta mengakibatkan mengelupasnya sel-sel kulit mati.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Jadi, sekarang sudah tahu perbedaan antara komedo dan <em>sebaceous filaments</em>. Meski komedo juga terjadi apabila jumlah minyak yang dihasilkan oleh <em>sebaceous filaments</em> terlalu banyak, namun perlu diperhatikan keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Komedo bisa dihilangkan, sedangkan <em>sebaceous filaments</em> tidak bisa dihilangkan, melainkan hanya bisa dikurangi dengan perawatan kulit yang teratur.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify"><br>Namun yang terpenting, perawatan wajah dengan bahan-bahan yang baik bagi kulit dan dilakukan secara rutin dapat membuat wajah jauh lebih bersih dari komedo ataupun minyak berlebih. Pastikan sabun/masker yang kalian gunakan mengandung bahan-bahan yang tidak hanya aman tetapi ampuh untuk mengurangi <em>sebaceous filaments</em>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/04/08/hati-hati-ini-bedanya-komedo-dengan-sebaceous-filaments/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
