<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pasangan &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/pasangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 00:36:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>Pasangan &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hubungan Sehat, Hidup Lebih Lama: Mitos atau Fakta</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/03/29/hubungan-sehat-hidup-lebih-lama-mitos-atau-fakta/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/03/29/hubungan-sehat-hidup-lebih-lama-mitos-atau-fakta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2021 00:36:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Mitos]]></category>
		<category><![CDATA[Pasangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=678</guid>

					<description><![CDATA[Dalam kehidupan kita, tentu memiliki keinginan untuk menjalani masa tua dengan seseorang. Ini merupakan alasan lumrah mengapa pernikahan terjadi. Namun, tidak sedikit juga yang menganggap &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Dalam kehidupan kita, tentu memiliki keinginan untuk menjalani masa tua dengan seseorang. Ini merupakan alasan lumrah mengapa pernikahan terjadi. Namun, tidak sedikit juga yang menganggap ia tidak memerlukan pasangan. Percayakah kamu bahwa pasangan kamu juga bisa mempengaruhi kesehatan kamu terutama jika hubungan kalian sangat baik? Simak hasil riset berikut dan manfaat lainnya jika kamu punya pasangan hidup.</p>



<p>1. Pasangan bisa meredam rasa sakit</p>



<p class="has-text-align-justify">Sinkronisasi antar pribadi yaitu suatu fenomena dimana secara psikologis pasangan bisa menenangkan sesama, tidak harus pasangan yang memiliki hubungan khusus. Bahkan pertemanan yang mana sudah terjalin dengan sangat lama, dimana masing-masing individu menghabiskan waktu bersama juga bisa memiliki fenomena tersebut. Hasil ini ditemukan oleh para peneliti dari Universitas <em>Colorado</em> di Amerika Serikat serta Universitas <em>Haifa</em> di Israel. Mereka menemukan jika seorang pria menyentuh wanita yang sedang kesakitan, detak jantung dan pola pernafasan akan sinkron. Yang mana artinya, rasa sakit wanita tersebut akan berkurang. &#8220;Semakin empati pasangan dan semakin kuat efek analgesik, maka semakin tinggi sinkronisasi antara keduanya ketika mereka bersentuhan,&#8221; kata penulis utama penelitian, <em>Pavel Goldstein</em>.</p>



<p>2. Hidup yang lebih sehat</p>



<p class="has-text-align-justify">Seperti halnya olahraga, jika kamu melakukannya dengan orang lain maka akan lebih semangat dan konsisten, dengan demikian kamu bisa membentuk pola hidup yang lebih sehat. Tidak hanya dari segi olahraga, bahkan pola makan sehat yang umumnya dipandang “menyiksa” akan terasa lebih mudah dijalani jika bersama-sama. Argumen ini terbukti dengan adanya pengujian yang dilakukan oleh ilmuwan di Universitas <em>College London</em> di Inggris. Penelitian ini menguji wanita yang ingin berhenti merokok dengan dibantu oleh pasangan mereka yang berhenti juga dalam waktu yang bersamaan. Hasilnya, 50% nya berhasil melakukannya.</p>



<p>3. Pasangan membantu pertumbuhan kesehatan mental</p>



<p class="has-text-align-justify">Kesehatan mental juga penting untuk diperhatikan. Mental kamu juga bisa terganggu dan memburuk jika berada di situasi yang tertekan dan luar kendali. Memiliki seorang pasangan yang berada di sampingmu saat kamu sedang terpuruk dapat mendukung kamu. Ia juga akan membimbing kamu dan memberikan saran tentang apa yang bisa kamu lakukan. Tetapi yang utama adalah, kamu tidak perlu menjalani masalah itu sendiri dan menanggung beban sendiri.</p>



