<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>content writing &#8211; The Womyn</title>
	<atom:link href="https://thewomyn.com/tag/content-writing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Jul 2021 07:31:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://thewomyn.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-favico-32x32.png</url>
	<title>content writing &#8211; The Womyn</title>
	<link>https://thewomyn.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menjadi Seorang Penulis ala Savitri Fadhilla U</title>
		<link>https://thewomyn.com/2021/07/01/menjadi-seorang-penulis-ala-savitri-fadhilla-u/</link>
					<comments>https://thewomyn.com/2021/07/01/menjadi-seorang-penulis-ala-savitri-fadhilla-u/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2021 07:26:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TheWomynpreneur Talk]]></category>
		<category><![CDATA[content writing]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[Savitri Fadhilla U]]></category>
		<category><![CDATA[Thewomyn]]></category>
		<category><![CDATA[thewomynpreneur talk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://thewomyn.com/?p=1152</guid>

					<description><![CDATA[Content writer dan copywriter , kedua pekerjaan ini sedang sangat hot menjadi perbincangan dan incaran para wanita sekarang. Dulunya, mungkin pekerjaan ini masih belum banyak &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify"><em>Content writer</em> dan <em>copywriter</em> , kedua pekerjaan ini sedang sangat <em>hot</em> menjadi perbincangan dan incaran para wanita sekarang. Dulunya, mungkin pekerjaan ini masih belum banyak diketahui dan masih menjadi sebuah “lelucon” bagi masyarakat. Tak sedikit yang berpikir bahwa karena tugas utamanya menulis, terkadang sering dianggap sepele. Namun, kenyataanya kedua jenis pekerjaan menulis tersebut memerlukan kekuatan ekstra untuk menghasilkan tulisan sempurna, lho!, lalu apa sih perbedaan dari keduanya. Penasaran apa saja? Baca terus sampai akhir, ya!</p>



<p class="has-text-align-justify">Savitri Fadhilla U, seorang <em>copywriter</em> dan reporter dari Pikiran Rakyat Media Network, telah diundang sebagai pembicara untuk <em>TheWomyn Talk </em>episode 1. Beliau berkata bahwa perbedaan diantara <em>copywriting</em> dan <em>content writing</em> tersendiri cukup banyak, baik dari segi tujuan maupun hasil dan faktor eksternal lainnya, belum lagi cara penulisan dan strategi yang diperlukan agar menghasilkan sebuah karya yang sesuai.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pertama-tama, <em>copywriting</em> dan <em>content writing</em> ini berbeda dari segi tujuan penulisannya. Hal ini yang menjadi landasan dari segala faktor dan perbedaan lainnya. <em>Copywriting</em> sendiri merupakan tulisan yang bertujuan untuk mempromosikan atau <em>marketing</em>. Tentu hasil tulisannya harus bersifat informatif dan persuasif seperti memberikan informasi kepada calon pembeli mengenai keunggulan produk atau jasa, namun ia juga harus mempunyai elemen mengajak di pembeli tersebut untuk membeli produk atau jasa tersebut. Sedangkan, untuk <em>content writing</em> sendiri tidak terlalu memiliki tujuan yang spesifik, tulisannya lebih bersifat informatif dan edukatif karena tujuan penulisannya hanyalah sebagai media informasi bagi pembaca.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://thewomyn.com/2021/05/21/mempertahankan-bisnis-di-tengah-pandemi-ala-valeria-nisatama-ceo-dari-celosia-etnik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Mempertahankan Bisnis di Tengah Pandemi ala Valeria Nisatama, CEO dari Celosia Etnik</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan pengertian secara umum di atas, maka apakah bisa disimpulkan bahwa <em>copywriting</em> lebih sulit untuk ditulis dibandingkan dengan <em>content writing</em>? Jawabannya, tentu iya. Seorang <em>copywriter</em> umumnya mendapatkan tugas cari <em>client</em>, maka bisa dikatakan bahwa hasil <em>copywriting</em> tersebut harus bisa memenuhi ekspektasi <em>client </em>tersebut. Dan perlu diketahui bahwa setiap <em>client</em> memiliki ciri khasnya masing-masing, sama seperti produk yang ingin dipasarkan. Tentu trik untuk menulis sebuah <em>caption</em> untuk produk baju akan berbeda dengan produk makanan. Hal inilah yang dituturkan oleh Kak Savitri di <em>TheWomyn Talk</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Meskipun <em>copywriting</em> memiliki tantangannya tersendiri, ini bukan berarti <em>content writing</em> tidak memiliki tantangan. “Jadi sebenarnya di portal aku mewajibkan 10 artikel per hari”, kata Kak Savitri. Maka bisa dilihat bahwa sebagai seorang reporter yang menyediakan tulisan informatif juga memiliki tantangannya. Ia harus mencoba mencari <em>angle</em> lain dari sebuah berita. Hal ini karena di dunia berita dan media, tentu kita sering sekali melihat ada tulisan dan berita yang serupa dari beberapa sumber atau portal. Nah, inilah yang menjadi tantangan selanjutnya. Untuk bisa mencari suatu <em>angle</em> tentu perlu riset lebih dan ide kreatif untuk mengulik sebuah isu. Tantangan lainnya juga bisa dilihat dari bagaimana seorang <em>content writer </em>atau reporter harus bisa menulis sejumlah artikel dalam hitungan hari. Tentu tidak jarang si penulis akan mengalami <em>writer block</em> dimana ia sudah kesulitan untuk menulis karena kehabisan ide, atau faktor lainnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kira-kira dalam menghadapi tantangan bagi seorang <em>copywriter </em>dan <em>content writer</em> itu harus gimana, <em>sih</em>? Serta, bagaimana cara menulis sebuah <em>copywriting</em> atau <em>content writing </em>yang tidak hanya informatif dan berbobot, tetapi juga menarik pembaca? Jangan lupa tonton seri <em>TheWomyn Talk</em> kali ini di <a href="https://youtu.be/b82HFb6jhNs"><em>YouTube Channel</em> <em>TheWomyn</em></a>, <em>ladies</em>. Ssssttttt, ada <em>tips</em> khusus dari Kak Savitri, <em>lho</em>!</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="TheWomyn Talk EP. 1 with Savitri Fadhilla U Copywriter dan Reporter Pikiran Rakyat Media Network" width="1220" height="686" src="https://www.youtube.com/embed/b82HFb6jhNs?start=236&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://thewomyn.com/2021/07/01/menjadi-seorang-penulis-ala-savitri-fadhilla-u/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