<p>4. Motivasi hidup</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan memiliki pasangan, tentu motivasi hidup menjadi lebih besar. Keinginan untuk menjalani setiap sesuatu dengan pasangan kamu membuat kamu lebih semangat dalam menjalani hari-hari. Jika sedang terlibat dalam pergumulan atau masalah, tentu mengingat bahwa ada pasangan kamu disamping bisa menjadi semangat kamu menghadapi masalah tersebut dan tetap menjalani hidup kamu dengan baik.</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah mengetahui manfaat memiliki seorang pasangan dan hubungan yang baik antar pasangan, kira-kira apa saja hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan hubungan kamu? Berikut adalah dua aktivitas yang disarankan oleh Dr. Nadia Octavia dari <em>Klikdokter</em>.</p>



<p>a. Bersepeda</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada awal pandemi, sepeda brompton sempat viral dan banyak kegiatan bersepeda. Kegiatan bersepeda bersama tidak hanya membantu meningkatkan kedekatan antar pasangan tapi kesehatan juga.</p>



<p>b. Mendaki gunung</p>



<p class="has-text-align-justify">Aktivitas ini tergolong menantang dan tidak banyak orang yang menyukainya. tak lupa juga ada resiko yang harus ditanggung. Tetapi, memiliki kesenangan untuk mendaki gunung bisa meningkatkan keharmonisan dalam hubungan. Selain itu, tubuh kamu juga akan lebih sehat, belum lagi jika berhasil mendaki sampai di puncak, tentu pemandangan yang bisa dilihat juga sangat menakjubkan. Kegiatan ini bisa dijadikan sebagai <em>refreshing</em> juga,<em>lho.</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah mengetahui apa saja yang bisa dilakukan dan manfaat yang cukup signifikan untuk tubuh kamu, apalagi yang ditunggu? <em>Get ready to mingle, ladies!</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/03/29/hubungan-sehat-hidup-lebih-lama-mitos-atau-fakta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keuntungan Adanya Pandemi Terhadap Resepsi Pernikahan</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/03/22/keuntungan-adanya-pandemi-terhadap-resepsi-pernikahan/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/03/22/keuntungan-adanya-pandemi-terhadap-resepsi-pernikahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2021 00:58:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wedding]]></category>
		<category><![CDATA[Covid Wedding]]></category>
		<category><![CDATA[Pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Resepsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=618</guid>

					<description><![CDATA[Di tahun 2020, seluruh dunia digemparkan dengan hadirnya virus corona. Seperti yang kita ketahui aktivitas sehari – hari yang dilakukan oleh masyarakat menjadi terhambat di &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Di tahun 2020, seluruh dunia digemparkan dengan hadirnya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Koronavirus" data-type="URL" data-id="https://id.wikipedia.org/wiki/Koronavirus" target="_blank" rel="noreferrer noopener">virus corona</a>. Seperti yang kita ketahui aktivitas sehari – hari yang dilakukan oleh masyarakat menjadi terhambat di masa pandemi seperti ini. Hal ini sama dengan pernikahan yang banyak tertunda karena situasi pandemi ini. Di awal pandemi, tentu belum ada ditemukan solusi untuk menggelar pernikahan sesuai dengan keinginan pada awalnya karena ketentuan dari pemerintah untuk tidak membuat keramaian sehingga banyak tempat umum yang ditutup. Namun, seiring berjalannya waktu, kini kita bisa melihat adanya resepsi pernikahan yang baru karena pandemi ini, atau yang sering disebut <em>COVID Wedding</em>. Ternyata, ada lho keuntungan pandemi ini bagi kamu yang ingin meresmikan hubungan kamu dengan pasangan kamu!</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="690" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/devon-divine-z695g9i0QwE-unsplash-1024x690.jpg" alt="" class="wp-image-621" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/devon-divine-z695g9i0QwE-unsplash-1024x690.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/devon-divine-z695g9i0QwE-unsplash-300x202.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/devon-divine-z695g9i0QwE-unsplash-768x517.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/devon-divine-z695g9i0QwE-unsplash-1536x1035.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/devon-divine-z695g9i0QwE-unsplash-2048x1380.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/devon-divine-z695g9i0QwE-unsplash-89x60.jpg 89w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p>1. &nbsp; Pasangan lebih rileks dan tidak tertekan</p>



<p class="has-text-align-justify">Persiapan pernikahan bisa membuat pasangan gagal nikah. Tidak percaya? Dalam sebuah pernikahan, pada umumnya perlu ada acara adat, dan juga resepsi pernikahan. Untuk mempersiapkan seluruhnya biasanya para pasangan menyewa <em>wedding planner</em> untuk mengatur keseluruhan acara pernikahan. Namun, tetap saja, <em>wedding planner</em> hanya akan membantu. Seluruh keputusan ada pada tangan kamu dan pasangan kamu. Adanya perbedaan pendapat, dan keputusan yang salah bisa berakibat fatal terhadap hubungan dan masa depan kamu. Dengan adanya korona, ada beberapa bagian yang mungkin bisa dicoret dari rencana karena kondisi yang kurang memungkinkan, seperti adanya <em>after party</em> yang mana perlu menyewa <em>DJ</em>. Dalam keputusan untuk memilih <em>venue</em> dan susunan acara yang mana, pasangan bisa merasa gugup dan tertekan, karena banyak hal yang perlu dipikirkan dalam hal yang bersamaan. Dengan menghapusnya dari rencana, maka keputusan yang harus diambil menjadi lebih sedikit sehingga kedua pasangan bisa lebih rileks.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="754" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/chris-dickens-pwJupDWJQ3s-unsplash-1024x754.jpg" alt="" class="wp-image-622" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/chris-dickens-pwJupDWJQ3s-unsplash-1024x754.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/chris-dickens-pwJupDWJQ3s-unsplash-300x221.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/chris-dickens-pwJupDWJQ3s-unsplash-768x566.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/chris-dickens-pwJupDWJQ3s-unsplash-1536x1132.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/chris-dickens-pwJupDWJQ3s-unsplash-2048x1509.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/chris-dickens-pwJupDWJQ3s-unsplash-81x60.jpg 81w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure>



<p>2. &nbsp; Menekan biaya</p>



<p class="has-text-align-justify">Karena ada batasan jumlah orang yang harus diundang karena pandemi seperti ini, undangan yang dibagikan bisa dipotong. Selama pandemi ini, umumnya acara pernikahan hanya mengundang kerabat dekat dan keluarga. Hal ini tentu akan membantu kedua pasangan menyimpan dana yang telah disiapkan. Dana yang lebih untuk acara pernikahan tersebut bisa dialokasikan ke kebutuhan lain, misalnya tabungan masa depan. Dengan demikian, kedua pasangan baru tidak perlu terlalu khawatir mengenai biaya yang dikeluarkan untuk pernikahan tersebut. Tetapi, tetap saja, keuangan kamu harus dikontrol agar masih memiliki dana untuk kehidupan kamu dengan pasanganmu setelah menikah.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/amish-thakkar-dHQf0wGQTzk-unsplash-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-623" srcset="https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/amish-thakkar-dHQf0wGQTzk-unsplash-1024x768.jpg 1024w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/amish-thakkar-dHQf0wGQTzk-unsplash-300x225.jpg 300w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/amish-thakkar-dHQf0wGQTzk-unsplash-768x576.jpg 768w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/amish-thakkar-dHQf0wGQTzk-unsplash-1536x1152.jpg 1536w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/amish-thakkar-dHQf0wGQTzk-unsplash-2048x1536.jpg 2048w, https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/amish-thakkar-dHQf0wGQTzk-unsplash-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p>3. &nbsp; Acara pernikahan yang lebih intim</p>



<p class="has-text-align-justify">Acara yang membawa kebahagiaan kedua keluarga ini haruslah dirasakan oleh keluarga tersebut masing-masing. Dengan adanya pandemi sekarang, kekeluargaan dalam acara pernikahan akan lebih terasa. Umumnya, resepsi akan diadakan pada tempat yang relatif lebih kecil daripada gedung besar. Meskipun diadakan di gedung besar pun, tetap ada batasan undangan yang boleh datang. Maka dari itu, kehangatan keluarga akan lebih intim serta hubungan antar keluarga akan lebih erat. Tak jarang juga jika selama pandemi ini banyak sekali pasangan yang menikah dan hanya mengundang keluarga dekat mereka. Ini bukan suatu hal yang aneh atau salah, segala acara pernikahan yang telah diputuskan oleh kedua pasangan merupakan hak mereka, terlebih lagi dengan kondisi sekarang yang kurang memungkinkan untuk menggelar pesta yang besar-besaran.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://thewomyn.com/2021/03/15/5-tempat-pernikahan-unik-untuk-hari-spesial-kamu/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">5 Tempat Pernikahan Unik untuk Hari Spesial Kamu</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Meskipun demikian, tetap saja ada halangan baru yang harus dihadapi oleh pasangan baru yang ingin memperlangsungkan pernikahan selama pandemi ini. Persiapan yang telah disiapkan harus dirombak kembali menyesuaikan kondisi. Terlebih lagi ada kemungkinan para undangan tidak hadir di resepsi karena takut atau was-was akan kondisi sekarang. Perlu diketahui bahwa jika kamu ingin melaksanakan pernikahan di masa pandemi sekarang, para tamu undangan harus memberikan <em>reservation</em> kepada kamu sebelum hari-H resepsi. Dengan demikian, jumlah orang yang akan hadir juga bisa diperkirakan sehingga <em>budget</em> yang telah dipersiapkan teralokasikan dengan baik dan tidak dihamburkan secara sia-sia.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kesimpulannya, meskipun sedang pandemi, tetap memungkinkan untuk kamu menjalankan dan merencanakan pernikahan dengan pasangan kamu. Tetapi tetap waspada dan menjalankannya sesuai dengan protokol yang telah ada. Jika memungkinkan, pastikan para undangan yang hadir telah diperiksa SWAB atau ANTIGEN sehingga kamu sendiri juga merasa lebih aman. <em>Go plan your own wedding, ladies!</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/03/22/keuntungan-adanya-pandemi-terhadap-resepsi-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada, Ini Tanda Kamu Berada dalam Toxic Relationship</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/03/05/waspada-ini-tanda-kamu-berada-dalam-toxic-relationship/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/03/05/waspada-ini-tanda-kamu-berada-dalam-toxic-relationship/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kartika Aprilia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2021 04:02:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[Women Empowerment]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Toxic Relationship]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=466</guid>

					<description><![CDATA[Ketika kamu jatuh cinta dengan seseorang, kamu memiliki asumsi pribadi mengenai karakter orang yang kamu sukai tanpa mengetahui bagaimana sifat aslinya. You’re in love with &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika kamu jatuh cinta dengan seseorang, kamu memiliki asumsi pribadi mengenai karakter orang yang kamu sukai tanpa mengetahui bagaimana sifat aslinya.<em> You’re in love with the idea of him. </em>Sampai kita berada dalam kondisi sudah mengenalnya dan menjadi dekat. Barulah kamu menyadari bahwa tidak sepenuhnya asumsimu tepat.</p>



<p>Pada masa pendekatan, semua masih berjalan indah dan saling menunjukkan sikap yang manis. Namun seiring berjalannya waktu, kamu menyadari bahwa sikapnya mulai berubah dan cenderung berlawanan dengan sikap yang ia tunjukan saat masa pendekatan.</p>



<p>Kondisi yang kerap membuatmu tertekan, bahkan mempengaruhi mentalmu bisa jadi kamu sedang berada dalam <em>toxic relationship. Toxic relationship</em> adalah kondisi dimana hubungan yang membuat salah satu pihak merasa tidak didukung, direndahkan, atau diserang.</p>



<p>Menurut Women Health 2018, <em>toxic relationship</em><strong> </strong>juga ditandai dengan adanya tindak kekerasan baik verbal maupun non verbal.<strong> </strong>Efek dari kekerasan verbal memang tidak terlihat, namun memberikan dampak psikologis yang luar biasa seperti rusaknya citra diri seseorang, pengalaman traumatik, dan lain sebagainya.</p>



<p>Masih dilansir dari sumber yang sama, hubungan yang didominasi oleh komunikasi satu arah juga menjadi salah satu tanda dari <em>toxic relationship</em><strong>.</strong> Hubungan yang sehat ditandai dengan adanya kesetaraan, dimana masing-masing orang memiliki kedudukan yang setara dan berhak memberikan pertimbangan untuk sebuah keputusan.</p>



<p>Sedangkan berdasarkan data dari CATAHU 2020 Komnas Perempuan, terdapat 4 bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) di ranah personal 43% Fisik, 25% Seksual, 19% Psikis, dan 13% Ekonomi. Lebih lanjut, ternyata menurut survei pelaku KTP mayoritas adalah Pacar.</p>



<p>Hal tersebut rentan dihadapi oleh remaja maupun wanita muda yang masih belum paham jika mereka berada dalam hubungan <em>toxic</em> dan dibutakan oleh cinta.</p>



<p>Jika kamu merasa berada dalam lingkaran ini, maka sebaiknya kamu harus menghindarinya. Jangan menyepelekan kebiasaan yang dilakukan pasanganmu karena bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisikmu.</p>



<p>Kenali ciri berikut yang menandakan kamu berada dalam toxic relationship.</p>



<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Merasa tertekan</p>



<p>Setiap berkomunikasi dengan pasanganmu, kamu merasa tertekan dan tidak menjadi diri sendiri. Kamu lebih mementingkan perasaan pasangan dibanding perasaanmu sendiri. Kekhawatiran itu muncul karena tidak ingin terjadi perdebatan.</p>



<p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tidak mendapat dukungan</p>



<p>Hubungan yang sehat ditandai dengan saling mendukung mimpi masing-masing. Pasangan yang ideal akan siap menjadi <em>support system</em> untuk menyemangatimu dalam berproses. Berlawanan dengan hal tersebut, pasangan yang toxic akan menyepelekan mimpimu bahkan mematahkan semangatmu.</p>



<p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kekerasan verbal</p>



<p>Alih-alih memperlakukan pasangan dengan penuh kasih, hubungan yang toxic lebih sering mengungkapkan kata-kata kasar, sarkastik dan kritikan yang tidak membangun.</p>



<p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kekerasan fisik</p>



<p>Selain mendapat kekerasan verbal, kamu mendapat kekerasan fisik. Pasanganmu adalah orang yang tempramental dan sering ‘main tangan’.</p>



<p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Cemburu buta</p>



<p>Cemburu adalah hal wajar bagi pasangan jika alasannya masuk akal. Namun, akan menjadi toxic apabila menunjukkan sikap yang berlebihan akan pasangannya. Cenderung mengekang dan membatasi pergaulan dan sosialisasimu. Hal itu akan menghambat kehidupan sosialmu.</p>



<p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berbohong</p>



<p>Sering berbohong dan dibohongi adalah tanda lainnya. Satu sisi kamu merasa lebih aman jika berbohong daripada jujur dan terbuka pada pasangan. Dengan berbohong kamu merasa akan menghindari masalah yang menyebabkan percekcokan dengan pasanganmu. Begitu pun sebaliknya, kamu sering dibohongi dan berakhir memaafkan meski tahu hal tersebut akan terus terulang.</p>



<p>Ciri di atas hanyalah sebagian dari toxic relationship. Jika kamu terjebak dalam hubungan yang beracun, pertimbangkanlah untuk mengatasinya atau mengakhirnya. Buatlah keputusan yang tepat sebelum terlambat. Memang menyakitkan jika diakhiri tetapi akan lebih sakit jika dipertahankan. Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan penyesalan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/03/05/waspada-ini-tanda-kamu-berada-dalam-toxic-relationship/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
